stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Lingkungan Ekonomi dan Perdagangan Global — mengidentifikasi pengaruh dan proses terbentuknya lingkungan ekonomi global dan perdagangan internasional
Program Studi Manajemen • FEB

Lingkungan Ekonomi dan Perdagangan Global

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Pengaruh dan Proses Terbentuknya Lingkungan Ekonomi Global & Perdagangan Internasional

Sebelum menyusun strategi pemasaran global, kita harus memahami "medan" tempat perusahaan bermain: sistem ekonomi dunia, ukuran kemakmuran suatu negara, dan mengapa negara-negara memilih berdagang satu sama lain.

RPS MINGGU 2 · 2X50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengidentifikasi pengaruh dan proses terbentuknya lingkungan ekonomi global (Sub-CPMK 2). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — TRANSISI SKALA
DOMESTIK KE GLOBAL
Menjelaskan tahapan keterlibatan perusahaan dalam pemasaran internasional, dari ekspor pasif hingga perusahaan global penuh.
CAPAIAN 2 — UKURAN EKONOMI
SISTEM & INDIKATOR
Membedakan sistem ekonomi dunia serta membaca indikator makro (GNI, PPP) untuk menilai daya beli suatu pasar.
CAPAIAN 3 — LOGIKA DAGANG
TEORI PERDAGANGAN
Menghitung dan menjelaskan mengapa negara berdagang lewat konsep keunggulan absolut & komparatif.
CAPAIAN 4 — KEBIJAKAN & INTEGRASI
PROTEKSIONISME & BLOK DAGANG
Mengidentifikasi hambatan perdagangan (tarif, kuota) serta peran blok ekonomi seperti ASEAN dan RCEP.

Mengapa Lingkungan Ekonomi Menentukan Sukses-Gagalnya Ekspansi?

Produk hebat bisa gagal total jika perusahaan buta terhadap kondisi ekonomi pasar tujuan.

KASUS — SALAH BACA DAYA BELI
Produk Premium di Pasar Rendah-Daya-Beli
Sebuah merek kosmetik Korea meluncurkan lini super-premium di pasar dengan GNI per kapita rendah tanpa riset daya beli — penjualan macet karena harga jauh di luar jangkauan mayoritas konsumen.
KASUS — MEMBACA PASAR DENGAN BENAR
UMKM Kopi Indonesia ke Uni Eropa
Eksportir kopi Gayo memanfaatkan skema tarif preferensial dan memahami regulasi kualitas Uni Eropa sebelum ekspor — hasilnya volume ekspor tumbuh stabil bertahun-tahun.
Sebelum bicara strategi pemasaran (STP, bauran pemasaran), pemasar global wajib membaca dulu "papan skor" ekonomi: seberapa besar pasarnya, seberapa kaya konsumennya, dan aturan dagang apa yang berlaku.
Bagian 1 dari 4
Dari Domestik Menuju Global
Bagaimana sebuah perusahaan bertransisi bertahap menjadi pemain di pasar dunia.

Evolusi Perusahaan: dari Lokal ke Multinasional

Perusahaan umumnya melewati empat tahap keterlibatan internasional secara bertahap, bukan melompat langsung.

1. DOMESTIKFokus pasar dalamnegeri sepenuhnya2. EKSPOR PASIFTerima pesanan luarnegeri tak terduga3. EKSPOR AKTIFMencari & membinapasar luar negeri4. MULTINASIONALProduksi & investasidi banyak negara
Contoh: Indomie dulu hanya dijual di Indonesia, lalu diekspor karena diminati diaspora, kini punya pabrik produksi di Nigeria dan Arab Saudi — bergerak dari tahap 1 ke tahap 4 dalam beberapa dekade.

Orientasi Manajemen: Kerangka EPRG

Kerangka EPRG (Perlmutter) menjelaskan mindset manajemen di balik setiap tahap keterlibatan global.

