‹ Daftar slidePertemuan 1: Konsep Bisnis, Akuntansi, dan Teknologi Digital dalam Akuntansi
Program Studi Akuntansi / Manajemen · FEB UNDIP
Pengantar Akuntansi
Pertemuan 1 · Konsep Bisnis, Akuntansi, dan Teknologi Digital
Apa itu bisnis dan akuntansi, siapa yang memakai informasinya, empat laporan keuangan, dan bagaimana teknologi digital mengubah praktik akuntansi.
RPS MINGGU 1 · SUB-CPMK 1 · 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep bisnis dan akuntansi serta enam teknologi digital (Sub-CPMK 1). Secara rinci:
Capaian 1 — Bahasa & Pemakai
Menjelaskan akuntansi sebagai sistem informasi & bahasa bisnis, dan membedakan pemakai internal vs eksternal.
Capaian 2 — Lanskap
Mengklasifikasikan bentuk badan usaha dan jenis usaha, serta mengenali bidang & profesi akuntansi.
Capaian 3 — Standar
Menjelaskan PABU dan kerangka SAK Indonesia serta empat asumsi/konsep dasar.
Capaian 4 — Laporan
Mengidentifikasi empat laporan keuangan dan penempatan akun di dalamnya.
Capaian 5 — Teknologi
Menjelaskan IoT, Big Data, BPA, Blockchain, AI, Cloud dan contoh pakainya di akuntansi.
Tiga Pertanyaan yang Hanya Bisa Dijawab dengan Angka
Bayangkan Anda baru membuka kedai kopi. Tiga orang datang dengan tiga pertanyaan berbeda di hari yang sama:
Bank
Rp 100 jt
"Saya mau pinjam untuk mesin kopi baru." Petugas bank bertanya: "Mana laporan keuangan Anda? Apakah usaha ini sanggup membayar cicilan?"
Anda Sendiri
???
Akhir bulan Anda bingung: "Sebenarnya kedai ini untung atau rugi? Kas menyusut, tapi pelanggan ramai — kok bisa?"
Petugas Pajak (DJP)
SPT
"Berapa penghasilan kena pajak usaha Anda tahun ini? Tunjukkan catatannya."
Ketiga pertanyaan itu — dari kreditor, manajemen, dan pemerintah — hanya bisa dijawab oleh satu sistem yang sama: akuntansi. Itulah yang kita pelajari mulai hari ini.
Bagian 1 dari 4
Bisnis & Akuntansi: Bahasa & Pemakai
Apa itu bisnis, mengapa akuntansi disebut "bahasa bisnis", dan siapa saja yang membutuhkan informasinya — dari investor sampai petugas pajak.
BisnisSistem InformasiPemakai
Apa Itu Bisnis & Tiga Jenis Usaha
Bisnis adalah organisasi yang menyediakan barang atau jasa kepada pelanggan dengan tujuan memperoleh laba — selisih antara harga jual dan biaya.
Usaha Jasa
Jasa
Menjual keahlian/jasa, bukan barang fisik. Contoh: salon, bengkel, klinik, konsultan, ojek online.
Usaha Dagang
Beli→Jual
Membeli barang jadi lalu menjualnya kembali tanpa mengubah bentuk. Contoh: minimarket, toko grosir, toko online.
Usaha Manufaktur
Olah
Mengubah bahan baku menjadi produk jadi, lalu menjualnya. Contoh: pabrik mi instan, pabrik semen, pabrik mobil.
Jenis usaha menentukan bentuk akuntansinya — usaha dagang punya persediaan barang, manufaktur punya biaya produksi; usaha jasa paling sederhana karena tak punya persediaan barang dagang.
Akuntansi = Sistem Informasi 3 Langkah
Definisi inti: akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mencatat, dan mengomunikasikan informasi ekonomi untuk pengambilan keputusan.
Catat ≠ seluruh akuntansi. Pembukuan (bookkeeping) hanya langkah ②. Akuntansi mencakup ketiganya — termasuk menafsirkan angka, bukan sekadar mencatatnya.
Mengapa Akuntansi Disebut "Bahasa Bisnis"?
