stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Investasi
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Pengantar Akuntansi II

Pertemuan 13 — Investasi

Ketika perusahaan punya kas berlebih atau ingin membangun hubungan strategis dengan perusahaan lain, jawabannya sering berupa investasi pada surat utang (obligasi) atau saham. Hari ini kita bongkar bagaimana investasi itu dicatat, diukur, dan dilaporkan.

RPS minggu 14 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Empat capaian yang melengkapi Sub-CPMK minggu ke-14: memahami pengakuan, pengukuran, dan penyajian investasi pada surat utang dan saham.

CAPAIAN 1
KLASIFIKASI
Menjelaskan alasan perusahaan berinvestasi dan mengklasifikasikan investasi sesuai PSAK 71.
CAPAIAN 2
OBLIGASI
Mencatat perolehan obligasi dan mengamortisasi diskon/premium dengan metode bunga efektif.
CAPAIAN 3
SAHAM
Menerapkan metode nilai wajar dan metode ekuitas sesuai persentase kepemilikan saham.
CAPAIAN 4
PENYAJIAN
Menyajikan investasi di laporan posisi keuangan dan menghitung laba/rugi pelepasan investasi.
Bagian 1 dari 3
Mengapa dan Bagaimana Perusahaan Berinvestasi
Pertanyaan diskusi: kalau perusahaan Anda tiba-tiba punya kelebihan kas Rp10 miliar yang belum dibutuhkan untuk operasional 6 bulan ke depan, apa yang sebaiknya dilakukan — disimpan di tabungan, dibelikan obligasi, atau dibelikan saham?

Tiga Motivasi Utama Perusahaan Berinvestasi

Investasi pada surat utang dan saham perusahaan lain bukan sekadar "menaruh uang" — ada tujuan strategis di baliknya.

MOTIF 1
KELEBIHAN KAS
Kas menganggur (idle cash) ditaruh pada instrumen yang menghasilkan bunga/dividen daripada dibiarkan tidak produktif.
MOTIF 2
HUBUNGAN STRATEGIS
Membeli saham dalam jumlah signifikan untuk membangun aliansi bisnis, akses pasar, atau rantai pasok — contoh: investasi strategis grup usaha pada mitra e-commerce.
MOTIF 3
DIVERSIFIKASI RISIKO
Menyebar dana ke berbagai instrumen/emiten agar tidak bergantung pada satu sumber pendapatan operasional saja.
Ketiga motif ini menentukan klasifikasi akuntansi investasi — motif memengaruhi apakah investasi dicatat berdasarkan model bisnis "dimiliki hingga jatuh tempo" atau "diperdagangkan".

Klasifikasi Investasi menurut PSAK 71

PSAK 71 (instrumen keuangan) mengklasifikasikan investasi berdasarkan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktual ke dalam tiga kategori pengukuran.

Biaya Perolehan Diamortisasi

Dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual (bunga & pokok) hingga jatuh tempo. Contoh: obligasi yang benar-benar akan dipegang sampai lunas.

FVOCI (Nilai Wajar melalui OCI)

Dimiliki untuk mengumpulkan arus kas sekaligus siap dijual. Perubahan nilai wajar masuk Other Comprehensive Income (OCI), bukan laba rugi.

FVTPL (Nilai Wajar melalui Laba Rugi)

Kategori "sisa" — termasuk saham yang diperdagangkan aktif. Semua perubahan nilai wajar langsung ke laba rugi berjalan.

Fokus kuliah hari ini pada dua kategori paling sering muncul di kasus ujian: biaya perolehan diamortisasi untuk obligasi, dan FVTPL/metode ekuitas untuk saham.

Investasi Obligasi: Pengakuan Awal

Obligasi (bond, surat utang jangka panjang) memberi pemegangnya hak atas kupon (bunga periodik) dan pengembalian nilai nominal (pokok) saat jatuh tempo. Harga beli dihitung sebagai nilai kini seluruh arus kas masa depan, didiskon pada tingkat bunga pasar.

