stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Laporan Arus Kas
RPS minggu 15 · 2x50 menit

Laporan Arus Kas

Pertemuan 14 — Pengantar Akuntansi II

Dari laba bersih ke kas riil: menyusun, membaca, dan menilai kesehatan arus kas perusahaan.

Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar Laporan Arus Kas
Mengapa laporan ini dibutuhkan, dan bagaimana transaksi dikelompokkan ke tiga aktivitas.

Mengapa Laba Bersih Saja Tidak Cukup?

Masalah akuntansi akrual
  • Laba bersih dihitung dengan basis akrual — pendapatan diakui saat terjadi, bukan saat kas diterima.
  • Perusahaan bisa mencatat laba besar tapi kekurangan kas untuk bayar gaji, sewa, atau utang jatuh tempo.
  • Contoh: UMKM konveksi mencatat penjualan kredit ke reseller — laba naik, tapi kas belum masuk sama sekali.
Fungsi laporan arus kas
3
pertanyaan kunci yang dijawab
1) Dari mana kas berasal? 2) Ke mana kas dipakai? 3) Apakah kas cukup untuk operasi & kewajiban ke depan?
Laporan arus kas (statement of cash flows) wajib disajikan berdampingan dengan neraca dan laba rugi menurut PSAK 2 — melengkapi gambaran yang tidak bisa diberikan laba rugi saja.

Tiga Aktivitas Arus Kas

OperasiAktivitas utamapenghasil pendapatanInvestasiBeli/jual asetjangka panjangPendanaanUtang & modalpemilik
  • Penerimaan kas dari pelanggan
  • Pembayaran gaji, sewa, pemasok
  • Pembayaran pajak & bunga
  • Pembelian/penjualan aset tetap
  • Pembelian/penjualan investasi
  • Pemberian pinjaman ke pihak lain
  • Penerbitan/pembelian kembali saham
  • Penerimaan/pelunasan utang bank
  • Pembayaran dividen ke pemegang saham

Klasifikasikan Transaksi Ini

Kasus PT Nusantara Ritel Tbk — tentukan kategori tiap transaksi sebelum melihat jawaban.

Transaksi
  • 1. Kas diterima dari pelanggan toko
  • 2. Pembelian mesin kasir baru
  • 3. Pembayaran dividen tunai
  • 4. Penjualan gedung gudang lama
  • 5. Penerbitan saham baru ke publik
  • 6. Pembayaran gaji karyawan
Jawaban
  • 1. Operasi — inti bisnis
  • 2. Investasi — aset tetap
  • 3. Pendanaan — ke pemilik
  • 4. Investasi — pelepasan aset
  • 5. Pendanaan — dari pemilik
  • 6. Operasi — beban utama

Kas dan Setara Kas

Definisi
  • Kas: uang tunai & saldo rekening giro yang bisa dipakai segera.
  • Setara kas (cash equivalents): investasi jangka sangat pendek (≤3 bulan), risiko rendah, mudah dicairkan.
  • Contoh setara kas: deposito berjangka 1 bulan, SBN jatuh tempo < 3 bulan.
Laporan arus kas menjelaskan perubahan saldo kas & setara kas dari awal ke akhir periode — angka akhirnya harus sama persis dengan pos "Kas dan Setara Kas" di neraca.

Sumber Data: Dua Laporan Lain

Laporan arus kas tidak berdiri sendiri — ia "menarik" data dari laba rugi & neraca komparatif.

Dari laporan laba rugi
  • Laba bersih periode berjalan (titik awal metode tidak langsung).
  • Beban depresiasi & amortisasi (pos non-kas yang perlu ditambah kembali).
  • Keuntungan/kerugian pelepasan aset (dipindah ke bagian investasi).
Dari neraca komparatif (2 tahun)
  • Perubahan piutang, persediaan, & utang usaha (modal kerja operasi).
  • Perubahan aset tetap (indikasi investasi masuk/keluar).
  • Perubahan utang bank, modal saham, & saldo laba (aktivitas pendanaan).
Karena itu, sebelum menyusun laporan arus kas, Anda wajib menyiapkan neraca dua periode berdampingan (awal & akhir) plus laporan laba rugi periode berjalan — bukan cukup satu laporan saja.
Bagian 2 dari 3
Menyusun Laporan Arus Kas
Metode langsung vs tidak langsung, dan latihan hitung dari nol sampai laporan lengkap.

