stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Perseroan Terbatas — Organisasi dan Transaksi Saham
Pengantar Akuntansi II · FEB UNDIP

Perseroan Terbatas — Organisasi dan Transaksi Saham

Dari badan hukum sampai pencatatan modal disetor

Memahami struktur PT, jenis saham, dan bagaimana transaksi saham dicatat sesuai SAK.

RPS minggu 12 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK A
Karakteristik PT
Menjelaskan karakteristik dan struktur organisasi Perseroan Terbatas dibanding bentuk usaha lain.
Sub-CPMK B
Jenis Saham
Membedakan saham biasa dan saham preferen beserta hak-hak yang melekat pada masing-masing.
Sub-CPMK C
Catat Penerbitan Saham
Menyusun jurnal penerbitan saham dengan nilai nominal, tanpa nilai nominal, dan untuk aset non-kas.
Sub-CPMK D
Treasury Stock
Mencatat pembelian dan penjualan kembali saham treasuri dengan metode harga perolehan (cost method).
Bagian 1 dari 3
Karakteristik, Struktur, dan Modal Perseroan Terbatas

Mengapa PT berbeda dari usaha perseorangan dan persekutuan, serta bagaimana modalnya berlapis.

Karakteristik Perseroan Terbatas

Keunggulan
  • Badan hukum terpisah dari pemiliknya (entitas mandiri)
  • Tanggung jawab terbatas — kerugian pemegang saham maksimal sebesar modal disetor
  • Kelangsungan hidup tidak bergantung pemilik tertentu (going concern)
  • Kepemilikan mudah dipindahtangankan lewat jual-beli saham
  • Mudah menghimpun modal besar dari banyak investor
Konsekuensi
  • Pajak berganda — laba dikenakan PPh Badan 22%, dividen ke pemegang saham juga kena pajak
  • Regulasi & pelaporan lebih ketat, khusus PT Terbuka wajib lapor ke OJK/BEI
  • Pemisahan kepemilikan (pemegang saham) dan pengelolaan (direksi) memicu masalah keagenan
  • Biaya pendirian & administrasi lebih tinggi dibanding usaha perseorangan

Sesuai UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas, PT adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal terbagi dalam saham.

Struktur Organisasi Perseroan Terbatas

RUPSRapat Umum Pemegang SahamDewan KomisarisMengawasi kebijakan direksiDireksiMengelola operasional PTManajemen & KaryawanMenjalankan kegiatan usaha harian

Tiga organ utama PT: RUPS (pemilik), Dewan Komisaris (pengawas), dan Direksi (pengelola) — pemisahan kepemilikan dan pengelolaan.

Anatomi Modal Saham: Empat Lapis

Modal Dasar (Authorized) — maksimum yang boleh diterbitkanModal Ditempatkan (Issued) — sudah benar-benar dijual ke investorModal Beredar (Outstanding)Ada di tangan investor publikTreasuryStock

Modal Beredar = Modal Ditempatkan − Saham Treasuri. Hanya saham beredar yang berhak menerima dividen & memberi hak suara.

Saham Biasa vs Saham Preferen

Saham Biasa (Common Stock)
  • Punya hak suara penuh di RUPS (1 saham = 1 suara)
  • Dividen tidak dijamin — bergantung keputusan RUPS & kinerja
  • Klaim atas aset saat likuidasi berada di urutan terakhir
  • Potensi kenaikan harga (capital gain) tidak terbatas
Saham Preferen (Preferred Stock)
  • Umumnya tanpa hak suara, tetapi dividen diprioritaskan
  • Dividen biasanya tetap (persentase dari nilai nominal)
  • Klaim atas aset saat likuidasi didahulukan dari saham biasa
  • Bisa bersifat kumulatif (dividen tertunggak wajib dibayar dulu)

Saham preferen adalah hibrida antara saham biasa dan obligasi — imbal hasil lebih pasti, tetapi upside terbatas.

