Mengidentifikasi alasan perusahaan go international beserta contoh perusahaan Indonesia riil.
Produk Indonesia Ini Sudah "Mendunia"
Tanpa disadari, banyak merek yang Anda kenal sudah menjalankan pemasaran internasional. Kenali tiga contohnya:
Contoh 1 — Mi Instan
🍜
Indomie diekspor ke lebih 100 negara, dengan rasa yang disesuaikan lidah lokal — versi Nigeria lebih pedas & berbumbu ayam khas Afrika Barat.
Contoh 2 — UMKM Digital
🛍️
UMKM binaan Tokopedia/Shopee mulai ekspor kerajinan & fesyen ke Malaysia-Singapura lewat program cross-border e-commerce.
Contoh 3 — Perbankan
🏦
BCA & BRI membuka cabang/kantor perwakilan di Hong Kong & Singapura untuk melayani nasabah korporasi lintas negara.
Tiga contoh ini berada di titik berbeda dalam "spektrum keterlibatan global" — dan itulah yang akan kita petakan hari ini.
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Pemasaran Internasional & Global?
Definisi inti, perbedaan istilah "internasional" vs "global", serta mengapa lingkungan pemasaran berubah begitu melewati batas negara.
DefinisiDomestik vs GlobalLingkungan
Definisi Pemasaran Internasional
Pemasaran internasional adalah proses merencanakan & melaksanakan konsepsi, penentuan harga, promosi, dan distribusi ide, barang, atau jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu/organisasi lintas batas negara.
Konsep intinya sama persis dengan pemasaran domestik (4P: product, price, place, promotion) — yang berubah adalah arena tempat konsep itu diterapkan.
Pemasaran Domestik
🏠
Satu negara, satu set variabel lingkungan: satu mata uang, satu bahasa dominan, satu sistem hukum & regulasi.
Pemasaran Internasional
🌍
Lebih dari satu negara, banyak set variabel lingkungan yang saling berbeda & kadang bertabrakan sekaligus.
Karena variabel lingkungan bertambah & beragam, kompleksitas keputusan pemasaran meningkat tajam — inilah alasan bidang ini layak dipelajari terpisah.
"Internasional" vs "Global": Beda Level Komitmen
Dua istilah ini sering dipakai bergantian, padahal menandai tingkat komitmen & cara pandang yang berbeda:
Pemasaran Internasional
🧩
Perusahaan memandang tiap negara sebagai pasar terpisah. Strategi diadaptasi negara demi negara (pendekatan multidomestik).
Pemasaran Global
🌐
Perusahaan memandang dunia sebagai satu pasar dengan segmen lintas negara, mencari sinergi & standardisasi semaksimal mungkin.
Contoh: Indomie condong multidomestik (rasa beda tiap negara) sedangkan Coca-Cola condong global (formula & kampanye "Share a Coke" nyaris seragam di banyak negara, dengan adaptasi kecil).
Dalam praktik, hampir tidak ada perusahaan 100% satu ekstrem — mayoritas berada di titik "glokal": pikir global, bertindak lokal.
Walkthrough: Mengenali Jenis Pemasaran dari Kasus
Latihan bertahap membedakan level pemasaran sebuah perusahaan — ikuti logikanya langkah demi langkah:
Langkah
Pertanyaan Diagnostik
Jawaban Kasus: "Kopi Kenangan buka gerai di Malaysia & Filipina, resep sama persis, iklan diterjemahkan saja"
1
Apakah beroperasi di >1 negara?
Ya — Indonesia, Malaysia, Filipina.
2
Apakah strategi diadaptasi tiap negara?
Tidak — resep & branding nyaris identik.
3
Apakah mencari standardisasi lintas-negara?
Ya — hanya bahasa iklan yang diterjemahkan, bukan diubah konsepnya.
4
Kesimpulan level pemasaran
Condong Global (standardisasi tinggi, adaptasi minimal).
Bandingkan dengan Indomie di slide sebelumnya (rasa berubah tiap negara) → itu condong Internasional/Multidomestik. Diagnostik 4 langkah ini akan Anda pakai lagi di pertemuan tentang strategi masuk pasar.
Bagian 2 dari 3
Spektrum Keterlibatan Perusahaan di Pasar Global
Lima tahap keterlibatan internasional (EPRG framework Wind, Douglas & Perlmutter) — dari perusahaan domestik murni sampai perusahaan global sejati.
EPRG5 TahapStudi Kasus
Lima Tahap Keterlibatan Global (1/2): E-P-R
Kerangka EPRG (Wind, Douglas & Perlmutter) memetakan orientasi manajemen perusahaan terhadap pasar luar negeri:
Tahap 1 — Ethnocentric
🏠
Fokus domestik murni. Ekspor terjadi kebetulan/pasif (pesanan datang sendiri), tanpa strategi luar negeri.
