stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Siklus Akuntansi Manufaktur III: Jurnal Penyesuaian & Kertas Kerja
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP

Pengantar Akuntansi

Pertemuan 13 — Siklus Akuntansi Manufaktur III: Jurnal Penyesuaian & Kertas Kerja

Dari neraca saldo mentah menuju laporan keuangan siap pakai: langkah penyesuaian tiga persediaan, overhead pabrik, depresiasi mesin, dan pengisian kertas kerja 10 kolom.

RPS Minggu 14 · Sub-CPMK 8 · Durasi 2 × 50 Menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun jurnal penyesuaian dan kertas kerja entitas manufaktur (Sub-CPMK 8). Secara rinci:

Capaian 1 — Persediaan
Menyusun jurnal penyesuaian tiga akun persediaan — BB (Bahan Baku), BDP (Barang Dalam Proses), BJ (Barang Jadi) — dengan metode periodik.
Capaian 2 — BOP
Menghitung selisih BOP (Biaya Overhead Pabrik) over/underapplied dan membuat jurnal penyesuaiannya; membedakan penyusutan mesin pabrik vs non-produksi.
Capaian 3 — Garansi
Mencatat estimasi beban garansi (accrued warranty) sebagai contoh akrual liabilitas berdasarkan matching principle.
Capaian 4 — Kertas Kerja
Mengisi kertas kerja 10 kolom manufaktur secara lengkap dan seimbang: NS → Penyesuaian → NSd → LBP → L/R → Neraca.

Mengapa Neraca Saldo Belum Cukup untuk Membuat Laporan?

Setelah posting selesai, kita punya Neraca Saldo. Tapi ada beberapa hal yang belum tercermin di sana:

Masalah 1 — Persediaan Sisa
Persediaan BB, BDP, dan BJ belum diperbarui — masih mencatat saldo awal, bukan saldo akhir fisik hasil opname (stock-take).
Masalah 2 — BOP Selisih
BOP dibebankan ke produksi menggunakan tarif dianggarkan (estimasi awal tahun), yang hampir pasti berbeda dari BOP aktual yang sudah terjadi.
Masalah 3 — Depresiasi
Mesin pabrik sudah terpakai sepanjang tahun tetapi penyusutannya belum dicatat di neraca saldo.
Masalah 4 — Akrual
Ada beban yang sudah terjadi (mis. garansi produk) tetapi belum diakui karena belum ada tagihan masuk.
Jurnal penyesuaian adalah solusi untuk keempat masalah ini. Tanpanya, laporan keuangan akan menyajikan angka yang tidak akurat.
Bagian 1 dari 4
Jurnal Penyesuaian:
Tiga Persediaan & BOP
Metode periodik untuk bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi — lalu menangani selisih BOP over/underapplied.
BB BDP BJ BOP

Rekap: Tiga Akun Persediaan dalam Metode Periodik

Dalam sistem periodik, persediaan tidak diperbarui setiap transaksi. Saldo baru diketahui setelah opname fisik akhir periode.

Persediaan BBAwal Tahun(Saldo NS)Pembelian BB+masuk produksiBB Dipakai (BDP)→ BJ → terjualPersediaan BBAkhir (opname)
AkunSaldo di Neraca SaldoSaldo Akhir (opname)Yang Perlu Disesuaikan
Persediaan BB (Bahan Baku)Saldo awal tahunFisik akhir tahunTutup awal (Kredit), catat akhir (Debit)
Persediaan BDP (Barang Dalam Proses)Saldo awal tahunFisik akhir tahunTutup awal (Kredit), catat akhir (Debit)
Persediaan BJ (Barang Jadi)Saldo awal tahunFisik akhir tahunTutup awal (Kredit), catat akhir (Debit)

Logika Penyesuaian: Tutup Awal, Catat Akhir

Dua langkah untuk setiap akun persediaan dalam metode periodik:

Langkah 1 — Tutup Saldo Awal
D / K
Debit Ikhtisar Biaya Produksi (untuk BB & BDP) atau Ikhtisar L/R (untuk BJ), Kredit Persediaan [nama] Awal → mengeluarkan saldo awal dari neraca.
Langkah 2 — Catat Saldo Akhir
D / K
Debit Persediaan [nama] Akhir, Kredit Ikhtisar Biaya Produksi (BB & BDP) atau Ikhtisar L/R (BJ) → memasukkan saldo akhir ke neraca.
Hasil bersih: akun Persediaan di neraca akhirnya mencerminkan saldo fisik akhir periode, bukan saldo awal. Ikhtisar Biaya Produksi (Manufacturing Summary) = akun sementara penampung biaya produksi; selisih debit–kreditnya adalah Harga Pokok Produksi.

