stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Perseroan Terbatas — Dividen, Stock Split, Treasury Stock
RPS minggu 13 · 2x50 menit

Perseroan Terbatas

Dividen, Stock Split, dan Treasury Stock

Pertemuan 12 — Pengantar Akuntansi II · Program Studi Manajemen, FEB UNDIP

Bagian 1 dari 3
Dividen: Tunai, Properti, dan Saham
Bagaimana laba ditahan berpindah ke pemegang saham — dan jurnal apa yang menyertainya di tiap tanggal penting.

Jenis-Jenis Dividen

Dividen Tunai
Kas dibagikan langsung ke pemegang saham. Jenis paling umum di BEI, misalnya dividen tahunan BBRI.
Dividen Properti
Aset non-kas dibagikan (barang dagang, surat berharga milik perusahaan lain).
Dividen Saham
Saham tambahan perusahaan sendiri dibagikan — tidak mengurangi kas, hanya menggeser pos ekuitas.

Ada juga dividen likuidasi: dividen yang melebihi laba ditahan, sehingga sebagian mengembalikan modal disetor kepada pemegang saham.

Empat Tanggal Penting Dividen Tunai

DeclarationTgl PengumumanEx-DividendTgl Cum-Dividen LewatRecordTgl PencatatanPaymentTgl Pembayaran
  • Declaration date — direksi umumkan dividen; jurnal dicatat, liabilitas timbul
  • Ex-dividend date — batas beli-jual; pembeli setelah tanggal ini tidak berhak dividen
  • Record date — daftar pemegang saham berhak dikunci; tidak ada jurnal
  • Payment date — kas benar-benar dibayarkan; jurnal dicatat, liabilitas lunas

Hitung dari Nol #1 — Jurnal Dividen Tunai

PT Mentari Nusantara punya 500.000 lembar saham biasa beredar (nominal Rp1.000/lembar). Direksi mengumumkan dividen tunai Rp150 per lembar.

LangkahPerhitunganNilai
1. Saham beredardiberikan500.000 lembar
2. Dividen per lembardiberikanRp150
3. Total dividen tunai500.000 x Rp150Rp75.000.000
4. Jurnal tgl pengumumanDr Dividen Tunai / Cr Utang DividenRp75.000.000
5. Jurnal tgl pembayaranDr Utang Dividen / Cr KasRp75.000.000
Total Kas Keluar
Rp75.000.000
= 500.000 lembar x Rp150

Walkthrough — Dividen Properti & Dividen Likuidasi

Kasus A · Dividen Properti

PT Anggrek Jaya memiliki saham PT lain senilai buku Rp40.000.000, kini bernilai wajar Rp55.000.000, dan membagikannya sebagai dividen.

Langkah 1 — nilai kembali aset ke nilai wajar dulu: akui untung Rp15.000.000 (55.000.000 − 40.000.000).

Langkah 2 — baru catat dividen pada nilai wajar: Dr Laba Ditahan Rp55.000.000 / Cr Aset Investasi Rp55.000.000.

Kasus B · Dividen Likuidasi

PT Anggrek Jaya membagikan dividen Rp90.000.000, padahal saldo laba ditahan hanya Rp70.000.000.

Selisih Rp20.000.000 dibebankan ke Tambahan Modal Disetor — bukan laba ditahan, karena "modal" sedang dikembalikan.

Perusahaan wajib mengungkapkan hal ini kepada pemegang saham agar tidak keliru mengira ini murni laba.

Dividen Saham: Konsep & Alasan

Kenapa Perusahaan Melakukan Ini?
  • Menghemat kas tapi tetap "memberi sesuatu" ke pemegang saham
  • Menurunkan harga pasar per lembar agar lebih terjangkau
  • Memberi sinyal optimisme manajemen tanpa mengeluarkan kas
Aturan Kecil vs Besar
  • Kecil (< 20–25% saham beredar): dicatat pada nilai wajar (harga pasar)
  • Besar (> 20–25%): dicatat pada nilai nominal saja
  • Total ekuitas TIDAK berubah — hanya bergeser antar-pos

Hitung dari Nol #2 — Dividen Saham Kecil (Fair Value)

PT Nusantara Sejahtera: 1.000.000 lembar beredar (nominal Rp500/lembar), harga pasar kini Rp2.000/lembar. Diumumkan dividen saham 10%.