Tahun 0Bayar Harga PerolehanTahun 1Terima KuponTahun 2Terima KuponTahun 3Kupon + PokokHarga Perolehan = Nilai Kini (kupon 1+2+3) + Nilai Kini (pokok tahun 3), didiskon tingkat bunga pasar
Kalau kupon < bunga pasar → obligasi dibeli dengan diskon (harga di bawah nominal). Kalau kupon > bunga pasar → dibeli dengan premium (harga di atas nominal).

Hitung dari Nol #1: Diskon Obligasi & Bunga Efektif

Kasus: PT Nusantara membeli obligasi PT Sejahtera, nominal Rp100.000.000, kupon 8% per tahun (dibayar tahunan), jatuh tempo 3 tahun, tingkat bunga pasar saat pembelian 10%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Nilai nominal obligasiDiberikanRp100.000.000
2. Kupon tahunan (kas diterima)8% x Rp100.000.000Rp8.000.000
3. Harga perolehan (nilai kini @ 10%, 3 thn)PV kupon 3 tahun + PV pokok, r=10%Rp95.026.296
4. Diskon saat perolehanRp100.000.000 - Rp95.026.296Rp4.973.704
5. Pendapatan bunga efektif tahun 1Rp95.026.296 x 10%Rp9.502.630
6. Amortisasi diskon tahun 1Rp9.502.630 - Rp8.000.000Rp1.502.630
7. Nilai buku obligasi akhir tahun 1Rp95.026.296 + Rp1.502.630Rp96.528.926
Pola Kunci Rp96.528.926 Nilai buku obligasi perlahan naik mendekati Rp100.000.000 setiap tahun — itulah makna "diamortisasi": diskon terurai bertahap sampai nol tepat saat jatuh tempo.

Investasi Saham: Spektrum Kepemilikan dan Metode Akuntansi

Perlakuan akuntansi saham TIDAK ditentukan oleh jumlah rupiah yang diinvestasikan, melainkan oleh persentase kepemilikan dan tingkat pengaruh atas perusahaan investee.

< 20%Tanpa pengaruh signifikan20% - 50%Pengaruh signifikan> 50%PengendalianMetode Nilai Wajar (FVTPL)Metode EkuitasKonsolidasi
Fokus pertemuan ini: dua kolom pertama — metode nilai wajar (kepemilikan kecil) dan metode ekuitas (pengaruh signifikan). Konsolidasi (kepemilikan mayoritas) dibahas lebih dalam pada mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan.

Metode Nilai Wajar (FVTPL) untuk Kepemilikan Kecil

Untuk kepemilikan saham di bawah 20% tanpa pengaruh signifikan, investasi dicatat dan diukur kembali pada nilai wajar (harga pasar) setiap periode pelaporan.

Saat Menerima Dividen

Dividen kas yang diterima diakui langsung sebagai pendapatan dividen di laporan laba rugi — TIDAK mengurangi nilai investasi.

Saat Harga Pasar Berubah

Selisih nilai wajar akhir periode dibanding nilai buku sebelumnya diakui sebagai laba/rugi belum direalisasi (unrealized gain/loss) di laba rugi berjalan.

Contoh: PT Andalan memiliki saham emiten senilai Rp50.000.000 (5% kepemilikan). Akhir tahun, harga pasar naik menjadi Rp57.000.000 → diakui laba belum direalisasi Rp7.000.000, walau saham belum dijual.
Bagian 2 dari 3
Metode Ekuitas: Pengaruh Signifikan (20%–50%)
Pertanyaan diskusi: kalau perusahaan Anda ikut menentukan kebijakan dividen perusahaan investee melalui kursi di dewan komisaris, apakah masuk akal jika dividen yang diterima dicatat sebagai "pendapatan" seperti pada kepemilikan kecil?

Konsep Metode Ekuitas: Empat Langkah Dasar

Metode ekuitas mencatat investasi sebagai "cerminan" kekayaan investor atas bagian ekuitas investee — nilai investasi bergerak mengikuti kinerja investee, bukan harga pasar saham.