Jurnal Penyesuaian Tiga Persediaan — Format Standar

[A] Tutup Persediaan Awal
AkunDebitKredit
Ikhtisar Biaya ProduksiBB Awal + BDP Awal
Ikhtisar Laba RugiBJ Awal
  Persediaan BB (Awal)BB Awal
  Persediaan BDP (Awal)BDP Awal
  Persediaan BJ (Awal)BJ Awal
[B] Catat Persediaan Akhir
AkunDebitKredit
Persediaan BB (Akhir)BB Akhir
Persediaan BDP (Akhir)BDP Akhir
Persediaan BJ (Akhir)BJ Akhir
  Ikhtisar Biaya ProduksiBB Akhir + BDP Akhir
  Ikhtisar Laba RugiBJ Akhir
BB Awal & BDP masuk ke Ikhtisar Biaya Produksi (komponen produksi). BJ Awal masuk ke Ikhtisar Laba Rugi (komponen HPP). Mengapa? BJ sudah selesai diproduksi — nilainya masuk HPP di L/R, bukan Laporan Biaya Produksi.

HDN-1 — Penyesuaian Tiga Persediaan PT Nusa Garmen

Akun PersediaanSaldo Awal (Rp)Saldo Akhir Opname (Rp)
Bahan Baku (BB)8.000.0005.000.000
Barang Dalam Proses (BDP)6.000.0004.000.000
Barang Jadi (BJ)10.000.0007.000.000
[A] Tutup Saldo Awal
LangkahPerhitunganNilai (Rp)
1Ikhtisar Biaya Produksi = BB Awal 8 jt + BDP Awal 6 jt14.000.000
2Ikhtisar Laba Rugi = BJ Awal10.000.000
3Kredit: Pers. BB 8 jt · Pers. BDP 6 jt · Pers. BJ 10 jt24.000.000
[B] Catat Saldo Akhir
LangkahPerhitunganNilai (Rp)
1Debit: Pers. BB 5 jt · Pers. BDP 4 jt · Pers. BJ 7 jt16.000.000
2Kredit Ikhtisar Biaya Produksi = BB Akhir 5 + BDP Akhir 49.000.000
3Kredit Ikhtisar L/R = BJ Akhir7.000.000
Cek: Total D [A] = 24 jt = Total K [A] ✓  |  Total D [B] = 16 jt = Total K [B] ✓

BOP: Dibebankan vs Aktual — Selalu Ada Selisih

Perusahaan membebankan BOP ke produk menggunakan tarif dianggarkan sepanjang tahun. Di akhir periode, BOP aktual hampir pasti berbeda.

BOP Dibebankan (Kredit)Tarif × Jam Aktual = Rp X(berbasis anggaran)BOP Aktual (Debit)Listrik + Depr. + Gaji Spvsr = Rp Y(realisasi sesungguhnya)
Underapplied (X < Y)
BOP dibebankan lebih kecil dari aktual. Selisih = biaya yang kurang diserap → HPP harus dinaikkan.
Overapplied (X > Y)
BOP dibebankan lebih besar dari aktual. Selisih = biaya yang terlalu banyak diserap → HPP harus diturunkan.
Selisih ini WAJIB disesuaikan di akhir periode agar HPP mencerminkan biaya aktual.

Jurnal Penyesuaian Selisih BOP

Dua skenario — pilih salah satu sesuai kondisi:

Skenario 1 — Underapplied (Aktual > Dibebankan)
Selisih = BOP Aktual − BOP Dibebankan
AkunDebitKredit
Harga Pokok Penjualan (HPP)Selisih
  BOP DibebankanSelisih
HPP naik karena biaya aktual lebih tinggi
Skenario 2 — Overapplied (Dibebankan > Aktual)
Selisih = BOP Dibebankan − BOP Aktual
AkunDebitKredit
BOP DibebankanSelisih
  Harga Pokok Penjualan (HPP)Selisih
HPP turun karena biaya aktual lebih rendah
Metode alternatif: alokasi proporsional ke BDP, BJ, dan HPP (lihat Slide 12). Untuk kelas ini, kita pakai metode tutup ke HPP (paling sederhana).

