stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Jurnal Penutup dan Penutupan Siklus Entitas Dagang
FEB UNDIP · Pengantar Akuntansi

Jurnal Penutup & Siklus Dagang

Pertemuan 10 · Menutup Buku Toko: Dari Transaksi hingga Siklus Tuntas

Me-nol-kan akun penjualan, pembelian, HPP, dan beban — termasuk perlakuan istimewa persediaan pada sistem periodik — sampai siklus dagang penuh benar-benar selesai.

RPS Minggu 11 · Sub-CPMK 7 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun jurnal penutup entitas dagang dan menyelesaikan siklusnya (Sub-CPMK 7). Secara rinci:

Capaian 1 — Identifikasi
Akun Temporer Khas Dagang
Mengenali seluruh akun temporer khas dagang yang harus ditutup: Penjualan, Retur & Potongan Penjualan, Potongan Penjualan, akun Pembelian (sistem periodik), HPP, dan seluruh beban.
Capaian 2 — Jurnal Penutup
Empat Ayat Penutup Dagang
Menyusun empat ayat penutup dagang sistem periodik, termasuk perlakuan persediaan awal & akhir lewat Ikhtisar Laba Rugi tanpa kesalahan debit-kredit.
Capaian 3 — Post-Closing
Neraca Saldo Setelah Penutupan
Menyusun neraca saldo setelah penutupan dagang yang seimbang dan hanya berisi akun riil (aset, liabilitas, ekuitas).
Capaian 4 — Siklus Penuh
Verifikasi Siklus Dagang
Membuktikan siklus dagang penuh dari transaksi hingga buku tertutup, termasuk dampak pemindahan laba ke ekuitas pemilik.

Menutup Buku Toko: Kenapa Lebih Banyak Akun yang Harus "Diberesi"?

Salon hanya menjual jasa, jadi akun yang ditutup sedikit. Toko menjual barang — muncul akun penjualan, retur, pembelian, HPP, dan persediaan. Lebih ramai, tetapi logikanya sama.

Entitas Jasa (P7)
Jasa
  • Akun temporer ≈ Pendapatan Jasa + beban + Prive
  • Persediaan tidak ada, jadi tidak ikut ditutup
  • Daftar akun pendek, mudah dihabiskan dalam satu ayat
  • Contoh: salon, konsultan, bengkel (P7)
Entitas Dagang (P10)
Dagang
  • Tambah Penjualan, Retur/Potongan, Pembelian, HPP
  • Persediaan disesuaikan lewat Ikhtisar (periodik)
  • Lebih banyak akun — kerangka empat ayat tetap sama
  • Contoh: toko, distributor, ritel (Distro Diponegoro)
Kabar baik: kerangka empat ayat penutup lewat Ikhtisar Laba Rugi dari Pertemuan 7 tetap berlaku. Yang berubah hanya daftar penghuni akun temporernya — dan satu trik persediaan pada sistem periodik.
Bagian 1 dari 4
Akun Temporer Khas
Entitas Dagang
Sebelum menutup, kita petakan dulu: akun dagang mana yang nominal (ditutup), mana yang riil (dibawa terus) — termasuk akun kontra dan beda sistem perpetual vs periodik.

Peta Akun Entitas Dagang: Temporer vs Riil

Hanya akun temporer yang ditutup. Hampir semua "pemain baru" dagang adalah temporer; Persediaan adalah pengecualian khusus.

AkunSaldo NormalKeluargaDitutup?
PenjualanKreditTemporer (pendapatan)Ya — sisi debit
Retur & Potongan PenjualanDebitTemporer (kontra-pendapatan)Ya — sisi kredit
Potongan PenjualanDebitTemporer (kontra-pendapatan)Ya — sisi kredit
PembelianDebitTemporer (periodik)Ya — sisi kredit
Beban Angkut PembelianDebitTemporer (periodik)Ya — sisi kredit
Retur & Pot. PembelianKreditTemporer (kontra-pembelian)Ya — sisi debit
Semua Beban + Beban BungaDebitTemporerYa — sisi kredit
PriveDebitTemporer (ekuitas)Ya — langsung ke Modal
Persediaan Barang DagangDebitRiil**Disesuaikan lewat Ikhtisar (periodik)
Kas, Piutang, Utang, ModalRiil/PermanenTidak

Akun Kontra Dagang: Bersaldo "Terbalik" dari Induknya

Akun kontra punya saldo berlawanan dari akun induknya — sehingga ditutup di sisi yang berlawanan pula. Inilah sumber kesalahan nomor satu mahasiswa.