Hak-hak Pemegang Saham Biasa

01
Hak Suara
Memilih direksi & komisaris, menyetujui keputusan strategis di RUPS.
02
Hak Dividen
Menerima bagian laba yang dibagikan, sebanding jumlah saham dimiliki.
03
Hak Preemptive
Diprioritaskan membeli saham baru agar persentase kepemilikan tidak terdilusi.
Hak preemptive ini alasan mengapa perusahaan sering menawarkan rights issue kepada pemegang saham lama sebelum menjual saham baru ke publik luas.
Bagian 2 dari 3
Pencatatan Penerbitan Saham

Bagaimana akuntan menjurnal saat perusahaan pertama kali menjual sahamnya ke investor.

Nilai Nominal, Nilai Wajar, dan Agio Saham

Nilai Nominal (Par Value)
  • Nilai yang tercantum di akta pendirian & sertifikat saham
  • Menentukan jumlah minimum modal disetor secara hukum
  • Tidak mencerminkan harga pasar riil saham
Nilai Wajar (Fair Value / Harga Jual)
  • Harga sesungguhnya yang dibayar investor saat membeli
  • Ditentukan penawaran-permintaan pasar, atau kesepakatan saat IPO
  • Hampir selalu lebih tinggi dari nilai nominal
Agio Saham = Harga Jual − Nilai Nominal

Selisih ini dicatat sebagai Agio Saham (Additional Paid-in Capital) — bagian dari ekuitas, bukan laba.

Hitung dari Nol #1: Penerbitan Saham dengan Agio

PT Nusantara Sejahtera menerbitkan 10.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp1.000/lembar, dijual tunai seharga Rp2.500/lembar.

LangkahPerhitunganNilai
1. Kas diterima (debit Kas)10.000 lembar x Rp2.500Rp25.000.000
2. Modal Saham nilai nominal (kredit)10.000 lembar x Rp1.000Rp10.000.000
3. Agio Saham — selisih (kredit)Rp25.000.000 − Rp10.000.000Rp15.000.000
Total Modal Disetor Rp25.000.000

Saham Tanpa Nilai Nominal & Aset Non-Kas

Walkthrough A — Tanpa Nilai Nominal (No-Par)
  • PT menerbitkan saham tanpa mencantumkan nilai nominal di akta
  • Seluruh hasil penjualan dicatat langsung sebagai Modal Saham
  • Tidak ada akun Agio Saham terpisah — tidak ada selisih yang dihitung
Walkthrough B — Dibayar Aset Non-Kas
  • Investor menyetor tanah/bangunan/peralatan, bukan uang tunai
  • Aset dicatat sebesar nilai wajar (fair value) aset tersebut, bukan taksiran sepihak
  • Jika nilai wajar tak dapat ditentukan, pakai nilai wajar saham yang diterbitkan

Latihan: Jurnal Penerbitan Saham

Instruksi: PT Cahaya Mandiri menerbitkan 5.000 lembar saham biasa nilai nominal Rp2.000/lembar, dijual tunai seharga Rp3.200/lembar. Susun jurnal lengkap (Kas, Modal Saham, Agio Saham) sebelum melanjutkan ke slide berikutnya.
Langkah 1
Hitung total kas diterima = jumlah lembar x harga jual.
Langkah 2
Hitung Modal Saham = jumlah lembar x nilai nominal.
Langkah 3
Hitung Agio Saham = selisih langkah 1 dan langkah 2.
Bagian 3 dari 3
Treasury Stock & Penyajian Ekuitas

Saat perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri — dan bagaimana semuanya tersaji di laporan posisi keuangan.

Mengapa Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya?