Sebagaimana bahasa Indonesia menyatukan komunikasi antarorang, akuntansi menyatukan komunikasi antar-pelaku ekonomi — dengan kosakata, tata bahasa, dan aturan baku yang sama.
Kosakata
Istilah baku: aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban. Sama artinya di seluruh perusahaan, sehingga laporan dapat dibandingkan secara adil.
Tata Bahasa (Aturan)
Aturan baku = SAK/PABU. Karena semua memakai aturan yang sama, laporan BCA dan BRI bisa dibandingkan secara adil dan tepercaya.
Tanpa bahasa baku, tiap perusahaan akan "bicara" dengan cara sendiri — investor mustahil membandingkan. Standardisasi inilah inti nilai akuntansi.
Siapa yang Memakai Informasi Akuntansi?
Pemakai terbagi dua: di dalam perusahaan (mengelola) dan di luar perusahaan (menilai dari jauh).
Pemakai Internal (Dalam) — menjalankan & mengambil keputusan operasi
Kreditor (bank, pemasok) → beri pinjaman / tempo pembayaran?
Pemerintah / DJP → menghitung pajak terutang & kepatuhan.
Masyarakat & regulator (OJK) → mengawasi & menilai dampak.
Akuntansi yang melayani internal disebut akuntansi manajemen (fleksibel, rahasia); yang melayani eksternal disebut akuntansi keuangan (baku, dipublikasikan).
Latihan Analitis 1 — Internal atau Eksternal?
Untuk tiap skenario, tentukan pemakai internal/eksternal dan keputusan yang diambil.
#
Skenario
Pemakai
Keputusan
1
Bank menilai pengajuan kredit usaha
Eksternal (kreditor)
Beri pinjaman / tidak; berapa plafon
2
Manajer menyusun anggaran tahun depan
Internal (manajemen)
Alokasi dana, target biaya
3
DJP memeriksa SPT perusahaan
Eksternal (pemerintah)
Pajak terutang benar / kurang bayar
4
Calon investor menilai saham BBCA
Eksternal (investor)
Beli / tahan / jual saham
5
Serikat pekerja menuntut kenaikan upah
Eksternal (serikat)*
Dasar negosiasi: mampu / tidak
6
Pemasok menilai kelayakan beri tempo
Eksternal (kreditor dagang)
Beri tempo bayar / tunai saja
Pola: hanya manajemen (skenario 2) yang internal. Lima lainnya menilai dari luar → eksternal. (*Karyawan individu = internal; serikat yang bertindak kolektif lazim dianggap eksternal.)
Bagian 2 dari 4
Lanskap Praktik Akuntansi
Di badan usaha seperti apa akuntansi berjalan, siapa yang menjalankan profesinya, dan aturan main (standar) apa yang dipakai di Indonesia.
Badan UsahaProfesiStandar (SAK)
Tiga Bentuk Badan Usaha
Bentuk badan usaha menentukan tanggung jawab pemilik, akses modal, dan cara akuntansinya.
Aspek
Perseorangan
Persekutuan (Firma/CV)
Perseroan (PT/Tbk)
Pemilik
1 orang
2+ orang (sekutu)
Pemegang saham
Badan hukum
Tidak terpisah
Tidak terpisah*
Terpisah dari pemilik
Tanggung jawab
Tidak terbatas
Tidak terbatas*
Terbatas (sebesar saham)
Akses modal
Sangat terbatas
Sedang
Besar (IPO, obligasi)
Contoh
Warung, bengkel
Kantor akuntan, CV
BCA Tbk, Telkom Tbk
Konsep entitas usaha: meski warung perorangan tak berbadan hukum terpisah, dalam akuntansi harta usaha tetap dipisah dari harta pribadi pemilik.
Jenis Usaha di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Ketiga jenis usaha tadi nyata di pasar modal. Berikut contoh emiten (perusahaan tercatat) per jenis:
AMRT — Sumber Alfaria/Alfamart · MAPI — Mitra Adiperkasa. Membeli barang lalu menjual kembali tanpa mengolah.
Manufaktur
INDF · SMGR · ASII
INDF — Indofood (makanan) · SMGR — Semen Indonesia · ASII — Astra (otomotif & alat berat).