Metode Langsung vs Tidak Langsung

Metode langsung
  • Melaporkan kas masuk & keluar per kategori (kas dari pelanggan, kas ke pemasok, dst.)
  • Lebih mudah dipahami investor awam
  • Jarang dipakai karena butuh pencatatan detail arus kas per transaksi
Metode tidak langsung
  • Mulai dari laba bersih, lalu disesuaikan pos non-kas & perubahan modal kerja
  • Dipakai hampir semua emiten BEI (mis. Unilever Indonesia, Indofood)
  • Hanya memengaruhi penyajian aktivitas operasi — investasi & pendanaan sama di kedua metode
PSAK 2 memperbolehkan kedua metode, tetapi menganjurkan metode langsung — meski dalam praktik Indonesia, metode tidak langsung jauh lebih umum karena lebih mudah disusun dari data akuntansi yang sudah ada.

Logika Metode Tidak Langsung

Mulai dari laba bersih, lalu "koreksi" agar mencerminkan kas riil.

Langkah 1 — hilangkan pos non-kas
  • Tambah kembali depresiasi & amortisasi — ini beban di laba rugi tapi tidak keluar kas.
  • Tambah kembali kerugian pelepasan aset; kurangi keuntungan pelepasan aset (dipindah ke investasi).
Langkah 2 — sesuaikan modal kerja
  • Aset lancar naik → kas berkurang (kas terikat, mis. piutang naik).
  • Liabilitas lancar naik → kas bertambah (kas belum dibayar, mis. utang usaha naik).

Hitung dari Nol: Arus Kas Operasi

Data PT Nusantara Ritel Tbk, metode tidak langsung.

LangkahPerhitunganNilai
Laba bersihRp 500.000.000
+ Depresiasi (non-kas)500.000.000 + 80.000.000Rp 580.000.000
+ Amortisasi (non-kas)580.000.000 + 20.000.000Rp 600.000.000
− Kenaikan piutang usaha600.000.000 − 60.000.000Rp 540.000.000
+ Penurunan persediaan540.000.000 + 30.000.000Rp 570.000.000
+ Kenaikan utang usaha570.000.000 + 40.000.000Rp 610.000.000
− Penurunan utang pajak610.000.000 − 15.000.000Rp 595.000.000
Kas dari aktivitas operasi
Rp 595 jt
hasil akhir tujuh penyesuaian

Coba Sendiri: Susun Arus Kas Operasi dari Laba Bersih

Ubah laba bersih, depresiasi, atau perubahan piutang/persediaan/utang, lalu amati bagaimana kas dari aktivitas operasi berubah langkah demi langkah.

Aktivitas Investasi & Pendanaan

Investasi
  • Pembelian aset tetap (mesin baru): (Rp 250.000.000)
  • Penjualan peralatan lama: Rp 40.000.000
  • Total investasi: 40.000.000 − 250.000.000 = (Rp 210.000.000)
Pendanaan
  • Penerbitan saham baru: Rp 150.000.000
  • Pelunasan utang bank: (Rp 120.000.000)
  • Pembayaran dividen: (Rp 80.000.000)
  • Total pendanaan: 150 − 120 − 80 juta = (Rp 50.000.000)

Hitung dari Nol: Laporan Arus Kas Lengkap

Gabungkan tiga aktivitas menjadi satu laporan, lalu rekonsiliasi ke neraca.

LangkahPerhitunganNilai
Kas dari aktivitas operasi(dari slide sebelumnya)Rp 595.000.000
Kas dari aktivitas investasi40.000.000 − 250.000.000(Rp 210.000.000)
Kas dari aktivitas pendanaan150.000.000 − 120.000.000 − 80.000.000(Rp 50.000.000)
Kenaikan (penurunan) bersih kas595.000.000 − 210.000.000 − 50.000.000Rp 335.000.000
Kas awal periodeRp 200.000.000
Kas akhir periode200.000.000 + 335.000.000Rp 535.000.000
Kas akhir — harus sama dengan neraca
Rp 535 jt
rekonsiliasi berhasil ✓

Transaksi Non-Kas Signifikan

Kasus 1 — Konversi utang menjadi saham
  • PT Nusantara Ritel mengonversi obligasi Rp 100.000.000 menjadi saham biasa.
  • Tidak ada kas yang berpindah tangan — tidak masuk ke laporan arus kas manapun.
  • Wajib diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan (CaLK) sebagai skedul terpisah.
Kasus 2 — Pembelian aset dengan utang wesel
  • Perusahaan membeli mesin Rp 150.000.000 dengan menerbitkan wesel bayar (belum bayar kas).
  • Sama seperti Kasus 1: tanpa kas, tapi tetap material bagi pembaca laporan → diungkapkan terpisah.
Bagian 3 dari 3
Analisis & Interpretasi
Free cash flow, rasio arus kas, dan cara membaca sinyal kesehatan perusahaan.

