‹ Daftar slidePertemuan 5: Jurnal Penyesuaian dan Kertas Kerja (Entitas Jasa)
FEB UNDIP · Pengantar Akuntansi
Jurnal Penyesuaian & Kertas Kerja
Pertemuan 5 · Entitas Jasa
Mengapa angka di neraca saldo belum benar di akhir periode — dan cara merapikannya lewat jurnal penyesuaian, lalu menuntaskannya di kertas kerja 10 kolom.
RPS Minggu 5 · Sub-CPMK 04 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun jurnal penyesuaian dan menyelesaikan kertas kerja entitas jasa (Sub-CPMK 04). Secara rinci:
Capaian 1 — Akrual
1
Membedakan dasar akrual vs dasar kas dan menerapkan prinsip pengakuan pendapatan & matching pada minimal tiga contoh transaksi.
Capaian 2 — Jurnal
2
Menyusun enam jenis jurnal penyesuaian entitas jasa lengkap dengan perhitungan nominal yang benar.
Capaian 3 — Kertas Kerja
3
Menyelesaikan neraca lajur 10 kolom sampai kolom laba rugi & neraca, menghitung laba/rugi sebagai penyeimbang.
Capaian 4 — Penyusutan
4
Menghitung beban penyusutan garis lurus dengan nilai residu & akumulasi penyusutan pada tahun ke-n.
Masalah: Listrik Dipakai Desember, Tagihan Datang Januari
Perusahaan Anda memakai listrik sepanjang Desember 2025, tapi tagihan PLN baru datang dan dibayar 10 Januari 2026. Pertanyaannya: beban listrik itu milik periode mana?
Jika Ikut Kas
Jan
Beban dicatat Januari (saat dibayar). Akibatnya laba Desember terlalu tinggi, laba Januari terlalu rendah. Laporan keuangan menyesatkan.
Jika Ikut Akrual
Des
Beban diakui Desember (saat listrik dipakai), walau kas belum keluar. Laba tiap bulan jujur sesuai aktivitas nyata.
Jurnal penyesuaian lahir dari masalah ini: di akhir periode, kita rapikan akun agar pendapatan & beban jatuh di periode yang benar — bukan sekadar mengikuti tanggal uang berpindah.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Perlu Menyesuaikan?
Dasar akrual vs dasar kas, dua prinsip penjaganya, dan empat wajah akun yang harus dirapikan di akhir periode.
AkrualPengakuanMatching
Dasar Akrual vs Dasar Kas
Dasar Kas (Cash Basis)
Kas
Pendapatan dicatat saat kas diterima; beban dicatat saat kas dibayar. Sederhana, tapi menyesatkan karena waktu kas ≠ waktu aktivitas. Hanya boleh untuk usaha sangat kecil.
Dasar Akrual (Accrual Basis)
Akrual
Pendapatan diakui saat jasa diberikan/dihasilkan; beban diakui saat terjadi/dimanfaatkan — terlepas kapan kas berpindah. Wajib untuk pelaporan keuangan yang andal.
Standar akuntansi Indonesia (PSAK, IAI) mensyaratkan dasar akrual. Inilah alasan mendasar mengapa jurnal penyesuaian ada — untuk menggeser angka dari "tanggal kas" ke "tanggal aktivitas" yang benar.
Dua Prinsip Penjaga: Pengakuan Pendapatan & Matching
Prinsip Pengakuan Pendapatan
Revenue Recognition
Pendapatan diakui pada periode saat jasa dihasilkan, bukan saat uang diterima. Contoh: jasa konsultasi selesai Desember → pendapatan Desember, walau klien bayar Januari.
Prinsip Pembebanan (Matching)
Expense Matching
Beban diakui pada periode yang sama dengan pendapatan yang dibantu dihasilkannya. "Beban mengikuti pendapatan." Contoh: gaji teknisi Desember dipasangkan dengan pendapatan jasa Desember.