Tahap 2 — Ethnocentric+
📤
Ekspor aktif mulai dijalankan, tapi strategi tetap "produk dalam negeri dijual keluar" tanpa adaptasi.
Tahap 3 — Polycentric
🗺️
Membentuk anak perusahaan/cabang lokal tiap negara, tiap cabang diberi otonomi menyesuaikan pasar setempat.
Contoh: UMKM yang baru mulai ekspor via marketplace = Tahap 1-2. Perusahaan multinasional dengan pabrik lokal tiap negara (mis. Unilever Indonesia) = mendekati Tahap 3.
Lima Tahap Keterlibatan Global (2/2): R-G
Dua tahap terakhir menandai koordinasi lintas-negara yang semakin matang:
Tahap 4 — Regiocentric
🌏
Strategi disusun per kawasan/regional (mis. satu strategi untuk ASEAN), bukan per negara satu-satu & bukan pula satu strategi dunia.
Tahap 5 — Geocentric
🌐
Perusahaan global sejati: dunia dipandang satu pasar terintegrasi, sumber daya & talenta diambil dari mana pun paling efisien.
Contoh Indonesia: Bank Mandiri mengoordinasi cabang kawasan Asia Tenggara secara regional (Tahap 4). Contoh dunia: Unilever & Nestlé global sepenuhnya (Tahap 5) — riset, produksi, talenta manajerial berputar lintas benua.
Semakin ke Tahap 5, semakin besar peluang efisiensi & sinergi — tapi juga semakin besar kompleksitas koordinasi lintas budaya & regulasi.
Walkthrough: Menempatkan Perusahaan di Tahap EPRG
Latihan diagnostik kedua — tempatkan sebuah perusahaan riil ke tahap EPRG yang tepat:
Langkah
Fakta Kasus
Analisis: "Erigo (fesyen lokal) mulai tampil di New York Fashion Week & buka toko daring untuk pasar AS-Eropa dengan tim desain terpusat di Jakarta"
1
Apakah sekadar ekspor pasif/kebetulan?
Tidak — ada rencana sengaja masuk pasar AS & Eropa.
2
Apakah ada anak perusahaan otonom tiap negara?
Tidak — desain & keputusan tetap terpusat di Jakarta.
3
Apakah strategi per kawasan (bukan per negara/dunia)?
Belum jelas per-kawasan; masih satu strategi ekspor terpusat.
4
Kesimpulan tahap EPRG
Tahap 2 (Ethnocentric aktif) — ekspor aktif tapi belum otonomi lokal.
Diagnostik ini penting: banyak orang salah kira "sudah tampil di panggung internasional" = otomatis Tahap 5 (geocentric). Padahal yang menentukan tahap adalah struktur keputusan, bukan visibilitas merek.
Rangkuman: Lima Tahap EPRG dalam Satu Tabel
Tahap
Nama & Orientasi
Ciri Utama
1
Ethnocentric pasif
Domestik murni, ekspor kebetulan
2
Ethnocentric aktif
Ekspor disengaja, produk tanpa adaptasi
3
Polycentric
Anak perusahaan lokal, otonomi per negara
4
Regiocentric
Strategi per kawasan/regional
5
Geocentric
Dunia = satu pasar, sumber daya lintas negara
Perhatikan arah panah tersembunyi: makin ke bawah tabel, makin besar komitmen sumber daya & makin kompleks koordinasi manajemen yang dibutuhkan.
Coba Sendiri: Geser Perusahaan Melalui Tahap EPRG
Geser tahap dari ethnocentric ke geocentric dan amati bagaimana komitmen sumber daya serta kompleksitas koordinasi ikut naik.
Bagian 3 dari 3
Mengapa Go International & Apa Ruang Lingkupnya?
Alasan proaktif & reaktif perusahaan menembus pasar global, lalu peta besar topik yang akan kita pelajari sepanjang satu semester.
MotifRuang LingkupPeta Semester
Alasan Proaktif: Perusahaan yang "Menyerang"
Motif proaktif muncul dari inisiatif perusahaan sendiri, bukan tekanan keadaan:
Peluang Laba & Pertumbuhan
📈
Pasar domestik jenuh/kecil; pasar luar negeri menjanjikan pertumbuhan lebih tinggi. Contoh: Erigo, Kopi Kenangan ekspansi ASEAN.
Skala Ekonomi & Teknologi
⚙️
Produksi massal untuk banyak negara menurunkan biaya per unit; perusahaan juga punya keunggulan teknologi/produk unik untuk dijual global.
Motif lain: dorongan manajemen puncak yang berorientasi global (management vision), serta informasi & insentif pemerintah (mis. fasilitas ekspor Kemendag/LPEI).