LangkahPerhitunganNilai
1. Lembar dividen saham10% x 1.000.000100.000 lembar
2. Total nilai wajar (Dr Laba Ditahan)100.000 x Rp2.000Rp200.000.000
3. Nilai nominal (Cr Saham Dibagikan)100.000 x Rp500Rp50.000.000
4. Tambahan modal disetor (Cr APIC)200.000.000 − 50.000.000Rp150.000.000
Pengurangan Laba Ditahan
Rp200.000.000
Dicatat pada nilai wajar karena <25%
Bandingkan · Jika Dividen 30% (Besar)
Rp150.000.000
300.000 x Rp500 (nilai nominal saja, tanpa APIC)
Bagian 2 dari 3
Stock Split: Memecah Nilai Nominal
Tidak ada jurnal keuangan — tapi dampaknya besar pada harga saham dan likuiditas perdagangan.

Konsep & Tujuan Stock Split

Mekanisme
  • Split 2-untuk-1: tiap 1 lembar lama menjadi 2 lembar baru
  • Nilai nominal per lembar dibagi dua, jumlah lembar dikali dua
  • Total nilai nominal & total ekuitas tidak berubah sama sekali
Tujuan Perusahaan
  • Menurunkan harga per lembar agar lebih terjangkau ritel
  • Meningkatkan likuiditas perdagangan di bursa
  • Sinyal kepercayaan diri manajemen atas prospek harga saham

Walkthrough — Dampak Stock Split 2-untuk-1

PT Cendana Makmur: 200.000 lembar beredar, nominal Rp1.000/lembar, harga pasar Rp8.000/lembar. Direksi umumkan split 2-untuk-1.

Sebelum Split
  • Lembar beredar: 200.000
  • Nilai nominal: Rp1.000/lembar
  • Total nilai nominal: Rp200.000.000
  • Harga pasar: Rp8.000/lembar
Sesudah Split (2:1)
  • Lembar beredar: 400.000
  • Nilai nominal: Rp500/lembar
  • Total nilai nominal: Rp200.000.000 (tetap)
  • Harga pasar teoretis: Rp4.000/lembar
Tidak ada jurnal akuntansi formal — hanya memorandum entry mencatat perubahan jumlah lembar & nilai nominal per lembar.

Coba Sendiri: Ubah Rasio Split, Amati Harga Teoretis

Ubah rasio stock split (mis. 3-untuk-1) atau harga pasar awal, lalu amati bagaimana lembar beredar, nilai nominal per lembar, dan harga teoretis menyesuaikan otomatis.

Perbandingan: Dividen Tunai vs Dividen Saham vs Stock Split

AspekDividen TunaiDividen SahamStock Split
Kas keluar?YaTidakTidak
Ada jurnal formal?YaYaTidak (memorandum)
Laba ditahan berkurang?YaYaTidak
Total ekuitas berubah?Ya (turun)TidakTidak
Nilai nominal per lembar?TetapTetapTurun proporsional

Semakin ke kanan tabel, semakin "kosmetik" dampaknya terhadap laporan keuangan — tapi semua tetap harus dicatat dengan disiplin yang sama.

Reverse stock split — kebalikannya: beberapa lembar lama digabung jadi satu lembar baru bernilai nominal lebih besar (mis. 1-untuk-5: 500 lembar @Rp100 → 100 lembar @Rp500, total nominal tetap Rp50.000.000). Tujuan umum: menghindari status penny stock atau syarat pencatatan minimum bursa — tetap hanya memorandum entry.
Bagian 3 dari 3
Treasury Stock: Saham Beli Kembali
Ketika perusahaan membeli sahamnya sendiri di pasar — dan bagaimana metode cost mencatatnya.

Treasury Stock: Konsep & Alasan Buyback

Apa Itu Treasury Stock?
  • Saham perusahaan sendiri yang dibeli kembali dan belum dipensiunkan
  • Bukan aset — dicatat sebagai pengurang ekuitas (kontra-ekuitas)
  • Tidak punya hak suara & tidak menerima dividen selama dimiliki perusahaan
Tiga Alasan Umum Buyback
  • Menaikkan harga saham saat dinilai pasar terlalu rendah
  • Cadangan untuk program opsi saham karyawan (ESOP)
  • Menghindari pengambilalihan paksa (hostile takeover)

Hitung dari Nol #3 — Pembelian Treasury Stock (Metode Cost)

PT Cahaya Abadi membeli kembali 20.000 lembar sahamnya sendiri di pasar seharga Rp3.500/lembar.