Kedua prinsip ini adalah "penjaga" dasar akrual. Setiap jurnal penyesuaian yang kita buat hari ini sebenarnya hanya menegakkan salah satu (atau keduanya) dari prinsip ini.
Empat (Enam) Wajah Akun yang Perlu Disesuaikan
Penyesuaian muncul saat kas sudah berpindah lebih dulu (deferral) atau aktivitas terjadi lebih dulu (accrual).
Kelompok
Tipe
Akun terkait
Contoh
Tangguhan (kas duluan)
Beban dibayar di muka
Aset → Beban
Asuransi, sewa, perlengkapan
Tangguhan (kas duluan)
Pendapatan diterima di muka
Utang → Pendapatan
Uang muka paket pelanggan
Tangguhan (alokasi aset)
Penyusutan aset tetap
Aset (via kontra) → Beban
Peralatan, kendaraan
Akrual (aktivitas duluan)
Beban masih harus dibayar
Beban + Utang
Gaji, listrik, bunga
Akrual (aktivitas duluan)
Pendapatan masih harus diterima
Pendapatan + Piutang
Jasa selesai, belum ditagih
Pemakaian perlengkapan secara teknis adalah bentuk beban dibayar di muka (aset perlengkapan → beban). Jadi enam jurnal kita = 4 jenis utama, dengan perlengkapan & penyusutan sebagai varian khusus "aset jadi beban".
Coba Sendiri: Bedakan Akrual vs Tangguhan di Garis Waktu
Geser posisi kas di garis waktu lalu amati apakah kasusnya termasuk tangguhan atau akrual dan wajah jurnal mana yang cocok.
Bagian 2 dari 4
Enam Jurnal Penyesuaian — dari Nol
Studi kasus tunggal: Salon "Cantik Sejahtera" milik Tn. Hadi, tutup buku 31 Desember 2025. Kita buat keenam jurnal lengkap dengan angka.
Anatomi & Aturan Emas Jurnal Penyesuaian
Ciri Wajib
1 L/R + 1 Neraca
Setiap jurnal penyesuaian selalu menyentuh minimal satu akun laba rugi (pendapatan/beban) dan minimal satu akun neraca (aset/utang). Tidak pernah menyentuh akun Kas.
Pola Tiga Langkah
3 Steps
1 Tentukan saldo yang seharusnya 2 Bandingkan dengan saldo sekarang → cari selisih 3 Jurnal sebesar selisih itu
Aturan emas: jika sebuah jurnal penyesuaian Anda menyentuh akun Kas, hampir pasti salah. Kas berubah saat transaksi terjadi, bukan saat disesuaikan.
Hitung dari Nol — HDN-1a: Pemakaian Perlengkapan
Neraca saldo mencatat Perlengkapan Rp 5.000.000. Stock opname 31 Des menunjukkan sisa fisik Rp 1.800.000. Berapa yang terpakai?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Saldo tercatat (aset)
—
Rp 5.000.000
Sisa fisik (seharusnya)
hasil stock opname
Rp 1.800.000
Terpakai (selisih)
5.000.000 − 1.800.000
Rp 3.200.000
Beban Perlengkapan ........... Rp 3.200.000 (D) Perlengkapan ................ Rp 3.200.000 (K)
Aset Perlengkapan turun jadi Rp 1.800.000; muncul Beban Perlengkapan Rp 3.200.000. Aset yang terpakai berubah menjadi beban.
Hitung dari Nol — HDN-1b: Asuransi Dibayar di Muka
1 Okt 2025 salon membayar premi asuransi 1 tahun = Rp 12.000.000, dicatat sebagai aset Asuransi Dibayar di Muka. Per 31 Des, berapa yang sudah kedaluwarsa?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Premi 12 bulan
—
Rp 12.000.000
Per bulan
12.000.000 ÷ 12
Rp 1.000.000
Sudah terpakai (Okt–Des = 3 bln)
1.000.000 × 3
Rp 3.000.000
Sisa aset (9 bln ke depan)
12.000.000 − 3.000.000
Rp 9.000.000
Beban Asuransi ............. Rp 3.000.000 (D) Asuransi Dibayar di Muka .. Rp 3.000.000 (K)
Saat membayar = aset (manfaat di masa depan). Seiring waktu berlalu, bagian yang kedaluwarsa menjadi beban. Inilah miskonsepsi terbesar: bayar di muka ≠ langsung beban.
