stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-09
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 9: Penyesuaian, Kertas Kerja, dan Laporan Keuangan Entitas Dagang
FEB UNDIP · Pengantar Akuntansi

Pengantar Akuntansi

Pertemuan 9 · Penyesuaian, Kertas Kerja & Laporan Keuangan Entitas Dagang

Dari neraca saldo sebuah toko sampai menjadi laporan keuangan lengkap: jurnal penyesuaian, kertas kerja, dan laporan laba rugi bertahap.

RPS Minggu 11 · Sub-CPMK 7 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menyusun jurnal penyesuaian dan menyelesaikan kertas kerja untuk menyusun laporan keuangan entitas dagang (Sub-CPMK 7).

Capaian 1 — Penyesuaian
JP
Jurnal Penyesuaian
Menyusun jurnal penyesuaian entitas dagang: beban dibayar di muka, beban terutang, penyusutan, dan persediaan barang dagang.
Capaian 2 — HPP
HPP
Harga Pokok Penjualan
Menghitung HPP metode periodik dari persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir.
Capaian 3 — Laba Rugi
L/R
Laporan Laba Rugi Bertahap
Menyusun laporan laba rugi multiple-step dari penjualan bersih sampai laba bersih secara berjenjang.
Capaian 4 — Ekuitas & Neraca
LPK
Laporan Posisi Keuangan
Menyusun Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Posisi Keuangan entitas dagang dari neraca saldo disesuaikan.

Toko Berkah Jaya: Punya Data, Belum Punya Laporan

Bu Sari, pemilik Toko Berkah Jaya (toko sembako grosir), datang membawa neraca saldo akhir tahun. Ia bertanya dua hal penting:

Pertanyaan 1 — Untung?
Rp ???
Laba Bersih
"Tahun ini toko saya untung berapa?" → butuh Laporan Laba Rugi Bertahap.
Pertanyaan 2 — Kekayaan?
Rp ???
Total Aset
"Berapa harta dan utang toko saya sekarang?" → butuh Laporan Posisi Keuangan.
Neraca saldonya belum bisa langsung dibaca — masih ada beban yang belum dicatat (penyusutan, gaji terutang) dan persediaan akhir belum diperhitungkan. Tugas kita hari ini: ubah data mentah ini menjadi laporan yang menjawab pertanyaan Bu Sari.
Bagian 1 dari 4
Dari Entitas Jasa ke Entitas Dagang
Apa yang berbeda ketika perusahaan tidak menjual jasa, tetapi membeli dan menjual barang? Kenali akun-akun baru dan posisi kita dalam siklus akuntansi.
Persediaan HPP Laba Kotor

Entitas Jasa vs Entitas Dagang: Apa Bedanya?

Entitas Jasa
Jasa
  • Menjual keahlian/jasa, tidak menyimpan barang
  • Contoh: salon, bengkel, kantor akuntan
  • Laba = Pendapatan − Beban
  • Tidak ada persediaan & HPP
Entitas Dagang
Dagang
  • Membeli barang lalu menjualnya kembali tanpa mengubah bentuk
  • Contoh: Toko Berkah Jaya, Indomaret, distributor
  • Laba = Penjualan − HPP − Beban
  • Ada persediaan & HPP
Konsekuensi terpenting: laporan laba rugi entitas dagang punya satu lapisan ekstra — yaitu Laba Kotor (Penjualan bersih − HPP) — sebelum dikurangi beban operasi. Lapisan inilah yang membedakan format multiple-step dagang dari format jasa.

Akun-Akun Baru yang Wajib Anda Kenal

Entitas dagang memunculkan akun-akun yang tidak ada di perusahaan jasa. Inilah "pemain barunya":

AkunSaldo NormalPeran
Persediaan Barang DagangDebit (aset)Nilai barang yang belum terjual
PenjualanKredit (pendapatan)Hasil menjual barang
Retur & Potongan PenjualanDebit (kontra)Pengurang penjualan
PembelianDebitBarang yang dibeli (metode periodik)
Retur & Potongan PembelianKredit (kontra)Pengurang pembelian
Ongkos Angkut PembelianDebitMenambah HPP — bukan beban operasi!
Akun kontra mengurangi akun pasangannya. Retur Penjualan mengurangi Penjualan; Retur Pembelian mengurangi Pembelian. Kenali saldo normalnya agar tidak terbalik saat menjurnal.

Di Mana Posisi Kita dalam Siklus Akuntansi?

Hari ini kita berada di tiga tahap terakhir siklus akuntansi — yang mengubah neraca saldo menjadi laporan keuangan.

