‹ Daftar slidePertemuan 8: Strategi Masuk Pasar Internasional — merancang strategi lisensi, investasi, dan aliansi strategis untuk memasuki pasar internasional
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP
Strategi Masuk Pasar Internasional
Pertemuan 8 — Merancang Strategi Lisensi, Investasi, dan Aliansi Strategis untuk Memasuki Pasar Internasional
Setelah memahami riset pasar dan STP global, kini saatnya memutuskan bagaimana caranya masuk — dari ekspor sederhana hingga mendirikan anak perusahaan sendiri di negara tujuan.
RPS MINGGU 9 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang strategi masuk pasar internasional yang tepat berdasarkan karakteristik perusahaan dan pasar tujuan. Secara rinci:
SPEKTRUM
6 Mode
Masuk Pasar
Mengidentifikasi enam mode masuk utama: ekspor, lisensi, waralaba, kontrak manajemen, joint venture, dan investasi langsung.
TRADE-OFF
Kontrol vs
Risiko & Biaya
Menjelaskan hubungan antara tingkat kontrol, risiko finansial, dan komitmen sumber daya pada tiap mode masuk.
HITUNG
Royalti &
Bagi Hasil JV
Menghitung royalti lisensi dan pembagian laba usaha patungan berdasarkan proporsi kepemilikan modal.
KEPUTUSAN
Framework
Pemilihan Mode
Menerapkan kerangka pemilihan strategi masuk berdasarkan ukuran pasar, risiko negara, dan regulasi setempat.
Bagian 1 dari 3
Mengapa Pemilihan Mode Masuk Itu Krusial?
Satu keputusan yang salah bisa mengunci perusahaan pada komitmen mahal selama bertahun-tahun — mari kita mulai dari kasus nyata.
Kasus: Salah Pilih Mode Masuk Pasar
Sebuah UMKM fesyen Bandung ingin ekspansi ke Vietnam. Dua skenario keputusan berbeda menghasilkan nasib yang sangat berbeda.
SKENARIO A: LANGSUNG DIRIKAN PABRIK
Investasi awal habis untuk sewa lahan, mesin, dan izin usaha
Tidak paham regulasi tenaga kerja & selera lokal Vietnam
Penjualan tahun pertama jauh di bawah target, modal tertahan
Sulit menutup operasi karena kontrak sewa jangka panjang
SKENARIO B: LISENSI KE MITRA LOKAL DULU
Mitra lokal Vietnam yang menanggung modal & risiko operasional (risiko rendah)
Mitra paham selera & regulasi setempat (akses pasar cepat)
UMKM menerima royalti tetap tanpa modal besar di muka
Setelah pasar terbukti menjanjikan, baru pertimbangkan investasi langsung
Prinsip dasar: mulai dari mode masuk berisiko rendah untuk menguji pasar, baru naikkan komitmen sumber daya setelah ada bukti permintaan yang kuat.
Spektrum Mode Masuk Pasar Internasional
Enam mode masuk tersusun dalam satu spektrum: semakin ke kanan, kontrol makin besar tapi risiko & modal yang dipertaruhkan juga makin besar.
Tiga kelompok besar yang akan kita bahas: kontraktual (lisensi, waralaba, kontrak manajemen), investasi langsung/FDI (joint venture, akuisisi, greenfield), dan aliansi strategis yang bisa menyilang keduanya.
Coba Sendiri: Geser Sepanjang Spektrum 6 Moda Masuk Pasar
Geser posisi di sepanjang spektrum ekspor sampai investasi langsung untuk membandingkan tingkat kontrol, risiko, dan modal yang dipertaruhkan tiap moda.
Bagian 2 dari 3
Mode Kontraktual: Lisensi & Waralaba
Cara masuk pasar dengan modal minim, memanfaatkan mitra lokal yang sudah paham pasar dan regulasi setempat.
Lisensi (Licensing)
Pemilik merek/teknologi (licensor) memberi hak kepada mitra lokal (licensee) untuk memproduksi atau memasarkan produknya dengan imbalan royalti.