Alasan Reaktif: Perusahaan yang "Terdorong"
Motif reaktif muncul karena tekanan/tantangan yang memaksa perusahaan mencari jalan keluar ke luar negeri:
Tekanan Kompetitif
⚔️
Pesaing domestik sudah go international lebih dulu; kalau diam, perusahaan tertinggal & kehilangan daya saing.
Pasar Domestik Jenuh/Menyusut
📉
Permintaan domestik stagnan atau menurun (mis. perubahan demografi/regulasi) — ekspansi luar negeri jadi katup penyelamat.
Motif lain: kelebihan kapasitas produksi yang perlu disalurkan, permintaan tak diminta dari pembeli asing (unsolicited orders), atau kedekatan geografis-psikologis dengan negara tetangga (mis. eksportir Batam ke Singapura).
Ruang Lingkup Kajian Pemasaran Global
Lima blok besar yang akan kita pelajari sepanjang semester — bergerak dari memahami lingkungan menuju eksekusi bauran pemasaran:
Alur ini persis mengikuti struktur RPS kita: memahami lingkungan dulu (minggu 2-4), baru merancang strategi (minggu 5-8), lalu mengeksekusi bauran pemasaran (minggu 9 dst).
Peta Perjalanan Satu Semester
Empat belas pertemuan kita, dikelompokkan menurut ruang lingkup di slide sebelumnya:
Paruh Pertama — Memahami & Merancang
P2-4: Lingkungan ekonomi-perdagangan, sosial-budaya, politik-hukum-regulasi
P5-6: Sistem informasi & riset pasar global
P7: STP di pasar internasional
P8: Impor-ekspor-sourcing
Paruh Kedua — Strategi & Eksekusi
P9: Strategi masuk pasar (lisensi, investasi, aliansi)
P10-12: Bauran pemasaran global (produk-harga, distribusi, komunikasi)
P13: Pemasaran di era digital
P14: Keunggulan bersaing, kepemimpinan & CSR global
Referensi utama sepanjang semester: Keegan & Green, Global Marketing (Pearson). Siapkan buku ini mulai pertemuan depan.
Empat Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan
Sebelum lanjut ke pertemuan berikutnya, mari luruskan kesalahpahaman yang paling sering muncul:
Miskonsepsi
Fakta yang Benar
Contoh Pelurusan
"Pemasaran internasional = ekspor saja"
Ekspor hanya salah satu entry mode; ada lisensi, waralaba, JV, investasi langsung
BSI membuka cabang syariah di Timur Tengah = investasi, bukan ekspor
"Harus jadi perusahaan besar dulu"
UMKM pun bisa go international lewat e-commerce lintas-batas
UMKM kerajinan Bali ekspor lewat marketplace
"Global = produk sama persis di semua negara"
Standardisasi & adaptasi adalah pilihan strategis, bukan keharusan mutlak
McDonald's standar burger, tapi menu lokal beda tiap negara
"Pasar luar negeri selalu lebih menguntungkan"
Ada biaya & risiko tambahan (kurs, regulasi, budaya) yang bisa menggerus margin
Perusahaan gagal ekspansi karena salah baca budaya/regulasi setempat
Latihan Kelas: Petakan Perusahaan Pilihan Anda
Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu siap dipanggil untuk presentasi singkat lisan:
Instruksi
Pilih satu perusahaan Indonesia yang Anda kenal (boleh yang sudah disebut hari ini atau lainnya).
Tentukan: apakah ia sudah "go international"? Di tahap EPRG mana ia berada saat ini?
Sebutkan minimal satu motif proaktif atau reaktif yang mendorongnya (kalau ada informasi publik yang mendukung).
Tuliskan alasan Anda dalam 3-4 kalimat, siap dibacakan.
Tidak perlu jawaban "sempurna" — tujuan latihan ini melatih Anda menerapkan kerangka EPRG & motif go international pada kasus nyata, bukan menghafal definisi.
Rangkuman & Jembatan ke Pertemuan Depan
Yang Sudah Kita Bangun Hari Ini
Definisi pemasaran internasional/global & beda dari pemasaran domestik
Beda "internasional" (multidomestik) vs "global" (standardisasi) vs "glokal"
Lima tahap EPRG: ethnocentric, ethnocentric aktif, polycentric, regiocentric, geocentric
Motif proaktif & reaktif go international
Peta ruang lingkup & peta 14 pertemuan satu semester
Persiapan Pertemuan 2
Topik: Lingkungan ekonomi & perdagangan internasional
Baca: Keegan & Green, bab lingkungan ekonomi global
Bawa: satu berita ekonomi internasional terkini yang menarik perhatian Anda
Kerangka EPRG & motif go international hari ini akan terus jadi alat analisis dasar Anda — kita akan pakai lagi saat membahas strategi masuk pasar (P9).