E — ETNOSENTRIS
"Cara Kita Terbaik"
Menganggap pendekatan negara asal paling unggul; produk & strategi dari kantor pusat diterapkan seragam ke semua negara.
P — POLISENTRIS
"Tiap Negara Berbeda"
Setiap pasar dianggap unik; strategi dan produk disesuaikan penuh (adaptasi) untuk masing-masing negara.
R — REGIOSENTRIS
"Seragam per Kawasan"
Strategi diseragamkan dalam satu kawasan (mis. ASEAN) yang dianggap punya karakter serupa.
G — GEOSENTRIS
"Dunia sebagai Satu Pasar"
Memadukan elemen global yang efisien dengan adaptasi lokal yang perlu — "think global, act local".
Bagian 2 dari 4
Sistem Ekonomi & Ukuran Kemakmuran
Membaca "papan skor" suatu negara sebelum memutuskan masuk ke pasarnya.

Tiga Sistem Ekonomi Dunia

Setiap negara menempatkan diri di suatu titik antara pasar bebas penuh dan kendali penuh pemerintah.

MARKET ECONOMY (PASAR BEBAS)
  • Harga & alokasi sumber daya ditentukan mekanisme penawaran-permintaan.
  • Peran pemerintah minimal.
  • Contoh dekat: Amerika Serikat, Singapura.
COMMAND ECONOMY (TERPUSAT)
  • Pemerintah menentukan apa, berapa, untuk siapa diproduksi.
  • Harga diatur, bukan hasil pasar.
  • Contoh dekat: Korea Utara, Kuba.
MIXED ECONOMY (CAMPURAN)
  • Kombinasi pasar bebas & intervensi negara (BUMN, subsidi, regulasi).
  • Mayoritas negara dunia — termasuk Indonesia — masuk kategori ini.
Indonesia menganut ekonomi campuran (mixed economy): pasar bebas berjalan (BEI, Tokopedia, UMKM swasta) berdampingan dengan BUMN strategis (Pertamina, PLN) dan regulasi harga di sektor tertentu (BBM bersubsidi).

Hitung dari Nol — HDN-1: Keunggulan Komparatif (Ricardo)

Negara A butuh 4 jam membuat 1 unit kain & 8 jam membuat 1 unit anggur. Negara B butuh 6 jam kain & 3 jam anggur. Siapa sebaiknya berspesialisasi di mana?

LangkahPerhitunganNilai
Opportunity cost kain — Negara A4 jam ÷ 8 jam0,5 anggur/kain
Opportunity cost kain — Negara B6 jam ÷ 3 jam2 anggur/kain
Bandingkan (kain)0,5 < 2 → A lebih murahA spesialisasi KAIN
Opportunity cost anggur — Negara B3 jam ÷ 6 jam0,5 kain/anggur → B spesialisasi ANGGUR
Hasil: A fokus kain (opportunity cost lebih rendah), B fokus anggur. Dengan spesialisasi lalu berdagang, total produksi & konsumsi kedua negara lebih besar dibanding jika masing-masing memproduksi sendiri semua barang.

Coba Sendiri: Ubah Jam Kerja, Lihat Siapa Berspesialisasi di Mana

Geser jam kerja per unit untuk kain & anggur di dua negara, lalu amati bagaimana opportunity cost dan pilihan spesialisasi ikut berubah.

Bagian 3 dari 4
Mengapa Negara Berdagang?
Dari teori klasik keunggulan absolut & komparatif menuju realitas neraca perdagangan.

Keunggulan Absolut vs Keunggulan Komparatif

Dua teori klasik yang menjelaskan manfaat perdagangan internasional, dengan sudut pandang berbeda.

KEUNGGULAN ABSOLUT (ADAM SMITH)
  • Negara berspesialisasi pada barang yang diproduksi lebih efisien secara mutlak (jam kerja/biaya lebih rendah).
  • Kelemahan: tidak menjelaskan kenapa negara yang kalah efisien di semua barang tetap untung berdagang.
KEUNGGULAN KOMPARATIF (DAVID RICARDO)
  • Negara berspesialisasi pada barang dengan opportunity cost (biaya peluang) paling rendah — meski tak unggul absolut.
  • Menjelaskan mengapa semua negara — termasuk yang kurang efisien di segala bidang — tetap diuntungkan lewat perdagangan.
Teori komparatif inilah landasan modern perdagangan bebas: setiap negara, sekecil apa pun, punya sesuatu yang relatif lebih murah untuk diproduksi dan bisa ditukar.

