‹ Daftar slidePertemuan 10: Saluran Pemasaran dan Distribusi Fisik Global — merancang saluran distribusi dan sistem distribusi fisik global
RPS minggu 11 · 2x50 menit
Saluran Pemasaran dan Distribusi Fisik Global
Merancang saluran distribusi & sistem distribusi fisik global — Pemasaran Internasional, Pertemuan 10
Peta Pembelajaran
Tiga Bagian Hari Ini
(1) Merancang saluran distribusi global → (2) Sistem distribusi fisik global → (3) Tantangan & strategi eksekusi
Apa Itu Saluran Distribusi Global?
Saluran distribusi (distribution channel) adalah jaringan organisasi/individu yang menjembatani produsen dengan konsumen akhir di pasar internasional — bisa berupa perantara (intermediary) seperti agen, distributor, atau langsung tanpa perantara.
Mengapa penting
Menjembatani jarak geografis & budaya produsen-konsumen
Menentukan kecepatan & biaya produk sampai ke pasar
Memengaruhi citra merek di mata konsumen lokal
Contoh nyata
Wardah masuk Malaysia lewat distributor lokal
Kopi Kapal Api ekspor via trading company Jepang
UMKM batik jual langsung lewat Tokopedia cross-border
Fungsi Saluran Distribusi
Setiap anggota saluran menjalankan sebagian dari delapan fungsi berikut, sehingga beban dan biaya tersebar di sepanjang rantai.
Fungsi Transaksi
Informasi pasar, promosi, negosiasi harga & kontrak
Fungsi Logistik
Pemesanan, pembiayaan, penanggungan risiko fisik barang
Fungsi Fasilitas
Kepemilikan fisik, pembayaran, transfer hak kepemilikan
Semakin banyak fungsi yang dialihkan ke perantara, semakin panjang saluran — tetapi produsen kehilangan sebagian kendali atas harga & citra merek di pasar tujuan.
Struktur & Panjang Saluran Distribusi
Panjang saluran ditentukan oleh jumlah tingkatan perantara antara produsen dan konsumen akhir.
Faktor Penentu Desain Saluran
Empat kelompok faktor menentukan seberapa panjang & siapa perantara yang dipilih dalam saluran distribusi global.
Karakteristik Produk & Pasar
Produk mudah rusak → saluran pendek (mis. buah segar)
Pasar terpencar → butuh jaringan perantara luas
Karakteristik Perusahaan & Perantara
Sumber daya finansial & pengalaman ekspor perusahaan
Ketersediaan & reputasi perantara lokal terpercaya
UMKM dengan modal terbatas umumnya memilih saluran tidak langsung dahulu untuk menekan risiko, baru beralih ke saluran langsung setelah pasar dikenal.
Jenis Perantara Distribusi Internasional
Jenis Perantara
Peran Utama
Contoh
Agen (agent)
Menjual atas nama produsen, tanpa memiliki barang, komisi
Agen ekspor rempah ke Timur Tengah
Distributor
Membeli & memiliki barang, jual ulang ke pengecer
Distributor Wardah di Malaysia
Trading company
Menangani ekspor-impor skala besar, banyak produk
Sogo Shosha Jepang untuk kopi Indonesia
Marketplace lintas batas
Platform digital penghubung langsung ke konsumen akhir
Tokopedia/Shopee cross-border untuk UMKM
Hitung dari Nol #1 — Markup Berjenjang Saluran Distribusi
Setiap perantara menambahkan markup pada harga jual — akumulasinya membentuk harga akhir yang dibayar konsumen.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Harga pokok produksi (HPP) produsen
diberikan
Rp 50.000
Harga jual produsen → distributor (markup 20%)
50.000 × 1,20
Rp 60.000
Harga jual distributor → pengecer (markup 25%)
60.000 × 1,25
Rp 75.000
Harga jual pengecer → konsumen (markup 33,33%)
75.000 × 4/3
Rp 100.000
Total markup saluran terhadap HPP
(100.000 - 50.000) / 50.000 × 100
100%
Harga Jual Akhir ke Konsumen
Rp 100.000
Dua kali lipat HPP produsen setelah melewati 3 tingkat saluran
Coba Sendiri: Tambah Tingkat Saluran, Lihat Harga Membengkak
Ubah persentase markup tiap perantara dan jumlah tingkat saluran, lalu amati bagaimana harga akhir ke konsumen berubah.
