‹ Daftar slidePertemuan 6: Segmentasi, Targeting, dan Positioning Pasar Internasional — menyusun strategi STP di pasar internasional
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Pemasaran Internasional
Segmentasi, Targeting, dan Positioning Pasar Internasional
Pertemuan 6 · Menyusun Strategi STP di Pasar Internasional
Dari peta pasar dunia yang beragam menjadi satu segmen sasaran yang jelas — dan satu posisi merek yang melekat di benak konsumen.
RPS minggu 6 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu merancang strategi STP untuk memasuki pasar internasional (Sub-CPMK 6.1–6.3):
Capaian 1 — Segmentasi
①
Menjelaskan basis segmentasi pasar internasional (geografis, demografis-ekonomi, psikografis, perilaku, lintas-negara) dan lima syarat segmen efektif.
Capaian 2 — Targeting
②
Menerapkan kriteria pemilihan pasar sasaran (ukuran, pertumbuhan, persaingan, kesesuaian, biaya masuk) melalui model skor berbobot.
Capaian 3 — Positioning
③
Merumuskan strategi positioning merek global, termasuk pendekatan global, local, dan foreign consumer culture.
Capaian 4 — Integrasi
④
Merangkai segmentasi → targeting → positioning menjadi satu strategi STP utuh untuk sebuah kasus masuk pasar nyata.
Satu Produk, Wajah Berbeda di Setiap Negara
Merek global tidak menjual hal yang sama dengan cara yang sama ke semua orang. Tiga contoh nyata:
Indomie
🍜
Di Indonesia rasa soto & kari; di Nigeria rasa chicken & jollof dibuat khusus untuk lidah lokal — segmen berbeda, resep berbeda.
Toyota
🚗
Avanza diposisikan sebagai mobil keluarga hemat di Indonesia; di Eropa Toyota justru menonjolkan citra hybrid ramah lingkungan.
McDonald's
🍔
Menu McRice & Bubur Ayam McD di Indonesia; McSpicy Paneer di India — merek sama, isi menyesuaikan segmen lokal.
Ketiganya menjual produk berbeda ke segmen berbeda, tetapi tetap satu merek global. Hari ini kita bongkar logika di baliknya: STP — Segmentation, Targeting, Positioning.
Bagian 1 dari 4
Segmentasi Pasar Internasional
Membelah pasar dunia yang luas menjadi kelompok konsumen yang punya kebutuhan serupa — basis segmentasi, segmentasi lintas-negara, dan syarat segmen yang baik.
Basis SegmentasiIntermarketSyarat Efektif
Apa Itu Segmentasi Pasar Internasional?
Segmentasi pasar internasional adalah proses mengelompokkan konsumen di berbagai negara ke dalam kelompok-kelompok yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku pembelian yang serupa.
Bedanya dari segmentasi domestik: variabel pembeda bertambah lintas budaya, lintas mata uang, dan lintas regulasi — bukan hanya lintas kota atau provinsi.
Segmentasi Domestik
🏙
Membelah konsumen dalam satu negara — misalnya membedakan pasar Jakarta dari Semarang berdasarkan gaya hidup.
Segmentasi Internasional
🌏
Membelah konsumen lintas-negara — memperhitungkan perbedaan mata uang, regulasi impor, bahasa, dan norma agama sekaligus.
Tanpa segmentasi yang tepat, perusahaan berisiko menyamaratakan pasar yang sebenarnya sangat beragam — kesalahan klasik yang disebut self-reference criterion yang sudah kita bahas di pertemuan lingkungan sosial-budaya.
Basis paling umum digunakan karena datanya tersedia luas (BPS, World Bank, PBB):
Geografis
🗺
Mengelompokkan berdasarkan wilayah/kawasan — ASEAN, Timur Tengah, Eropa Barat — karena iklim, bahasa, atau kedekatan budaya cenderung mirip dalam satu kawasan.
