‹ Daftar slidePertemuan 11: Komunikasi Pemasaran Global I: Iklan dan Hubungan Masyarakat — mengelola keputusan iklan dan PR dalam pemasaran internasional
PEMASARAN INTERNASIONAL · PRODI MANAJEMEN · FEB UNDIP
Pemasaran Internasional
Komunikasi Pemasaran Global I: Iklan dan Hubungan Masyarakat
Mengelola keputusan iklan (advertising) dan hubungan masyarakat (public relations/PR) lintas negara — dari standardisasi pesan sampai manajemen krisis global.
RPS minggu 12 · 2×50 menit
Bagian 1 dari 3
Tantangan Komunikasi Pemasaran Global
Mengapa iklan yang sukses di satu negara bisa gagal total di negara lain? Kita mulai dari akar masalahnya.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
TUJUAN 1–2
Menjelaskan perdebatan standardisasi vs adaptasi iklan global dan faktor penentunya.
Mengidentifikasi hambatan periklanan internasional: bahasa, budaya, regulasi, dan ketersediaan media.
TUJUAN 3–4
Menghitung indikator media planning (Reach, Frequency, GRP) dan nilai publisitas PR (AVE).
Menjelaskan peran hubungan masyarakat (PR) global, termasuk manajemen krisis lintas negara.
Posisi Topik dalam Bauran Pemasaran Global
Minggu-minggu sebelumnya kita sudah membahas keputusan produk, merek, harga, dan distribusi global. Sekarang giliran elemen ke-4: komunikasi (promotion) — bagaimana pesan pemasaran disampaikan ke pasar internasional.
Komunikasi pemasaran global terdiri atas empat pilar utama: iklan, hubungan masyarakat (PR), promosi penjualan, dan personal selling. Hari ini kita fokus pada dua pilar pertama.
Standardisasi vs Adaptasi Pesan Iklan
STANDARDISASI
Satu pesan iklan global yang sama dipakai di semua negara (contoh: kampanye "Open Happiness" Coca-Cola).
Hemat biaya produksi & koordinasi
Citra merek konsisten di seluruh dunia
Cocok untuk produk dengan daya tarik universal
ADAPTASI
Pesan iklan disesuaikan dengan bahasa, budaya, dan selera lokal tiap negara.
Lebih relevan & dekat dengan konsumen lokal
Menghindari kesalahan budaya yang fatal
Biaya produksi & koordinasi lebih tinggi
Kebanyakan perusahaan multinasional memakai strategi "glocal" — global + local: tema besar/positioning tetap global, tetapi eksekusi (bahasa, model iklan, konteks budaya) diadaptasi per negara.
Empat Faktor Penentu Tingkat Adaptasi
Hambatan Utama Periklanan Internasional
HAMBATAN BAHASA
Slogan yang diterjemahkan harfiah bisa berubah makna atau tidak lucu lagi. Solusi: transcreation (menulis ulang pesan, bukan menerjemahkan kata per kata).
HAMBATAN BUDAYA
Simbol, gestur, atau model iklan yang dianggap tabu di satu negara bisa dianggap biasa di negara lain. Riset budaya lokal wajib sebelum tayang.
HAMBATAN REGULASI
Setiap negara punya aturan sendiri soal iklan anak, rokok, alkohol, obat-obatan. Di Indonesia diawasi P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) & EPI (Etika Pariwara Indonesia).
Kegagalan mengecek salah satu dari tiga hambatan ini bisa berujung boikot konsumen atau sanksi hukum — biaya reputasi jauh lebih mahal daripada biaya riset budaya di awal.
Bagian 2 dari 3
Strategi & Eksekusi Iklan Global
Dari pemilihan pesan sampai menghitung efektivitas media — bagaimana keputusan iklan dieksekusi secara nyata.
Strategi Pesan: Daya Tarik Iklan Global
Pesan iklan global umumnya dibangun dari dua jenis daya tarik (appeal):
DAYA TARIK INFORMASIONAL
Menonjolkan fakta & manfaat fungsional produk (harga, kualitas, fitur). Efektif untuk produk teknis (elektronik, jasa keuangan) dan pasar yang lebih rasional dalam mengambil keputusan.
DAYA TARIK EMOSIONAL
Menyentuh perasaan, identitas, atau gaya hidup (kebahagiaan, kebanggaan, nostalgia). Lebih mudah distandardisasi lintas negara karena emosi bersifat universal.
Pesan Global = Tema Universal (emosional) + Eksekusi Lokal (bahasa, model, konteks)
Struktur Agensi Iklan Global
Pilihan struktur bergantung pada trade-off antara kontrol pesan global vs pemahaman pasar lokal.
Hitung dari Nol #1: Reach, Frequency, GRP
Kasus: Kampanye iklan TV kopi kemasan menyasar populasi target 5.000.000 calon konsumen di suatu negara. Hasil riset media: 1.200.000 orang melihat iklan minimal 1 kali (audiens unik), dengan total 3.600.000 paparan (impresi) tercatat selama kampanye.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Reach (%)
(1.200.000 audiens unik ÷ 5.000.000 populasi target) × 100
24%
2. Average Frequency
3.600.000 total paparan ÷ 1.200.000 audiens unik
3,0 kali
3. GRP (Gross Rating Points)
24% Reach × 3,0 Frequency
72 GRP
HASIL AKHIR
72 GRP
Reach 24% × Frequency 3,0 kali
Regulasi Iklan Lintas Negara
CONTOH PERBEDAAN REGULASI IKLAN
Negara/Wilayah
Contoh Aturan Iklan
Indonesia (P3I / EPI)
Iklan rokok dilarang di TV nasional pukul 05.00–21.30; iklan susu formula bayi dibatasi ketat
Uni Eropa
Iklan yang menyasar anak-anak di bawah usia tertentu dibatasi lintas negara anggota
Prancis
Aturan ketat penggunaan bahasa Prancis dalam materi iklan (Loi Toubon)
Arab Saudi
Larangan konten yang bertentangan dengan norma keagamaan & budaya setempat
Karena regulasi berbeda-beda, tim legal & compliance lokal wajib dilibatkan sebelum iklan tayang di negara baru — bukan setelahnya.
