‹ Daftar slidePertemuan 2: Konsep Tauhid dan Implikasinya terhadap Kehidupan
Mata Kuliah Wajib Umum • FEB UNDIP
Pendidikan Agama Islam
Pertemuan 2 — Konsep Tauhid dan Implikasinya terhadap Kehidupan
Memahami makna tauhid sebagai fondasi akidah, mengenal lawannya (syirik), dan melihat bagaimana keyakinan ini membentuk cara kita hidup, bekerja, dan berbisnis.
RPS minggu 2 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Makna dan Hakikat Tauhid
Definisi, dalil, dan tiga pilar tauhid sebagai fondasi akidah Islam.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami empat hal berikut (Sub-CPMK Minggu 2).
TUJUAN 1
01
Menjelaskan pengertian tauhid beserta dalil naqli yang mendasarinya.
TUJUAN 2
02
Membedakan tiga pilar tauhid: rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat.
TUJUAN 3
03
Mengenali bentuk-bentuk syirik, termasuk yang tersamar dalam kehidupan modern.
TUJUAN 4
04
Menganalisis implikasi tauhid terhadap akhlak pribadi, dunia kerja, dan pengambilan keputusan ekonomi.
Apa Itu Tauhid?
Secara bahasa, tauhid berasal dari kata Arab wahhada yang berarti “mengesakan”. Secara istilah, tauhid adalah keyakinan bahwa Allah SWT Maha Esa — tidak ada sekutu bagi-Nya dalam penciptaan, peribadatan, maupun sifat-sifat-Nya.
Dalil pokok: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas 112:1–4)
Tauhid disebut sebagai inti akidah karena seluruh ajaran Islam — ibadah, akhlak, hukum, hingga muamalah (interaksi sosial-ekonomi) — dibangun di atas fondasi ini.
Tiga Pilar Tauhid
Ketiganya harus dipegang bersamaan — meyakini Allah sebagai pencipta saja (rububiyah) tanpa menyembah-Nya semata (uluhiyah) belum disebut tauhid yang sempurna.
Pilar 1: Tauhid Rububiyah
DEFINISI
Keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, pemberi rezeki, dan pengatur alam semesta.
Meliputi keyakinan bahwa tidak ada kekuatan lain yang menandingi kuasa-Nya.
Dalil: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-Fatihah 1:2)
CATATAN PENTING
Pilar ini paling mudah diakui secara akal — bahkan kaum musyrik zaman Nabi mengakui Allah sebagai pencipta.
Namun mengakui rububiyah saja belum membuat seseorang bertauhid secara utuh.
Karena itu tauhid rububiyah harus disempurnakan dengan tauhid uluhiyah.
Pilar 2 & 3: Uluhiyah dan Asma wa Sifat
TAUHID ULUHIYAH
Mengesakan Allah dalam ibadah — salat, doa, tawakal, hanya ditujukan kepada-Nya.
Inilah inti kalimat La ilaha illallah (tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah).
Dalil: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adh-Dhariyat 51:56)
TAUHID ASMA WA SIFAT
Meyakini nama & sifat Allah sesuai Al-Qur'an dan hadis tanpa menyerupakan dengan makhluk.
Contoh: Allah Maha Melihat — tanpa membayangkan mata seperti manusia.
Menjaga keseimbangan: tidak menolak sifat-Nya, tidak pula menyamakan-Nya dengan ciptaan.
Bagian 2 dari 3
Lawan Tauhid dan Implikasinya dalam Kehidupan
Mengenali syirik, bentuk modernnya, dan bagaimana tauhid membentuk akhlak serta cara kita bekerja.
Syirik: Lawan dari Tauhid
Syirik adalah menyekutukan Allah — menjadikan sesuatu selain Allah sebagai sekutu dalam hal yang seharusnya murni milik-Nya. Al-Qur'an menyebut syirik sebagai kezaliman yang paling besar.
“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman 31:13)
SYIRIK BESAR
Menyembah selain Allah secara terang-terangan (berhala, dukun, jimat).
Mengeluarkan seseorang dari keislaman bila dilakukan sadar & sengaja.
SYIRIK KECIL
Sikap tersamar: riya (pamer ibadah/amal demi dilihat orang lain).
Tidak mengeluarkan dari Islam, tetapi merusak nilai amal di sisi Allah.
Mengenali Syirik dalam Kehidupan Modern
Godaan syirik zaman sekarang jarang berbentuk penyembahan berhala secara harfiah — ia hadir lewat sikap hati yang tersamar.
Bentuk Modern
Contoh Perilaku
Kaitan dengan Tauhid
Materialisme berlebihan
Menjadikan uang/harta sebagai tujuan hidup tertinggi
Menggeser posisi Allah sebagai sumber ketenangan
Riya digital
Beramal/beribadah demi konten & pujian di media sosial
Merusak keikhlasan — termasuk syirik kecil
Bergantung pada “keberuntungan”
Meyakini jimat/ramalan menentukan nasib bisnis
Melanggar tauhid rububiyah & uluhiyah
Menghalalkan cara demi target
Manipulasi laporan demi bonus/validasi atasan
Menuhankan hasil, melupakan pengawasan Allah
Implikasi Tauhid terhadap Akhlak Pribadi
Keyakinan bahwa Allah selalu melihat (muraqabatullah) adalah pengendali akhlak yang paling kuat — jauh lebih kuat daripada rasa takut kepada pengawasan manusia.