Kontra-Penjualan (saldo DEBIT)
Dr
Ditutup di sisi Kredit
Retur & Potongan Penjualan dan Potongan Penjualan mengurangi Penjualan. Karena saldonya debit, ditutup di sisi kredit — bukan ikut Penjualan yang didebit.
Kontra-Pembelian (saldo KREDIT)
Cr
Ditutup di sisi Debit
Retur & Pot. Pembelian dan Potongan Pembelian mengurangi Pembelian. Karena saldonya kredit, ditutup di sisi debit — ke kredit Ikhtisar (Tahap 1).
T-Account: Penjualan
Debit ← tutup
Cr 850 jt
T-Account: Retur & Pot. Penjualan
Dr 18 jt
Kredit ← tutup
Jebakan: jangan menutup Retur Penjualan di sisi debit hanya karena "berhubungan dengan penjualan". Ikuti saldo normalnya, bukan namanya.

Dua Sistem Persediaan — dan Mengapa Penutupannya Berbeda

Cara mencatat persediaan sepanjang tahun menentukan cara menutup bukunya di akhir tahun. Hari ini fokus pada sistem periodik (yang punya keistimewaan).

AspekPerpetualPeriodik
Catat HPP tiap penjualan?Ya, real-timeTidak — dihitung di akhir
Akun "Pembelian" terpisah?Tidak (langsung ke Persediaan)Ya (Pembelian, B. Angkut, Retur)
Persediaan saat penutupanSudah update, tidak diutak-atikAwal dihapus, akhir dicatat lewat Ikhtisar
Cocok untukRitel modern (barcode, POS)UMKM/toko kecil tanpa sistem
Pada periodik, akun Persediaan masih menunjukkan saldo awal sepanjang tahun. Stock opname akhir tahun memberi tahu persediaan akhir — dan jurnal penutuplah yang memperbaruinya.

Kasus Hari Ini: Distro Diponegoro (Sistem Periodik)

Kita lanjutkan kasus dari Pertemuan 9: laporan laba rugi sudah jadi, laba bersih sudah dihitung. Sekarang tinggal menutup bukunya. Periode berakhir 31 Des 2026.

AkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
Penjualan850.000.000
Retur & Potongan Penjualan18.000.000
Potongan Penjualan12.000.000
Pembelian520.000.000
Beban Angkut Pembelian9.000.000
Retur & Pot. Pembelian14.000.000
Potongan Pembelian8.000.000
Total Beban Operasi + Bunga164.000.000
Prive30.000.000
Dari P9 kita tahu: Persediaan awal = Rp 95 jt · Persediaan akhir (stock opname) = Rp 110 jt · Modal awal = Rp 250 jt · Laba bersih = Rp 164 jt. Angka-angka inilah yang kita tutup hari ini.
Bagian 2 dari 4
Empat Ayat Jurnal
Penutup Dagang
Kerangka yang sama dengan entitas jasa — empat ayat lewat Ikhtisar Laba Rugi — tetapi dengan penghuni akun dagang dan trik persediaan sistem periodik.
1Kredit → Ikhtisar
2Debit → Ikhtisar
3Ikhtisar → Modal
4Prive → Modal

Peta Empat Tahap Penutupan Dagang (Sistem Periodik)

Lihat alurnya dulu sebelum menulis jurnal. Persediaan ikut "menumpang" di Tahap 1 (akhir, dicatat) dan Tahap 2 (awal, dihapus).

① TUTUP AKUN KREDIT→ Kredit IkhtisarDebit: PenjualanRetur/Pot. PembelianPotongan Pembelian+ Persediaan AKHIR 110 jt② TUTUP AKUN DEBIT→ Debit IkhtisarKredit: Pembelian, B.AngkutRetur/Pot. PenjualanPotongan Penjualan, Beban+ Persediaan AWAL 95 jt③ IKHTISAR → MODALLaba (saldo Ikhtisar kredit)→ Debit Ikhtisar 164 jt→ Kredit Modal 164 jtIkhtisar kembali nolModal +Rp 164 jt④ PRIVE → MODALLangsung ke Modal(bukan lewat Ikhtisar!)→ Debit Modal 30 jt→ Kredit Prive 30 jtPrive nol1234
Beda dari jasa: di Tahap 1 ada debit Persediaan akhir, di Tahap 2 ada kredit Persediaan awal. Selebihnya identik dengan Pertemuan 7.