Kode 4 huruf (mis. BBCA) disebut kode saham (ticker). Saat Anda berinvestasi, Anda sebenarnya sedang membaca laporan keuangan emiten-emiten ini — keterampilan inti mata kuliah ini.
Bidang & Profesi Akuntansi
Akuntansi punya beberapa bidang spesialisasi, dan profesinya terbagi berdasarkan di mana akuntan bekerja.
Bidang (Spesialisasi)
Akuntansi keuangan → laporan untuk pihak eksternal (SAK).
Akuntansi manajemen → informasi untuk manajemen internal.
Akuntan publik → KAP independen, mengaudit banyak klien. Gelar CPA/CA.
Akuntan intern → bekerja di satu perusahaan.
Akuntan pemerintah → BPK, BPKP, DJP, inspektorat.
Akuntan pendidik → dosen & peneliti.
Ujung tujuan banyak mahasiswa akuntansi: sertifikasi CA (Chartered Accountant) dari IAI atau CPA untuk membuka praktik akuntan publik.
Aturan Main: PABU & SAK
PABU (Prinsip Akuntansi Berlaku Umum / Generally Accepted Accounting Principles, GAAP) = sekumpulan aturan baku agar laporan keuangan seragam, andal, dan dapat dibandingkan.
Di Indonesia → SAK
PABU versi Indonesia adalah SAK (Standar Akuntansi Keuangan), disusun oleh DSAK-IAI (Dewan Standar Akuntansi Keuangan — Ikatan Akuntan Indonesia).
Pengawas Pelaporan
OJK mewajibkan emiten (perusahaan terbuka) menyusun laporan sesuai SAK & mempublikasikannya — agar investor terlindungi.
SAK Indonesia kini banyak diselaraskan dengan IFRS (International Financial Reporting Standards) — standar global — supaya laporan perusahaan Indonesia dipahami investor dunia.
Empat Jenjang SAK — Satu Standar Tidak Cocok untuk Semua
Indonesia tidak memakai satu standar tunggal. Skala & jenis entitas menentukan jenjang SAK yang dipakai:
Jenjang SAK
Untuk siapa
Ciri
SAK (Umum)
Perusahaan besar / terbuka (Tbk)
Berbasis IFRS, paling kompleks
SAK ETAP
Entitas tanpa akuntabilitas publik signifikan
Lebih sederhana dari SAK umum
SAK EMKM
UMKM (usaha mikro, kecil, menengah)
Paling sederhana, untuk usaha kecil
SAK Syariah
Entitas/transaksi berbasis syariah
Mengatur akad murabahah, ijarah, dll.
Jangan tertukar! Warung kecil tidak perlu SAK umum yang rumit — cukup SAK EMKM. Perusahaan terbuka seperti BCA wajib SAK umum (IFRS). Standar disesuaikan dengan kemampuan & kebutuhan entitas.
Empat Asumsi & Konsep Dasar Akuntansi
Sebelum mencatat satu transaksi pun, akuntansi berpijak pada beberapa asumsi yang disepakati bersama:
Entitas Usaha
Usaha dianggap terpisah dari pemiliknya. Uang pribadi pemilik ≠ uang usaha. (Pemilik ambil uang usaha = prive, dicatat tersendiri.)
Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Usaha diasumsikan terus berjalan (tak akan bubar dalam waktu dekat). Karena itu aset dicatat untuk dipakai, bukan dijual obral.
Satuan Moneter
Hanya yang dapat diukur dengan uang (Rupiah) yang dicatat. Loyalitas pelanggan tak dicatat karena tak bisa di-Rupiah-kan.
Periode & Biaya Historis
Kegiatan dibagi per periode (bulanan/tahunan) agar bisa dilaporkan. Aset dicatat sebesar biaya perolehan (historis), bukan harga pasar saat ini.
Bagian 3 dari 4
Output Akuntansi: Laporan Keuangan
Empat laporan keuangan utama, persamaan akuntansi yang melandasinya, dan latihan menyusunnya langkah demi langkah dari nol.
