stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Definisi dan Aplikasi Machine Learning & Data Mining
PRODI BISNIS DIGITAL · FEB UNDIP

Pembelajaran Dalam dan Pembelajaran Mesin

Pertemuan 1: Definisi dan Aplikasi Machine Learning & Data Mining

Mengenal dasar berpikir mesin belajar dari data — dari definisi hingga aplikasi nyata di bisnis Indonesia.

RPS minggu 1 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Dunia Data & Kenapa Mesin Perlu Belajar
Memahami ledakan data di sekitar kita, dan mengapa cara berpikir manusia saja tidak lagi cukup untuk mengolahnya.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

SETELAH PERTEMUAN INI
4
Kompetensi Dasar
  • Membedakan data, informasi, dan pengetahuan
  • Mendefinisikan machine learning (ML) secara tepat
  • Mendefinisikan data mining dan bedanya dengan ML
  • Mengenali aplikasi ML & data mining di bisnis Indonesia
KENAPA INI PENTING BAGI LULUSAN BISNIS DIGITAL?

Anda tidak dituntut membangun algoritma dari nol seperti mahasiswa ilmu komputer. Tapi sebagai calon product manager, analis bisnis, atau digital marketer, Anda wajib paham apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan ML/data mining — supaya Anda bisa memberi arahan yang tepat ke tim data.

Data: Bahan Bakar Era Digital

Setiap klik, transaksi, dan swipe menghasilkan jejak data — bahan mentah yang diolah menjadi keputusan bisnis.

DATA TERSTRUKTUR

Rapi dalam baris & kolom, seperti tabel Excel atau database.

  • Riwayat transaksi Tokopedia (harga, tanggal, kategori)
  • Data nasabah BBCA (saldo, jenis rekening)
DATA TIDAK TERSTRUKTUR

Tidak punya format tabel baku — perlu diolah dulu.

  • Foto produk di Shopee, ulasan teks pembeli
  • Rekaman suara chatbot layanan pelanggan
Sekitar 80–90% data bisnis dunia saat ini berbentuk tidak terstruktur (estimasi industri) — inilah salah satu alasan utama ML dibutuhkan: ia sanggup "membaca" pola dari teks, gambar, dan suara, bukan cuma angka rapi di tabel.

Dari Data ke Keputusan: Batas Kemampuan Manusia

Jutaan Baris DataManusia: Lambat &Rentan Bias/LelahKeputusanTerlambat/Kurang Presisi
Manusia unggul dalam penalaran & konteks, tapi lemah dalam mengolah volume & kecepatan data yang sangat besar secara konsisten — di sinilah mesin mengambil alih tugas "menemukan pola".

Machine learning tidak menggantikan manusia sepenuhnya — ia mempercepat proses menemukan pola dalam data yang terlalu besar untuk dianalisis manual.

Ledakan Data di Indonesia

PENGGUNA INTERNET
~213 juta
jiwa (~2024, estimasi APJII)
NILAI TRANSAKSI E-COMMERCE
~Rp 487 T
estimasi tahunan (Bank Indonesia)
PENGGUNA DOMPET DIGITAL
~200 juta
akun aktif (estimasi multi-platform)
Angka-angka ini bersifat estimasi dan berubah cepat setiap tahun — intinya bukan hafalan angka pasti, melainkan menangkap skala: data di Indonesia tumbuh jauh lebih cepat daripada kemampuan manusia mengolahnya secara manual.
Bagian 2 dari 3
Definisi & Cara Kerja Machine Learning
Masuk ke jantung mata kuliah: apa itu machine learning, dan bagaimana ia berbeda dari pemrograman biasa.

Apa itu Machine Learning?

"Sebuah program dikatakan belajar dari pengalaman E terhadap tugas T dan ukuran performa P, jika performanya pada T, diukur dengan P, meningkat seiring bertambahnya E." — Tom Mitchell (1997)
CONTOH KONKRET

Tugas (T): mendeteksi email spam.
Pengalaman (E): ribuan contoh email berlabel "spam"/"bukan spam".
Performa (P): persentase email yang benar diklasifikasikan.