KELEBIHAN
Modal & risiko operasional ditanggung licensee
Akses cepat ke pengetahuan pasar & jaringan distribusi lokal
Menghindari hambatan tarif & kuota impor
KEKURANGAN
Kontrol kualitas & standar merek lebih sulit diawasi
Risiko licensee menjadi pesaing setelah kontrak berakhir
Keuntungan (royalti) jauh lebih kecil dibanding menjual sendiri
Contoh: Wardah melisensikan formulasi & mereknya ke distributor kosmetik di Malaysia — Wardah menerima royalti tetap, sementara mitra lokal menanggung biaya distribusi & regulasi BPOM setempat.
Waralaba (Franchising)
Bentuk lisensi yang lebih ketat: pewaralaba (franchisor) memberikan seluruh sistem bisnis — merek, SOP, pelatihan, dan dukungan operasional berkelanjutan.
CIRI KHAS WARALABA
Kontrol jauh lebih ketat dibanding lisensi biasa (SOP wajib diikuti)
Franchisor menerima franchise fee di awal + royalti berkala
Umum di industri makanan-minuman & ritel
CONTOH INDONESIA GO GLOBAL
J.CO Donuts & Coffee: waralaba ke Malaysia, Filipina, Singapura
Indomaret: ekspansi waralaba ke Filipina
Kebab Turki Baba Rafi: waralaba ke lebih dari 5 negara
Beda kunci dengan lisensi biasa: waralaba mewajibkan kepatuhan pada seluruh sistem operasi (resep, interior toko, seragam, pelatihan staf) — bukan sekadar hak pakai merek.
Hitung dari Nol: Royalti Lisensi
Kasus: Wardah melisensikan mereknya ke distributor Malaysia dengan royalti 5% dari penjualan bersih tahunan. Penjualan bersih tahun ini: Rp 12.000.000.000. Biaya audit kepatuhan merek per tahun: Rp 50.000.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Royalti kotor (5% dari penjualan bersih)
5% × 12.000.000.000
Rp 600.000.000
2. Biaya audit kepatuhan merek (dikurangkan)
600.000.000 − 50.000.000
Rp 550.000.000
3. Royalti bersih diterima licensor per bulan
550.000.000 ÷ 12
≈ Rp 45.833.333
KESIMPULAN
Rp 550 Juta
Royalti Bersih per Tahun
Wardah menerima Rp 550 juta bersih setahun tanpa menanggung biaya distribusi, izin BPOM setempat, atau risiko operasional di Malaysia.
Coba Sendiri: Hitung Royalti Bersih Lisensi Merek Anda
Ubah tarif royalti, penjualan bersih, dan biaya audit kepatuhan, lalu amati bagaimana royalti bersih bulanan berubah.
Kontrak Manajemen & Proyek Turnkey
Dua bentuk kontraktual lain yang menjual keahlian, bukan produk atau merek, kepada mitra di negara tujuan.
KONTRAK MANAJEMEN
Jual Keahlian
Mengelola Operasi
Perusahaan mengirim tim manajemen untuk mengelola operasi milik pihak lain (mis. rantai hotel internasional mengelola hotel milik investor lokal Bali dengan imbalan fee manajemen).
PROYEK TURNKEY
Bangun &
Serahkan Kunci
Kontraktor membangun fasilitas lengkap (pabrik, pembangkit listrik) lalu menyerahkan seluruh operasi ke klien saat "siap pakai" — umum pada proyek infrastruktur besar.
Contoh nyata: BUMN karya Indonesia (mis. Wijaya Karya) mengerjakan proyek turnkey pembangkit listrik di negara tetangga — membangun, menguji, lalu menyerahkan kunci operasional ke pemerintah setempat.
Bagian 3 dari 3
Investasi Langsung & Aliansi Strategis
Ketika perusahaan siap menanggung modal & risiko lebih besar demi kontrol penuh atas operasi di pasar internasional.