Aset = Liabilitas + Ekuitas
Empat Laporan Keuangan & Keterkaitannya
Akuntansi menghasilkan empat laporan utama yang saling terhubung. Urutan penyusunannya penting:
Perbedaan kunci: Laba Rugi & Arus Kas = selama periode (mis. "tahun 2025"). Neraca = pada satu tanggal (mis. "per 31 Des 2025"). Menyamakan keduanya adalah kesalahan pemula yang paling sering ditemui.
Coba Sendiri: Telusuri Aliran Laba ke Neraca
Ubah angka pendapatan/beban lalu amati bagaimana laba mengalir otomatis ke laporan perubahan ekuitas dan akhirnya ke neraca.
Persamaan Akuntansi — Fondasi Seluruh Neraca
Satu persamaan yang harus selalu seimbang, melandasi setiap pencatatan akuntansi:
ASET = LIABILITAS + EKUITAS
Aset
Apa yang dimiliki perusahaan — kas, peralatan, gedung, piutang.
Liabilitas
Apa yang diutang (kewajiban) — hak kreditor atas aset perusahaan.
Ekuitas
Hak pemilik — sisa aset setelah dikurangi semua liabilitas.
Logikanya: semua yang dimiliki perusahaan (aset) pasti didanai oleh dua sumber — pinjaman (liabilitas) atau modal pemilik (ekuitas). Maka kedua sisi selalu sama besar. Mini-contoh: Aset Rp 60 jt = Liabilitas Rp 10 jt + Ekuitas Rp 50 jt. ✓ Seimbang.
Coba Sendiri: Geser Transaksi, Amati Keseimbangan
Ubah nilai transaksi lalu lihat bagaimana Aset dan (Liabilitas + Ekuitas) selalu bergerak sama besar, tak pernah timpang.
Hitung dari Nol — HDN-1: Persamaan Akuntansi
Pak Budi membuka Bengkel Budi Jaya. Ikuti tiga transaksi pertama — perhatikan persamaan selalu seimbang.
Transaksi
Kas
Perlengkapan
Peralatan
= Utang (L)
Modal (E)
1. Setor modal Rp 50 jt tunai
+50.000.000
—
—
—
+50.000.000
Saldo 1
50.000.000
0
0
0
50.000.000
2. Beli peralatan Rp 30 jt (Rp 20 jt tunai + Rp 10 jt utang)
−20.000.000
—
+30.000.000
+10.000.000
—
Saldo 2
30.000.000
0
30.000.000
10.000.000
50.000.000
3. Beli perlengkapan Rp 5 jt tunai
−5.000.000
+5.000.000
—
—
—
Saldo Akhir
25.000.000
5.000.000
30.000.000
10.000.000
50.000.000
Cek akhir: Aset Rp 60 jt = Liabilitas Rp 10 jt + Ekuitas Rp 50 jt. ✓ Seimbang. Komposisi aset: Kas Rp 25 jt + Perlengkapan Rp 5 jt + Peralatan Rp 30 jt = Rp 60 jt.
Hitung dari Nol — HDN-2: Laba Rugi & Perubahan Ekuitas
Salon Cantik Sejahtera beroperasi sebulan dengan modal awal Rp 50 jt. Susun laba rugi & perubahan ekuitasnya.
Komponen
Perhitungan
Nilai
Pendapatan jasa
—
Rp 25.000.000
(−) Beban gaji
—
(Rp 8.000.000)
(−) Beban sewa
—
(Rp 4.000.000)
(−) Beban perlengkapan
—
(Rp 2.000.000)
(−) Beban listrik
—
(Rp 1.000.000)
Total beban
8+4+2+1
(Rp 15.000.000)
LABA BERSIH
25 − 15
Rp 10.000.000
Laporan Perubahan Ekuitas
Modal awal
Rp 50.000.000
(+) Laba bersih
Rp 10.000.000
(−) Prive
(Rp 3.000.000)
Modal akhir
Rp 57.000.000
Laba Rp 10 jt mengalir ke perubahan ekuitas → Modal akhir Rp 57 jt → masuk sisi ekuitas neraca. Inilah "rantai" antar-laporan.
Latihan: Akun Ini Masuk ke Laporan Mana?