JurnalTransaksi✓ sudah dikuasaiBuku BesarPosting✓ sudah dikuasaiNeraca SaldoTrial Balance✓ sudah dikuasaiPenyesuaianAdjusting Entries← FOKUS HARI INIKertas KerjaWorksheet← FOKUS HARI INILaporan KeuanganFinancial Statements← FOKUS HARI INI
Kotak 1–3 sudah Anda kuasai di pertemuan sebelumnya. Hari ini kita selesaikan kotak 4, 5, dan 6 — khusus untuk konteks entitas dagang.
Bagian 2 dari 4
Jurnal Penyesuaian & Harga Pokok Penjualan
Empat jenis penyesuaian yang wajib, penyesuaian khusus persediaan barang dagang, dan cara menghitung HPP metode periodik dari nol.
HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih − Persediaan Akhir

Empat Jenis Jurnal Penyesuaian yang Wajib

1 — Beban Dibayar di Muka
Prepaid
Sudah dibayar tapi belum terpakai habis. Contoh: asuransi toko setahun, baru jalan 5 bulan. Penyesuaian: akui bagian yang sudah terpakai sebagai beban.
2 — Beban Terutang
Accrual
Sudah terjadi tapi belum dibayar. Contoh: gaji 2 hari kerja akhir tahun belum sempat dibayar. Penyesuaian: catat beban + utang.
3 — Penyusutan
Depr.
Aset tetap (peralatan toko) kehilangan nilai karena dipakai. Penyesuaian: catat Beban Penyusutan + Akumulasi Penyusutan.
4 — Persediaan Barang Dagang
Inv.
Menyesuaikan saldo persediaan ke hasil hitung fisik (periodik) atau mencatat selisih susut/hilang (perpetual).
Prinsipnya satu: akrual — beban diakui saat terjadi, bukan saat kas berpindah.

Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

Inilah penyesuaian yang khas entitas dagang. Caranya tergantung sistem persediaan yang dipakai:

Sistem Periodik
Periodik
HPP dihitung di akhir lewat hitung fisik. Saldo persediaan lama dikeluarkan, persediaan akhir hasil hitung fisik dimasukkan — sering lewat akun Ikhtisar Laba Rugi.
Sistem Perpetual
Perpetual
Persediaan & HPP ter-update tiap transaksi. Penyesuaian hanya untuk selisih antara catatan vs hitung fisik (susut, rusak, hilang).

Ayat Jurnal Penyesuaian Persediaan — Sistem Periodik (via Ikhtisar L/R):

AksiDebitKredit
Keluarkan persediaan awalIkhtisar Laba RugiPersediaan (awal)
Masukkan persediaan akhirPersediaan (akhir)Ikhtisar Laba Rugi
Di metode periodik, persediaan awal & akhir "bertemu" di Ikhtisar Laba Rugi; selisihnya ikut membentuk HPP. Di perpetual, kita hanya mencatat selisih susut sebagai beban/kerugian persediaan.

Rumus Harga Pokok Penjualan (Metode Periodik)

HPP bukan sekadar "pembelian". Ia adalah biaya barang yang benar-benar terjual, dihitung berjenjang:

① Pembelian Bersih = Pembelian + Ongkos Angkut Pembelian − Retur & Potongan Pembelian
② Barang Tersedia Dijual = Persediaan Awal + Pembelian Bersih
HPP = Barang Tersedia Dijual − Persediaan Akhir
Logikanya: dari semua barang yang tersedia untuk dijual, yang tersisa di gudang (persediaan akhir) berarti belum terjual. Sisanya itulah yang terjual = HPP.

Coba Sendiri: Rakit Sendiri Rumus HPP Periodik

Ubah angka persediaan awal, pembelian, dan persediaan akhir, lalu amati bagaimana HPP terhitung berjenjang.

Hitung dari Nol — HDN-1: HPP Toko Berkah Jaya

Data persediaan & pembelian Toko Berkah Jaya tahun ini. Hitung HPP-nya langkah demi langkah.

LangkahPerhitunganNilai
Persediaan awalRp 40.000.000
(+) PembelianRp 220.000.000
(+) Ongkos angkut pembelianRp 6.000.000
(−) Retur & potongan pembelian(Rp 10.000.000)
Pembelian bersih220 + 6 − 10Rp 216.000.000
Barang tersedia dijual40 + 216Rp 256.000.000
(−) Persediaan akhirhitung fisik(Rp 35.000.000)
HARGA POKOK PENJUALAN256 − 35Rp 221.000.000
HPP = Rp 221.000.000. Perhatikan: pembelian Rp 220 jt, tetapi HPP Rp 221 jt — berbeda, karena memperhitungkan persediaan awal, ongkos angkut, retur, dan persediaan akhir.