LangkahPerhitunganNilai
1. Lembar dibeli kembalidiberikan20.000 lembar
2. Harga beli per lembardiberikanRp3.500
3. Total kas keluar (Dr Saham Treasuri)20.000 x Rp3.500Rp70.000.000
4. JurnalDr Saham Treasuri / Cr KasRp70.000.000
Pengurang Ekuitas
Rp70.000.000
Metode cost — tidak melihat nominal/APIC awal

Walkthrough — Menjual Kembali Treasury Stock

Melanjutkan kasus PT Cahaya Abadi (cost Rp3.500/lembar). Kini dijual kembali dalam dua transaksi terpisah.

Kasus A · Dijual di Atas Cost

Jual 5.000 lembar @ Rp4.000 = Rp20.000.000 kas masuk.

Cost lembar tersebut: 5.000 x Rp3.500 = Rp17.500.000.

Selisih untung Rp2.500.000 → Cr Tambahan Modal Disetor - Treasuri (bukan laba rugi!).

Kasus B · Dijual di Bawah Cost

Jual 5.000 lembar berikutnya @ Rp3.000 = Rp15.000.000 kas masuk.

Cost lembar tersebut tetap: 5.000 x Rp3.500 = Rp17.500.000.

Selisih kurang Rp2.500.000 → didebit dulu ke APIC-Treasuri dari Kasus A (persis habis), baru sisanya ke Laba Ditahan.

Retirement (Pensiun) Treasury Stock

Beda dengan Sekadar "Disimpan"
  • Treasury stock biasa: masih bisa dijual lagi kapan pun
  • Retirement: saham dibatalkan permanen, status terbitnya dihapus
  • Setelah retirement, saham itu tidak bisa dijual kembali — harus diterbitkan ulang dari nol bila diperlukan
Dampak Jurnal
  • Akun Saham Biasa & APIC terkait dihapus proporsional dengan lembar yang dipensiunkan
  • Selisih dengan cost pembelian treasuri dibebankan ke APIC-Treasuri, lalu Laba Ditahan bila kurang
  • Total lembar saham terbit berkurang permanen — beda dengan treasury biasa yang lembar terbitnya tetap

Dampak Gabungan ke Statement of Stockholders' Equity

KomponenDividen TunaiDividen SahamTreasury StockSaham BiasatetapnaiktetapTambahan Modal Disetortetapnaik (jika kecil)tetap*Laba Ditahanturunturuntetap*Saham Treasuri (kontra)tetaptetapnaik (kontra)Total Ekuitasturuntetapturun

*berubah hanya jika saham treasuri dijual kembali di atas/bawah cost.

Latihan Kelas — Kerjakan Berpasangan (10 Menit)

Soal. PT Kartika Perdana memiliki 800.000 lembar saham beredar (nominal Rp1.000/lembar). Selama tahun berjalan, perusahaan:

  1. Mengumumkan & membayar dividen tunai Rp120/lembar
  2. Membeli kembali 15.000 lembar treasury stock @ Rp2.800/lembar
  3. Menjual kembali 5.000 lembar treasury stock tersebut @ Rp3.100/lembar

Instruksi: buat SELURUH jurnal untuk ketiga transaksi di atas, lalu hitung dampak total terhadap laba ditahan dan kas perusahaan.

Kumpulkan jawaban di akhir sesi; kita bahas bersama pada 15 menit terakhir pertemuan.

Ringkasan & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Yang Sudah Kita Pelajari
  • Dividen tunai, properti, saham — beda dasar pencatatan & dampak ekuitas
  • Empat tanggal dividen: hanya declaration & payment yang berjurnal
  • Stock split: memorandum entry, total nilai nominal tidak berubah
  • Treasury stock metode cost: beli, jual kembali, dan retirement
Pertemuan 13
  • Investasi pada surat utang & saham (obligasi, saham entitas lain)
  • Metode biaya vs metode ekuitas untuk investasi saham
  • Baca kembali PSAK terkait instrumen keuangan sebagai bekal