Hitung dari Nol — HDN-1 Tahap ①: Tutup Akun Kredit → Ikhtisar

Debit semua akun bersaldo kredit + debit Persediaan akhir Rp 110 jt (mencatat barang akhir), lalu kredit Ikhtisar Laba Rugi.

TglAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31/12Penjualan850.000.000
Persediaan Barang Dagang (akhir)110.000.000
Retur & Pot. Pembelian14.000.000
Potongan Pembelian8.000.000
Ikhtisar Laba Rugi982.000.000
LangkahPerhitunganNilai
Penjualansaldo kredit → nolRp 850.000.000
Persediaan akhirstock opname 31 Des 2026Rp 110.000.000
Retur & Pot. Pembeliansaldo kredit → nolRp 14.000.000
Potongan Pembeliansaldo kredit → nolRp 8.000.000
Total kredit Ikhtisar850 + 110 + 14 + 8Rp 982.000.000

Hitung dari Nol — HDN-1 Tahap ②: Tutup Akun Debit → Ikhtisar

Kredit semua akun bersaldo debit + kredit Persediaan awal Rp 95 jt (menghapus barang awal), lalu debit Ikhtisar Laba Rugi.

TglAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31/12Ikhtisar Laba Rugi818.000.000
Persediaan Barang Dagang (awal)95.000.000
Pembelian520.000.000
Beban Angkut Pembelian9.000.000
Retur & Pot. Penjualan18.000.000
Potongan Penjualan12.000.000
Beban-beban (operasi + bunga)164.000.000
LangkahPerhitunganNilai
Persediaan awal + Pembelian + B.Angkut95 + 520 + 9Rp 624.000.000
Retur/Pot Penjualan + Pot Penjualan18 + 12Rp 30.000.000
Beban operasi + bungarincian di Lampiran ARp 164.000.000
Total debit Ikhtisar95+520+9+18+12+164Rp 818.000.000

Cek Penting: Saldo Ikhtisar Harus = Laba Bersih dari P9

Setelah Tahap 1 & 2, akun Ikhtisar Laba Rugi punya dua sisi. Selisihnya wajib sama dengan laba bersih Rp 164 jt yang kita hitung di Pertemuan 9.

T-Account: Ikhtisar Laba Rugi
DEBIT (Tahap 2)
818.000.000
KREDIT (Tahap 1)
982.000.000
SALDO KREDIT (Laba)
164.000.000
LangkahPerhitunganNilai
Kredit Ikhtisar (Tahap 1)dari slide sebelumnyaRp 982.000.000
Debit Ikhtisar (Tahap 2)dari slide sebelumnyaRp 818.000.000
Saldo Ikhtisar982 − 818Rp 164.000.000 (Cr)
Laba bersih P9dari laporan L/RRp 164.000.000
Cocok?164 = 164✓ Ya!
Saldo Ikhtisar = Rp 982 jt − Rp 818 jt = Rp 164.000.000cocok dengan laba bersih laporan L/R P9. Kalau tidak cocok, ada akun yang tertinggal atau salah sisi — jangan lanjut ke Tahap 3 sebelum cek ini lolos.

Hitung dari Nol — HDN-1 Tahap ③: Ikhtisar → Modal

Ikhtisar bersaldo kredit Rp 164 jt (laba). Untuk menolkannya, debit Ikhtisar, lalu kredit Modal — laba bertambah ke ekuitas pemilik.

TglAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31/12Ikhtisar Laba Rugi164.000.000
Modal, Diponegoro164.000.000
Ikhtisar Laba Rugi — Sesudah
Dr 818 jt
Dr 164 jt ← tutup
Cr 982 jt
Saldo = 0 ✓
Modal, Diponegoro
Cr 250 jt (awal)
Cr +164 jt (laba)
Saldo = Rp 414 jt
Karena laba, Ikhtisar didebit dan Modal dikredit. (Kalau rugi, kebalikannya: kredit Ikhtisar, debit Modal.) Inilah saat laba "pindah rumah" ke ekuitas pemilik.