Langkah 1 Pengakuan Awal Investasi dicatat sebesar harga perolehan (kas yang dibayarkan).
Langkah 2 Bagian Laba Investee Investasi BERTAMBAH sebesar persentase kepemilikan x laba bersih investee.
Langkah 3 Dividen Diterima Investasi BERKURANG sebesar persentase kepemilikan x dividen kas — dianggap pengembalian modal, bukan pendapatan.
Langkah 4 Saldo Akhir Nilai buku investasi = perolehan awal + bagian laba kumulatif - dividen kumulatif diterima.

Hitung dari Nol #2: Metode Ekuitas

Kasus: PT Investor membeli 30% saham PT Mitra Logistik seharga Rp300.000.000 (pengaruh signifikan). Tahun berjalan, PT Mitra Logistik melaporkan laba bersih Rp200.000.000 dan mengumumkan dividen kas Rp50.000.000.

LangkahPerhitunganNilai
1. Harga perolehan investasi (30%)DiberikanRp300.000.000
2. Laba bersih PT Mitra LogistikDiberikanRp200.000.000
3. Bagian laba investor30% x Rp200.000.000Rp60.000.000
4. Dividen kas diumumkan PT Mitra LogistikDiberikanRp50.000.000
5. Bagian dividen investor (pengurang investasi)30% x Rp50.000.000Rp15.000.000
6. Kenaikan neto nilai investasiRp60.000.000 - Rp15.000.000Rp45.000.000
7. Saldo investasi akhir periodeRp300.000.000 + Rp45.000.000Rp345.000.000
Hasil Akhir Rp345.000.000 Investasi naik Rp45.000.000 walau kas yang diterima investor hanya Rp15.000.000 — selisihnya adalah bagian laba yang "belum ditarik" dari investee.

Perbandingan: Metode Nilai Wajar vs Metode Ekuitas

AspekMetode Nilai Wajar (FVTPL)Metode Ekuitas
KepemilikanUmumnya < 20%, tanpa pengaruh signifikanUmumnya 20%-50%, ada pengaruh signifikan
Dasar penilaianHarga pasar (nilai wajar) sahamBagian ekuitas investor atas investee
Perlakuan dividenDiakui sebagai pendapatan dividenMengurangi saldo investasi
Perlakuan laba investeeTidak diakui langsung (hanya lewat harga pasar)Diakui proporsional sebagai penambah investasi
Prinsip pembeda utama: metode nilai wajar mengikuti harga pasar; metode ekuitas mengikuti kinerja fundamental investee.

Pelepasan (Penjualan) Investasi: Menghitung Laba/Rugi

Saat investasi dijual sebelum atau saat jatuh tempo, perusahaan membandingkan harga jual dengan nilai buku (carrying amount) investasi pada tanggal penjualan.

Laba/Rugi Pelepasan = Harga Jual − Nilai Buku Investasi
Contoh lanjutan dari kasus obligasi Slide 7: nilai buku obligasi akhir tahun 1 adalah Rp96.528.926. Jika obligasi tersebut dijual awal tahun 2 seharga Rp98.000.000, maka:
Rp98.000.000 − Rp96.528.926 = Rp1.471.074 (laba pelepasan)
Untuk saham metode ekuitas, nilai buku yang dibandingkan adalah saldo investasi terkini (setelah semua penyesuaian bagian laba dan dividen) — BUKAN harga perolehan awal.
Bagian 3 dari 3
Penyajian, Pengungkapan, dan Isu Praktis
Setelah memahami pencatatan, bagaimana investasi ini akhirnya muncul di laporan posisi keuangan yang dibaca investor dan kreditur?

Penyajian Investasi di Laporan Posisi Keuangan

Klasifikasi lancar/tidak lancar bergantung pada intensi manajemen dan horizon waktu investasi — bukan jenis instrumennya semata.