Alasan Umum Buyback
  • Menaikkan harga saham saat dianggap undervalued di pasar
  • Menyediakan saham untuk opsi kompensasi karyawan/direksi
  • Bertahan dari upaya pengambilalihan paksa (hostile takeover)
  • Mengurangi jumlah saham beredar agar laba per saham (EPS) naik
Sifat Saham Treasuri
  • Bukan aset perusahaan — tidak menghasilkan pendapatan
  • Mengurangi (kontra) ekuitas, bukan menambah aset
  • Tidak punya hak suara & tidak menerima dividen
  • Bisa dijual kembali, dibagikan, atau dihapuskan (ditarik permanen)

Hitung dari Nol #2: Treasury Stock — Metode Cost

PT Nusantara Sejahtera membeli kembali 1.000 lembar saham treasuri @Rp3.000, lalu menjual kembali 400 lembar @Rp3.500.

LangkahPerhitunganNilai
1. Beli treasuri (debit Treasury Stock)1.000 lembar x Rp3.000Rp3.000.000
2. Jual kembali 400 lembar (debit Kas)400 lembar x Rp3.500Rp1.400.000
3. Harga pokok (cost) 400 lembar terjual (kredit Treasury Stock)400 lembar x Rp3.000Rp1.200.000
4. Selisih untung → Agio Saham Treasuri (kredit)Rp1.400.000 − Rp1.200.000Rp200.000
Sisa Treasury Stock di Neraca 600 lbr x Rp3.000 = Rp1.800.000

Dampak Treasury Stock terhadap Ekuitas

Treasury Stock disajikan sebagai pengurang (kontra) total ekuitas — bukan aset, bukan beban. Nilainya selalu bertanda negatif di bagian ekuitas.
Sebelum Buyback
Total Ekuitas = Modal Saham + Agio + Laba Ditahan
Setelah Buyback
Total Ekuitas = (Modal Saham + Agio + Laba Ditahan) − Treasury Stock

Efek lanjutan: jumlah saham beredar turun → laba per saham (EPS) cenderung naik, meski laba bersih tidak berubah.

Format Penyajian Ekuitas PT di Neraca

Komponen EkuitasContoh Nilai
Modal Saham — Saham Biasa (nilai nominal)Rp10.000.000
Agio Saham (Additional Paid-in Capital)Rp15.000.000
Laba Ditahan (Retained Earnings)Rp8.500.000
Dikurangi: Treasury Stock (kontra-ekuitas)(Rp1.800.000)
Total Ekuitas Pemegang SahamRp31.700.000

Urutan penyajian: Modal Saham → Agio → Laba Ditahan → (Treasury Stock) — sesuai konvensi penyajian ekuitas berdasar SAK.

Kasus Nyata: Buyback & Right Issue di IDX

Contoh Buyback
  • Beberapa emiten besar mengumumkan program buyback saat harga saham dinilai undervalued pasca koreksi pasar
  • Dana buyback dialokasikan dari kas internal, dilaporkan ke OJK & BEI sesuai peraturan pasar modal
Contoh Rights Issue
  • Bank & perusahaan teknologi seperti GoTo pernah menambah modal lewat rights issue untuk ekspansi
  • Pemegang saham lama diprioritaskan membeli dulu — mencerminkan hak preemptive dari Slide 8
Kedua aksi korporasi ini adalah dua sisi mata uang yang sama: mengelola struktur modal ekuitas PT sesuai kebutuhan strategis.

Ringkasan & Jembatan ke Pertemuan Berikutnya

Yang Sudah Kita Pelajari
  • PT = badan hukum terpisah, tanggung jawab terbatas, tiga organ (RUPS-Komisaris-Direksi)
  • Modal berlapis: Dasar → Ditempatkan → Beredar (+ Treasury)
  • Saham biasa vs preferen, dan hak-hak pemegang saham biasa
  • Jurnal penerbitan saham (nominal, no-par, non-kas) & treasury stock metode cost
Pertemuan Berikutnya
  • Kebijakan & jenis dividen (tunai, saham, properti)
  • Stock split dan dampaknya terhadap nilai nominal & jumlah saham
  • Laporan perubahan ekuitas secara menyeluruh