HDN-2 — Selisih BOP Underapplied: PT Sinar Manufaktur

Data Kasus

BOP dibebankan ke produksi (tarif × jam aktual): Rp 18.000.000

BOP aktual yang terjadi sepanjang periode: Rp 20.000.000

Selisih: Rp 2.000.000 underapplied (aktual > dibebankan)

LangkahPerhitunganNilai
1Identifikasi: BOP Aktual (Rp 20 jt) > BOP Dibebankan (Rp 18 jt) → underapplied
2Hitung selisih: 20.000.000 − 18.000.000Rp 2.000.000
3Jurnal: Debit HPP Rp 2.000.000 / Kredit BOP Dibebankan Rp 2.000.000
AkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
Harga Pokok Penjualan (HPP)2.000.000
  BOP Dibebankan2.000.000
Dampak: HPP naik Rp 2.000.000 — mencerminkan biaya produksi aktual yang lebih tinggi. D = K = Rp 2.000.000 ✓

Alternatif: Alokasi Selisih BOP Secara Proporsional

Untuk selisih BOP yang signifikan (>5% dari HPP), standar akuntansi manajerial menganjurkan alokasi proporsional ke tiga kelompok:

Contoh: selisih underapplied Rp 2 juta, saldo akhir — BDP Rp 4 jt · BJ Rp 7 jt · HPP Rp 9 jt. Total = Rp 20 jt.

PosSaldo Akhir (Rp)ProporsiAlokasi Selisih (Rp)
BDP (Barang Dalam Proses)4.000.0004/20 = 20%400.000
BJ (Barang Jadi)7.000.0007/20 = 35%700.000
HPP9.000.0009/20 = 45%900.000
Total20.000.000100%2.000.000
Untuk kelas ini, gunakan metode tutup ke HPP kecuali soal secara eksplisit meminta alokasi proporsional.
Bagian 2 dari 4
Penyusutan Mesin Pabrik
& Estimasi Garansi
Penyesuaian yang membedakan aset produksi dari aset non-produksi — dan beban yang timbul sebelum kasnya keluar.
Mesin Pabrik BOP Garansi Akrual

Penyusutan: Masuk ke Mana Tergantung Fungsi Asetnya

Kunci: di mana aset itu digunakan? Dalam produksi → BOP. Di luar produksi → Beban Operasional.

Mesin Pabrik (Produksi)
Digunakan dalam proses produksi → depresiasi masuk ke BOP (komponen biaya produksi) → HPProduksi → HPP → L/R via biaya produksi.

Contoh: mesin pencetak, conveyor pabrik, kiln semen.
Gedung Kantor / Kendaraan (Non-Produksi)
Digunakan untuk kegiatan operasional non-produksi → depresiasi masuk ke Beban Depresiasi → langsung ke L/R sebagai beban usaha.

Contoh: mobil direksi, gedung kantor pusat.
Mesin PabrikDepr. → BOPBOP → HPProdMasuk produksiHPP → L/RLaporan L/R

HDN-3 — Jurnal Penyusutan Mesin Pabrik dari Nol

Data Mesin PT Nusa Garmen
Harga Perolehan
Rp 100.000.000
Nilai Sisa
Rp 20.000.000
Umur Ekonomis
20 Tahun
Metode
Garis Lurus
LangkahPerhitunganNilai
1Dasar penyusutan = HP − NS = 100.000.000 − 20.000.000Rp 80.000.000
2Beban penyusutan/tahun = 80.000.000 ÷ 20 tahunRp 4.000.000/tahun
3Akun tujuan: mesin digunakan di pabrik → masuk BOP (bukan Beban Depresiasi biasa)
AkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
BOP — Depresiasi Mesin Pabrik4.000.000
  Akumulasi Depresiasi — Mesin Pabrik4.000.000

Estimasi Beban Garansi — Akrual Sebelum Klaim Masuk

Perusahaan manufaktur yang menjual produk dengan garansi harus mencatat estimasi biaya perbaikan di periode produk terjual — bukan saat klaim masuk.