Keterampilan inti: melihat sebuah akun lalu langsung tahu ia masuk Laba Rugi atau Neraca, dan di kelompok apa.
Akun
Laporan
Kelompok
Kas
Neraca
Aset
Peralatan
Neraca
Aset
Utang usaha
Neraca
Liabilitas
Modal pemilik
Neraca
Ekuitas
Pendapatan jasa
Laba Rugi
Pendapatan
Beban gaji
Laba Rugi
Beban
Beban sewa
Laba Rugi
Beban
Aturan cepat: Pendapatan & Beban → Laba Rugi. Aset, Liabilitas, Ekuitas → Neraca. Prive → laporan perubahan ekuitas. Hafalkan pemetaan ini — sering keluar di kuis.
Bagian 4 dari 4
Teknologi Digital dalam Akuntansi
Enam teknologi yang sedang mengubah cara akuntan bekerja — IoT, Big Data, BPA, Blockchain, AI, dan Cloud Computing — beserta contoh nyatanya.
IoTBig DataBPABlockchainAICloud
Enam Teknologi Digital — Definisi Ringkas
Internet of Things (IoT)
Perangkat fisik (sensor, mesin) yang terhubung internet & mengirim data otomatis. Akuntansi: sensor gudang mencatat stok persediaan secara real-time.
Big Data
Kumpulan data sangat besar & beragam yang dianalisis untuk pola. Akuntansi: mendeteksi anomali/penipuan dari jutaan transaksi.
BPA (Business Process Automation)
Otomasi proses bisnis berulang oleh perangkat lunak. Akuntansi: penjurnalan & rekonsiliasi otomatis (mis. e-Faktur DJP).
Blockchain / Distributed Ledger
Buku besar terdistribusi yang catatannya tak bisa diubah diam-diam. Akuntansi: menjamin integritas & jejak audit transaksi.
Artificial Intelligence (AI)
Sistem yang belajar & memutuskan menyerupai manusia. Akuntansi: mengklasifikasi transaksi, memprediksi arus kas, audit cerdas.
Cloud Computing
Perangkat lunak & data disimpan di server internet, diakses dari mana saja. Akuntansi: laporan real-time (mis. Accurate Online, Jurnal.id).
Latihan Analitis 2 — Petakan Teknologi ke Proses Akuntansi
Untuk tiap teknologi, tentukan tahap/proses akuntansi yang terdampak + satu contoh konkret.
Teknologi
Tahap / Proses Terdampak
Contoh Konkret
Blockchain
Integritas pencatatan & jejak audit
Catatan transaksi tak bisa diubah → audit lebih tepercaya
BPA
Penjurnalan & dokumentasi
e-Faktur otomatis membuat faktur pajak saat penjualan
AI
Klasifikasi & rekonsiliasi
AI mencocokkan ribuan transaksi bank otomatis
Cloud
Pelaporan & akses
Laporan keuangan diakses real-time dari mana saja
Big Data
Analisis & deteksi anomali
Menemukan pola kecurangan dari jutaan transaksi
IoT
Pencatatan data fisik (persediaan/aset)
Sensor gudang memperbarui kartu persediaan otomatis
Tidak ada jawaban tunggal mutlak — yang dinilai adalah logika pemetaan: teknologi apa menyentuh tahap mana dari siklus akuntansi, disertai contoh yang masuk akal.
Peta Konsep: Bagaimana Semua Terhubung
Empat cabang ini = empat bagian hari ini. Semua bermuara pada satu tujuan: menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan 2
Hari ini Anda memahami apa & untuk siapa akuntansi, lanskapnya, empat laporannya, dan teknologinya. Pertemuan depan kita masuk mekanika pencatatan.
Cari 1 laporan keuangan emiten BEI (mis. BBCA atau INDF di idx.co.id), kenali keempat laporannya.
Baca Warren dkk. (2018) Bab 1 sebelum Pertemuan 2.
Pertemuan 2 — Konsep dasar pencatatan: akun, debit-kredit, & persamaan akuntansi lanjut. Pastikan persamaan A = L + E sudah benar-benar Anda kuasai malam ini.