Bagian Kedua
Distribusi Fisik Global
Bagaimana barang benar-benar bergerak dari pabrik di Indonesia sampai ke rak toko di negara lain
Distribusi Fisik Global & Tujuan 7R
Distribusi fisik (physical distribution) adalah pergerakan nyata barang dari titik produksi ke titik konsumsi lintas negara, dengan tujuan memenuhi prinsip 7R.
Right Product & Quantity
Produk & jumlah yang tepat sesuai pesanan
Right Place & Time
Sampai di lokasi & waktu yang disepakati
Right Cost & Condition
Biaya efisien, kondisi barang tetap prima
Komponen Sistem Distribusi Fisik
Moda Transportasi Internasional & Trade-off
Moda
Kecepatan
Biaya per kg
Laut (sea freight)
Lambat (2-6 minggu)
Paling murah
Udara (air freight)
Cepat (1-3 hari)
5-10x lebih mahal dari laut
Darat (kereta/truk)
Sedang, cocok jalur darat lintas negara
Menengah
Multimoda
Kombinasi 2+ moda dalam satu pengiriman
Optimal untuk keseimbangan biaya-waktu
Incoterms: Siapa Menanggung Apa?
Incoterms adalah aturan internasional standar yang menetapkan titik peralihan biaya & risiko antara penjual dan pembeli.
Incoterm
Tanggung Jawab Penjual
Tanggung Jawab Pembeli
EXW (Ex Works)
Menyediakan barang di gudang sendiri
Semua biaya & risiko sejak dari gudang
FOB (Free on Board)
Biaya & risiko sampai barang naik kapal
Freight, asuransi, bea masuk negara tujuan
CIF (Cost, Insurance, Freight)
Biaya barang, asuransi, & ongkos kirim ke pelabuhan tujuan
Bea masuk & pengiriman dari pelabuhan tujuan
DDP (Delivered Duty Paid)
Semua biaya termasuk bea masuk sampai ke gudang pembeli
Menerima barang saja
Coba Sendiri: Bandingkan Titik Peralihan Tanggung Jawab EXW-FOB-CIF-DDP
Pilih Incoterm dan lihat diagram titik peralihan biaya serta risiko dari penjual ke pembeli berubah posisinya.
Hitung dari Nol #2 — Landed Cost Impor
Landed cost adalah total biaya barang begitu tiba di gudang pembeli, mencakup harga barang, ongkos kirim, asuransi, bea masuk, & pajak impor.
Langkah
Perhitungan
Nilai
FOB + Freight laut (satu kontainer, diberikan)
40.000.000 + 8.000.000
Rp 48.000.000
Asuransi (0,5% x FOB+Freight)
0,5% × 48.000.000
Rp 240.000
CIF (Cost, Insurance, Freight)
48.000.000 + 240.000
Rp 48.240.000
Bea Masuk (tarif 10% x CIF)
10% × 48.240.000
Rp 4.824.000
PPN Impor (11% x (CIF + Bea Masuk))
11% × 53.064.000
Rp 5.837.040
Landed Cost Total
48.240.000 + 4.824.000 + 5.837.040
Rp 58.901.040
Landed Cost per Kontainer
Rp 58,9 juta
47% lebih tinggi dari harga FOB awal Rp 40 juta
Coba Sendiri: Hitung Ulang Landed Cost Kontainer Anda
Ubah nilai FOB, freight, tarif bea masuk, dan status API, lalu amati bagaimana landed cost total berubah dari nilai FOB awal.
Trade-off Kecepatan vs Biaya: Kasus Ekspor Kopi
Eksportir kopi asal Aceh harus memilih moda pengiriman 1 ton kopi ke buyer di Jerman — mari bandingkan dua skenario.
Skenario A — Laut
Waktu tempuh: ~5 minggu
Biaya kirim: ~Rp 18 juta/ton
Cocok: buyer punya stok penyangga cukup
Skenario B — Udara
Waktu tempuh: ~2 hari
Biaya kirim: ~Rp 95 juta/ton
Cocok: buyer mendesak stok habis/pameran dagang
Selisih biaya ~Rp 77 juta/ton hanya masuk akal jika kecepatan menyelamatkan penjualan senilai lebih besar dari itu — inilah inti analisis trade-off distribusi fisik.
Coba Sendiri: Bandingkan Moda Transportasi Ekspor Anda Sendiri
Pilih moda transportasi dan atur nilai barang untuk melihat kapan selisih biaya kirim yang mahal justru masih masuk akal dipilih.
Bagian Ketiga
Tantangan & Strategi Eksekusi
Merancang saluran & distribusi fisik yang baik di atas kertas tidak cukup — eksekusi nyata penuh hambatan