Mengapa Di-akrual?
Matching principle (prinsip penandingan): beban garansi harus diakui di periode yang sama dengan penjualan yang menghasilkan kewajiban garansi tersebut. Kalau menunggu klaim, beban akan muncul di periode yang salah.
Cara Estimasi
Berdasarkan data historis: % dari penjualan yang diklaim garansi × biaya rata-rata perbaikan.

Contoh: 2% × Rp 500 juta penjualan = Rp 10 juta estimasi beban garansi.
AkunDebitKredit
Beban Garansi (warranty expense)Estimasi
  Liabilitas Garansi (warranty liability)Estimasi

HDN-4 — Jurnal Estimasi Beban Garansi dari Nol

Data PT Nusa Garmen

Penjualan periode ini: Rp 500.000.000 · Estimasi klaim garansi: 2% dari penjualan · Klaim sudah dibayar tunai: Rp 3.000.000

Langkah 0 — Saat klaim Rp 3 jt dibayar tunai (sudah dijurnal saat itu): Debit Beban Garansi 3 jt / Kredit Kas 3 jt — TIDAK dicatat ulang di akhir periode.
LangkahPerhitunganNilai (Rp)
1Estimasi total beban garansi = 2% × 500.000.00010.000.000
2Klaim yang sudah dicatat sebagai beban (Langkah 0)3.000.000
3Sisa yang masih perlu diakrual = 10.000.000 − 3.000.0007.000.000
AkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
Beban Garansi7.000.000
  Liabilitas Garansi (Estimasi)7.000.000
Verifikasi: Total Beban Garansi = Rp 3 jt (dibayar) + Rp 7 jt (akrual) = Rp 10 jt = 2% × Rp 500 jt ✓
Bagian 3 dari 4
Kertas Kerja 10 Kolom
Entitas Manufaktur
Dari Neraca Saldo → Penyesuaian → NS Disesuaikan → Laporan Biaya Produksi → L/R → Neraca: lima tahap dalam satu formulir.
NS Penyesuaian NSd LBP L/R Neraca

Anatomi Kertas Kerja 10 Kolom Manufaktur

Setiap pasangan kolom (Debit | Kredit) membentuk satu "laporan mini":

NeracaSaldoKol 1–2PenyesuaianJ1–J5Kol 3–4NSDisesuaikanKol 5–6Lap. BiayaProduksiKol 7–8 ★L/RKol 9–10NeracaSisa
Pasangan KolomNamaIsi
Kolom 1–2Neraca Saldo (NS)Saldo setelah posting; sumber: dari Pertemuan 12
Kolom 3–4PenyesuaianSemua jurnal penyesuaian (persediaan, BOP, depresiasi, garansi)
Kolom 5–6NS Disesuaikan (NSd)NS ± Penyesuaian; setiap akun sudah dikoreksi
Kolom 7–8Lap. Biaya Produksi (LBP) ★Akun terkait biaya produksi (BB, BDP, TKL, BOP)
Kolom 9–10Laporan L/RPendapatan, HPP, beban operasional
SisaNeracaAset, liabilitas, ekuitas
LBP = Kolom 7–8 adalah TAMBAHAN khas manufaktur yang tidak ada di entitas jasa/dagang.

Kolom LBP: Apa Saja yang Masuk?

Kolom 7–8 (Laporan Biaya Produksi / LBP) menampung akun-akun yang hanya relevan untuk proses produksi:

Sisi DEBIT LBP — Input Biaya Produksi
  • Persediaan BB Awal
  • Persediaan BDP Awal
  • Pembelian Bahan Baku
  • Beban Tenaga Kerja Langsung (TKL)
  • BOP — semua komponen (listrik, depr. mesin, bahan penolong)
Sisi KREDIT LBP — Pengurang & Output
  • Persediaan BB Akhir
  • Persediaan BDP Akhir
  • BOP Dibebankan (penutup selisih)
  • Harga Pokok Produksi (HPProd) → selisih D−K dipindah ke L/R
Angka yang "keluar" dari sisi Kredit LBP adalah Harga Pokok Produksi — angka kunci yang mengalir ke kolom L/R sebagai input HPP.