Studi Kasus: Coca-Cola vs McDonald's
COCA-COLA — STANDARDISASI TINGGI
Logo, warna merah, dan tema "kebahagiaan bersama" seragam di seluruh dunia. Yang diadaptasi hanya bahasa slogan & wajah model lokal dalam iklan.
McDONALD'S — ADAPTASI TINGGI
Logo & identitas merek global tetap sama, tapi menu & pesan iklan diadaptasi kuat: McRice di Indonesia, McSpicy Paneer di India (tanpa daging sapi karena mayoritas Hindu).
Pelajaran utama: elemen identitas merek (logo, warna, nilai inti) bisa distandardisasi, sementara elemen yang bersentuhan langsung dengan selera & norma lokal (rasa, menu, konteks iklan) perlu adaptasi.
Bagian 3 dari 3
Hubungan Masyarakat (PR) dalam Pemasaran Global
Dari membangun reputasi lewat media hingga mengelola krisis ketika sesuatu berjalan salah di pasar internasional.
PR Global: Definisi & Fungsi
Hubungan masyarakat (Public Relations/PR) global adalah upaya terencana membangun dan menjaga citra baik perusahaan di mata publik lintas negara — tanpa membayar ruang iklan secara langsung.
MEDIA RELATIONS
Membangun hubungan dengan wartawan & media di tiap negara agar berita perusahaan diliput secara positif.
SPONSORSHIP
Mensponsori acara olahraga/budaya lokal (contoh: sponsor Piala Dunia, konser musik lokal) untuk membangun asosiasi merek positif.
CRISIS COMMUNICATION
Menyiapkan respons cepat & transparan saat terjadi krisis (produk cacat, skandal, kontroversi budaya).
PR Domestik vs PR Global
Hitung dari Nol #2: Nilai Publisitas (AVE)
Kasus: UMKM batik ekspor ke Jepang mendapat liputan gratis di media cetak seluas 200 cm², pada media yang tarif iklannya Rp150.000/cm². Biaya kampanye PR yang dikeluarkan: Rp10.000.000. PR konvensional diberi multiplier kredibilitas 3× karena berita dianggap lebih dipercaya publik dibanding iklan berbayar.
ROI kampanye PR (Rp90 juta nilai vs Rp10 juta biaya)
Coba Sendiri: Hitung GRP Iklan & ROI PR Kampanye Anda
Ubah reach, frequency, luas liputan, dan biaya kampanye untuk melihat GRP iklan dan ROI PR berubah bersamaan.
Manajemen Krisis PR Global: Studi Kasus
Kasus Indomie di Taiwan (2010): otoritas Taiwan menyatakan Indomie mengandung pengawet yang tidak sesuai standar mereka → berita menyebar cepat lewat media & media sosial ke negara lain.
Tahapan respons krisis yang seharusnya diambil perusahaan multinasional:
Tahap
Tindakan
1. Klarifikasi cepat
Rilis pernyataan resmi dalam hitungan jam, bukan hari — jelaskan bahwa produk sesuai standar BPOM Indonesia & negara tujuan ekspor resmi
2. Transparansi data
Tunjukkan bukti uji laboratorium & sertifikasi keamanan pangan kepada media
3. Koordinasi lintas negara
Selaraskan pesan tim PR di semua negara agar tidak ada informasi yang saling bertentangan
Latihan Kelas: Diskusi Kelompok
Instruksi: Bentuk kelompok 4–5 orang. Pilih satu produk UMKM Indonesia (misalnya kopi Gayo, batik, atau kerajinan rotan) yang ingin diekspor ke satu negara pilihan kelompok Anda. Diskusikan selama 15 menit, lalu presentasikan singkat.
PERTANYAAN 1
Apakah pesan iklan produk ini sebaiknya distandardisasi atau diadaptasi untuk negara tujuan? Jelaskan berdasarkan 4 faktor (bahasa, budaya, regulasi, media).
PERTANYAAN 2
Rancang satu langkah PR (media relations/sponsorship) yang bisa membangun kepercayaan konsumen di negara tujuan tersebut.
Rangkuman & Persiapan Minggu Depan
RANGKUMAN HARI INI
Standardisasi vs adaptasi iklan — ditentukan bahasa, budaya, regulasi, media
Strategi "glocal": tema global + eksekusi lokal
Reach × Frequency = GRP (media planning)
PR global: media relations, sponsorship, crisis communication
AVE & ROI PR sebagai ukuran nilai publisitas
TUGAS & MINGGU DEPAN
Tugas: Ringkas 1 halaman studi kasus krisis PR perusahaan multinasional di Indonesia (selain Indomie).
Pertemuan 12 (RPS minggu 13): Komunikasi Pemasaran Global II — Promosi Penjualan, Personal Selling & Pemasaran Digital.