‹ Daftar slidePertemuan 1: Pemikiran Model Bisnis — Beradaptasi dengan Perubahan Dunia
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Pemikiran Desain & Model Bisnis
Pertemuan 1 — Pemikiran Model Bisnis: Beradaptasi dengan Perubahan Dunia
Mengapa perusahaan raksasa bisa runtuh dalam hitungan tahun, apa itu "model bisnis", dan bagaimana kita akan memakai Business Model Canvas untuk membacanya sepanjang semester ini.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Dunia yang Berubah, Bisnis yang Harus Beradaptasi
Mengapa raksasa bisnis bisa runtuh dalam hitungan tahun — dan apa yang membedakan mereka yang bertahan.
DisrupsiRevolusi Industri 4.0Studi Kasus
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan mengapa perusahaan perlu memikirkan ulang model bisnisnya di era perubahan cepat. Secara rinci:
CAPAIAN 1
DISRUPSI
Menjelaskan apa itu disrupsi dan mengapa Revolusi Industri 4.0 mempercepat perubahan lanskap bisnis.
CAPAIAN 2
MODEL BISNIS
Mendefinisikan model bisnis dan membedakannya dari strategi serta rencana bisnis.
CAPAIAN 3
BMC
Mengenali kerangka Business Model Canvas (BMC) — sembilan blok bangunan yang akan kita pakai sepanjang semester.
CAPAIAN 4
MINDSET
Mengenal pemikiran desain (design thinking) sebagai cara berpikir adaptif untuk merancang ulang bisnis.
Apa Kesamaan Kodak, Nokia, dan Blockbuster?
Ketiganya pernah menjadi pemimpin pasar dunia di bidangnya masing-masing — kamera, telepon genggam, dan penyewaan film. Ketiganya juga hampir hilang total dalam waktu kurang dari satu dekade.
KODAK
KAMERA
Menemukan kamera digital pada 1975, tapi menahan diri memasarkannya karena takut merusak bisnis film. Bangkrut 2012.
NOKIA
PONSEL
Menguasai ~40% pasar ponsel dunia pada 2007, lalu kehilangan hampir seluruh pangsa pasarnya dalam waktu ~5 tahun setelah iPhone.
BLOCKBUSTER
PENYEWAAN FILM
Menolak tawaran membeli Netflix seharga ~USD 50 juta pada 2000. Blockbuster bangkrut 2010; Netflix kini raksasa dunia.
Pola yang berulang: ketiganya bukan gagal karena tidak melihat perubahan — mereka melihatnya, tapi model bisnis mereka terlalu terikat pada cara lama untuk bisa beradaptasi.
Mengapa Perubahan Makin Cepat: Revolusi Industri 4.0
Revolusi Industri 4.0 adalah gelombang perubahan berbasis digitalisasi, konektivitas internet, dan kecerdasan buatan (AI) yang menyatukan dunia fisik dan digital.
EMPAT GELOMBANG REVOLUSI INDUSTRI
Bedanya: revolusi sebelumnya butuh puluhan tahun untuk menyebar; internet dan AI menyebar ke seluruh dunia dalam hitungan tahun — jendela waktu untuk beradaptasi jauh lebih sempit.
Studi Kasus: Kodak — Terjebak Kesuksesan Sendiri
APA YANG TERJADI
Menguasai ~85-90% pasar film kamera di Amerika Serikat pada 1970-an.
Insinyurnya sendiri, Steven Sasson, menemukan kamera digital pertama pada 1975.
Manajemen menahan teknologi ini karena takut "membunuh" bisnis film yang sangat menguntungkan.
Pesaing (Canon, Sony) lebih dulu memasarkan kamera digital secara agresif.
AKAR MASALAH MODEL BISNIS
Model bisnis Kodak menangkap nilai dari penjualan film & proses cuci-cetak berulang, bukan dari kamera itu sendiri.
Kamera digital menghilangkan kebutuhan film — merusak sumber pendapatan utama mereka sendiri.
Kodak mengajukan pailit pada 2012, ~137 tahun setelah berdiri.
Studi Kasus: Nokia — Raksasa yang Terlambat Beradaptasi
APA YANG TERJADI
Menguasai ~40% pangsa pasar ponsel dunia pada 2007, tahun yang sama iPhone diluncurkan.
Nokia fokus pada keunggulan perangkat keras (bodi kokoh, baterai awet) — bukan pengalaman perangkat lunak.
Sistem operasi Symbian tertinggal dari ekosistem aplikasi App Store & Play Store.
Pangsa pasarnya tergerus drastis dalam ~5 tahun berikutnya.