Demografis-Ekonomi
💰
Mengelompokkan berdasarkan pendapatan per kapita (GNI), usia, ukuran populasi — misalnya negara emerging market vs developed market.
Contoh Unilever: menyasar segmen Base of the Pyramid (BoP) — konsumen berpendapatan rendah di Indonesia & India — lewat sabun Rinso sachet Rp 1.000-an, ukuran kecil agar terjangkau harian.
Risiko: basis ini mudah diukur tetapi belum tentu menjelaskan perilaku beli. Dua negara dengan GNI mirip bisa punya selera yang sangat berbeda — perlu dilengkapi basis psikografis.
Gaya hidup & nilai — mis. konsumen eco-conscious yang memilih produk ramah lingkungan di berbagai negara.
Perilaku
🛒
Manfaat yang dicari & kebiasaan beli — mis. segmen heavy user kopi kemasan yang minum >2 gelas/hari.
Intermarket (Lintas-Negara)
🌐
Segmen yang menembus batas negara — mis. "global teens" atau "global elite" yang berperilaku serupa di mana pun mereka tinggal.
Contoh intermarket segmentation: Nike menyasar "global youth culture" — remaja urban di Jakarta, Manila, dan Lagos yang sama-sama mengikuti tren sneaker & budaya hip-hop lewat media sosial, terlepas dari kewarganegaraan mereka.
Lima Syarat Segmen Pasar yang Efektif
Sebuah kelompok konsumen baru layak disebut "segmen strategis" jika memenuhi kelima syarat ini:
Syarat
Artinya
Contoh Uji
1. Terukur (measurable)
Ukuran & daya beli segmen dapat diperkirakan dengan data
Berapa juta rumah tangga kelas menengah Vietnam? Tersedia data BPS/GSO Vietnam
2. Substansial
Cukup besar & menguntungkan untuk dilayani
Segmen 50.000 orang di satu kota kecil belum tentu layak untuk ekspansi ekspor
3. Dapat diakses
Bisa dijangkau lewat distribusi & komunikasi
Ada jaringan ritel/logistik & media yang menjangkau segmen tersebut
4. Dapat dibedakan
Merespons bauran pemasaran secara berbeda dari segmen lain
Segmen halal-conscious merespons label sertifikasi berbeda dari segmen umum
5. Dapat ditindaklanjuti (actionable)
Perusahaan punya sumber daya untuk melayaninya
Apakah kapasitas produksi & modal cukup untuk memasok segmen ini?
Segmen yang gagal salah satu syarat ini sebaiknya tidak dijadikan dasar strategi STP — sekadar "kelompok menarik di atas kertas" belum tentu bisa dieksekusi.
Bagian 2 dari 4
Targeting: Memilih Pasar Sasaran
Dari daftar segmen yang teridentifikasi, mana yang layak disasar? Strategi cakupan pasar dan kriteria pemilihan berbasis data.
Strategi CakupanSkor Berbobot
Empat Strategi Cakupan Pasar Internasional
Setelah segmen teridentifikasi, perusahaan memilih seberapa luas & seragam ia akan melayani pasar:
Contoh: Coca-Cola pakai standar global (resep & citra hampir seragam dunia); Indomie pakai diferensiasi multi-segmen (rasa berbeda per negara: soto, jollof, curry).
Coba Sendiri: Tempatkan Merek Anda di Matriks Strategi Targeting
Klik kombinasi jumlah segmen dan tingkat keseragaman tawaran untuk melihat strategi cakupan pasar mana yang paling cocok beserta contohnya.
Hitung dari Nol — HDN-1: Skor Berbobot Memilih Negara Sasaran
Merek skincare lokal mengevaluasi Vietnam sebagai kandidat ekspansi ASEAN berikutnya, dengan lima kriteria berbobot (skor 1–10, makin tinggi makin menarik).