Free Cash Flow (Arus Kas Bebas)

FCF = Kas dari Aktivitas Operasi − Belanja Modal (Capex)
Hitung FCF PT Nusantara Ritel
  • Kas operasi: Rp 595.000.000
  • Belanja modal (capex — pembelian mesin): Rp 250.000.000
  • FCF = 595.000.000 − 250.000.000 = Rp 345.000.000
Capex (capital expenditure) = belanja untuk memperoleh/memperbarui aset tetap. FCF menunjukkan kas yang benar-benar "bebas" dipakai untuk dividen, pelunasan utang, atau ekspansi — inilah angka favorit analis saham.

Rasio Arus Kas Operasi

Rasio Cakupan Kas = Kas Operasi ÷ Liabilitas Jangka Pendek
Terapkan ke PT Nusantara Ritel
  • Kas operasi: Rp 595.000.000
  • Liabilitas jangka pendek: Rp 850.000.000
  • Rasio = 595.000.000 ÷ 850.000.000 = ~0,70x (70%)
Rasio < 1,0x berarti kas operasi belum cukup menutupi seluruh liabilitas jangka pendek dari operasi saja — perusahaan bergantung pada kas kas cadangan atau pendanaan eksternal untuk melunasi kewajiban.

Studi Kasus: Membaca Sinyal Arus Kas

Sinyal sehat
  • Operasi positif & konsisten tumbuh — bisnis inti menghasilkan kas.
  • Investasi negatif — wajar, tanda ekspansi (mis. BBCA membangun cabang baru).
  • Pendanaan bisa negatif — tanda perusahaan mampu bayar dividen/utang dari kas sendiri.
Sinyal waspada
  • Operasi negatif berkepanjangan — bisnis inti "membakar kas" (contoh: banyak startup fase awal).
  • Pendanaan sangat positif hanya karena utang baru terus-menerus — tanda tergantung suntikan eksternal.
  • Laba rugi positif tapi kas operasi negatif — sinyal kualitas laba perlu ditelusuri lebih dalam.

Kesalahan Umum & Tips Penyusunan

Kesalahan umum
  • Memasukkan pembayaran dividen ke aktivitas operasi (harusnya pendanaan).
  • Lupa membalik arah tanda untuk kenaikan aset lancar (harus dikurangi, bukan ditambah).
  • Memasukkan transaksi non-kas (konversi utang-saham) ke dalam laporan arus kas.
Tips praktis
  • Selalu rekonsiliasi kas akhir dengan pos kas di neraca sebagai pengecekan silang.
  • Buat tabel bantu: pos neraca → naik/turun → dampak ke kas, sebelum menyusun laporan.
  • Kerjakan urut: operasi dulu (paling rumit), baru investasi & pendanaan.

Latihan Praktik Mandiri

Tugas: PT Sejahtera Abadi Tbk memiliki laba bersih Rp 400.000.000, depresiasi Rp 60.000.000, kenaikan persediaan Rp 25.000.000, penurunan piutang usaha Rp 15.000.000, dan penurunan utang usaha Rp 10.000.000. Perusahaan juga membeli tanah Rp 180.000.000 secara tunai dan menerbitkan saham baru Rp 100.000.000. Kas awal periode Rp 90.000.000.
Instruksi
  • 1. Hitung kas dari aktivitas operasi (metode tidak langsung).
  • 2. Susun laporan arus kas lengkap tiga aktivitas.
  • 3. Tentukan saldo kas akhir periode.
Kumpulkan
  • Format: tabel seperti contoh di kelas.
  • Tuliskan setiap langkah perhitungan, bukan hanya hasil akhir.
  • Batas waktu: sebelum pertemuan berikutnya (persiapan UAS).