Aset Lancar (Investasi Jangka Pendek)
  • Dimaksudkan untuk dijual/dicairkan dalam 12 bulan.
  • Umumnya investasi FVTPL yang sangat likuid.
  • Disajikan setelah kas & setara kas.
Aset Tidak Lancar (Investasi Jangka Panjang)
  • Dimiliki untuk hubungan strategis jangka panjang.
  • Umumnya obligasi dimiliki hingga jatuh tempo & saham metode ekuitas.
  • Disajikan sebagai pos terpisah "Investasi pada Entitas Asosiasi".
Catatan atas laporan keuangan wajib mengungkapkan metode pengukuran, nilai wajar, dan risiko konsentrasi investasi — transparansi ini penting bagi investor publik di BEI.

Mini-Kasus: Portofolio Investasi Emiten (Ilustratif)

Situasi (Ilustrasi, Pola Umum Emiten IDX)

PT Nusantara Sejahtera Tbk memiliki dua pos investasi: (1) 4% saham BBCA senilai Rp80.000.000 yang dibeli untuk kelebihan kas jangka pendek, dan (2) 35% saham mitra logistiknya senilai Rp500.000.000 untuk memperkuat rantai pasok distribusi.

Pos (1): dicatat metode nilai wajar (FVTPL). Dividen BBCA yang diterima langsung menjadi pendapatan dividen; fluktuasi harga saham memengaruhi laba rugi setiap kuartal.
Pos (2): dicatat metode ekuitas. Bagian laba mitra logistik menambah nilai investasi; dividen yang diterima mengurangi saldo investasi, bukan pendapatan.

Miskonsepsi Umum yang Sering Menjebak Mahasiswa

Miskonsepsi 1 "Dividen selalu jadi pendapatan"
SALAH untuk metode ekuitas — dividen justru mengurangi saldo investasi, karena dianggap pengembalian modal yang sudah diakui lewat bagian laba.
Miskonsepsi 2 "Diskon obligasi berarti pendapatan bunga makin kecil"
SALAH — justru pendapatan bunga efektif LEBIH BESAR dari kas kupon, karena mencerminkan tingkat bunga pasar yang lebih tinggi saat pembelian.
Miskonsepsi 3 "Nilai buku investasi ekuitas = harga perolehan selamanya"
SALAH — nilai buku bergerak terus mengikuti bagian laba dan dividen investee, bisa naik atau turun dari harga perolehan awal.
Miskonsepsi 4 "Semua investasi saham diperlakukan sama"
SALAH — persentase kepemilikan dan tingkat pengaruh menentukan metode yang sama sekali berbeda (nilai wajar vs ekuitas vs konsolidasi).

Latihan Kelas: Kerjakan Sebelum Sesi Berikutnya

Soal 1 — Obligasi

PT Cahaya membeli obligasi nominal Rp200.000.000, kupon 6% per tahun, jatuh tempo 2 tahun, tingkat bunga pasar 9%. Hitung: (a) harga perolehan, (b) diskon/premium saat perolehan, (c) pendapatan bunga efektif tahun 1, (d) nilai buku akhir tahun 1.

Soal 2 — Metode Ekuitas

PT Delta memiliki 25% saham PT Elang, dibeli seharga Rp400.000.000. Tahun berjalan PT Elang melaporkan laba Rp160.000.000 dan membagikan dividen kas Rp40.000.000. Hitung saldo akhir investasi PT Delta.

Bawa hasil perhitungan Anda ke sesi berikutnya untuk dibahas bersama sebelum masuk ke topik Laporan Arus Kas.

Ringkasan & Jembatan ke Pertemuan Berikutnya

Yang Sudah Anda Kuasai
  • Tiga motivasi & tiga klasifikasi investasi menurut PSAK 71.
  • Pencatatan obligasi dengan metode bunga efektif (diskon/premium).
  • Perbedaan metode nilai wajar vs metode ekuitas untuk saham.
  • Menghitung laba/rugi pelepasan investasi dan penyajiannya di laporan.
Pertemuan Berikutnya
LAPORAN ARUS KAS
Semua transaksi yang sudah Anda pelajari sepanjang semester — kas, piutang, aset tetap, liabilitas, ekuitas, dan investasi — akan disatukan dalam satu laporan yang menelusuri ke mana kas perusahaan sesungguhnya mengalir.