Langkah (Kriteria & Bobot)
Perhitungan
Nilai
1. Ukuran pasar (bobot 30%)
8 x 30%
2,40
2. Pertumbuhan pasar (bobot 25%)
9 x 25%
2,25
3. Daya beli/GNI per kapita (bobot 20%)
6 x 20%
1,20
4. Intensitas persaingan (bobot 15%)
7 x 15%
1,05
5. Kemudahan masuk/regulasi (bobot 10%)
7 x 10%
0,70
Total Skor Daya Tarik Vietnam
2,40+2,25+1,20+1,05+0,70
7,60
Dengan metode sama, Filipina memperoleh skor 6,95 (ukuran pasar 7, pertumbuhan 7, daya beli 7, persaingan 6, kemudahan masuk 8). Karena 7,60 > 6,95, Vietnam dipilih sebagai target ekspansi berikutnya.
Coba Sendiri: Ubah Bobot Kriteria, Tentukan Negara Sasaran
Atur ulang bobot kelima kriteria dan skor tiap negara, lalu amati bagaimana total skor tertimbang menentukan pemenangnya.
Latihan Kelompok: Uji Kriteria Targeting Anda Sendiri
Kerjakan dalam kelompok 4–5 orang selama 15 menit, lalu presentasikan singkat di depan kelas.
Instruksi Tugas
Pilih satu produk UMKM Indonesia (mis. kopi Gayo, batik, sambal kemasan) untuk diekspor.
Tentukan 3 negara kandidat tujuan ekspor (boleh di luar ASEAN).
Susun 5 kriteria berbobot (total bobot = 100%) sesuai model HDN-1 tadi.
Beri skor 1–10 tiap negara, hitung total skor berbobot, tentukan pemenangnya.
Siapkan 1 alasan mengapa kriteria & bobot Anda masuk akal untuk produk tersebut.
Dosen akan memanggil 2 kelompok secara acak untuk mempresentasikan hasil skor berbobotnya di depan kelas.
Bagian 3 dari 4
Positioning: Merebut Benak Konsumen
Setelah segmen & sasaran ditentukan, bagaimana merek ingin "dilihat" — strategi umum positioning dan pendekatan khas pemasaran internasional: global, lokal, atau asing.
Perceptual MapGCCP/LCCP/FCCP
Apa Itu Positioning & Peta Persepsi
Positioning adalah upaya merancang citra & nilai merek agar menempati tempat yang jelas dan berbeda di benak konsumen dibanding pesaing.
Alat bantunya adalah peta persepsi (perceptual map) — sumbu horizontal & vertikal mewakili dua atribut penting bagi konsumen, lalu merek diplot berdasarkan persepsi (bukan fakta objektif semata).
Lima Strategi Positioning Umum
Strategi
Fokus
Contoh
Atribut produk
Fitur/manfaat spesifik yang unggul
Aqua: "sumber mata air pegunungan asli"
Kualitas-harga
Rasio kualitas terhadap harga
Xiaomi: "spesifikasi flagship, harga terjangkau"
Pengguna produk
Segmen pengguna tertentu jadi ikon
Gojek: "andalan pekerja lepas & UMKM kota"
Pesaing
Menegaskan beda dari pemimpin pasar
Pepsi vs Coca-Cola: "pilihan generasi baru"
Simbol budaya
Menempel pada identitas budaya/negara asal
Toyota: "keandalan ala Jepang"
Kelima strategi ini berlaku universal — domestik maupun internasional. Yang membuat pemasaran internasional lebih rumit adalah strategi keenam khusus lintas-negara, yang kita bahas di slide berikutnya.
Positioning Khas Global: GCCP, LCCP, FCCP
Alden, Steenkamp & Batra (1999) mengidentifikasi tiga strategi positioning lintas-budaya yang khas pemasaran internasional:
GCCP — Citra Global
🌐
Menonjolkan diri sebagai merek dunia yang dipakai konsumen di mana pun. Contoh: Coca-Cola, Nike — "milik semua orang di seluruh dunia".
LCCP — Citra Lokal
🏘
Menonjolkan kedekatan dengan budaya & kebutuhan lokal. Contoh: Indomie di Nigeria yang dipromosikan sebagai "rasa favorit keluarga Nigeria".