Lima Tahap Mengisi Kertas Kerja Manufaktur

Tahap 1 — Masukkan Neraca Saldo
Salin semua saldo dari Neraca Saldo (kolom 1–2). Pastikan Total D = Total K sebelum lanjut.
Tahap 2 — Masukkan Penyesuaian
Masukkan semua jurnal penyesuaian ke kolom 3–4: persediaan (J1&J2), BOP (J3), depresiasi mesin (J4), garansi (J5). Pastikan D = K per jurnal.
Tahap 3 — Hitung NS Disesuaikan
Jumlahkan horizontal setiap baris (NS ± Penyesuaian) → isi kolom 5–6. Pastikan total D = K.
Tahap 4 — Pilah ke LBP, L/R & Neraca
Akun produksi → Kol 7–8 (LBP). Pendapatan/HPP/beban operasional → Kol 9–10 (L/R). Aset/liabilitas/ekuitas → Neraca.
Tahap 5 — Hitung Laba/Rugi & Verifikasi
Selisih Kol L/R (K − D) = Laba atau Rugi bersih. Angka ini dimasukkan ke kedua kolom L/R dan Neraca untuk menyeimbangkan. Verifikasi: Selisih Neraca harus = Laba/Rugi bersih.

Coba Sendiri: Isi Kertas Kerja 10 Kolom Selangkah

Isi tiap kolom kertas kerja berurutan dan amati bagaimana satu angka mengalir dari NS sampai berlabuh di kolom L/R atau Neraca.

HDN-5 (A) — Kertas Kerja PT Nusa Garmen: NS dan Penyesuaian

BOP Aktual Rp 18 jt · BOP Dibebankan Rp 16 jt · Selisih underapplied Rp 2 jt (J3: Debit HPP 2 jt / Kredit BOP Dibebankan 2 jt)

AkunNS-DNS-KPeny-DPeny-KNSd-DNSd-KRef.
Persediaan BB8.000.0005.000.0008.000.0005.000.000J2a(D) catat akhir / J1a(K) tutup awal
Persediaan BDP6.000.0004.000.0006.000.0004.000.000J2a(D)/J1a(K)
Persediaan BJ10.000.0007.000.00010.000.0007.000.000J2b(D)/J1b(K)
BOP Aktual18.000.00018.000.000Tidak disesuaikan; masuk LBP
BOP Dibebankan2.000.0002.000.000J3(K) — menutup selisih ke HPP
Akum. Depr. Mesin8.000.0004.000.00012.000.000J4(K) depresiasi tahun ini
BOP (Depr. Mesin)4.000.0004.000.000J4(D) — masuk BOP, bukan beban langsung
HPP45.000.0002.000.00047.000.000J3(D) underapplied naikkan HPP
Pendapatan100.000.000100.000.000Tidak disesuaikan
Beban Garansi7.000.0007.000.000J5(D) akrual estimasi
Liabilitas Garansi7.000.0007.000.000J5(K)
Kunci: BOP Aktual (Rp 18 jt) dan BOP Depr. Mesin (Rp 4 jt) adalah dua baris berbeda — keduanya masuk ke LBP-D. BOP Dibebankan (Rp 2 jt di NSd-K) adalah akun penutup yang ditransfer ke HPP via J3.

HDN-5 (B) — Pemilahan NSd ke LBP, L/R, dan Neraca

AkunNSd-DNSd-KLBP-DLBP-KL/R-DL/R-KNeraca-DNeraca-K
Persediaan BB5.000.0008.000.000 (awal)5.000.000 (akhir)5.000.000
Persediaan BDP4.000.0006.000.000 (awal)4.000.000 (akhir)4.000.000
Persediaan BJ7.000.0007.000.000 (akhir)7.000.000
BOP Aktual18.000.00018.000.000
BOP Dibebankan2.000.0002.000.000
Akum. Depr. Mesin12.000.00012.000.000
BOP (Depr. Mesin)4.000.0004.000.000
HPP47.000.00047.000.000
Pendapatan100.000.000100.000.000
Beban Garansi7.000.0007.000.000
Liabilitas Garansi7.000.0007.000.000
Sub-total LBP36.000.00011.000.000
HPProduksi (selisih LBP)25.000.000 →25.000.000
Sub-total L/R79.000.000107.000.000
Laba Bersih28.000.00028.000.000
LBP-D (36) − LBP-K (11) = HPProduksi Rp 25 jt → L/R-D. L/R-K (107) − L/R-D (79) = Laba Bersih Rp 28 jt → Neraca-K. ✓

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR): BOP Tinggi, Penyesuaian Kompleks

PT Semen Indonesia adalah produsen semen terbesar Indonesia (BEI: SMGR). Struktur biaya produksinya didominasi BOP — pelajaran nyata dari apa yang kita pelajari hari ini.

