‹ Daftar slidePertemuan 11: Klasifikasi Data dan Teknik Decision Tree, Bayesian, Ensemble
Program Studi Bisnis Digital • FEB
Pembelajaran Dalam dan Pembelajaran Mesin
Pertemuan 11 — Klasifikasi Data dan Teknik Decision Tree, Bayesian, Ensemble
Dari data yang sudah rapi ke keputusan "kelas apa ini?" — pohon keputusan, aturan Bayes, dan kekuatan gabungan banyak model (ensemble).
RPS MINGGU 12 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep klasifikasi data dan menerapkan teknik Decision Tree, Bayesian, dan Ensemble pada kasus bisnis sederhana. Secara rinci:
KONSEP
4
Pilar yang dipelajari
Klasifikasi sebagai tugas supervised learning, Decision Tree (Entropy & Information Gain), Naive Bayes (Teorema Bayes), dan Ensemble (Bagging/Random Forest & Boosting).
KETERAMPILAN
3
Hitung dari nol
Menghitung entropy & information gain untuk memilih split terbaik, menghitung probabilitas posterior Naive Bayes, dan membandingkan akurasi model tunggal vs ensemble.
Mengapa Klasifikasi Penting bagi Bisnis?
Klasifikasi menjawab pertanyaan "data ini masuk kategori apa?" — jantung dari banyak keputusan otomatis di dunia bisnis digital.
PERBANKAN
Layak?
Bank seperti BRI menilai apakah pemohon KUR layak kredit atau berisiko gagal bayar, berdasar riwayat transaksi & penghasilan.
E-COMMERCE
Spam?
Tokopedia & Shopee memfilter ulasan/pesan palsu vs asli agar kepercayaan pembeli terjaga.
KESEHATAN
Positif?
Rumah sakit mengklasifikasi hasil tes sebagai berisiko tinggi/rendah untuk memprioritaskan penanganan pasien.
Pola yang sama: ada data fitur (ciri-ciri, misalnya penghasilan, usia, riwayat cicilan) dan ada label (jawaban benar: layak/tidak). Model belajar dari data berlabel, lalu memprediksi label untuk data baru yang belum diketahui.
Bagian 1 dari 4
Fondasi Klasifikasi
Apa itu supervised learning untuk klasifikasi, dan bagaimana kita mengukur seberapa baik model menebak.
Klasifikasi = Supervised Learning untuk Label Kategori
Ingat kembali taksonomi pembelajaran di pertemuan 5: supervised learning berarti model dilatih dari data yang sudah punya jawaban benar (label). Klasifikasi adalah supervised learning ketika labelnya berupa kategori (bukan angka kontinu seperti pada regresi).
CONTOH FITUR (X)
Penghasilan bulanan nasabah
Lama menjadi pelanggan (bulan)
Jumlah keterlambatan bayar sebelumnya
Rasio cicilan terhadap penghasilan
CONTOH LABEL (Y)
Lancar — bayar tepat waktu
Macet — gagal bayar
Ini contoh klasifikasi biner (2 kelas). Bisa juga multi-kelas, misalnya "Rendah / Sedang / Tinggi" risiko.
Mengukur Kualitas Model: Confusion Matrix
Setelah model memprediksi, kita bandingkan dengan jawaban sebenarnya lewat confusion matrix (matriks kebingungan) — tabel yang merinci prediksi benar & salah per kelas.
Bagian 2 dari 4
Decision Tree
Membangun bagan alur keputusan otomatis dari data, dipandu oleh Entropy dan Information Gain.
Decision Tree: Bagan Alur Belajar dari Data
Decision Tree memecah data secara bertahap berdasarkan pertanyaan ya/tidak tentang fitur, sampai tiap cabang berujung pada satu prediksi kelas.
Kotak di atas disebut node (simpul), kotak paling bawah disebut leaf/daun (keputusan akhir). Pertanyaannya bertingkat: makin dalam pohon, makin spesifik segmentasinya.