Ayat Jurnal Penyesuaian — Toko Berkah Jaya (31 Des)

Empat penyesuaian non-persediaan untuk Toko Berkah Jaya, lengkap dengan nominalnya:

#KeteranganDebitKredit
aBeban Asuransi (5/12 × Rp 12 jt)Rp 5.000.000
Asuransi Dibayar di MukaRp 5.000.000
bBeban Gaji (gaji terutang)Rp 6.000.000
Utang GajiRp 6.000.000
cBeban Penyusutan Peralatan (Rp 40 jt ÷ 10 th)Rp 4.000.000
Akumulasi Penyusutan PeralatanRp 4.000.000
dBeban Perlengkapan (Rp 5 jt − Rp 2 jt sisa)Rp 3.000.000
PerlengkapanRp 3.000.000
Tiap ayat selalu balance (debit = kredit). Penyesuaian ini menambah beban di laba rugi dan mengoreksi aset/utang di posisi keuangan.
Bagian 3 dari 4
Kertas Kerja & Laporan Laba Rugi Bertahap
Bagaimana kertas kerja merapikan semua angka, dan bagaimana laporan laba rugi entitas dagang disusun berjenjang dari penjualan bersih sampai laba bersih.

Kertas Kerja (Worksheet) — Lembar Bantu Berkolom

Kertas kerja bukan laporan resmi, melainkan kertas buram yang memudahkan menyusun laporan. Strukturnya berpasangan debit-kredit:

Neraca SaldoPenyesuaianNS DisesuaikanLaba RugiPosisi KeuanganDKDKDKDKDKSetiap akun NSD "mengalir" ke salah satu kolom →Pendapatan & BebanAset, Utang, Ekuitas
Alur: Neraca Saldo + Penyesuaian = NS Disesuaikan, lalu tiap akun NSD "mengalir" ke kolom Laba Rugi (pendapatan & beban) atau kolom Posisi Keuangan (aset, utang, ekuitas).

Kertas Kerja Entitas Dagang: Aliran Persediaan & HPP

Bedanya dengan entitas jasa: ada akun Persediaan dan komponen HPP yang harus mengalir ke kolom yang tepat.

AkunKolom Tujuan
Penjualan, Retur PenjualanLaba Rugi (Kredit / Debit)
Pembelian, Ongkos Angkut, Retur PembelianLaba Rugi (→ membentuk HPP)
Persediaan awalLaba Rugi — Debit (via HPP)
Persediaan akhirLaba Rugi — Kredit DAN Posisi Keuangan — Debit (aset)
Beban operasi, penyusutanLaba Rugi — Debit
Kas, Piutang, Peralatan, Utang, ModalPosisi Keuangan
Titik paling membingungkan: persediaan akhir muncul dua kali — sebagai pengurang HPP di kolom Laba Rugi, dan sebagai aset di kolom Posisi Keuangan. Ini benar, bukan salah.

Struktur Laporan Laba Rugi Bertahap (Multiple-Step)

Berbeda dari format langsung (single-step), format bertahap menyajikan laba secara berjenjang sehingga lebih informatif:

Penjualan Bersih = Penjualan − Retur & Potongan Penjualan
Laba Kotor = Penjualan Bersih − HPP
Laba Operasi = Laba Kotor − Beban Operasi (penjualan + administrasi)
Laba Sebelum Pajak = Laba Operasi + Pend. Lain − Beban Lain
Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak − Pajak (PPh Badan 22%)
Setiap jenjang menjawab pertanyaan berbeda: laba kotor → seberapa untung dari berdagang; laba operasi → setelah biaya jalankan toko; laba bersih → yang benar-benar tersisa.

Hitung dari Nol — HDN-2: Laporan Laba Rugi Toko Berkah Jaya

Susun laporan laba rugi bertahap dari neraca saldo disesuaikan Toko Berkah Jaya.