AKAR MASALAH MODEL BISNIS
Nilai yang ditawarkan Nokia = "ponsel andal"; nilai baru yang dicari pasar = "platform aplikasi & layanan".
Model bisnis Apple & Google menangkap nilai dari ekosistem (toko aplikasi, layanan), bukan hanya penjualan unit.
Divisi ponsel Nokia akhirnya dijual ke Microsoft pada 2014.
Pelajaran: model bisnis pesaing baru bisa mengubah dasar persaingan — dari "siapa membuat perangkat terbaik" menjadi "siapa membangun ekosistem terbaik".
Konteks Indonesia: Taksi Konvensional vs Ride-Hailing
Pola yang sama terjadi di Indonesia. Sebelum ~2015, taksi konvensional (mis. Blue Bird) mendominasi transportasi kota. Kemudian Gojek dan Grab masuk dengan model bisnis platform (menghubungkan pengemudi mitra dengan penumpang lewat aplikasi, tanpa memiliki armada sendiri).
MODEL LAMA
ARMADA SENDIRI
Taksi konvensional memiliki & merawat armada, mempekerjakan sopir, biaya modal besar per unit kendaraan.
MODEL BARU
PLATFORM
Ride-hailing tidak memiliki kendaraan; menyediakan aplikasi yang mempertemukan mitra pengemudi & penumpang, menangkap nilai dari komisi transaksi.
Blue Bird sendiri akhirnya beradaptasi — meluncurkan aplikasi My Blue Bird dan bermitra dengan Gojek — membuktikan bertahan itu mungkin, asal model bisnis mau dirancang ulang.
Bagian 2 dari 3
Apa Itu Model Bisnis?
Definisi, tiga elemen inti, dan perkenalan Business Model Canvas — alat utama mata kuliah ini.
DefinisiBMCBukan Strategi
Definisi: Apa Itu Model Bisnis?
Model Bisnis = cara organisasi menciptakan, menghantarkan, dan menangkap NILAI
Menurut Osterwalder & Pigneur (Business Model Generation, 2010), model bisnis menggambarkan rasionalitas bagaimana organisasi menciptakan (create), menghantarkan (deliver), dan menangkap (capture) nilai — baik nilai ekonomi, sosial, maupun bentuk nilai lainnya.
MENCIPTAKAN
CREATE
Apa produk/jasa bernilai yang ditawarkan pada pelanggan?
MENGHANTARKAN
DELIVER
Lewat saluran & hubungan apa nilai itu sampai ke pelanggan?
MENANGKAP
CAPTURE
Bagaimana organisasi menghasilkan pendapatan dari nilai itu?
Tiga Pertanyaan Inti Sebuah Model Bisnis
Di balik definisi tadi, setiap model bisnis pada dasarnya menjawab tiga pertanyaan besar:
PERTANYAAN 1
NILAI APA?
Masalah pelanggan apa yang kita selesaikan? Ini disebut proposisi nilai (value proposition) — janji manfaat pada pelanggan.
PERTANYAAN 2
UNTUK SIAPA?
Siapa segmen pelanggan yang kita layani, dan lewat saluran serta hubungan apa kita menjangkau mereka?
PERTANYAAN 3
UNTUNGNYA BAGAIMANA?
Bagaimana ekonomi-nya — dari mana pendapatan datang, dan apa saja sumber daya & biaya utamanya?
Tiga pertanyaan ini persis yang dijawab oleh sembilan blok Business Model Canvas — kita lihat di slide berikutnya.
Perkenalan: Business Model Canvas (BMC)
Business Model Canvas adalah alat visual satu halaman berisi sembilan blok bangunan untuk memetakan model bisnis apa pun, diciptakan Alexander Osterwalder (2010).
SEMBILAN BLOK BMC (KITA DALAMI DI PERTEMUAN 2-3)
Contoh Ringkas: Membaca Model Bisnis Gojek
Sekilas bagaimana tiga blok inti BMC terlihat pada Gojek — kita akan mengisi seluruh sembilan blok secara lengkap di pertemuan 2 & 3.
PROPOSISI NILAI
SATU APLIKASI, BANYAK LAYANAN
Transportasi, pesan-antar makanan (GoFood), & pembayaran (GoPay) — semua cepat & dalam satu aplikasi.
SEGMEN PELANGGAN
DUA SISI PASAR
Penumpang/pemesan dan mitra pengemudi & mitra UMKM merchant — model two-sided platform.
ARUS PENDAPATAN
KOMISI & LAYANAN
Komisi per transaksi dari mitra, biaya layanan, & kerja sama iklan di dalam aplikasi.
