‹ Daftar slidePertemuan 2: Kitab-Kitab Utama Ajaran Khonghucu: Sishu dan Wujing
MKWK • Prodi Umum • FEB UNDIP
Pendidikan Agama Khonghucu
Pertemuan 2 — Kitab-Kitab Utama Ajaran Khonghucu: Sishu dan Wujing
Mengenal Kitab Suci Sishu (Kitab Yang Empat) dan Wujing (Kitab Yang Lima) sebagai sumber ajaran Khonghucu, isi ringkas tiap kitab, dan mengapa keduanya menjadi rujukan hidup umat.
RPS MINGGU 2 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
SASARAN 1
Sishu
Kitab Yang Empat
Mahasiswa mampu menyebutkan dan menjelaskan isi ringkas keempat kitab: Da Xue, Zhong Yong, Lun Yu, dan Meng Zi.
SASARAN 2
Wujing
Kitab Yang Lima
Mahasiswa mampu menyebutkan dan menjelaskan isi ringkas kelima kitab: Shi Jing, Shu Jing, Yi Jing, Li Jing, dan Chun Qiu.
Selain hafal nama, sasaran utama adalah memahami fungsi tiap kitab bagi kehidupan sehari-hari umat — bukan sekadar daftar judul kuno.
Mengapa Kita Perlu Belajar Kitab Suci?
Setiap agama memiliki kitab suci sebagai sumber ajaran dan pedoman hidup. Bagi umat Khonghucu (dikenal sebagai agama Ru Jiao, "ajaran kaum terpelajar"), kitab suci bukan hanya bacaan sejarah, tetapi tuntunan moral yang dipakai hingga hari ini.
Analogi sederhana: kalau mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) punya buku wajib seperti "Prinsip Ekonomi" karya Mankiw sebagai rujukan dasar, umat Khonghucu punya Sishu dan Wujing sebagai rujukan dasar kehidupan beragama.
Kitab-kitab ini disusun ulang dan disistematisasi terutama oleh Confucius (Kong Zi, 551–479 SM) dan murid-muridnya, lalu diberi ulasan mendalam oleh cendekiawan Zhu Xi (Cu Hi) pada masa Dinasti Song.
Bagian 1 dari 3
Sishu — Kitab Yang Empat
Da Xue, Zhong Yong, Lun Yu, dan Meng Zi: kitab dasar pembinaan diri dan kebijaksanaan hidup.
Sishu: Susunan dan Makna Nama
Sishu (四書, "Kitab Yang Empat") adalah kumpulan empat kitab yang disusun dan diberi ulasan sistematis oleh Zhu Xi (Cu Hi) pada abad ke-12. Kitab ini menjadi materi dasar pembinaan diri sebelum mempelajari Wujing yang lebih luas.
No.
Nama Kitab (Mandarin)
Arti / Fokus Utama
1
Da Xue (大學)
Ajaran Besar — pembinaan diri menuju negara harmonis
2
Zhong Yong (中庸)
Tengah Sempurna — jalan tengah, keseimbangan hidup
3
Lun Yu (論語)
Sabda Suci — kumpulan ajaran lisan Confucius
4
Meng Zi (孟子)
Kitab Mencius — pengembangan ajaran oleh murid utama
Da Xue — Ajaran Besar
ISI POKOK
Delapan langkah pembinaan: meneliti hakekat perkara, mencukupkan pengetahuan, meluruskan hati, mengokohkan tekad, membina diri, membereskan rumah tangga, mengatur negara, mendamaikan dunia.
Menjadi kerangka besar seluruh mata kuliah ini (lihat pertemuan 5, 6, dan 7).
Diri baik → Keluarga harmonis → Negara tertib → Dunia damai
Glosarium: "Hakekat perkara" = inti/dasar sejati suatu hal, bukan sekadar tampak luarnya.
Zhong Yong — Tengah Sempurna
Zhong Yong berarti "Jalan Tengah" atau "Tengah Sempurna" — ajaran tentang keseimbangan (tidak berlebihan, tidak kekurangan) sebagai landasan watak sejati manusia yang selaras dengan Firman Tuhan.
KONSEP KUNCI
Zhong
Tengah / seimbang
Tidak condong ke satu sisi ekstrem — mengelola emosi dan tindakan secara proporsional.
KONSEP KUNCI
Yong
Awet / konsisten
Sikap tengah itu dijalankan terus-menerus, bukan sesekali saja.