KomponenPerhitunganNilai
PenjualanRp 320.000.000
(−) Retur & potongan penjualan8 + 4(Rp 12.000.000)
Penjualan bersih320 − 12Rp 308.000.000
(−) Harga Pokok Penjualandari HDN-1(Rp 221.000.000)
Laba kotor308 − 221Rp 87.000.000
(−) Beban penjualangaji+iklan+angkut+susut(Rp 30.000.000)
(−) Beban administrasigaji+sewa+listrik+perlengkapan(Rp 26.000.000)
Laba operasi87 − 56Rp 31.000.000
(+) Pendapatan bungaRp 2.000.000
(−) Beban bunga(Rp 5.000.000)
Laba sebelum pajak31 + 2 − 5Rp 28.000.000
(−) PPh Badan 22%22% × 28 jt(Rp 6.160.000)
LABA BERSIH28 − 6,16Rp 21.840.000
Laba bersih = Rp 21.840.000. Empat jenjang: Kotor Rp 87 jt → Operasi Rp 31 jt → Sblm Pajak Rp 28 jt → Bersih Rp 21,84 jt.

Memilah Beban Operasi: Penjualan vs Administrasi

Pada laba rugi bertahap, beban operasi dipecah dua agar pembaca tahu uang habis ke mana:

Beban Penjualan
Sell.
Terkait langsung dengan menjual & mengirim barang.
  • Gaji pramuniaga
  • Iklan & promosi
  • Beban angkut penjualan
  • Penyusutan etalase toko
Beban Administrasi & Umum
Admin.
Terkait mengelola usaha secara keseluruhan.
  • Gaji staf kantor
  • Sewa kantor
  • Listrik & telepon
  • Perlengkapan kantor
Aturan praktis: kalau beban itu untuk mendorong penjualan → beban penjualan; kalau untuk menjalankan kantor/administrasi → beban administrasi.

Studi Kasus: Dua Ongkos Angkut yang Sering Tertukar

Toko Berkah Jaya punya dua jenis ongkos angkut. Keduanya "angkut", tetapi diperlakukan sangat berbeda:

Ongkos Angkut Pembelian (Freight-in)
→ HPP
Biaya kirim barang yang dibeli masuk ke gudang. Menambah harga perolehan barang → masuk HPP, bukan beban operasi.
Beban Angkut Penjualan (Freight-out)
→ Beban
Biaya kirim barang ke pelanggan. → Beban Penjualan (beban operasi), bukan HPP.
Salah menaruh ongkos angkut = HPP dan laba kotor salah. Ingat arah barang: masuk gudang (beli) → HPP; keluar ke pelanggan (jual) → beban penjualan.
Bagian 4 dari 4
Ekuitas, Posisi Keuangan & Rangkuman
Dari laba bersih ke laporan perubahan ekuitas, lalu ke laporan posisi keuangan — menjawab pertanyaan kedua Bu Sari — dan menutup dengan rangkuman.

Laporan Perubahan Ekuitas — Toko Berkah Jaya

Menelusuri perubahan modal pemilik selama periode: dari modal awal, ditambah laba, dikurangi pengambilan pribadi (prive).

KomponenPerhitunganNilai
Modal Bu Sari, 1 JanuariRp 150.000.000
(+) Laba bersihdari HDN-2Rp 21.840.000
(−) Prive (pengambilan pemilik)(Rp 12.000.000)
Modal Bu Sari, 31 Desember150 + 21,84 − 12Rp 159.840.000
Modal akhir = Rp 159.840.000. Angka ini langsung "mengalir" ke Laporan Posisi Keuangan sebagai ekuitas — itulah mengapa laporan harus disusun berurutan: Laba Rugi → Perubahan Ekuitas → Posisi Keuangan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) — Toko Berkah Jaya, 31 Des

Memotret harta = utang + modal pada satu tanggal. Persediaan akhir muncul di sini sebagai aset.

ASET

KasRp 60.000.000
Piutang UsahaRp 35.000.000
Persediaan Barang DagangRp 35.000.000
Asuransi Dibayar di MukaRp 7.000.000
PeralatanRp 40.000.000
(−) Akm. Penyusutan(Rp 4.000.000)
Nilai buku peralatanRp 36.000.000
Total AsetRp 173.000.000

LIABILITAS & EKUITAS

Utang UsahaRp 7.160.000
Utang GajiRp 6.000.000
Total LiabilitasRp 13.160.000
Modal Bu Sari (dari ekuitas)Rp 159.840.000
Total Liab. + EkuitasRp 173.000.000
Aset Rp 173 jt = Liabilitas + Ekuitas Rp 173 jt. Balance! Persamaan dasar akuntansi terbukti: Aset = Liabilitas + Ekuitas.