Semakin banyak contoh data (E) yang dipelajari model, semakin baik performanya (P) dalam tugas (T) — ini disebut proses "belajar", bukan diprogram manual aturan demi aturan.

ML vs Pemrograman Tradisional

PEMROGRAMAN TRADISIONALDataAturan (kode)Komputermenjalankan aturanOutputMACHINE LEARNINGDataOutput (contoh jawaban)Model MLbelajar polaAturan (dipelajari)
Pemrograman tradisional: manusia menulis aturan, komputer menghasilkan output. Machine learning: manusia memberi data + contoh jawaban, komputer yang menemukan aturannya sendiri.

Bagaimana Mesin "Belajar" dari Data

Proses belajar mesin secara garis besar mengikuti alur berikut:

1. DATA HISTORIS

Contoh: 10.000 transaksi Tokopedia berlabel "fraud" / "normal".

2. PELATIHAN MODEL

Algoritma mencari pola yang membedakan fraud dari normal.

3. PREDIKSI BARU

Model menilai transaksi baru: kemungkinan fraud atau tidak.

Model hanya sebaik data yang mengajarinya — istilah "garbage in, garbage out" berlaku: data kotor/bias akan menghasilkan model yang keliru.

Hitung dari Nol: Akurasi Model Klasifikasi Spam

Model spam-filter diuji pada 100 email. Hasilnya: 40 spam terdeteksi benar (TP), 45 email normal benar (TN), 10 salah tandai spam (FP), 5 spam lolos (FN).

LangkahPerhitunganNilai
1. Prediksi benar (TP + TN)40 + 4585
2. Total data ujidiberikan100
3. Akurasi (%)(85 ÷ 100) × 10085%
4. Presisi — TP ÷ (TP + FP)40 ÷ (40 + 10)80%
AKURASI MODEL
85%
dari 100 email yang diuji

Aplikasi ML Sehari-hari di Indonesia

E-COMMERCE
Rekomendasi
Tokopedia/Shopee menyarankan produk berdasar riwayat belanja Anda.
PERBANKAN
Deteksi Fraud
BCA/Mandiri menandai transaksi kartu yang mencurigakan secara real-time.
TRANSPORTASI
Estimasi Tarif
Gojek/Grab memprediksi harga & waktu tempuh berdasarkan pola lalu lintas.
Pola yang sama berulang: data historis penggunamodel belajar polaprediksi/rekomendasi personal untuk setiap pengguna baru.
Bagian 3 dari 3
Data Mining: Menambang Wawasan dari Data
Mengenal istilah yang sering tertukar dengan ML, tahapan prosesnya, dan cara mengukur kemiripan antar data.

Apa itu Data Mining?

Data mining = proses menemukan pola, hubungan, dan wawasan tersembunyi dari kumpulan data besar — sering memakai teknik statistik, database, dan (salah satunya) machine learning.
FOKUS DATA MINING

Menjawab: "Pola/hubungan apa yang tersembunyi di data ini?"
Contoh: pelanggan yang beli popok cenderung juga beli susu formula.

FOKUS MACHINE LEARNING

Menjawab: "Bagaimana membuat sistem yang bisa memprediksi/memutuskan otomatis?"
Contoh: sistem otomatis memutuskan transaksi ini fraud atau bukan.

Keduanya beririsan: data mining sering memakai algoritma ML (mis. clustering) sebagai salah satu alatnya — tapi data mining juga mencakup teknik non-ML seperti statistik deskriptif & query database.

Data Mining vs Machine Learning vs Statistika

AspekStatistikaData MiningMachine Learning
Tujuan utamaMenguji hipotesisMenemukan pola tersembunyiMembuat prediksi otomatis
Ukuran dataBisa kecilUmumnya besarUmumnya besar
Contoh output"Rata-rata beda signifikan""Pola pembelian A→B""Prediksi: 87% kemungkinan churn"
Ketiganya saling melengkapi, bukan saling menggantikan — banyak proyek data di industri memakai ketiganya sekaligus dalam tahapan berbeda.