Lun Yu — Sabda Suci Confucius
Lun Yu (dikenal umat Khonghucu Indonesia sebagai Sabda Suci) adalah kitab paling terkenal dari Sishu: kumpulan 20 bab percakapan dan ajaran lisan Confucius bersama murid-muridnya, dicatat setelah beliau wafat.
Contoh sabda terkenal: "Jangan lakukan pada orang lain apa yang tidak kau inginkan orang lain lakukan padamu." — prinsip timbal balik (Shu) yang mirip "kaidah emas" di banyak agama dan etika bisnis modern.
BENTUK
Dialog tanya-jawab murid ke guru
Kalimat pendek, mudah diingat
Bahasa sehari-hari, bukan bahasa istana
RELEVANSI
Rujukan etika kerja & kejujuran
Dipakai umat dalam ibadah sehari-hari
Sumber utama kutipan bijak Khonghucu
Meng Zi — Kitab Mencius
Meng Zi disusun oleh murid dan penerus ajaran Confucius, Mencius (372–289 SM), sekitar seabad setelah Confucius wafat. Kitab ini memperkuat dan mempertajam gagasan pendahulunya, terutama tentang watak dasar manusia.
Watak dasar manusia = BAIK sejak lahir (perlu dijaga & dipupuk lewat pendidikan)
Gagasan ini menjadi jembatan ke pertemuan kesebelas: bagaimana watak baik itu bisa terpengaruh oleh lingkungan pergaulan, dan pertemuan kedua belas tentang peran pendidikan membentuk karakter.
Hitung dari Nol: Menelusuri 8 Langkah Da Xue
Topik ini bersifat non-numerik, jadi kita telusuri urutannya langkah demi langkah seperti alur logis — dari titik paling dasar (individu) sampai titik paling luas (dunia).
Tahap
Langkah (Mandarin ringkas)
Makna Praktis
1
Ge Wu — meneliti hakekat perkara
Amati & pahami persoalan sampai ke akarnya
2
Zhi Zhi — mencukupkan pengetahuan
Lengkapi wawasan dari hasil pengamatan tadi
3
Cheng Yi — mengimankan tekad
Niatkan kebaikan dengan tulus, tanpa pura-pura
4
Zheng Xin — meluruskan hati
Kendalikan emosi agar pikiran jernih
5
Xiu Shen — membina diri
Perbaiki perilaku & kebiasaan pribadi
6
Qi Jia — membereskan rumah tangga
Terapkan kebaikan pada keluarga terdekat
7
Zhi Guo — mengatur negara
Perluas dampak baik ke ranah publik/negara
8
Ping Tianxia — mendamaikan dunia
Dampak kebaikan sampai skala global
KESIMPULAN ALUR
1 → 8
Individu → keluarga → negara → dunia
Coba Sendiri: Jalankan Rangkaian Ba Tiao Mu
Klik tiap langkah dari Ge Wu sampai Ping Tianxia untuk melihat bagaimana dampak kebaikan meluas dari diri sendiri ke seluruh dunia.
Bagian 2 dari 3
Wujing — Kitab Yang Lima
Shi Jing, Shu Jing, Yi Jing, Li Jing, dan Chun Qiu: kumpulan kitab klasik yang lebih tua dan lebih luas cakupannya.
Wujing: Susunan dan Makna Nama
Wujing (五經, "Kitab Yang Lima") adalah kumpulan kitab klasik yang jauh lebih tua daripada Sishu — sebagian isinya sudah ada sejak sebelum Confucius lahir, lalu disunting dan diwariskan oleh beliau.
No.
Nama Kitab (Mandarin)
Arti / Fokus Utama
1
Shi Jing (詩經)
Kitab Sanjak/Puisi — kumpulan syair rakyat & istana
2
Shu Jing (書經)
Kitab Dokumentasi — catatan sejarah pemerintahan kuno
3
Yi Jing (易經)
Kitab Perubahan — filsafat perubahan alam semesta
4
Li Jing (禮經)
Kitab Kesusilaan — tata krama & upacara
5
Chun Qiu (春秋)
Kitab Musim Semi & Gugur — catatan sejarah negara Lu
Shi Jing & Shu Jing: Sastra dan Sejarah
SHI JING — KITAB SANJAK
Kumpulan ±305 syair dari berbagai daerah Tiongkok kuno
Mencerminkan kehidupan rakyat, cinta, kerja, dan kritik sosial
Confucius memakainya untuk mengajarkan kepekaan rasa & bahasa
SHU JING — KITAB DOKUMENTASI
Catatan pidato & keputusan raja-raja kuno (Dinasti Xia, Shang, Zhou)
Sumber teladan pemerintahan yang adil & bijaksana
Rujukan penting bagi konsep kepemimpinan dalam ajaran Khonghucu
Yi Jing — Kitab Perubahan
Yi Jing (I Ching) adalah kitab filsafat tertua dan paling terkenal secara global. Intinya: segala sesuatu di alam semesta selalu berubah, mengikuti pola siklus yin dan yang.