Perhatikan: Gojek tidak memiliki satu pun motor atau dapur restoran — nilainya justru dari menghubungkan pihak-pihak yang sudah ada.
Jangan Tertukar: Model Bisnis vs Strategi vs Rencana Bisnis
Tiga istilah ini sering dipakai bergantian padahal fungsinya berbeda:
Istilah
Menjawab Pertanyaan
Bentuknya
Model Bisnis
Bagaimana kita menciptakan & menangkap nilai saat ini?
Satu kanvas visual (BMC)
Strategi
Bagaimana kita unggul dari pesaing dalam jangka panjang?
Pilihan & arah kompetitif
Rencana Bisnis
Rincian operasional & finansial untuk eksekusi & mencari dana
Dokumen puluhan halaman
Mata kuliah ini fokus pada model bisnis — kanvas ringkas yang mudah didiskusikan & diubah cepat, sebelum ditulis menjadi rencana bisnis formal.
Bagian 3 dari 3
Berpikir untuk Beradaptasi
Mindset pemikiran desain (design thinking), dua latihan hitung dari nol, dan rangkuman pertemuan hari ini.
Design ThinkingLatihan HitungRangkuman
Mindset Adaptif: Design Thinking
Pemikiran desain (design thinking) adalah pendekatan menyelesaikan masalah yang berpusat pada manusia (human-centered) — dipakai untuk merancang ulang model bisnis, bukan hanya produk.
LIMA TAHAP DESIGN THINKING
Sifatnya iteratif (bolak-balik, bukan satu arah lurus) — kita akan mempraktikkannya langsung mulai pertemuan 4-5 & 12-13.
Hitung dari Nol #1: Dampak Go-Digital pada UMKM
Ilustrasi: Bu Siti berjualan kerupuk secara konvensional dengan omzet Rp 5.000.000/bulan. Setelah merancang ulang model bisnisnya — berjualan lewat marketplace & media sosial — omzetnya naik menjadi Rp 8.500.000/bulan. Berapa persen kenaikannya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi
Omzet awal = 5.000.000; omzet baru = 8.500.000
—
Hitung selisih
8.500.000 − 5.000.000
Rp 3.500.000
Bagi omzet awal
3.500.000 ÷ 5.000.000
0,7
Konversi ke persen
0,7 × 100
Kenaikan 70%
HASIL
70%
Kenaikan omzet setelah go-digital (ilustrasi)
Hitung dari Nol #2: Pergeseran Pangsa Pasar Transportasi
Ilustrasi Kota X: sebelum ride-hailing masuk, taksi konvensional menguasai 80% pangsa pasar transportasi kota. Lima tahun setelah ride-hailing masuk, pangsa pasarnya turun menjadi 35%. Berapa besar penurunan relatifnya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi
Pangsa awal = 80%; pangsa akhir = 35%
—
Selisih poin persentase
80 − 35
45 poin persentase
Bagi pangsa awal
45 ÷ 80
0,5625
Konversi ke persen
0,5625 × 100
Penurunan relatif ≈56,25%
HASIL
≈56%
Pangsa pasar taksi konvensional "hilang" secara relatif (ilustrasi)
Coba Sendiri: Poin Persentase vs Persen Relatif
Ganti angka pangsa pasar awal dan akhir sendiri, lalu bandingkan dua cara membaca penurunannya secara langsung.
Diskusi Kelas: Siapa Berikutnya?
Sebelum kita tutup, mari berdiskusi singkat berdasarkan semua yang sudah kita bahas hari ini.
PERTANYAAN DISKUSI (5-7 MENIT)
Sebutkan satu bisnis/industri di Indonesia yang menurut Anda berisiko mengalami nasib seperti Kodak atau Nokia.
Menurut Anda, bagian mana dari model bisnisnya yang paling rentan — nilai yang ditawarkan, cara menjangkau pelanggan, atau cara menangkap pendapatan?
Apa satu langkah "berpikir seperti design thinking" yang bisa mereka ambil untuk beradaptasi?
Siapkan jawaban Anda — kita akan membahas beberapa contoh secara singkat sebelum kelas berakhir.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan 2
RANGKUMAN CEPAT PERTEMUAN 1
Disrupsi makin cepat di era Revolusi Industri 4.0 — jendela adaptasi menyempit.
Model bisnis = cara menciptakan, menghantarkan, & menangkap nilai — beda dari strategi & rencana bisnis.
Business Model Canvas: 9 blok bangunan (nilai di tengah, pelanggan di kanan, operasi di kiri, ekonomi di bawah).