Struktur BOP SMGR
BOP utama: energi (bahan bakar batubara + listrik = ~40–50% biaya produksi), depresiasi kiln (tanur putar — mesin inti pembuatan klinker semen) dan mesin bernilai ratusan miliar, pemeliharaan pabrik. Fluktuasi harga batubara sangat memengaruhi selisih BOP.
Implikasi Penyesuaian
BOP aktual SMGR sangat bergantung pada harga spot energi yang berfluktuasi. Di tahun-tahun harga batubara tinggi (2021–2022), underapplied BOP bisa sangat besar → HPP aktual jauh melebihi yang dibebankan → koreksi penyesuaian signifikan di laporan konsolidasi senilai puluhan triliun rupiah.
Audit KAP atas persediaan dan BOP manufaktur SMGR dilakukan sangat ketat karena jumlahnya material dan aset tetapnya bernilai triliunan rupiah.

Empat Jebakan Jurnal Penyesuaian Manufaktur

Jebakan 1 — Arah Penyesuaian Persediaan
Menukar jurnal tutup-awal dengan catat-akhir. Ingat: Tutup awal = Kredit persediaan; Catat akhir = Debit persediaan.
Jebakan 2 — BOP ke Mana?
Lupa membedakan depresiasi mesin (→ BOP) dari depresiasi aset non-produksi (→ Beban Depresiasi). Tanya dulu: di mana aset itu digunakan?
Jebakan 3 — Arah Selisih BOP
Mengira underapplied = HPP turun. Ingat: underapplied → aktual > dibebankan → HPP naik (Debit HPP).
Jebakan 4 — Kolom LBP vs L/R
Menempatkan Persediaan BJ di LBP padahal ia masuk ke L/R. BB dan BDP → LBP; BJ → L/R.

Cheat Sheet: Jurnal Penyesuaian & Kertas Kerja Manufaktur

Jenis PenyesuaianDebitKreditTujuan
Tutup persediaan BB & BDP awalIkhtisar Biaya ProduksiPersediaan BB / BDPKeluarkan saldo lama
Tutup persediaan BJ awalIkhtisar L/RPersediaan BJKeluarkan saldo lama
Catat persediaan BB & BDP akhirPersediaan BB / BDPIkhtisar Biaya ProduksiMasukkan saldo baru
Catat persediaan BJ akhirPersediaan BJIkhtisar L/RMasukkan saldo baru
BOP underappliedHPPBOP DibebankanNaikkan HPP
BOP overappliedBOP DibebankanHPPTurunkan HPP
Depresiasi mesin pabrikBOP (Depr. Mesin)Akum. Depr. MesinBOP naik → HPProd
Estimasi beban garansiBeban GaransiLiabilitas GaransiAkrual kewajiban
Kertas kerja 10 kolom = NS → Penyesuaian → NSd → LBP → L/R → Neraca. LBP adalah kolom tambahan khas manufaktur.

Persiapan Ujian Akhir Semester

Pertemuan 13 melengkapi siklus akuntansi manufaktur (P11–P13). Berikut yang perlu Anda siapkan:

Yang Sudah Dikuasai (P11–P13)
Klasifikasi biaya (BBL/TKL/BOP) → Jurnal transaksi manufaktur → Laporan HPProduksi → Neraca saldo manufaktur → Jurnal penyesuaian (tiga persediaan, BOP, depresiasi, garansi) → Kertas kerja 10 kolom.
Fokus Latihan Sebelum UAS
  • Kerjakan soal integratif P11→P12→P13 dari awal sampai Laporan Keuangan
  • Kerjakan kertas kerja 10 kolom from-zero (Lampiran B Soal B4)
  • Baca kembali Lampiran A: verifikasi semua aritmetika sendiri
  • Tinjau "Jebakan" di Slide 24 sebelum ujian
Kuasai satu contoh kasus penuh dari awal hingga Neraca, maka format soal ujian mana pun tidak akan asing bagi Anda.