‹ Daftar slidePertemuan 1: Sejarah dan Perkembangan Agama Khonghucu di Indonesia
Mata Kuliah Wajib Kurikulum • FEB UNDIP
Pendidikan Agama Khonghucu
Pertemuan 1 — Sejarah dan Perkembangan Agama Khonghucu di Indonesia
Dari Kongzi (Confucius) di Tiongkok kuno, migrasi ke Nusantara, hingga perjuangan pengakuan negara Republik Indonesia.
RPS minggu 1 • 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan sejarah dan perkembangan agama Khonghucu, termasuk perjalanannya di Indonesia. Secara rinci:
CAPAIAN 1
ASAL-USUL
Menjelaskan kehidupan Kongzi (Confucius) dan konteks zaman lahirnya ajaran ini di Tiongkok kuno.
CAPAIAN 2
INTI AJARAN
Mengenali istilah kunci — Ren, Li, Xiao, Junzi — sebagai fondasi etika Khonghucu.
CAPAIAN 3
NUSANTARA
Menjelaskan bagaimana ajaran Khonghucu masuk dan berkembang di Indonesia melalui migrasi dan organisasi.
CAPAIAN 4
PENGAKUAN
Memahami pasang-surut status hukum agama Khonghucu di Indonesia hingga menjadi agama resmi ke-6.
Mengapa Sejarah Ini Penting Dipelajari?
Bayangkan Anda bertemu tetangga atau rekan kerja yang merayakan Imlek (tahun baru berdasarkan kalender lunar Tionghoa) atau beribadah di klenteng (rumah ibadah bercorak Tionghoa) di kawasan Pecinan Semarang. Tiga pertanyaan sering muncul:
PERTANYAAN 1
ASAL
Dari mana ajaran ini berasal, dan apakah Khonghucu itu filsafat atau agama?
PERTANYAAN 2
JALUR MASUK
Bagaimana ajaran dari Tiongkok bisa berakar kuat di bumi Nusantara?
PERTANYAAN 3
STATUS
Mengapa agama ini sempat "hilang" dari KTP warga Indonesia selama puluhan tahun?
Ketiga pertanyaan itu mencerminkan bahwa memahami sejarah agama adalah bagian dari membangun toleransi — salah satu tujuan utama mata kuliah ini.
Bagian 1 dari 3
Akar Ajaran di Tiongkok Kuno
Siapa Kongzi, zaman penuh kekacauan yang melahirkan ajarannya, inti ajarannya, dan bagaimana ajaran itu berubah menjadi agama negara di Tiongkok.
551–479 SMZaman ChunqiuDinasti Han
Siapa Kongzi (Confucius)?
IDENTITAS
551–479 SM
Lahir di negeri Lu (kini Provinsi Shandong, Tiongkok). Nama aslinya Kong Qiu; gelar hormat "Kongzi" berarti Guru Kong.
PERJALANAN HIDUP
Yatim sejak kecil, hidup sederhana & giat belajar
Menjadi pejabat & guru pengembara keliling negeri
Mengajar ribuan murid tanpa membedakan status sosial
Ajarannya dicatat murid-muridnya dalam kitab Lunyu (Sabda Suci)
Kongzi tidak pernah mengaku sebagai nabi atau dewa — ia menyebut dirinya "penerus" yang mewariskan kebijaksanaan leluhur, bukan pencipta ajaran baru.
Konteks Zaman: Mengapa Ajaran Ini Lahir?
Kongzi hidup pada Zaman Chunqiu (Musim Semi dan Gugur, sekitar 770–476 SM) — masa ketika kekuasaan Dinasti Zhou melemah dan negeri-negeri kecil saling berperang memperebutkan kekuasaan.
GAMBARAN KEKACAUAN SOSIAL
Empat Istilah Kunci Ajaran Kongzi
Seluruh ajaran Kongzi bisa dirangkum dalam empat istilah — akan terus muncul sepanjang semester ini:
REN (仁)
CINTA KASIH
Kepedulian & kemanusiaan — memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.
LI (礼)
KESUSILAAN
Tata krama & sopan-santun yang menjaga keteraturan hubungan sosial.
XIAO (孝)
BAKTI
Hormat & bakti kepada orang tua — fondasi keharmonisan keluarga & masyarakat.
JUNZI (君子)
SUSILAWAN
Manusia berbudi luhur — teladan moral yang menjadi cita-cita setiap murid Kongzi.