Hitung dari Nol — HDN-1c: Penyusutan Peralatan (Garis Lurus)
Peralatan salon dibeli Rp 60.000.000, nilai residu Rp 6.000.000, umur manfaat 5 tahun. Berapa beban penyusutan setahun?
Beban Penyusutan = (Harga Perolehan − Nilai Residu) ÷ Umur Manfaat
Langkah
Perhitungan
Nilai
Dasar penyusutan
60.000.000 − 6.000.000
Rp 54.000.000
Beban penyusutan/tahun
54.000.000 ÷ 5
Rp 10.800.000
Nilai buku (akhir th-1)
60.000.000 − 10.800.000
Rp 49.200.000
Beban Penyusutan-Peralatan ...... Rp 10.800.000 (D) Akumulasi Penyusutan-Peralatan Rp 10.800.000 (K)
Kreditnya bukan ke akun Peralatan, tapi ke Akumulasi Penyusutan — sebuah akun kontra aset. Nilai buku = Harga perolehan − Akumulasi penyusutan = 60 − 10,8 = Rp 49,2 juta.
Coba Sendiri: Ubah Umur Manfaat, Amati Nilai Buku Menurun
Ubah harga perolehan, residu, atau umur manfaat, lalu lihat kurva nilai buku menurun tahun demi tahun.
Hitung dari Nol — HDN-1d: Gaji Masih Harus Dibayar
Gaji karyawan Rp 7.000.000/minggu untuk 5 hari kerja (Sen–Jum), dibayar tiap Jumat. 31 Des 2025 jatuh hari Rabu → 3 hari kerja (Sen–Rab) sudah berlalu tapi belum dibayar.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Gaji per hari
7.000.000 ÷ 5
Rp 1.400.000
Hari terutang (Sen–Rab = 3 hari)
1.400.000 × 3
Rp 4.200.000
Beban Gaji ............. Rp 4.200.000 (D) Utang Gaji .......... Rp 4.200.000 (K)
Karyawan sudah bekerja 3 hari → bebannya milik Desember (matching). Karena belum dibayar, muncul kewajiban Utang Gaji. Saldo Beban Gaji bertambah; Kas tidak tersentuh.
Hitung dari Nol — HDN-1e: Pendapatan Diterima di Muka
1 Nov 2025 seorang pelanggan membayar Rp 9.000.000 untuk paket perawatan 6 bulan, dicatat sebagai utang Pendapatan Diterima di Muka. Per 31 Des, 2 bulan jasa sudah diberikan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Nilai paket 6 bulan
—
Rp 9.000.000
Per bulan
9.000.000 ÷ 6
Rp 1.500.000
Sudah dihasilkan (Nov–Des = 2 bln)
1.500.000 × 2
Rp 3.000.000
Sisa kewajiban (4 bln)
9.000.000 − 3.000.000
Rp 6.000.000
Pendapatan Diterima di Muka ... Rp 3.000.000 (D) Pendapatan Jasa Salon ...... Rp 3.000.000 (K)
Saat menerima uang muka = utang (janji memberi jasa). Setelah jasa diberikan, sebagian utang berubah menjadi pendapatan. Kebalikan dari beban dibayar di muka.