Dari Yi Jing muncul konsep 64 kombinasi simbol (heksagram) yang menggambarkan berbagai situasi kehidupan — dipakai sebagai bahan refleksi, bukan ramalan pasti tanpa usaha.
Li Jing & Chun Qiu: Tata Krama dan Sejarah Kritis
LI JING — KITAB KESUSILAAN
Aturan tata krama, sopan santun, dan upacara/ibadah
Dasar tata cara sembahyang umat Khonghucu Indonesia
Rujukan langsung pertemuan 10: tata cara ibadah & hari besar
CHUN QIU — MUSIM SEMI & GUGUR
Catatan sejarah kronologis negara Lu (kampung halaman Confucius)
Ditulis dengan pilihan kata yang menyiratkan kritik moral
Satu-satunya kitab yang diyakini ditulis langsung oleh Confucius
Hitung dari Nol: Memetakan 9 Kitab ke Fungsinya
Latihan menyusun peta konsep: sembilan kitab (4 Sishu + 5 Wujing) dikelompokkan berdasarkan fungsi utamanya. Kita telusuri pengelompokan ini satu demi satu.
Langkah
Kelompok Fungsi
Kitab yang Masuk
1
Pembinaan diri
Da Xue, Zhong Yong (dari Sishu)
2
Ajaran & sabda moral
Lun Yu, Meng Zi (dari Sishu)
3
Sastra & bahasa
Shi Jing (dari Wujing)
4
Sejarah & kepemimpinan
Shu Jing, Chun Qiu (dari Wujing)
5
Filsafat perubahan
Yi Jing (dari Wujing)
6
Tata krama & ibadah
Li Jing (dari Wujing)
TOTAL KITAB UTAMA
4 + 5 = 9
Sishu (4) + Wujing (5)
Bagian 3 dari 3
Kedudukan Kitab dalam Kehidupan Umat
Bagaimana Sishu dan Wujing dipakai umat Khonghucu Indonesia hari ini, dan mengapa memahaminya penting bagi Anda sebagai mahasiswa lintas-agama.
Dari Kitab ke Praktik Ibadah
DI LITANG / KLENTENG
Li Jing
Tata cara sembahyang
Menjadi acuan urutan & tata krama upacara, termasuk sembahyang leluhur dan hari besar seperti Imlek dan Cheng Beng.
DALAM PEMBELAJARAN
Sishu
Materi dasar rohaniwan
Dipelajari lebih dulu oleh calon Jiaosheng/Wenshi (penyuluh agama) sebelum mendalami Wujing.
MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menetapkan terjemahan resmi Kitab Sishu (2012) sebagai rujukan baku bagi umat di Indonesia — inilah salah satu referensi utama mata kuliah kita.
Latihan Kelas: Cocokkan Kitab dengan Fungsinya
Diskusikan berpasangan (3 menit), lalu jawab lisan. Tuliskan nama kitab yang paling tepat untuk tiap situasi berikut ini.
No.
Situasi
1
Anda ingin tahu urutan tata cara sembahyang leluhur yang benar.
2
Anda ingin membaca kumpulan sabda pendek Confucius untuk motivasi harian.
3
Anda ingin memahami filsafat tentang siklus perubahan yin dan yang.
4
Anda ingin memahami delapan langkah pembinaan diri menuju negara harmonis.
Kunci jawaban (didiskusikan di kelas): 1) Li Jing • 2) Lun Yu • 3) Yi Jing • 4) Da Xue.
Rangkuman & Persiapan Minggu Depan
RANGKUMAN HARI INI
Sishu (4 kitab): Da Xue, Zhong Yong, Lun Yu, Meng Zi — fondasi pembinaan diri
Wujing (5 kitab): Shi Jing, Shu Jing, Yi Jing, Li Jing, Chun Qiu — klasik lintas bidang
Total 9 kitab utama, disusun & disunting Confucius, diberi ulasan sistematis oleh Zhu Xi
MINGGU DEPAN • PERTEMUAN 3
Jalan Suci
Konsep Dao & pembinaan diri
Tugas: baca ringkasan Da Xue dari Kitab Sishu (MATAKIN, 2012) sebagai bekal diskusi konsep Dao pekan depan.