Dari Ajaran Guru Menjadi Agama Negara
Sepeninggal Kongzi, ajarannya tidak langsung menjadi "agama" — perjalanannya melalui beberapa tahap penting:
Tahap
Tokoh / Peristiwa
Perkembangan
1. Penerus utama
Mengzi (±372–289 SM)
Mengembangkan ajaran Kongzi, menegaskan bahwa manusia dasarnya baik
2. Pembukuan ajaran
Murid-murid generasi berikutnya
Menyusun kitab Sishu (Empat Kitab) & Wujing (Lima Klasik)
3. Jadi ideologi negara
Dinasti Han (±136 SM)
Kaisar Han Wudi menjadikan ajaran Kongzi (Ru Jiao) landasan resmi pemerintahan
Sejak saat itu ajaran Kongzi disebut Ru Jiao (agama kaum terpelajar) — istilah inilah yang diterjemahkan menjadi "agama Khonghucu" di Indonesia. Kitab Sishu & Wujing akan kita bahas isinya di pertemuan 2.
Hitung dari Nol: Berapa Usia Kongzi Saat Wafat?
Sumber sejarah umumnya mencatat Kongzi lahir 551 SM dan wafat 479 SM. Karena keduanya "Sebelum Masehi" (SM), penghitungan usia dilakukan dengan mengurangkan angka tahun yang lebih kecil:
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tahun lahir (versi umum)
—
551 SM
2. Tahun wafat
—
479 SM
3. Usia saat wafat
551 − 479
72 tahun
4. Jarak dari sekarang (2026 M)
2026 + 551
≈ 2.577 tahun lalu
HASIL
72 TAHUN
Usia Kongzi wafat — ajarannya bertahan ≈ 2.500 tahun lebih
Bagian 2 dari 3
Khonghucu Masuk & Berkembang di Nusantara
Bagaimana ajaran dari Tiongkok menyeberang lautan, berakar di kelenteng, dan berkembang menjadi organisasi keagamaan modern di Indonesia.
Migrasi TionghoaKlentengMATAKIN
Jalur Masuk: Migrasi & Perdagangan
JALUR DAGANG
SEJAK ABAD KE-15
Pedagang & perantau Tionghoa singgah & menetap di pesisir Nusantara — Semarang, Batavia, Surabaya, Palembang.
YANG DIBAWA PERANTAU
Ajaran Kongzi sebagai pedoman hidup keluarga
Tradisi Imlek, sembahyang leluhur, hari besar keagamaan
Kepercayaan berbaur dengan Buddha & Tao
Kisah pelayaran Cheng Ho (laksamana muslim Tionghoa, awal abad ke-15) sering dikaitkan dengan cikal-bakal komunitas Tionghoa di Semarang — jejaknya masih terlihat di Kelenteng Sam Poo Kong.
Coba Sendiri: Posisi Umat Khonghucu dalam Komposisi Agama Indonesia
Susun komposisi enam agama resmi Indonesia satu per satu dan temukan posisi umat Khonghucu di dalamnya.
Kelenteng: Rumah Ibadah Awal yang Berbaur
Kelenteng (rumah ibadah bercorak Tionghoa) menjadi pusat ibadah pertama komunitas Tionghoa-Indonesia — bukan khusus Khonghucu, melainkan berbaur dalam tradisi yang disebut Tridharma (Tiga Ajaran).
AJARAN 1
KHONGHUCU
Etika & tata krama kehidupan bermasyarakat
AJARAN 2
BUDDHA
Ajaran pembebasan & kasih sayang universal
AJARAN 3
TAO
Keselarasan dengan alam semesta
Karena berbaur dalam satu kelenteng inilah, identitas agama Khonghucu sebagai agama tersendiri sering kabur di mata publik — ini akan menjadi salah satu akar masalah pengakuan negara di Bagian 3.
Kebangkitan Modern: THHK & Boen Bio
Memasuki abad ke-20, muncul organisasi yang secara khusus menegaskan Khonghucu sebagai agama tersendiri — bukan sekadar tradisi campuran kelenteng:
1900 — BATAVIA
THHK
Tiong Hoa Hwee Koan — sekolah modern pertama yang mengajarkan ajaran Kongzi & bahasa Mandarin secara sistematis kepada anak-anak Tionghoa-peranakan.