Usaha Patungan (Joint Venture)
Dua atau lebih perusahaan dari negara berbeda membentuk entitas baru dengan berbagi kepemilikan, modal, risiko, dan keuntungan.
Contoh: Astra International membentuk berbagai joint venture dengan prinsipal Jepang (Toyota, Daihatsu, Honda) — Astra menyumbang jaringan distribusi & pemahaman pasar Indonesia, prinsipal Jepang menyumbang teknologi & modal.
Kepemilikan Penuh: Akuisisi vs Greenfield
Wholly Owned Subsidiary (WOS) — anak perusahaan yang 100% dimiliki sendiri — bisa dicapai lewat dua jalur berbeda.
AKUISISI (BELI PERUSAHAAN ADA)
Lebih cepat masuk pasar — pabrik, karyawan, pelanggan sudah ada
Risiko integrasi budaya kerja & sistem yang berbeda
Biaya awal umumnya lebih besar (harga akuisisi + premium)
GREENFIELD (BANGUN DARI NOL)
Fasilitas & sistem kerja sesuai standar perusahaan sendiri sepenuhnya
Butuh waktu lebih lama (izin, konstruksi, rekrutmen dari nol)
Risiko lebih tinggi karena belum ada basis pelanggan/reputasi lokal
Contoh: Indofood mengakuisisi pabrik mi instan yang sudah beroperasi di Nigeria untuk mempercepat masuk pasar, dibanding membangun pabrik baru dari nol yang bisa memakan waktu 2–3 tahun lebih lama.
Hitung dari Nol: Bagi Hasil Joint Venture
Kasus: JV pabrik komponen otomotif Indonesia–Jepang. Modal total Rp 100.000.000.000; mitra Indonesia menyetor 40%, mitra Jepang 60%. Laba tahun pertama: Rp 20.000.000.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Modal disetor mitra Indonesia (40%)
40% × 100.000.000.000
Rp 40.000.000.000
2. Bagian laba mitra Indonesia (40% dari laba)
40% × 20.000.000.000
Rp 8.000.000.000
3. Return on investment mitra Indonesia
(8.000.000.000 ÷ 40.000.000.000) × 100
20%
KESIMPULAN
ROI 20%
Mitra Indonesia Tahun Pertama
Bagi hasil JV selalu proporsional terhadap porsi modal — bukan porsi kontribusi non-modal seperti jaringan distribusi, kecuali disepakati lain dalam kontrak.
Coba Sendiri: Ubah Porsi Modal, Lihat Bagi Hasil JV
Ubah porsi modal masing-masing mitra dan besar laba JV, lalu amati bagaimana bagian laba dan ROI tiap mitra berubah.
Aliansi Strategis (Strategic Alliance)
Kerja sama antar-perusahaan tanpa membentuk entitas kepemilikan baru — berbagi sumber daya untuk tujuan spesifik, tetap independen secara hukum.
BENTUK UMUM
Aliansi pemasaran bersama (co-marketing) lintas negara
Aliansi riset & pengembangan produk (R&D sharing)
Konsorsium untuk tender proyek besar (mis. infrastruktur)
CONTOH INDONESIA
Garuda Indonesia beraliansi dengan SkyTeam untuk jaringan rute global
Bank BCA beraliansi dengan penyedia teknologi pembayaran asing
Konsorsium BUMN karya + kontraktor asing untuk proyek KPBU
Keunggulan utama aliansi: fleksibel, cepat dibentuk, dan bisa dibubarkan tanpa proses hukum serumit menjual saham JV — cocok untuk kerja sama jangka menengah dengan tujuan spesifik.
Kerangka Pemilihan Mode Masuk
Empat pertanyaan kunci untuk merekomendasikan mode masuk yang paling tepat pada studi kasus manapun.
1. RISIKO NEGARA
Stabil?
Negara stabil politik & hukum (mis. Singapura) mendukung FDI; negara berisiko tinggi lebih aman via lisensi/aliansi.
