stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-12
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 12: Association Analysis dan Frequent Itemset Mining
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Pembelajaran Dalam dan Pembelajaran Mesin

Pertemuan 12 — Association Analysis dan Frequent Itemset Mining

Menemukan pola "barang yang sering dibeli bersamaan" dari data transaksi — dari definisi support/confidence/lift sampai algoritma Apriori dan aplikasinya di ritel Indonesia.

RPS MINGGU 13 • 2×50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dan menghitung analisis asosiasi serta frequent itemset mining pada data transaksi. Secara rinci:

CAPAIAN 1
KONSEP
Menjelaskan itemset dan association rule serta mengukur kekuatannya lewat support, confidence, dan lift.
CAPAIAN 2
ALGORITMA
Menjalankan algoritma Apriori langkah demi langkah untuk menemukan frequent itemset.
CAPAIAN 3
EVALUASI
Menilai kualitas aturan asosiasi dan mengenali jebakan aturan palsu (spurious rules).
CAPAIAN 4
APLIKASI
Mengaitkan teknik ini dengan strategi bisnis nyata: cross-selling, bundling, tata letak toko.
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar Association Analysis
Apa itu itemset, aturan asosiasi, dan bagaimana kita mengukur kekuatannya secara kuantitatif.

Mengapa Pola Belanja Ini Penting?

Bayangkan Anda adalah analis data di sebuah chain minimarket seperti Indomaret. Setiap hari, ribuan struk belanja tercatat di sistem Point of Sale (POS). Pertanyaannya: barang apa yang sering dibeli bersamaan?

TATA LETAK
RAK TOKO
Kalau roti & selai sering dibeli bersama, taruh berdekatan agar pembeli tak perlu mondar-mandir.
CROSS-SELL
REKOMENDASI
Tokopedia/Shopee menampilkan "sering dibeli bersama" untuk mendorong tambahan pembelian.
PROMOSI
BUNDLING
Paket kopi + gula + krimer dijual satu bundel karena polanya sering muncul bersama.

Ini disebut market basket analysis (analisis keranjang belanja) — cabang data mining yang menemukan pola ini secara otomatis dari data transaksi, tanpa kita menebak-nebak secara manual.

Itemset dan Association Rule

ITEMSET

Kumpulan satu atau lebih item yang muncul bersama dalam satu transaksi. Contoh: {Roti, Mentega} adalah itemset berukuran 2 (2-itemset).

  • 1-itemset: {Roti}
  • 2-itemset: {Roti, Mentega}
  • 3-itemset: {Roti, Mentega, Susu}
ASSOCIATION RULE

Pernyataan implikasi berbentuk X → Y: "jika item X dibeli, maka item Y cenderung ikut dibeli."

  • Contoh: {Roti, Mentega} → {Susu}
  • X disebut antecedent (sebab)
  • Y disebut consequent (akibat)
Aturan asosiasi bukan hubungan sebab-akibat kausal — ini murni pola kemunculan bersama secara statistik dalam data transaksi historis.

Tiga Ukuran Kekuatan Aturan

Untuk aturan X → Y, dari total N transaksi:

Support(X) = jumlah transaksi berisi X ÷ N
Confidence(X→Y) = Support(X∪Y) ÷ Support(X)
Lift(X→Y) = Confidence(X→Y) ÷ Support(Y)
Support = seberapa sering pola muncul. Confidence = seberapa yakin Y muncul kalau X sudah muncul. Lift = apakah hubungan X–Y lebih kuat dari kebetulan acak (lift > 1 artinya berkorelasi positif).

Dataset Contoh: 5 Transaksi Minimarket

Berikut data transaksi sederhana dari sebuah gerai (untuk dihitung manual di slide berikutnya):

ID TransaksiItem Dibeli
T1Roti, Mentega, Susu
T2Roti, Mentega
T3Roti, Susu
T4Mentega, Susu, Telur
T5Roti, Mentega, Susu, Kopi

Total N = 5 transaksi, dengan 5 jenis item: Roti (R), Mentega (M), Susu (S), Telur (T), Kopi (K).

Hitung dari Nol: Support, Confidence, Lift

Aturan yang diuji: {Roti, Mentega} → {Susu}, dari 5 transaksi di slide sebelumnya.