Hitung dari Nol — HDN-1 Tahap ④: Prive → Modal

Prive bersaldo debit Rp 30 jt (pengambilan pemilik). Tutup langsung ke Modal — bukan lewat Ikhtisar, karena prive bukan beban.

TglAkunDebit (Rp)Kredit (Rp)
31/12Modal, Diponegoro30.000.000
Prive, Diponegoro30.000.000
Rekap Modal Akhir — Distro Diponegoro
KomponenPerhitunganNilai
Modal awal (1 Jan 2026)saldo awalRp 250.000.000
Tambah: Laba bersihdari Ikhtisar (Tahap 3)+ Rp 164.000.000
Kurang: Privepengambilan pemilik− Rp 30.000.000
Modal akhir (31 Des 2026)250 + 164 − 30Rp 384.000.000
Jebakan klasik: Prive TIDAK ditutup ke Ikhtisar. Prive bukan beban operasi — ia pengambilan pribadi pemilik, jadi langsung mengurangi Modal.
Bagian 3 dari 4
Neraca Saldo Setelah
Penutupan & Siklus Penuh
Membuktikan buku benar-benar tertutup: hanya akun riil tersisa, tetap seimbang, dan satu siklus dagang penuh dari transaksi hingga buku tertutup terverifikasi.

Hitung dari Nol — HDN-2: Neraca Saldo Setelah Penutupan

Setelah keempat ayat diposting, hanya akun riil yang bersaldo. Susun dan buktikan masih seimbang. Per 31 Des 2026.

Akun (Riil)Debit (Rp)Kredit (Rp)
Kas165.000.000
Piutang Usaha70.000.000
Persediaan Barang Dagang110.000.000
Perlengkapan5.000.000
Sewa Dibayar di Muka8.000.000
Peralatan220.000.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan36.000.000
Utang Usaha70.000.000
Utang Bank88.000.000
Modal, Diponegoro (akhir)384.000.000
TOTAL578.000.000578.000.000
Seimbang di Rp 578.000.000. Persediaan kini Rp 110 jt (akhir, bukan 95 jt awal) · Modal Rp 384 jt (sudah memuat laba & prive) · Tidak ada satu pun akun penjualan/beban — semuanya sudah nol.

Verifikasi Dua Sifat Wajib Neraca Saldo Setelah Penutupan

Sifat 1 — Hanya Riil
Riil
Semua nominal sudah nol
  • Tidak ada akun Penjualan, Pembelian, HPP, Beban, Ikhtisar, atau Prive
  • Yang tersisa: Kas, Piutang, Persediaan, Peralatan, Utang, Modal
  • Kalau masih ada nominal bersaldo → ayat penutup terlewat
Sifat 2 — Seimbang
578
juta — Debit = Kredit
  • Total Debit = Total Kredit = Rp 578.000.000
  • Persamaan akuntansi tetap utuh setelah penutupan
  • Kalau tidak seimbang → ada salah posting/salah sisi
Cek Persamaan Akuntansi (Aset = Liabilitas + Ekuitas):
Aset bersih = 165 + 70 + 110 + 5 + 8 + 220 − 36 = Rp 542.000.000
Liabilitas = 70 + 88 = Rp 158.000.000  |  Ekuitas = Rp 384.000.000
158 + 384 = Rp 542.000.000  ✓ Seimbang
Dua-duanya wajib diperbaiki sebelum buku dianggap tertutup. Neraca saldo ini adalah fondasi seluruh pencatatan tahun depan.

Hitung dari Nol — HDN-3: Dampak Pemindahan Laba ke Ekuitas

Latihan analitis: bandingkan saldo Ikhtisar sebelum dan sesudah dipindah ke Modal, lalu tunjukkan dampaknya pada ekuitas.