2. UKURAN PASAR
Besar?
Pasar besar & jangka panjang (mis. Vietnam, Nigeria) menjustifikasi investasi langsung; pasar kecil cukup ekspor/lisensi.
3. KESIAPAN MODAL
Cukup?
Perusahaan besar bermodal kuat (mis. Astra, Indofood) mampu FDI; UMKM lebih realistis mulai dari lisensi/waralaba.
4. PROTEKSI ASET
Rentan?
Teknologi/resep sangat rahasia lebih aman dikendalikan sendiri (JV/WOS) dibanding dilisensikan ke pihak lain.
Faktor Regulasi & Kompetisi yang Sering Terlupakan
Selain empat pertanyaan inti, dua faktor eksternal ini kerap menjadi penentu akhir pemilihan mode masuk.
REGULASI KEPEMILIKAN ASING
Banyak negara membatasi kepemilikan asing di sektor tertentu (mis. Indonesia via Daftar Prioritas Investasi)
Jika WOS dilarang, JV dengan mitra lokal menjadi satu-satunya jalur investasi langsung
Persyaratan alih teknologi (technology transfer) sering diwajibkan dalam JV
INTENSITAS KOMPETISI LOKAL
Pasar dengan pemain lokal kuat & loyal — aliansi/JV mempercepat penerimaan pasar
Pasar kosong tanpa pesaing serius — greenfield memberi keunggulan penggerak pertama
First-mover advantage harus ditimbang terhadap kecepatan mode masuk
Studi Kasus: Indofood Menuju Pasar Afrika
Bagaimana satu perusahaan bisa menggunakan kombinasi beberapa mode masuk sekaligus di kawasan yang sama.
TAHAP AWAL (2000-an)
Ekspor mi instan lewat distributor Nigeria — menguji selera pasar
Permintaan meningkat, distributor lokal sulit memenuhi skala
TAHAP LANJUTAN
Joint venture dengan mitra lokal Nigeria (produksi & distribusi bersama)
Akuisisi fasilitas produksi lokal untuk mempercepat kapasitas
Pelajaran utama: strategi masuk pasar bukan keputusan sekali jadi — perusahaan bisa naik-turun spektrum mode masuk seiring bukti pasar & kepercayaan diri yang terus bertambah.
Latihan & Diskusi Kelas
Kerjakan berkelompok (4 orang, 8 menit), lalu 2 kelompok akan diminta presentasi singkat.
INSTRUKSI
Pilih satu UMKM/brand Indonesia yang Anda kenal (kuliner, fesyen, kosmetik, jasa)
Tentukan satu negara ASEAN tujuan ekspansi (mis. Vietnam, Filipina, Thailand)
Rekomendasikan mode masuk yang paling tepat, gunakan 4 pertanyaan kerangka pemilihan tadi sebagai justifikasi
Hitung estimasi kasar: kalau memilih lisensi/waralaba, berapa proyeksi royalti tahunannya?
Hindari jawaban "pokoknya JV karena aman" tanpa justifikasi — kaitkan rekomendasi Anda langsung dengan risiko negara, ukuran pasar, kesiapan modal, dan proteksi aset brand tersebut.
Trade-off inti: kontrol & kontribusi laba naik seiring risiko & modal
Royalti = tarif % × penjualan bersih; bagi hasil JV proporsional modal
4 pertanyaan kerangka: risiko negara, ukuran pasar, kesiapan modal, proteksi aset
MINGGU DEPAN
Pertemuan 9
Strategi Produk & Merek Global
Bawa contoh produk global favorit Anda (standardisasi vs adaptasi lokal) untuk didiskusikan sebagai pembuka pertemuan berikutnya.
Tugas individu: tulis 1 halaman rekomendasi mode masuk pasar untuk brand hasil diskusi kelompok hari ini, lengkap perhitungan royalti/bagi hasilnya, kumpulkan sebelum pertemuan 9.