Lima Kesalahan yang Sering Membuat Laporan Tidak Balance

Kesalahan 1
1
Menyamakan Pembelian dengan HPP — lupa memperhitungkan persediaan awal/akhir, ongkos angkut, dan retur.
Kesalahan 2
2
Salah Taruh Ongkos Angkut — freight-in dianggap beban operasi (harusnya HPP), atau sebaliknya.
Kesalahan 3
3
Lupa Penyesuaian — penyusutan atau gaji terutang tak dicatat, sehingga beban terlalu kecil & laba menggelembung.
Kesalahan 4
4
Persediaan Akhir Hanya di Satu Tempat — lupa ia muncul di Laba Rugi dan Posisi Keuangan.
Kesalahan 5
5
Modal Akhir Tak Diperbarui — masih pakai modal awal di neraca, sehingga tidak balance.
Kalau neraca tidak balance, jangan panik. Telusuri lima titik ini lebih dulu — 90% kesalahan ada di sini.

Peta Aliran: Dari Akun ke Laporan yang Tepat

Neraca Saldo DisesuaikanSemua akun setelah penyesuaianLaporan Laba RugiPenjualan, Retur, HPP,Persediaan (awal & akhir),Beban Operasi, Pajak→ Laba Bersih Rp 21.840.000Laporan Perubahan EkuitasModal Awal + Laba Bersih − Prive150 + 21,84 − 12→ Modal Akhir Rp 159.840.000Laporan Posisi KeuanganKas, Piutang, Persediaan Akhir,Peralatan, Utang, Modal AkhirAset = Liabilitas + Ekuitas→ Balance Rp 173.000.000Urutan wajib:Laba Rugi → Perubahan Ekuitas → Posisi Keuangan

Rangkuman: Cheat-Sheet Konsep Kunci

KonsepInti
Entitas DagangMembeli & menjual barang tanpa mengubah bentuk; ada persediaan & HPP
Jurnal Penyesuaian4 jenis: dibayar di muka, terutang, penyusutan, persediaan — semua berbasis akrual
HPP PeriodikPersediaan Awal + Pembelian Bersih − Persediaan Akhir
Pembelian BersihPembelian + Ongkos Angkut Pembelian − Retur & Potongan Pembelian
L/R BertahapPenjualan bersih → Laba kotor → Laba operasi → Laba sbl pajak → Laba bersih
Freight-in vs Freight-outMasuk gudang (beli) → HPP; Keluar ke pelanggan (jual) → Beban penjualan
Persediaan AkhirMuncul DUA kali: pengurang HPP (L/R) & aset (Posisi Keuangan)
Urutan LaporanLaba Rugi → Perubahan Ekuitas → Posisi Keuangan (tidak bisa dibalik)
Uji BalanceTotal Aset = Total Liabilitas + Ekuitas — selalu harus seimbang

Giliran Anda: Latihan Kelas

Latihan 1 — Hitung HPP
HPP=?
Toko Sumber Rejeki:
Persediaan awal: Rp 25.000.000
Pembelian: Rp 180.000.000
Ongkos angkut: Rp 4.000.000
Retur pembelian: Rp 6.000.000
Persediaan akhir: Rp 30.000.000
Hitung HPP!
Latihan 2 — Laba Kotor
LK=?
Lanjutan Latihan 1:
Penjualan: Rp 250.000.000
Retur penjualan: Rp 10.000.000
HPP: dari Latihan 1
Hitung penjualan bersih & laba kotor!
Diskusi kelas: Mengapa dua toko dengan penjualan sama bisa punya laba kotor berbeda? Apa yang bisa dilakukan Bu Sari untuk memperbesar laba kotornya?
Kunci: Lat.1 HPP = Rp 173.000.000; Lat.2 Penjualan bersih = Rp 240.000.000, Laba kotor = Rp 67.000.000.

Rangkuman & Langkah Berikutnya

Yang Sudah Anda Kuasai
5 ✓
  • Jurnal penyesuaian entitas dagang (4 jenis)
  • Menghitung HPP metode periodik
  • Kertas kerja & aliran persediaan
  • Laporan laba rugi bertahap (multiple-step)
  • Laporan ekuitas & posisi keuangan yang balance
Persiapan Pertemuan Berikutnya
Jurnal Penutup
Pelajari jurnal penutup entitas dagang — menutup akun nominal (pendapatan, beban, ikhtisar L/R, prive) ke modal, agar buku siap untuk periode baru. (Warren–Reeve–Duchac Bab 6)
Anda kini bisa mengubah neraca saldo sebuah toko menjadi laporan keuangan lengkap — keterampilan inti seorang akuntan. Bu Sari sudah punya jawaban: untung Rp 21,84 jt, kekayaan toko Rp 173 jt.