LangkahPerhitunganNilai
1. Support {Roti, Mentega}Muncul di T1, T2, T5 → 3 ÷ 5 × 100%60%
2. Support {Roti, Mentega, Susu}Muncul di T1, T5 → 2 ÷ 5 × 100%40%
3. Confidence (RM→S)40% ÷ 60%66,7%
4. Support {Susu}Muncul di T1,T3,T4,T5 → 4 ÷ 5 × 100%80%
5. Lift (RM→S)66,7% ÷ 80%0,83
HASIL AKHIR
Lift = 0,83
Lebih kecil dari 1 → korelasi sedikit negatif, meski confidence-nya terlihat tinggi (66,7%)

Coba Sendiri: Hitung Support, Confidence, Lift Anda

Ubah transaksi keranjang belanja, amati bagaimana support, confidence, dan lift sebuah aturan asosiasi berubah bersamaan.

Membaca Nilai Lift

Lift < 1Korelasi negatifLift = 1Independen (kebetulan)Lift > 1Korelasi positif (berguna)Target rekomendasi bisnis
CONTOH LIFT > 1
Aturan {Kopi} → {Gula} sering punya lift 1,5–2 — benar-benar layak dipakai untuk bundling promosi.
JEBAKAN LIFT ≤ 1
Aturan dengan confidence tinggi tapi lift ≤ 1 (seperti contoh Susu tadi) tidak layak dijadikan dasar strategi cross-selling.
Bagian 2 dari 3
Algoritma Apriori: Menambang Frequent Itemset
Bagaimana komputer secara sistematis menemukan semua itemset yang cukup sering muncul, tanpa mengecek semua kombinasi satu per satu.

Prinsip Apriori: Anti-Monotone

Prinsip inti algoritma Apriori: "Jika sebuah itemset tidak frequent (sering), maka semua superset-nya juga pasti tidak frequent."

{R,M,S}{R,M}{R,S}{M,S}{T,Kopi}tidak frequent (jarang)superset {T,Kopi,…} otomatis dibuang tanpa dihitung
Inilah yang membuat Apriori efisien: begitu {Telur, Kopi} terbukti jarang, semua kombinasi yang memuatnya otomatis dibuang tanpa perlu dihitung ulang — disebut pruning (pemangkasan).

Coba Sendiri: Uji Prinsip Anti-Monotone Apriori

Tandai sebuah itemset sebagai tidak frequent, amati bagaimana algoritma memangkas semua superset-nya secara otomatis tanpa dihitung ulang.

Tahapan Algoritma Apriori

Dua walkthrough bertahap yang dijalankan berulang sampai tidak ada kandidat baru:

WALKTHROUGH 1: GENERATE
  • Hitung support semua item tunggal (C1)
  • Buang item dengan support < ambang minimum (min_support)
  • Sisa item yang lolos disebut L1 (frequent 1-itemset)
  • Gabungkan (join) pasangan di L1 untuk membentuk kandidat C2
WALKTHROUGH 2: PRUNE & ULANGI
  • Hitung support tiap kandidat Ck dari data transaksi
  • Buang kandidat dengan support < min_support → hasilkan Lk
  • Gabungkan Lk untuk membentuk kandidat C(k+1)
  • Ulangi sampai tidak ada kandidat baru yang terbentuk

Hitung dari Nol: Iterasi Apriori

Dataset 5 transaksi (slide 7), min_support = 40% (setara 2 dari 5 transaksi):

LangkahPerhitunganNilai
1. Support C1 (item tunggal)R=4/5, M=4/5, S=4/5, Telur=1/5, Kopi=1/5R,M,S=80%; Telur,Kopi=20%
2. Saring → L1 (ambang 40%)Telur & Kopi < 40% → dibuangL1 = {R, M, S}
3. Bentuk & hitung C2support(RM)=3/5, support(RS)=3/5, support(MS)=3/5RM=RS=MS=60%
4. Bentuk & hitung C3support(RMS) = 2/5RMS = 40%
HASIL AKHIR
{Roti, Mentega, Susu}
Frequent itemset maksimal, support 40% — tak ada C4 karena hanya 3 item lolos L1

FP-Growth: Alternatif Lebih Efisien

Untuk data transaksi berskala besar (jutaan baris seperti di e-commerce), Apriori bisa lambat karena berulang kali memindai seluruh database. FP-Growth (Frequent Pattern Growth) adalah alternatif yang lebih cepat.

