‹ Daftar slidePertemuan 1: Hakikat Agama dan Tujuan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Ekonomika dan Bisnis • Universitas Diponegoro
Pendidikan Agama Islam
Pertemuan 1 — Hakikat Agama dan Tujuan Pendidikan Agama Islam
Mengapa manusia butuh agama, apa hakikat Islam sebagai agama, dan mengapa Pendidikan Agama Islam wajib dipelajari mahasiswa FEB — termasuk calon praktisi bisnis dan ekonomi.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Agama dan Mengapa Manusia Membutuhkannya?
Definisi, akar kata, dan kebutuhan fitrah manusia terhadap agama sebagai titik berangkat mata kuliah.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami empat hal berikut (Sub-CPMK Minggu 1).
TUJUAN 1
01
Menjelaskan pengertian agama secara umum dan makna kata Islam secara etimologis maupun terminologis.
TUJUAN 2
02
Menganalisis hakikat Islam sebagai agama fitrah, rahmatan lil ‘alamin, dan sistem hidup menyeluruh.
TUJUAN 3
03
Mengaitkan tujuan Pendidikan Agama Islam dengan pembentukan karakter dan etika kerja di dunia ekonomi-bisnis.
TUJUAN 4
04
Mengenal peta 14 pertemuan, metode pembelajaran, dan sistem penilaian mata kuliah selama satu semester.
Definisi dan Akar Kata “Agama”
AKAR KATA (ETIMOLOGI)
Bahasa Sanskerta a-gama: “a” (tidak) + “gama” (kacau/pergi) — sistem yang teratur, tidak kacau, memberi pedoman hidup.
Bahasa Latin religio, dari religare (mengikat kembali) — relasi yang mengikat manusia dengan Yang Ilahi.
DEFINISI OPERASIONAL
Sistem kepercayaan dan praktik yang terorganisasi tentang relasi manusia dengan Tuhan atau Yang Transenden.
Mengarahkan makna hidup, pedoman moral, dan cara manusia memahami dirinya, sesama, dan alam semesta.
Dalam Islam, agama disebut ad-din — bukan sekadar ritual, melainkan sistem hidup menyeluruh yang akan diperdalam mulai pertemuan 2.
Mengapa Manusia Membutuhkan Agama? Fitrah Beragama
Sepanjang sejarah, hampir tidak ada peradaban manusia yang sepenuhnya tanpa bentuk kepercayaan kepada Yang Ilahi. Islam menyebut kecenderungan ini sebagai fitrah — naluri suci bawaan sejak lahir.
Glosarium:Fitrah — potensi dasar dan kecenderungan alami manusia sejak lahir untuk mengenal dan mengesakan Tuhan, sebagaimana disebut dalam QS. Ar-Rum ayat 30.
Tiga kebutuhan dasar yang mendorong manusia beragama: (1) kebutuhan akan makna eksistensial — untuk apa saya hidup; (2) kebutuhan rasa aman menghadapi ketidakpastian dan kematian; (3) kebutuhan relasi dengan Yang Transenden yang melampaui diri sendiri.
Hakikat Islam: Makna dan Tiga Cirinya
Kata Islam berasal dari akar kata salima (selamat) dan aslama (berserah diri) — bermakna kepatuhan total kepada Allah yang membawa keselamatan dan kedamaian hidup.
Fungsi Agama bagi Individu dan Masyarakat
FUNGSI BAGI INDIVIDU (PSIKOLOGIS)
Memberi rasa aman menghadapi ketidakpastian hidup, kegagalan, dan kematian.
Memberi makna hidup — menjawab pertanyaan eksistensial tentang tujuan keberadaan.
Menjadi sumber ketenangan batin (sakinah) saat menghadapi krisis pribadi maupun profesional.
FUNGSI BAGI MASYARAKAT (SOSIAL)
Menjadi perekat yang mempersatukan komunitas dengan nilai bersama.
Berfungsi sebagai kontrol sosial — norma yang mencegah perilaku merugikan orang lain.