1907 — SURABAYA
BOEN BIO
Kelenteng yang khusus didedikasikan untuk penghormatan Kongzi — berbeda dari kelenteng Tridharma umumnya, menjadi cikal-bakal rumah ibadah Khonghucu murni.
Dua tonggak ini menandai pergeseran penting: Khonghucu mulai diorganisasi sebagai agama dengan identitas mandiri, lengkap dengan pendidikan & rumah ibadah khususnya sendiri.
Konsolidasi Nasional: Lahirnya MATAKIN
Setelah kemerdekaan, organisasi-organisasi lokal Khonghucu di berbagai kota perlu disatukan menjadi satu wadah nasional.
MATAKIN — MAJELIS TINGGI AGAMA KHONGHUCU INDONESIA
Didirikan 1955, menyatukan perkumpulan Khonghucu se-Indonesia
Berperan sebagai otoritas keagamaan tertinggi — menyusun tata ibadah & kalender keagamaan
Menjadi juru bicara resmi umat Khonghucu di hadapan pemerintah
Akan berperan besar dalam perjuangan pengakuan negara (Bagian 3)
Referensi Tata Agama dan Tata Laksana Upacara Agama Khonghucu (MATAKIN, 1984) yang dipakai mata kuliah ini adalah produk langsung dari kerja konsolidasi MATAKIN.
Bagian 3 dari 3
Pasang-Surut Pengakuan Negara
Dari diakui sebagai agama resmi, dibungkam selama Orde Baru, hingga dipulihkan haknya penuh di era Reformasi.
19651967–20002000–2006
Fase 1 — Pengakuan Awal (Era Sukarno)
1965
PENPRES No. 1/1965
Presiden Sukarno menerbitkan Penetapan Presiden yang mengakui 6 agama resmi: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
MAKNA PENGAKUAN
Umat Khonghucu bisa mencatatkan agamanya secara resmi
Pernikahan & upacara adat Khonghucu diakui negara
Momentum positif setelah perjuangan MATAKIN sejak 1955
Fase 2 — Pembungkaman (Era Orde Baru)
1967
INPRES No. 14/1967
Presiden Soeharto menerbitkan Instruksi Presiden yang membatasi ekspresi budaya & keagamaan Tionghoa di ruang publik.
DAMPAK NYATA
Praktis hanya 5 agama yang dilayani administrasi negara
Umat Khonghucu terpaksa mencantumkan agama lain di KTP
Perayaan Imlek & ritual Khonghucu terbatas hanya di lingkup privat
Kebijakan ini adalah bagian dari kebijakan asimilasi paksa Orde Baru terhadap etnis Tionghoa — bukan hanya soal agama, tapi juga bahasa & budaya.
Hitung dari Nol: Berapa Lama Masa Pembungkaman?
Inpres 14/1967 membatasi ekspresi Khonghucu; baru dicabut lewat Keppres 6/2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur):
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tahun pembatasan mulai
Inpres No. 14/1967
1967
2. Tahun pencabutan
Keppres No. 6/2000
2000
3. Lama masa pembungkaman
2000 − 1967
33 tahun
4. Kepastian hukum administrasi (UU Adminduk)
2000 + 6
2006
HASIL
33 TAHUN
Lebih dari 3 dekade Khonghucu absen dari pengakuan administratif negara
Fase 3 — Pemulihan Penuh (Era Reformasi)
2000
KEPPRES No. 6/2000
Gus Dur mencabut Inpres 14/1967 — kebebasan budaya & agama Tionghoa dipulihkan.
2006
UU ADMINDUK
Khonghucu resmi tercantum sebagai agama ke-6 di administrasi kependudukan (KTP, KK, akta).
Sejak 2006, umat Khonghucu di Indonesia — termasuk yang tinggal di Semarang & sekitarnya — bisa kembali mencantumkan agamanya secara jujur, tanpa "menyamar" di dokumen resmi negara.
Coba Sendiri: Telusuri Tiga Fase Pengakuan Negara
Geser/klik titik waktu 1965–2006 untuk melihat bagaimana status Khonghucu berubah dari diakui, dibungkam, hingga dipulihkan penuh.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan 2
CHEAT SHEET HARI INI
Fase
Peristiwa Kunci
Tiongkok kuno
Kongzi (551–479 SM), Ren-Li-Xiao-Junzi, jadi ideologi Han (±136 SM)
Masuk Nusantara
Migrasi Tionghoa, kelenteng Tridharma, THHK 1900, Boen Bio 1907