Coba Sendiri: Bangun Bagan Alur Decision Tree
Ubah pertanyaan split pada tiap node dan lihat langsung bagaimana data nasabah terbagi menjadi cabang Lancar atau Macet.
Entropy: Mengukur Ketidakpastian
Entropy mengukur seberapa "campur aduk" label dalam sekumpulan data. Entropy = 0 berarti semua data satu kelas (murni); entropy tinggi berarti kelasnya campur rata.
Entropy(S) = − p₁ log₂(p₁) − p₂ log₂(p₂)
p₁ dan p₂ = proporsi tiap kelas dalam himpunan data S. Untuk 2 kelas seimbang (50%/50%), entropy = 1 (paling tidak pasti). Untuk 1 kelas murni (100%/0%), entropy = 0.
Hitung dari Nol: Entropy & Information Gain
Data 10 nasabah: 6 Lancar, 4 Macet. Setelah displit berdasar "Rasio cicilan > 40%?": cabang Ya (5 nasabah: 1 Lancar, 4 Macet), cabang Tidak (5 nasabah: 5 Lancar, 0 Macet).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Entropy induk (10 data)
−(0,6 log₂0,6) − (0,4 log₂0,4)
0,971
2. Entropy cabang "Ya" (1L, 4M)
−(0,2 log₂0,2) − (0,8 log₂0,8)
0,722
3. Entropy cabang "Tidak" (5L, 0M)
−(1,0 log₂1,0) − (0 log₂0)
0,000
4. Entropy tertimbang setelah split
(5/10 × 0,722) + (5/10 × 0,000)
0,361
5. Information Gain
0,971 − 0,361
0,610
INFORMATION GAIN
0,610
Split "rasio cicilan" mengurangi ketidakpastian secara signifikan
Coba Sendiri: Hitung Entropy dan Information Gain
Ubah komposisi nasabah lancar dan macet di tiap cabang, amati bagaimana entropy dan information gain berubah mengikuti split.
Jebakan Decision Tree: Overfitting
Pohon yang dibiarkan tumbuh terus sampai setiap daun sempurna murni akan menghafal data latih, bukan mempelajari pola umum — disebut overfitting.
Pohon terlalu dalam: akurasi data latih 99%, tapi akurasi data baru anjlok — karena pohon menghafal pengecualian/noise, bukan pola umum.
Pruning (pemangkasan): membatasi kedalaman pohon atau jumlah minimum data per daun, agar pohon lebih general dan tahan terhadap data baru.
Bagian 3 dari 4
Klasifikasi Bayesian
Menghitung peluang sebuah data masuk kelas tertentu, memakai Teorema Bayes yang klasik namun sangat berguna.
Teorema Bayes: Update Keyakinan dengan Bukti
Teorema Bayes menghitung peluang sebuah kelas, setelah melihat bukti (fitur) — disebut posterior — dari peluang awal kelas (prior) dan seberapa cocok bukti dengan kelas itu (likelihood).
Prior P(Kelas): peluang kelas sebelum lihat bukti apa pun
Likelihood P(Bukti|Kelas): seberapa umum bukti ini muncul di kelas tsb
Posterior P(Kelas|Bukti): peluang akhir setelah update
CONTOH KASUS
Filter SMS: apakah SMS berisi kata "menang hadiah" itu penipuan atau normal? Kita hitung posterior untuk kedua kelas, lalu pilih yang lebih besar.
Coba Sendiri: Update Keyakinan dengan Teorema Bayes
Ubah nilai prior dan likelihood, amati bagaimana posterior akhir berubah setelah bukti baru dimasukkan.