KeadaanSaldo IkhtisarSaldo Modal
Setelah Tahap 1 & 2 (sebelum pindah)Rp 164.000.000 (kredit)Rp 250.000.000 (awal)
Setelah Tahap 3 — laba dipindahRp 0Rp 414.000.000
Setelah Tahap 4 — prive ditutupRp 0Rp 384.000.000 (akhir)
Dampak Bersih ke Ekuitas Pemilik
KomponenPerhitunganNilai
Tambah Labadari Ikhtisar+Rp 164.000.000
Kurang PriveTahap 4−Rp 30.000.000
Dampak Bersih164 − 30+Rp 134.000.000
Ikhtisar berfungsi sebagai "pipa transit": ia menampung laba Rp 164 jt sementara, lalu mengosongkan dirinya ke Modal. Ikhtisar selalu berakhir nol di akhir periode.

Siklus Akuntansi Dagang Penuh — Dari Transaksi hingga Buku Tertutup

Mari mundur sejenak: hari ini kita menyelesaikan langkah terakhir dari rangkaian yang dimulai sejak Pertemuan awal. Inilah seluruh perjalanannya.

① Transaksi & BuktiBeli/Jual barang (P8)✓ P8② Jurnal Umum/KhususCatat transaksi✓ P8③ Posting Buku BesarTransfer ke akun✓ P8–P9④ Neraca SaldoSebelum penyesuaian✓ P9⑤ Jurnal PenyesuaianAJP akhir periode✓ P9⑥ NS DisesuaikanSetelah AJP✓ P9⑦ Kertas KerjaNeraca lajur (P9)✓ P9⑧ Laporan KeuanganL/R, Ekuitas, Neraca✓ P9⑨ Jurnal Penutup← HARI INI (P10)★ Selesai dikuasai\!⑩ NS Stlh Penutupan← HARI INI (P10)★ Saldo awal P berikut↑ Periode baru dimulai
Langkah 9 & 10 yang kita kuasai hari ini adalah gerbang penutup siklus — sekaligus gerbang pembuka periode berikutnya. Siklus dagang penuh Anda kini lengkap.
Bagian 4 dari 4
Tutup Buku Tahunan,
Pajak & Rangkuman
Mengaitkan penutupan dengan dunia nyata: tutup buku tahunan toko Indonesia, kesiapan data untuk laporan keuangan & kewajiban pajak, lalu jebakan umum & cheat sheet.

Dari Buku Tertutup ke SPT Tahunan: Tutup Buku Toko Indonesia

Penutupan bukan ritual administratif belaka — laba bersih hasil penutupan adalah titik awal menghitung pajak Distro Diponegoro.

Data Tersedia Setelah Tutup Buku
SPT
Siap untuk laporan pajak
  • Laba bersih komersial Rp 164 jt (dari Ikhtisar)
  • Neraca posisi keuangan per 31 Des (dari HDN-2)
  • Rincian penjualan / HPP / beban tersedia lengkap
  • Semua siap mengisi SPT Tahunan
Kaitan Pajak Entitas Dagang
22%
PPh Badan (tarif umum)
  • PPh: dari laba setelah koreksi fiskal; tarif PPh Badan 22% bila berbentuk PT
  • PPN: atas penjualan bila omzet melewati ambang PKP — tarif efektif 11% (PMK 131/2024)
  • Laba komersial ≠ laba fiskal — koreksi fiskal di MK Perpajakan
Catatan akurasi: laba komersial (akuntansi) ≠ laba fiskal (pajak). Ada koreksi fiskal. Tarif PPh Badan 22% & PPN efektif 11% adalah ketentuan umum yang berlaku saat materi disusun (2026) — verifikasi saat dipakai.

Lima Jebakan Penutupan Dagang yang Sering Bikin Salah

Jebakan 1 — Persediaan tak disentuh
Lupa menghapus persediaan awal & mencatat persediaan akhir lewat Ikhtisar (sistem periodik) → HPP dan laba salah. Ini ciri khas & kesalahan terbesar entitas dagang.
Jebakan 2 — Akun kontra salah sisi
Menutup Retur/Potongan Penjualan di sisi debit (mengikuti "penjualan") padahal saldonya debit → harus dikredit. Ikuti saldo normal, bukan nama.
Jebakan 3 — Prive lewat Ikhtisar
Menutup Prive ke Ikhtisar seperti beban → keliru; Prive bukan beban operasi. Prive langsung ke Modal, tidak melalui Ikhtisar.
Jebakan 4 — Pembelian vs HPP tertukar
Menutup akun "Pembelian" padahal sistemnya perpetual (yang ada akun "HPP"), atau sebaliknya. Kenali dulu sistem persediaan yang dipakai.
Jebakan 5 — Lupa cek Ikhtisar = laba
Lanjut ke Tahap 3 tanpa memastikan saldo Ikhtisar = laba bersih laporan → menyembunyikan error. Selalu cek dulu sebelum Tahap 3.
Penangkal: (1) gambar peta akun lebih dulu · (2) tutup di sisi berlawanan saldo normal · (3) selalu cek Ikhtisar = laba bersih sebelum Tahap 3.