Hitung dari Nol — HDN-2: Neraca Perdagangan (Balance of Trade)

Bulan tertentu: ekspor migas US$2 miliar + nonmigas US$20 miliar; impor migas US$5 miliar + nonmigas US$15 miliar. Hitung neracanya.

LangkahPerhitunganNilai
Total eksporUS$2 M + US$20 MUS$22 miliar
Total imporUS$5 M + US$15 MUS$20 miliar
Neraca perdaganganEkspor − Impor = 22 − 20+US$2 miliar (SURPLUS)
Surplus sbg % ekspor(2 ÷ 22) × 100≈ 9%
Neraca perdagangan positif (surplus) berarti negara menjual lebih banyak ke luar daripada membeli dari luar — menambah cadangan devisa. Neraca negatif (defisit) berarti sebaliknya.

Coba Sendiri: Hitung Neraca Perdagangan Negara Anda

Ubah angka ekspor & impor migas/nonmigas, lalu amati bagaimana status surplus atau defisit berubah secara langsung.

Hambatan Perdagangan: Proteksionisme

Proteksionisme (protectionism) adalah kebijakan pemerintah melindungi industri dalam negeri dari persaingan asing.

TARIF (BEA MASUK)Pajak atas barangimpor → harga naikKUOTABatas jumlah/volumebarang imporSUBSIDIBantuan negara keprodusen domestikHAMBATAN NON-TARIFStandar SNI, izin,prosedur bea cukai
ALASAN NEGARA MELINDUNGI
  • Melindungi lapangan kerja & industri baru (infant industry).
  • Menjaga keamanan nasional (mis. pangan, energi).
  • Membalas praktik dagang tidak adil (dumping) negara lain.
DAMPAK BAGI PEMASAR GLOBAL
  • Harga jual produk impor jadi lebih mahal (akibat tarif).
  • Volume ekspor bisa dibatasi paksa (akibat kuota).
  • Perlu strategi masuk pasar alternatif (lisensi, investasi lokal).

Coba Sendiri: Naikkan Tarif, Lihat Harga Jual Berubah

Geser besaran tarif impor dan amati bagaimana harga jual akhir produk di pasar tujuan ikut terdorong naik.

Bagian 4 dari 4
Integrasi Ekonomi & Nilai Tukar
Bagaimana negara-negara bersatu dalam blok dagang, dan bagaimana kurs memengaruhi harga produk ekspor-impor.

Integrasi Ekonomi: dari WTO hingga RCEP

Negara-negara membentuk blok perdagangan (trade bloc) untuk mempermudah arus barang, jasa, dan investasi antaranggota.

Tingkat IntegrasiCiri UtamaContoh
Free Trade Area (FTA)Hapus tarif antaranggota; tarif ke luar bebas beda-bedaAFTA (ASEAN Free Trade Area)
Customs UnionFTA + tarif eksternal disamakanUni Pabean beberapa blok Afrika
Common MarketCustoms union + bebas arus tenaga kerja & modalUni Eropa (tahap awal)
Kemitraan Kawasan Luas15 negara, cakupan tarif & aturan investasi terluas di duniaRCEP (ASEAN+China, Jepang, Korea, Australia, Selandia Baru)
Indonesia aktif di ASEAN, AFTA, dan RCEP — anggota UMKM ekspor tekstil & produk kayu memperoleh tarif preferensial (lebih rendah dari tarif normal WTO) saat menjual ke negara anggota blok ini.

Nilai Tukar (Exchange Rate) & Dampaknya pada Ekspor-Impor

Fluktuasi kurs Rupiah memengaruhi daya saing harga produk ekspor Indonesia tanpa perusahaan mengubah harga jualnya sama sekali.

RUPIAH MELEMAH (DEPRESIASI)
Ekspor Diuntungkan
Produk Indonesia jadi lebih murah dalam mata uang asing (dolar AS) → permintaan ekspor cenderung naik. Pembeli di Eropa/AS membayar lebih sedikit dolar untuk jumlah rupiah yang sama.
RUPIAH MENGUAT (APRESIASI)
Impor Diuntungkan
Barang & bahan baku impor jadi lebih murah dalam rupiah → menguntungkan importir, tetapi eksportir Indonesia jadi kurang kompetitif di harga.
Pemasar global wajib memantau kurs saat menyusun harga ekspor jangka panjang — kontrak dagang sering menyertakan klausul hedging (lindung nilai) untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.