Hitung dari Nol: Naive Bayes Filter Spam
Dari 100 SMS: 30 Spam, 70 Normal. Kata "hadiah" muncul di 18 dari 30 SMS spam, dan di 7 dari 70 SMS normal. SMS baru mengandung kata "hadiah" — spam atau normal?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Prior P(Spam)
30 ÷ 100
0,30
2. Prior P(Normal)
70 ÷ 100
0,70
3. Likelihood P(hadiah|Spam)
18 ÷ 30
0,60
4. Likelihood P(hadiah|Normal)
7 ÷ 70
0,10
5. Skor Spam (belum dinormalkan)
0,60 × 0,30
0,180
6. Skor Normal (belum dinormalkan)
0,10 × 0,70
0,070
KEPUTUSAN
SPAM
Skor Spam (0,180) > Skor Normal (0,070) — SMS diklasifikasi sebagai penipuan
Coba Sendiri: Uji Naive Bayes sebagai Filter Spam
Ubah jumlah SMS spam-normal dan kemunculan kata kunci, amati bagaimana skor spam versus normal menentukan klasifikasi akhir.
Bagian 4 dari 4
Ensemble Learning
Mengapa menggabungkan banyak model "biasa-biasa saja" bisa menghasilkan satu model yang jauh lebih kuat.
Bagging: Suara Terbanyak dari Banyak Pohon
Bagging (Bootstrap Aggregating) melatih banyak decision tree secara paralel, masing-masing dari sampel data acak berbeda, lalu menggabungkan prediksinya lewat voting (suara terbanyak). Random Forest adalah bagging + pemilihan fitur acak di tiap split.
Coba Sendiri: Bandingkan Bagging dan Boosting
Jalankan beberapa pohon secara paralel lalu voting, bandingkan dengan pelatihan berurutan yang fokus memperbaiki kesalahan model sebelumnya.
Boosting: Belajar dari Kesalahan Model Sebelumnya
Boosting melatih model secara berurutan (bukan paralel) — tiap model baru fokus memperbaiki kesalahan model sebelumnya. Contoh algoritma: AdaBoost, Gradient Boosting, XGBoost.
BAGGING (RANDOM FOREST)
Model dilatih paralel & independen
Gabung lewat voting/rata-rata
Fokus: kurangi variance (stabilitas)
BOOSTING (XGBOOST, DLL)
Model dilatih berurutan, bertahap
Model baru "dihukum lebih" oleh data yang salah diprediksi model sebelumnya
Fokus: kurangi bias (akurasi)
Analogi: Bagging = tim analis independen lalu voting. Boosting = satu analis junior lalu diperbaiki analis senior berikutnya, berulang, berfokus pada kasus yang tadinya salah.
Kapan Memakai Teknik yang Mana?
Teknik
Kelebihan
Kapan Dipakai
Decision Tree
Mudah dibaca & dijelaskan ke non-teknis
Butuh transparansi (audit OJK, kepatuhan)
Naive Bayes
Cepat, ringan, bagus untuk data teks
Filter spam, analisis sentimen skala besar
Ensemble (RF/Boosting)
Akurasi tertinggi, tahan overfitting (RF)
Produksi skala besar, akurasi jadi prioritas
Trade-off umum: makin akurat (ensemble), makin sulit dijelaskan ke manajemen atau regulator ("black box"). Decision tree tunggal tetap dipakai saat interpretabilitas krusial.
Latihan: Diskusi Kelompok Singkat
Kerjakan berpasangan (5 menit), lalu satu kelompok akan diminta menjawab di depan kelas.
SOAL 1
Sebuah e-commerce ingin mengklasifikasi ulasan produk sebagai positif/negatif dari teks ulasan. Teknik mana yang paling cocok sebagai model awal, dan mengapa?
SOAL 2
Dari 20 data (12 Lancar, 8 Macet), hitung entropy awalnya. Bandingkan dengan entropy pada slide 10 — lebih tinggi atau rendah? Mengapa?
Kunci Soal 2: p(Lancar)=0,6, p(Macet)=0,4 — proporsinya sama persis dengan slide 10, jadi entropy-nya juga sama: 0,971.
Rangkuman & Minggu Depan
Konsep
Inti
Klasifikasi
Supervised learning dengan label kategori (bukan angka)
Decision Tree
Split berdasar Information Gain (dari Entropy); rawan overfitting → pruning