Cheat Sheet — Penutupan Jasa (P7) vs Dagang (P10)

Bawa tabel ini ke ujian. Kerangka empat ayat tetap; yang berubah hanya daftar akun dan trik persediaan.

TahapEntitas Jasa (P7)Entitas Dagang (P10, periodik)
1Tutup akun kredit → IkhtisarDebit Pendapatan Jasa → Kredit IkhtisarDebit Penjualan, Retur/Pot Pembelian, Pot Pembelian + Persediaan akhir → Kredit Ikhtisar
2Tutup akun debit → IkhtisarDebit Ikhtisar → Kredit semua BebanDebit Ikhtisar → Kredit Pembelian, B.Angkut, Retur/Pot Penjualan, Pot Penjualan, semua Beban + Persediaan awal
3Ikhtisar → ModalIDENTIK — Debit Ikhtisar, Kredit Modal (laba) · atau Kredit Ikhtisar, Debit Modal (rugi)
4Prive → ModalIDENTIK — Debit Modal, Kredit Prive (langsung, tidak lewat Ikhtisar)
Inti yang wajib hafal: tutup di sisi berlawanan saldo normal · persediaan: hapus awal, catat akhir, lewat Ikhtisar (periodik) · prive langsung ke Modal · cek Ikhtisar = laba bersih.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — Jurnal Penutup (Tahap 1 & 2)
L1
Toko "Bandeng Juwana" Semarang (periodik)
AkunNilai
PenjualanRp 600 jt
Retur PenjualanRp 10 jt
PembelianRp 380 jt
Beban totalRp 90 jt
Persediaan awalRp 70 jt
Persediaan akhirRp 85 jt
Susun ayat penutup Tahap 1 & 2, lalu hitung saldo Ikhtisar.
Latihan 2 — Modal Akhir & Diskusi
L2
Lanjutan dari Latihan 1
  • Modal awal = Rp 200 jt · Prive = Rp 25 jt
  • Hitung laba bersih (dari saldo Ikhtisar L1)
  • Hitung modal akhir (modal awal + laba − prive)
  • Diskusi: Mengapa persediaan akhir "menumpang" di sisi kredit Ikhtisar, bukan debit?
Kerjakan berpasangan 10 menit. Kunci & pembahasan ada di Lampiran B materi P10. Petunjuk: ikuti empat tahap; cek saldo Ikhtisar = laba sebelum lanjut.

Penutup: Siklus Dagang Penuh Selesai — Menuju UAS

Yang Sudah Anda Kuasai (P7–P10)
Siklus Akuntansi Penuh
  • P7 — Jurnal penutup entitas jasa
  • P8 — Transaksi dagang: beli, jual, retur, diskon
  • P9 — Kertas kerja & laporan keuangan dagang
  • P10 — Jurnal penutup & NS setelah penutupan dagang
  • Siklus akuntansi entitas dagang — tuntas
Persiapan UAS
UAS
Sesi Review Berikutnya
  • Ulang siklus penuh dengan kasus baru
  • Latih kecepatan & ketelitian debit-kredit
  • Pahami beda perpetual vs periodik untuk soal ujian
  • Gunakan cheat sheet (Slide 24) sebagai panduan
  • Kuasai logikanya, bukan hafalan jurnalnya
Anda kini bisa menjawab pertanyaan paling mendasar seorang pemilik toko: "berapa laba saya tahun ini dan berapa modal saya sekarang?" — dari transaksi pertama sampai buku tertutup. Itulah inti akuntansi entitas dagang.
Referensi: Warren, Reeve, Duchac, dkk. (2018) Bab 4–6 · Weygandt, Kimmel & Kieso Ch. 5 · MIT OCW 15.515