FCCP — Citra Asing/Eksotis
✨
Menonjolkan asal-usul negara asing yang dianggap prestisius. Contoh: parfum Prancis, skincare Korea — "keaslian budaya asalnya" menjadi daya tarik utama.
Satu merek bisa memakai strategi berbeda per negara: Indomie ber-GCCP (merek mi instan dunia) di sebagian pasar, tetapi ber-LCCP di Nigeria demi diterima sebagai "produk lokal".
Kasus: kopi kemasan siap-minum (RTD) lokal ingin masuk pasar Filipina yang sudah dikuasai merek RTD Jepang & Amerika.
Langkah
Analisis yang Dilakukan
Hasil
1. Identifikasi atribut kunci
Survei konsumen Filipina: apa yang paling menentukan pilihan kopi RTD?
Rasa autentik & harga
2. Petakan pesaing di perceptual map
Plot merek Jepang (autentik, mahal) & merek Amerika (manis, sedang)
2 kuadran terisi
3. Cari ruang kosong (white space)
Kuadran "autentik & terjangkau" belum ada pemain kuat
Peluang ditemukan
4. Pilih strategi positioning
Kombinasikan atribut produk (kopi asli robusta lokal) + FCCP ringan (citra "kopi Nusantara")
Strategi terpilih
5. Rumuskan positioning statement
"Untuk pencinta kopi Filipina yang ingin rasa autentik tanpa harga premium, [Merek] adalah kopi RTD robusta Nusantara asli dengan harga terjangkau."
Statement final
Studi Kasus Terintegrasi: STP Indomie di Nigeria
Merangkai ketiga tahap STP menjadi satu strategi utuh — contoh nyata yang sudah kita singgung sejak slide pembuka:
1. Segmentasi
①
Basis demografis-ekonomi (kelas menengah urban) + perilaku (pencari makanan cepat saji terjangkau) di kota-kota besar Nigeria.
2. Targeting
②
Strategi adaptif lokal — fokus pada segmen urban Nigeria, bukan sekadar ekspor produk Indonesia apa adanya.
3. Positioning
③
LCCP — diposisikan & diproduksi lokal (via Dufil Prima Foods) sebagai "mi instan kebanggaan Nigeria", rasa jollof & chicken.
Hasilnya: Indomie menjadi pemimpin pasar mi instan Nigeria dengan pangsa dominan — sering dianggap konsumen setempat sebagai "produk Nigeria", bukan "produk impor Indonesia".
Lima syarat segmen efektif: terukur, substansial, dapat diakses, dapat dibedakan, dapat ditindaklanjuti
Targeting: 4 strategi cakupan & model skor berbobot
Positioning: 5 strategi umum + GCCP/LCCP/FCCP
Menuju Pertemuan 7
Setelah menentukan siapa yang disasar dan bagaimana merek diposisikan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana produk sampai ke tangan konsumen itu — proses impor, ekspor, dan sourcing global.
STP bukan keputusan sekali jadi — perusahaan global mengevaluasi ulang segmentasinya setiap beberapa tahun seiring perubahan daya beli & tren konsumen.
Kuis Reflektif: Uji Pemahaman Anda
Diskusikan secara lisan dengan teman sebangku selama 5 menit, lalu 3 mahasiswa akan diminta menjawab secara acak.
Pertanyaan Refleksi
Sebutkan satu contoh intermarket segmentation selain Nike "global youth culture" yang Anda ketahui.
Mengapa Unilever memilih strategi Base of the Pyramid untuk sabun Rinso, bukan standar global?
Jelaskan perbedaan LCCP dan FCCP dengan contoh merek yang berbeda dari yang dibahas hari ini.
Jika Anda manajer ekspor UMKM batik, kriteria apa yang Anda beri bobot tertinggi untuk memilih negara sasaran, dan mengapa?
Siapkan jawaban Anda — partisipasi lisan hari ini menjadi bagian dari penilaian keaktifan.