Menumbuhkan solidaritas (ukhuwah) dan kepedulian antarwarga, termasuk gotong royong.
Intinya: agama menjawab kebutuhan batin perorangan sekaligus merajut ikatan sosial — dua fungsi ini saling menguatkan, bukan berdiri terpisah.
Bagian 2 dari 3
Tujuan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi
Landasan yuridis, tujuan pembentukan karakter, serta kaitannya dengan etika ekonomi dan bisnis.
Landasan Yuridis dan Tujuan Pendidikan Agama Islam
PAI adalah mata kuliah wajib nasional berdasarkan UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi dan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bertujuan membentuk mahasiswa beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
DIMENSI KEIMANAN
Memperkukuh akidah dan keyakinan kepada Allah sebagai fondasi seluruh perilaku mahasiswa.
DIMENSI AKHLAK
Membentuk karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan kampus dan profesional.
DIMENSI SOSIAL
Menumbuhkan kepedulian sosial, toleransi, dan kontribusi nyata bagi bangsa serta masyarakat.
Studi Kasus: Nilai Keislaman sebagai Sumber Etika Bisnis
Kasus: Seorang staf akuntansi di sebuah perusahaan distribusi diminta atasan mencatat pendapatan lebih tinggi dari kenyataan agar laporan keuangan terlihat baik di mata investor. Ia menolak, meski berisiko dinilai kurang “kooperatif”, karena meyakini kejujuran (as-sidq) adalah amanah yang tidak boleh dilanggar.
DILIHAT DARI SISI BISNIS
Berisiko kehilangan kepercayaan atasan dan dianggap menghambat target perusahaan.
Laporan yang “dipoles” tampak lebih menarik bagi investor dalam jangka pendek.
DILIHAT DARI NILAI ISLAM
Menjaga amanah dan kejujuran (as-sidq) sebagai wujud iman dalam tindakan konkret.
Manipulasi laporan keuangan termasuk kategori kecurangan (gharar) yang dilarang dalam muamalah Islam.
Nilai Islam sebagai Kompas Etika di Dunia Ekonomi-Bisnis
Fungsi moral agama tidak berhenti di ruang ibadah — ia menjadi kompas etika yang terus dipakai saat Anda mengambil keputusan bisnis dan keuangan sehari-hari.
Situasi di Dunia Kerja Ekonomi
Godaan Umum
Nilai Islam sebagai Kompas
Mengelola pinjaman & simpanan nasabah bank
Praktik riba & bunga tersembunyi
Kejujuran akad & larangan riba
Menjual produk di toko daring/UMKM
Menyembunyikan cacat produk
Transparansi & larangan gharar
Melaporkan kinerja keuangan ke investor
Menggelembungkan angka laba
Amanah & kejujuran (as-sidq) dalam pelaporan
Bagian 3 dari 3
Islam sebagai Fondasi Karakter & Peta Satu Semester
Tiga fungsi pembentukan karakter, metode pembelajaran, dan gambaran 14 pertemuan ke depan.
Tiga Fungsi Nilai Islam bagi Pembentukan Karakter Mahasiswa
INTEGRITAS PRIBADI
Selarasnya niat, ucapan, dan tindakan — termasuk saat tidak ada yang mengawasi, misalnya saat mengerjakan ujian daring atau laporan magang.
KEPEKAAN MORAL
Kemampuan mengenali mana keputusan bisnis yang benar, bukan sekadar yang menguntungkan atau legal secara teknis.
KETAHANAN SPIRITUAL
Ruang batin yang menjaga Anda tetap tenang dan berpegang pada nilai, di tengah tekanan target kerja dan persaingan industri.