KEJUJURAN
Tidak mencontek atau memalsukan data, sekalipun tidak ada dosen atau atasan yang mengawasi.
AMANAH
Menjaga kepercayaan yang diberikan — uang kas organisasi, data pelanggan, janji kepada orang lain.
KONSISTENSI
Sikap baik di depan umum sama dengan sikap saat sendirian — karena Allah menyaksikan keduanya.
Tauhid dalam Dunia Kerja dan Ekonomi
Bagi mahasiswa FEB, implikasi tauhid paling terasa saat berhadapan dengan uang, target, dan tekanan bisnis.
Situasi di Dunia Kerja/Bisnis
Godaan Umum
Sikap Bertauhid
Analis merekomendasikan saham di BEI
Menyembunyikan risiko demi komisi
Transparan & jujur meski merugikan diri sendiri
Pegawai bank mengelola dana nasabah
Menggunakan dana untuk kepentingan pribadi
Menjaga amanah sebagai bentuk ibadah
Pelaku UMKM memasarkan produk daring
Melebih-lebihkan klaim kualitas produk
Promosi jujur, tidak menipu pembeli
Studi Kasus: Tauhid dalam Keputusan Bisnis
Kasus: Seorang mahasiswa FEB mengelola toko daring kecil menjual produk UMKM tekstil. Sebuah platform menawarkan fitur “boost rating palsu” agar tokonya tampil lebih meyakinkan di halaman pencarian, dengan biaya terjangkau dan risiko ketahuan yang sangat kecil.
Muraqabatullah: Allah tetap menyaksikan meski platform tidak mendeteksi.
Bagian 3 dari 3
Struktur Perkuliahan & Peta Satu Semester
Ilustrasi penilaian, total jam tatap muka, dan gambaran 14 pertemuan ke depan.
Hitung dari Nol: Ilustrasi Nilai Akhir
Contoh ilustrasi nilai akhir seorang mahasiswa berdasarkan bobot komponen penilaian mata kuliah ini.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Tugas (bobot 20%), nilai 85
85 × 20%
17
Diskusi & keaktifan (bobot 15%), nilai 90
90 × 15%
13,5
UTS (bobot 30%), nilai 75
75 × 30%
22,5
UAS (bobot 35%), nilai 80
80 × 35%
28
Total: 17 + 13,5 + 22,5 + 28
Jumlah seluruh komponen
81
NILAI AKHIR ILUSTRASI
81
Bobot 20% + 15% + 30% + 35% = 100%
Hitung dari Nol: Total Jam Tatap Muka Semester
Mata kuliah ini berbobot 2 SKS teori, tatap muka 2 × 50 menit setiap pertemuan, selama 14 pertemuan mengajar.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Durasi per pertemuan (2 SKS × 50 menit)
2 × 50
100 menit
Total menit selama 14 pertemuan mengajar
100 × 14
1.400 menit
Konversi ke jam (1.400 menit ÷ 60)
1.400 ÷ 60
~23,3 jam
TOTAL TATAP MUKA
~23,3 jam
Sepanjang satu semester (di luar UTS/UAS)
Peta Perjalanan: Gambaran 14 Pertemuan
Pertemuan hari ini (tauhid) adalah fondasi paling dasar — seluruh topik berikutnya, dari akhlak sampai etika digital dan ekonomi, dibangun di atasnya.
Latihan Refleksi Diri
Tuliskan jawaban singkat (3–5 kalimat) di buku catatan Anda, akan didiskusikan dalam kelompok kecil 10 menit ke depan.
PERTANYAAN REFLEKSI
Sebutkan satu bentuk syirik kecil (seperti riya) yang menurut Anda paling mudah menyusup dalam kehidupan mahasiswa masa kini.
Ceritakan satu situasi — kuliah, organisasi, atau bisnis sampingan — di mana kesadaran muraqabatullah pernah/akan menahan Anda dari sikap tidak jujur.
Bagaimana pemahaman tauhid hari ini mengubah cara Anda memandang target dan tekanan di dunia kerja kelak?
Tidak ada jawaban benar atau salah — tujuan latihan ini adalah membiasakan Anda berefleksi jujur, kebiasaan yang akan terus dipakai sepanjang mata kuliah ini.
Rangkuman Pertemuan 2
Konsep
Inti
Tauhid
Mengesakan Allah — fondasi seluruh ajaran Islam
Tiga pilar tauhid
Rububiyah, uluhiyah, asma wa sifat — harus dipegang bersamaan
Syirik
Lawan tauhid; besar (mengeluarkan dari Islam) & kecil (merusak amal)
Syirik kontemporer
Materialisme, riya digital, menghalalkan cara demi target
Implikasi praktis
Kejujuran, amanah & muraqabatullah dalam akhlak, kerja & bisnis
Penutup: Menuju Pertemuan 3
PERTEMUAN 3 (RPS MINGGU 3)
Topik: Rukun Islam dan Implementasinya dalam Kehidupan Modern.
Bawa catatan tauhid hari ini — rukun Islam adalah wujud konkret dari tauhid yang sudah dipelajari.
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 3
1 halaman
Tulis refleksi singkat: satu kebiasaan pribadi yang ingin Anda perbaiki agar lebih selaras dengan nilai tauhid.
Terima Kasih atas partisipasi Anda hari ini — sampai jumpa di pertemuan berikutnya!