‹ Daftar slidePertemuan 5: Sistem Informasi Global dan Riset Pasar — mengidentifikasi sistem informasi global dan riset pasar dalam pemasaran internasional
Prodi Manajemen • FEB UNDIP
Pemasaran Internasional
Pertemuan 5 — Sistem Informasi Global dan Riset Pasar
Bagaimana perusahaan global mengetahui apa yang terjadi di pasar yang belum pernah mereka injak, sebelum mengambil keputusan besar.
RPS MINGGU 5 • 2X50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
CAPAIAN 1 — SISTEM INFORMASI
MENGIDENTIFIKASI KOMPONEN SIG DAN SUMBER DATA GLOBAL
CAPAIAN 2 — RISET PASAR
MENJELASKAN PROSES RISET PASAR INTERNASIONAL DAN TANTANGANNYA
Sub-CPMK minggu 5: mahasiswa mampu mengidentifikasi sistem informasi global dan riset pasar sebagai fondasi pengambilan keputusan pemasaran internasional.
Bagian 1 dari 3
Mengapa Informasi Global Itu Rumit
Sebelum masuk ke alat dan sumber data, kita perlu memahami mengapa mengumpulkan informasi lintas negara jauh lebih sulit dibanding riset domestik.
Setiap keputusan pemasaran internasional — masuk pasar baru, luncurkan produk, ubah harga — bersandar pada informasi yang dikumpulkan secara sengaja, bukan sekadar intuisi.
Tanpa Informasi Memadai
Keputusan berbasis asumsi/tebakan
Risiko salah baca selera lokal
Contoh: produk gagal karena rasa tidak cocok lidah lokal
Dengan Informasi Sistematis
Keputusan berbasis data terverifikasi
Deteksi dini peluang & ancaman
Contoh: Indomie riset dulu bumbu lokal sebelum masuk Nigeria
Tantangan Riset Pasar Lintas Negara
Riset yang bekerja baik di satu negara belum tentu bisa langsung diterapkan di negara lain.
TANTANGAN DATA
DATA SEKUNDER TIDAK LENGKAP/USANG
Banyak negara berkembang belum punya statistik resmi seakurat BPS Indonesia; data bisa tertinggal bertahun-tahun.
TANTANGAN BAHASA & BUDAYA
KUESIONER SULIT DITERJEMAHKAN SETARA
Makna pertanyaan bisa bergeser saat diterjemahkan; norma budaya memengaruhi cara responden menjawab jujur.
Perbandingan data antarnegara (cross-country comparability) sering bias karena metode pengumpulan data berbeda-beda di tiap negara.
Bagian 2 dari 3
Sistem Informasi Pemasaran Global (GMIS)
Bagaimana perusahaan multinasional membangun "aliran data" yang berjalan terus-menerus, bukan sekadar riset sesekali.
Komponen GMISSumber Data
Apa Itu Sistem Informasi Pemasaran Global
Global Marketing Information System (GMIS) adalah jaringan orang, alat, dan prosedur yang secara berkelanjutan mengumpulkan, menyaring, menganalisis, dan mendistribusikan informasi pasar ke pengambil keputusan di seluruh dunia.
Kumpulkan → Saring → Analisis → Distribusikan → Keputusan
Bedanya dengan riset pasar sesekali: GMIS berjalan terus-menerus (kontinu), layaknya "aliran sungai" data, bukan "ember" data yang diambil sekali saja.
Empat Komponen GMIS
1. Internal Reporting System
Laporan penjualan, biaya, arus kas dari tiap cabang/anak perusahaan di berbagai negara.
2. Marketing Intelligence
Pemantauan rutin lingkungan eksternal: pesaing, regulasi, tren konsumen di tiap pasar.
3. Marketing Research
Studi khusus untuk menjawab pertanyaan spesifik, misalnya uji konsep produk baru.
4. Analytical Support
Model & alat statistik untuk mengolah data mentah jadi insight yang bisa dipakai.
Sumber Data Sekunder untuk Pasar Global
Sebelum riset primer yang mahal, perusahaan mengecek dulu data sekunder yang sudah tersedia dari lembaga lain.
Sumber
Jenis Data
Contoh Lembaga
Lembaga internasional
Ekonomi makro, perdagangan, populasi
World Bank, IMF, UN Comtrade, WTO
Lembaga pemerintah
Statistik nasional, regulasi, ekspor-impor
BPS, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia
Riset komersial
Tren konsumen, pangsa pasar, ranking merek
Nielsen, Euromonitor, Statista
Asosiasi & media bisnis
Tren industri, berita sektor
Kadin, laporan Bloomberg/Reuters
Hati-Hati: Keterbatasan Data Sekunder Global
MASALAH KUALITAS
USANG, TIDAK LENGKAP, METODE BERBEDA
Data sensus di sebagian negara bisa berumur 10 tahun lebih; definisi variabel antarnegara juga berbeda.
MASALAH KETERBANDINGAN
SULIT DIBANDINGKAN ANTARNEGARA
"Kelas menengah" di India didefinisikan beda dengan "kelas menengah" di Indonesia — bandingkan hati-hati.
Prinsip kehati-hatian: selalu cek tahun rilis, metode pengumpulan, dan definisi variabel sebelum memakai data sekunder lintas negara untuk keputusan penting.