Hitung dari Nol — HDN-1f: Pendapatan Masih Harus Diterima
Salon menyelesaikan jasa rias untuk acara klien korporat senilai Rp 4.500.000 pada 30 Des 2025, tetapi tagihan baru akan dikirim Januari. Diakui kapan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jasa sudah diberikan
30 Des 2025
Rp 4.500.000
Pengakuan (prinsip pengakuan pendapatan)
periode jasa = Desember
Rp 4.500.000
Piutang Usaha .............. Rp 4.500.000 (D) Pendapatan Jasa Salon ... Rp 4.500.000 (K)
Jasa sudah dihasilkan Desember → pendapatan milik Desember, walau uang belum diterima. Muncul aset Piutang Usaha sebagai hak menagih.
Rekap Enam Jurnal & Pola Debit-Kreditnya
#
Penyesuaian
Debit
Kredit
Nilai (Rp)
a
Perlengkapan terpakai
Beban Perlengkapan
Perlengkapan
3.200.000
b
Asuransi kedaluwarsa
Beban Asuransi
Asuransi Dibayar di Muka
3.000.000
c
Penyusutan peralatan
Beban Penyusutan-Peralatan
Akumulasi Penyusutan
10.800.000
d
Gaji terutang
Beban Gaji
Utang Gaji
4.200.000
e
Pendapatan dihasilkan
Pendapatan Diterima di Muka
Pendapatan Jasa Salon
3.000.000
f
Pendapatan masih diterima
Piutang Usaha
Pendapatan Jasa Salon
4.500.000
Pola: tangguhan beban (a, b, c) → debit beban; akrual beban (d) → debit beban, kredit utang; tangguhan pendapatan (e) → kredit pendapatan; akrual pendapatan (f) → debit piutang, kredit pendapatan. Total debit = total kredit = Rp 28.700.000.
Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSD)
Setelah keenam jurnal di-posting, kita susun neraca saldo baru yang sudah memuat efek penyesuaian. Ini bahan langsung untuk laporan keuangan.
Akun
NS (awal)
Penyesuaian
NSD
Perlengkapan
5.000.000 (D)
−3.200.000
1.800.000 (D)
Asuransi Dibayar di Muka
12.000.000 (D)
−3.000.000
9.000.000 (D)
Akumulasi Penyusutan
0
+10.800.000 (K)
10.800.000 (K)
Utang Gaji
0
+4.200.000 (K)
4.200.000 (K)
Pendapatan Diterima di Muka
9.000.000 (K)
−3.000.000
6.000.000 (K)
Pendapatan Jasa Salon
58.000.000 (K)
+7.500.000 (K)
65.500.000 (K)
NSD tetap seimbang (debit = kredit = Rp 173.500.000). Pendapatan jasa naik karena dua sumber: yang dihasilkan dari uang muka (3 jt) + yang masih harus diterima (4,5 jt) = 7,5 jt.
Bagian 3 dari 4
Kertas Kerja 10 Kolom
Satu kertas bantu yang merangkum neraca saldo, penyesuaian, NSD, lalu memilah ke laba rugi & neraca — dan menemukan laba/rugi bersih.
NS → Penyesuaian → NSD → (Laba Rugi | Neraca)
Struktur Neraca Lajur 10 Kolom
Lima pasang kolom (masing-masing Debit & Kredit = 10 kolom). Tiap akun mengalir dari kiri ke kanan.
Nama Akun
Neraca Saldo (D/K)
Penyesuaian (D/K)
NSD (D/K)
Laba Rugi (D/K)
Neraca (D/K)
… akun …
D
K
D
K
D
K
D
K
D
K
Akun pendapatan & beban → ke kolom Laba Rugi.
Akun aset, utang, ekuitas, prive → ke kolom Neraca.
Kunci: dari NSD, satu akun hanya masuk ke satu pasang kolom (LR atau Neraca), tidak keduanya. Laba/rugi muncul sebagai selisih penyeimbang di kedua sisi.