Hitung dari Nol: Proporsi Penduduk Muslim Indonesia
Estimasi jumlah penduduk muslim berdasarkan data Sensus Penduduk 2020 (BPS), dibulatkan untuk kemudahan hitung.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Populasi Indonesia (SP2020, dibulatkan)
—
270 juta jiwa
Persentase pemeluk Islam (~SP2020)
—
~87%
Perkalian: 270 juta × 87%
270 × 0,87
~234,9 juta jiwa
ESTIMASI PENDUDUK MUSLIM
~234,9 juta
~87% dari total populasi Indonesia (SP2020)
Hitung dari Nol: Total Jam Tatap Muka Semester
Mata kuliah ini berbobot 2 SKS teori, tatap muka 2 × 50 menit setiap pertemuan, selama 14 pertemuan mengajar.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Durasi per pertemuan (2 SKS × 50 menit)
2 × 50
100 menit
Total menit selama 14 pertemuan mengajar
100 × 14
1.400 menit
Konversi ke jam (1.400 menit ÷ 60)
1.400 ÷ 60
~23,3 jam
TOTAL TATAP MUKA
~23,3 jam
Sepanjang satu semester (di luar UTS/UAS)
Peta Perjalanan: Gambaran 14 Pertemuan
Tiga pertemuan pertama membangun fondasi pemahaman agama, tauhid, dan rukun Islam; sisanya memperluas ke akhlak, etika sosial, ekonomi, kepemimpinan, dan isu kontemporer.
Metode Pembelajaran: Reflektif dan Aplikatif
CIRI METODE
Reflektif: setiap topik diawali pertanyaan renungan, bukan definisi kering.
Aplikatif: studi kasus dan diskusi kelompok mengaitkan nilai Islam dengan dunia ekonomi-bisnis.
Konteks nyata Indonesia: kehidupan kampus, dunia kerja, dan masyarakat majemuk.
PERAN ANDA SEBAGAI MAHASISWA
Aktif bertanya dan berbagi pandangan, termasuk yang berbeda pendapat.
Membawa pengalaman nyata dari kehidupan kampus, organisasi, atau magang.
Terbuka pada refleksi pribadi, bukan sekadar mengejar nilai.
Latihan Refleksi Diri
Tuliskan jawaban singkat (3–5 kalimat) di buku catatan Anda, akan didiskusikan dalam kelompok kecil 10 menit ke depan.
PERTANYAAN REFLEKSI
Menurut Anda, apa fungsi agama yang paling terasa dalam hidup Anda sejauh ini — rasa aman, makna hidup, atau ikatan komunitas?
Bagaimana Anda membayangkan nilai keislaman akan menjadi kompas etika saat Anda bekerja di dunia ekonomi dan bisnis kelak?
Satu hal apa yang Anda harapkan dari mata kuliah Pendidikan Agama Islam semester ini?
Tidak ada jawaban benar atau salah — tujuan latihan ini adalah membiasakan Anda berefleksi jujur, kebiasaan yang akan terus dipakai sepanjang mata kuliah ini.
Rangkuman Pertemuan 1
Konsep
Inti
Definisi agama
A-gama (Sanskerta, tidak kacau) & religio (Latin, mengikat) — sistem relasi manusia-Tuhan
Fitrah beragama
Naluri suci bawaan manusia sejak lahir (QS. Ar-Rum: 30) untuk mencari makna & relasi transenden
Hakikat Islam
Agama fitrah, rahmatan lil ‘alamin, dan sistem hidup menyeluruh (akidah, ibadah, akhlak, muamalah)
Tujuan PAI
Membentuk dimensi keimanan, akhlak, dan sosial mahasiswa (UU 12/2012 & UU 20/2003)
Nilai Islam & dunia bisnis
Amanah & as-sidq sebagai kompas etika, bukan sekadar urusan ruang ibadah
Penutup: Menuju Pertemuan 2
PERTEMUAN 2 (RPS MINGGU 2)
Topik: Konsep Tauhid dan Implikasinya terhadap Kehidupan — makna mengesakan Allah dan dampaknya bagi perilaku sehari-hari.
Baca sekilas QS. Al-Ikhlas dan QS. Az-Zariyat ayat 56 sebagai bahan renungan awal.
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 2
1 halaman
Tulis refleksi singkat: pengalaman pribadi Anda memahami atau mempertanyakan makna beribadah kepada Allah dalam hidup sehari-hari.
Terima Kasih atas partisipasi Anda hari ini — sampai jumpa di pertemuan berikutnya!