Tahapan Proses Data Mining (KDD)

KDD (Knowledge Discovery in Databases) adalah kerangka baku tahapan data mining:

TahapApa yang Dilakukan
1. Seleksi DataMemilih data relevan dari gudang data (mis. hanya transaksi 1 tahun terakhir)
2. Pra-pemrosesanMembersihkan data kotor/hilang (mis. isi kosong pada kolom harga)
3. TransformasiMengubah format data agar siap dianalisis (mis. normalisasi skala angka)
4. Penambangan (Mining)Menerapkan algoritma pencarian pola (mis. clustering, association rule)
5. Evaluasi & InterpretasiMenilai pola mana yang benar-benar bermakna bagi bisnis

Hitung dari Nol: Mengukur Kemiripan Dua Pelanggan

Pelanggan A: frekuensi belanja bulanan = 8, rata-rata nilai transaksi (skala 0-10) = 3. Pelanggan B: frekuensi = 5, nilai transaksi = 7. Seberapa mirip keduanya? Gunakan jarak Euclidean.

LangkahPerhitunganNilai
1. Selisih fitur frekuensi8 − 53
2. Selisih fitur nilai transaksi3 − 7−4
3. Kuadratkan & jumlahkan3² + (−4)² = 9 + 1625
4. Akar kuadrat (jarak Euclidean)√255
JARAK ANTAR-PELANGGAN
5
semakin kecil jarak = semakin mirip perilaku belanja

Coba Sendiri: Ukur Kemiripan Dua Pelanggan Sendiri

Geser frekuensi belanja dan nilai transaksi masing-masing pelanggan, amati bagaimana jarak Euclidean berubah secara langsung.

Studi Kasus: ML & Data Mining di Industri Indonesia

E-COMMERCE — TOKOPEDIA

Data mining: pola "produk sering dibeli bersamaan".
ML: sistem rekomendasi personal otomatis.

PERBANKAN — BBCA

Data mining: analisis pola transaksi nasabah.
ML: model skoring kredit & deteksi fraud real-time.

UMKM DIGITAL

Data mining: segmentasi pelanggan dari data POS.
ML: prediksi stok/permintaan otomatis.

Perhatikan pola berulang: data mining menemukan wawasan, lalu ML mengotomatiskan aksi berdasarkan wawasan itu — keduanya bekerja berurutan dalam satu pipeline bisnis.

Latihan Kelas: Diskusi Kelompok (15 menit)

INSTRUKSI
  • Bentuk kelompok 3–4 orang.
  • Pilih 1 aplikasi digital yang Anda pakai sehari-hari (mis. Gojek, Shopee, Instagram, DANA).
  • Identifikasi: fitur mana yang menurut Anda memakai machine learning, dan fitur mana yang lebih dekat ke data mining murni?
  • Siapkan 1 alasan singkat untuk tiap identifikasi.
Tidak ada jawaban "sempurna" di latihan ini — tujuannya melatih Anda membedakan dua konsep, bukan menghafal definisi kaku.

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

RANGKUMAN HARI INI
  • Data adalah bahan mentah; ML & data mining mengolahnya jadi wawasan/aksi.
  • ML: mesin belajar pola dari data untuk membuat prediksi otomatis.
  • Data mining: menemukan pola/hubungan tersembunyi dalam data besar.
  • Keduanya beririsan dan sering dipakai berurutan dalam bisnis nyata.
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 2
Baca
Ringkasan singkat konsep "Dimensionality Reduction"
Pertemuan 2 kita akan bahas PCA, SVD, dan ICA — teknik menyederhanakan data berdimensi tinggi. Tidak perlu paham matematikanya dulu, cukup baca gambaran umumnya.