AspekAprioriFP-Growth
Cara kerjaGenerate kandidat lalu uji satu per satuBangun struktur pohon (FP-tree), tanpa generate kandidat eksplisit
Jumlah scan dataBerkali-kali (tiap level k)Hanya 2 kali scan data
Cocok untukDataset kecil–menengah, mudah dipahamiDataset besar (jutaan transaksi)
Konsep dasarnya sama — mencari frequent itemset di atas ambang min_support — hanya strukturnya lebih efisien. Untuk ujian dan latihan kelas, kita tetap fokus pada logika Apriori karena lebih mudah dihitung manual.
Bagian 3 dari 3
Evaluasi Aturan dan Aplikasi Industri
Bagaimana memastikan pola yang ditemukan benar-benar berguna, dan bagaimana perusahaan Indonesia memakainya sehari-hari.

Evaluasi Aturan: Jebakan Spurious Rules

Tidak semua aturan dengan support dan confidence tinggi layak dipakai. Beberapa jebakan umum yang wajib Anda waspadai:

Item populer mendominasi. Item yang sangat laris (misalnya air mineral) akan muncul di banyak aturan hanya karena dia ada di hampir semua transaksi, bukan karena hubungan khusus.
Confidence tinggi, lift rendah. Seperti contoh {Roti,Mentega}→{Susu} tadi — confidence 66,7% terlihat meyakinkan, tapi lift 0,83 menunjukkan itu tak istimewa.
Sampel terlalu kecil. Aturan dari 2 transaksi saja bisa punya support/confidence tinggi secara kebetulan, padahal tak representatif untuk populasi.
Solusi. Selalu tetapkan ambang min_support dan min_confidence yang wajar, lalu saring lebih lanjut dengan lift > 1 sebelum menjadikannya keputusan bisnis.

Aplikasi Nyata di Industri Indonesia

RITEL FISIK
ALFAMART
Menata rak berdasarkan pola pembelian bersama — mi instan dekat telur, kopi dekat gula/krimer.
E-COMMERCE
TOKOPEDIA
Fitur "Sering Dibeli Bersama" pada halaman produk, hasil association rule dari histori jutaan transaksi.
UMKM DIGITAL
BUNDLING
Pelaku UMKM di marketplace membuat paket "beli 2 gratis ongkir" berdasar pola pembelian pelanggan.
Sebagai calon praktisi bisnis digital, association analysis adalah salah satu teknik data mining paling langsung berdampak pada revenue — hasilnya bisa langsung diterjemahkan jadi keputusan tata letak toko atau strategi promosi.

Latihan Kelas: Hitung Sendiri

Diberikan dataset baru dari sebuah gerai, N = 4 transaksi:

IDItem
T1Mi Instan, Telur, Saus
T2Mi Instan, Telur
T3Mi Instan, Saus
T4Telur, Saus
Tugas Anda (kerjakan berpasangan, 8 menit): Hitung support{Mi Instan}, support{Mi Instan, Telur}, confidence(Mi Instan → Telur), dan lift-nya. Apakah aturan ini layak dipakai untuk bundling promosi?

Rangkuman: Cheat Sheet Association Analysis

IstilahArti Singkat
ItemsetKumpulan item yang muncul bersama dalam satu transaksi
Support(X)Proporsi transaksi yang mengandung X (seberapa sering)
Confidence(X→Y)Peluang Y muncul, dengan syarat X sudah muncul
Lift(X→Y)Apakah korelasi X–Y lebih kuat dari kebetulan acak (>1 = ya)
AprioriAlgoritma prune-generate berulang berdasar prinsip anti-monotone
FP-GrowthAlternatif lebih efisien untuk data transaksi berskala besar

Penutup: Persiapan Pertemuan Berikutnya

MINGGU DEPAN

Pertemuan 13: Deteksi dan Penanganan Anomali Data. Kita akan bahas bagaimana mengenali transaksi atau data yang "aneh" dan tidak mengikuti pola umum — termasuk kaitannya dengan deteksi fraud.

TUGAS SEBELUM MINGGU DEPAN
LATIHAN MANDIRI
Selesaikan perhitungan support/confidence/lift dari latihan kelas hari ini, lalu unggah jawaban ke portal kuliah.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.