Hitung dari Nol — HDN-2 (1/2): Mengisi NS, Penyesuaian, NSD
Akun
NS-D
NS-K
Adj-D
Adj-K
NSD-D
NSD-K
Kas
20.000
20.000
Piutang Usaha
8.000
4.500(f)
12.500
Perlengkapan
5.000
3.200(a)
1.800
Asuransi Dibayar di Muka
12.000
3.000(b)
9.000
Peralatan Salon
60.000
60.000
Akum. Penyusutan
10.800(c)
10.800
Utang Usaha
7.000
7.000
Utang Gaji
4.200(d)
4.200
Pend. Diterima di Muka
9.000
3.000(e)
6.000
Modal, Tn. Hadi
80.000
80.000
Prive, Tn. Hadi
6.000
6.000
Pendapatan Jasa Salon
58.000
7.500(e+f)
65.500
Beban Gaji
30.000
4.200(d)
34.200
Beban Sewa
10.000
10.000
Beban Listrik & Air
3.000
3.000
Beban Perlengkapan
3.200(a)
3.200
Beban Asuransi
3.000(b)
3.000
Beban Penyusutan
10.800(c)
10.800
TOTAL (ribuan Rp)
154.000
154.000
28.700
28.700
173.500
173.500
Ketiga pasang kolom seimbang: NS (154.000), Penyesuaian (28.700), NSD (173.500) — dalam ribuan Rp. Kode (a)–(f) merujuk HDN-1a sampai 1f.
Hitung dari Nol — HDN-2 (2/2): Kolom Laba Rugi & Neraca
Pindahkan tiap akun dari NSD ke kolom yang tepat. Akun L/R → Laba Rugi; akun riil → Neraca. (ribuan Rp)
Kolom
Debit
Kredit
LABA RUGI — sebelum penyeimbang
64.200
65.500
→ Laba bersih (penyeimbang, ke sisi Debit LR)
1.300
LABA RUGI — setelah penyeimbang
65.500
65.500
NERACA — sebelum penyeimbang
109.300
108.000
→ Laba bersih (penyeimbang, ke sisi Kredit Neraca)
1.300
NERACA — setelah penyeimbang
109.300
109.300
Laba bersih = Kredit LR − Debit LR = 65.500 − 64.200 = Rp 1.300.000. Laba ditaruh di Debit kolom Laba Rugi (menyeimbangkannya) sekaligus di Kredit kolom Neraca (menambah ekuitas). Kedua kolom kini seimbang.
Hasil Akhir
Rp 1,3 jt
Laba Bersih Desember 2025
Dari Kertas Kerja ke Laporan Keuangan
Kertas kerja bukan tujuan akhir — ia mempermudah menyusun ketiga laporan. Tinggal menyalin dari kolomnya.
Dari Kolom Laba Rugi
Lap. L/R
→ Laporan Laba Rugi. Pendapatan Rp 65,5 jt − Beban Rp 64,2 jt = Laba bersih Rp 1,3 jt.
Dari Kolom Neraca
Neraca + Ekuitas
→ Laporan Posisi Keuangan (Neraca) & Laporan Perubahan Ekuitas. Aset, utang, dan modal (sudah ditambah laba, dikurangi prive).
Ingat: kertas kerja adalah kertas kerja bantu (working paper) internal, BUKAN laporan keuangan resmi. Laporan resmi disusun terpisah dari data kertas kerja ini.
Bagian 4 dari 4
Latihan, Jebakan & Rangkuman
Satu latihan penyusutan tahun ke-2, lima jebakan yang paling sering bikin salah, lalu peta konsep penutup.
Latihan: Penyusutan Garis Lurus & Akumulasi Tahun ke-2
Sebuah kendaraan operasional dibeli Rp 80.000.000, nilai residu Rp 8.000.000, umur manfaat 8 tahun. Hitung beban penyusutan per tahun, akumulasi penyusutan & nilai buku di akhir tahun ke-2.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Dasar penyusutan
80.000.000 − 8.000.000
Rp 72.000.000
Beban penyusutan/tahun
72.000.000 ÷ 8
Rp 9.000.000
Akumulasi akhir tahun ke-2
9.000.000 × 2
Rp 18.000.000
Nilai buku akhir tahun ke-2
80.000.000 − 18.000.000
Rp 62.000.000
Jawaban: beban Rp 9 jt/th; akumulasi th-2 Rp 18 jt; nilai buku th-2 Rp 62 jt. Catatan: garis lurus → beban sama tiap tahun, akumulasi bertambah linear.