Studi Kasus: UMKM Kopi Gayo Menembus Pasar Ekspor

Bagaimana koperasi petani kopi Gayo (Aceh) memanfaatkan seluruh elemen lingkungan ekonomi global yang telah kita pelajari.

TANTANGAN AWAL
  • Tidak paham tarif preferensial & regulasi kualitas Uni Eropa.
  • Nilai tukar Rupiah fluktuatif membuat harga sulit diprediksi.
  • Belum tahu memanfaatkan skema RCEP/AFTA untuk pasar Asia.
STRATEGI YANG DITEMPUH
Baca Lingkungan Dulu, Baru Berdagang
Bekerja sama dengan lembaga sertifikasi, mempelajari skema tarif preferensial, dan mengunci harga kontrak dalam dolar untuk mengurangi risiko kurs.
Hasil: ekspor kopi spesialti Gayo tumbuh stabil ke Eropa & Timur Tengah — bukti bahwa memahami lingkungan ekonomi & perdagangan global lebih dulu menentukan keberhasilan ekspansi, sebelum strategi bauran pemasaran dijalankan.

Latihan Mandiri Pertemuan 2

Kerjakan di kelas atau sebagai tugas mandiri, waktu ±10 menit. Bahas bersama dosen setelahnya.

SOAL 1 — KEUNGGULAN KOMPARATIF

Negara X butuh 3 jam membuat 1 unit sepatu dan 9 jam membuat 1 unit gandum. Negara Y butuh 5 jam sepatu dan 5 jam gandum. Hitung opportunity cost sepatu di kedua negara, lalu tentukan negara mana yang sebaiknya berspesialisasi di sepatu.

SOAL 2 — NERACA PERDAGANGAN

Sebuah negara mengekspor US$30 miliar dan mengimpor US$34 miliar dalam satu tahun. Hitung neraca perdagangannya, tentukan apakah surplus atau defisit, dan jelaskan dalam satu kalimat dampaknya bagi pemasar global yang ingin mengekspor ke negara tersebut.

Kunci jawaban: Soal 1 — opportunity cost sepatu Negara X = 3÷9 = 0,33 gandum; Negara Y = 5÷5 = 1 gandum → Negara X spesialisasi sepatu. Soal 2 — neraca = 30−34 = −US$4 miliar (DEFISIT).

Peta Ringkasan: Membaca Lingkungan Ekonomi Global

Empat langkah yang perlu ditempuh pemasar global sebelum menyusun strategi masuk pasar.

1. KENALI SISTEM EKONOMIPasar bebas, komando,atau campuran?2. UKUR DAYA BELIGNI per kapita,neraca perdagangan3. CEK HAMBATAN DAGANGTarif, kuota,hambatan non-tarif4. MANFAATKAN BLOK DAGANGRCEP, AFTA,tarif preferensial
Empat langkah ini adalah fondasi sebelum masuk ke topik pertemuan berikutnya: sistem informasi & riset pasar global untuk menyusun strategi STP.

Kesimpulan Pertemuan 02

Lingkungan ekonomi & perdagangan global adalah fondasi pertama sebelum menyusun strategi pemasaran internasional apa pun.

TAKEAWAYS UTAMA
  • Transisi bertahap: Perusahaan bergerak dari domestik → ekspor pasif → ekspor aktif → multinasional, dipengaruhi orientasi manajemen EPRG.
  • Sistem & indikator ekonomi: Sistem ekonomi (pasar/komando/campuran) dan indikator seperti GNI per kapita menentukan daya tarik suatu pasar.
  • Logika berdagang: Keunggulan komparatif menjelaskan mengapa semua negara — bukan hanya yang paling efisien — tetap untung berdagang.
  • Kebijakan & integrasi: Tarif/kuota menghambat, sedangkan blok dagang seperti RCEP & AFTA mempermudah akses pasar bagi Indonesia.
Tugas: Baca materi Bab 3 (Keegan & Green) untuk Pertemuan 3 mengenai Lingkungan Sosial-Budaya Pemasaran Global.