Bagian 3 dari 3
Proses Riset Pasar Internasional
Ketika data sekunder tidak cukup menjawab, perusahaan menjalankan riset pasar sendiri — dengan tahapan dan tantangan khas lintas negara.
Tahapan RisetEstimasi Pasar
Riset Pasar Internasional: Kapan Dibutuhkan?
Riset pasar internasional adalah pengumpulan data primer secara sistematis untuk menjawab pertanyaan spesifik yang tidak terjawab oleh data sekunder.
Menggali alasan & makna di balik perilaku; penting karena norma budaya memengaruhi cara orang menjawab.
KUANTITATIF
SURVEI BERSKALA BESAR
Mengukur seberapa banyak/luas suatu pola berlaku; butuh sampel representatif per negara.
Praktik umum: mulai kualitatif untuk memahami konteks lokal, baru lanjut kuantitatif untuk mengukur skala fenomenanya.
Hitung dari Nol — HDN-1: Estimasi Ukuran Pasar
Populasi negara X 40 juta jiwa. Riset menunjukkan 25% penduduk adalah target pasar (kelas menengah urban), dan dari situ 30% berpotensi membeli produk sejenis per tahun, dengan rata-rata belanja Rp 150.000/orang/tahun. Berapa estimasi nilai pasar tahunan?
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi
Populasi = 40.000.000; target = 25%; potensi beli = 30%; belanja = Rp 150.000
—
Populasi target pasar
40.000.000 × 25%
10.000.000 jiwa
Populasi berpotensi beli
10.000.000 × 30%
3.000.000 jiwa
Estimasi nilai pasar tahunan
3.000.000 × Rp 150.000
Rp 450.000.000.000
Dibulatkan
Rp 450 miliar per tahun
~Rp 450 M/tahun
Estimasi pasar ≈ Rp 450 miliar/tahun. Ini baru estimasi kasar (top-down) dari data sekunder — perusahaan biasanya perlu validasi lapangan sebelum menjadikannya dasar keputusan investasi besar.
Coba Sendiri: Corong TAM-SAM-SOM Riset Pasar Global
Geser populasi, persentase target pasar, dan persentase potensi beli untuk melihat corong TAM ke SAM ke SOM menyempit secara live.
Hitung dari Nol — HDN-2: Bandingkan Daya Tarik Dua Pasar
Negara A: estimasi pasar Rp 450 miliar, biaya riset+masuk pasar Rp 30 miliar. Negara B: estimasi pasar Rp 300 miliar, biaya riset+masuk pasar Rp 10 miliar. Bandingkan rasio nilai pasar terhadap biaya masuk.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi
A: pasar Rp450M, biaya Rp30M; B: pasar Rp300M, biaya Rp10M
—
Rasio Negara A
450 miliar ÷ 30 miliar
15,0×
Rasio Negara B
300 miliar ÷ 10 miliar
30,0×
Bandingkan
30,0× > 15,0×
Negara B lebih efisien
Meski nilai pasar Negara A lebih besar secara absolut, Negara B lebih menarik secara efisiensi biaya masuk (30× vs 15×). Keputusan akhir tetap perlu mempertimbangkan faktor non-angka seperti risiko politik & regulasi.
Coba Sendiri: Beri Bobot Kriteria, Bandingkan Skor Dua Pasar
Atur bobot tiap kriteria daya tarik pasar, lalu amati bagaimana skor akhir dua negara bisa berbalik urutan.
Dari Data ke Keputusan: Alur Sistem Informasi Global
Data mentah tidak langsung jadi keputusan — ada rantai penyaringan sebelum sampai ke manajer pemasaran global.
Studi Kasus: Riset Pasar Indomie di Afrika
Sebelum sukses menjadi merek mi instan populer di Nigeria, Indofood menjalankan tahapan riset yang runtut.
Tahap
Apa yang Dilakukan
Identifikasi masalah
Apakah selera bumbu Indonesia diterima konsumen Afrika?
Riset kualitatif
Uji rasa & wawancara konsumen lokal di beberapa kota
Adaptasi produk
Kembangkan varian bumbu khas Afrika Barat
Riset kuantitatif lanjutan
Survei skala besar untuk validasi penerimaan pasar
Keputusan
Bangun pabrik lokal di Nigeria, bukan hanya ekspor
Latihan Kelas: Rancang Kerangka Riset
Kerjakan berkelompok (3-4 orang), waktu 15 menit.
Skenario: Sebuah UMKM fesyen Indonesia (mis. produk batik modern) ingin mengetahui apakah pasar Malaysia layak dimasuki tahun depan.
Instruksi
Tentukan 1 pertanyaan riset utama yang perlu dijawab
Sebutkan 2 sumber data sekunder yang relevan dipakai
Rancang 1 metode riset primer yang paling cocok (kualitatif/kuantitatif) & alasannya
Sebutkan 1 tantangan lintas-budaya yang mungkin muncul
Ringkasan Pertemuan 5
Data yang Baik Adalah Fondasi Keputusan Global
Sistem informasi pemasaran global (GMIS) mengalirkan data secara terus-menerus, sedangkan riset pasar internasional menjawab pertanyaan spesifik saat data sekunder tidak cukup. Keduanya adalah fondasi sebelum menyusun strategi STP.
Pertemuan 6: Segmentasi-Targeting-Positioning (STP) Global