Coba Sendiri: Garis Lurus Bukan Satu-Satunya Metode
Hari ini kita fokus penuh pada metode garis lurus — itu yang wajib Anda kuasai untuk ujian. Sebagai wawasan tambahan, widget ini membandingkannya dengan dua metode lain (saldo menurun ganda & unit produksi) yang akan Anda temui di mata kuliah Akuntansi Biaya/Keuangan lanjutan.
Lima Jebakan yang Sering Bikin Salah
Jebakan 1 — Kas
Menyentuh akun Kas di jurnal penyesuaian. Selalu salah; penyesuaian tak pernah menyentuh kas.
Jebakan 2 — Arah Prepaid
Mencatat seluruh asuransi/sewa sebagai beban saat dibayar. Saat bayar = aset, baru sebagian jadi beban seiring waktu.
Jebakan 3 — Akun Kontra
Mengkredit langsung akun Peralatan untuk penyusutan. Harusnya ke Akumulasi Penyusutan (akun kontra).
Jebakan 4 — Unearned Revenue
Mengira pendapatan diterima di muka itu sudah jadi pendapatan. Saat diterima = utang sampai jasa diberikan.
Jebakan 5 — Letak Laba di Kertas Kerja
Menaruh laba bersih di sisi salah. Laba → Debit kolom LR & Kredit kolom Neraca — bukan sebaliknya.
Empat dari lima jebakan ini berakar pada arah akun (aset vs beban, utang vs pendapatan). Selalu tanya: "apakah manfaatnya sudah dinikmati / jasa sudah diberikan?" sebelum menjurnal.
Peta Konsep & Cheat Sheet Penyesuaian
Tipe
Pola Jurnal
Rumus / Cara
Perlengkapan
D: Beban Perlengkapan / K: Perlengkapan
Saldo − Sisa fisik
Prepaid (asuransi/sewa)
D: Beban / K: ...Dibayar di Muka
Tarif/bulan × bulan terpakai
Penyusutan
D: Beban Penyusutan / K: Akum. Penyusutan
(Harga − Residu) ÷ Umur
Beban akrual (gaji)
D: Beban / K: Utang ...
Beban sudah terjadi, belum dibayar
Pendapatan diterima di muka
D: ...Diterima di Muka / K: Pendapatan
Tarif/bulan × bulan dihasilkan
Pendapatan akrual
D: Piutang / K: Pendapatan
Jasa selesai, belum ditagih
Alur Siklus Akuntansi: J Jurnal
→ P Posting
→ NS Neraca Saldo
→ APenyesuaian
→ KKKertas Kerja
→ LK Laporan Keuangan Hari ini kita kuasai tahap Penyesuaian sampai Kertas Kerja.
Penutup & Persiapan Pertemuan 6
Yang Sudah Anda Kuasai
P5 Done
Dasar akrual & matching
Enam jurnal penyesuaian
Neraca saldo setelah penyesuaian
Kertas kerja 10 kolom
Laba bersih sebagai penyeimbang
Penyusutan garis lurus
Pertemuan 6 — Selanjutnya
P6 Next
Menyusun laporan keuangan lengkap entitas jasa (laba rugi, perubahan ekuitas, posisi keuangan) & jurnal penutup dari kertas kerja yang sudah jadi.
PR singkat: ulangi HDN-2 dengan mengubah satu angka (mis. residu peralatan jadi Rp 0) dan amati bagaimana laba bersih berubah. Bawa kertas kerja Anda pertemuan depan.