stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Pengantar Pemasaran Global — menjelaskan definisi dan ruang lingkup pemasaran internasional/global
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Pemasaran Internasional

Pengantar Pemasaran Global

Pertemuan 1 · Definisi & Ruang Lingkup Pemasaran Internasional/Global

Dari menjual di kota kelahiran sampai bersaing di pasar dunia — mengapa "pemasaran" harus berpikir ulang saat melewati batas negara.

RPS minggu 1 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan definisi dan ruang lingkup pemasaran internasional/global (Sub-CPMK minggu 1):

Capaian 1 — Definisi
Menjelaskan pengertian pemasaran internasional/global dan membedakannya dari pemasaran domestik.
Capaian 2 — Spektrum
Mengurutkan lima tahap keterlibatan perusahaan di pasar luar negeri, dari domestik murni sampai global murni.
Capaian 3 — Ruang Lingkup
Memetakan ruang lingkup kajian pemasaran global: lingkungan, riset pasar, STP, entry mode, bauran pemasaran.
Capaian 4 — Alasan
Mengidentifikasi alasan perusahaan go international beserta contoh perusahaan Indonesia riil.

Produk Indonesia Ini Sudah "Mendunia"

Tanpa disadari, banyak merek yang Anda kenal sudah menjalankan pemasaran internasional. Kenali tiga contohnya:

Contoh 1 — Mi Instan
🍜
Indomie diekspor ke lebih 100 negara, dengan rasa yang disesuaikan lidah lokal — versi Nigeria lebih pedas & berbumbu ayam khas Afrika Barat.
Contoh 2 — UMKM Digital
🛍️
UMKM binaan Tokopedia/Shopee mulai ekspor kerajinan & fesyen ke Malaysia-Singapura lewat program cross-border e-commerce.
Contoh 3 — Perbankan
🏦
BCA & BRI membuka cabang/kantor perwakilan di Hong Kong & Singapura untuk melayani nasabah korporasi lintas negara.
Tiga contoh ini berada di titik berbeda dalam "spektrum keterlibatan global" — dan itulah yang akan kita petakan hari ini.
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Pemasaran
Internasional & Global?
Definisi inti, perbedaan istilah "internasional" vs "global", serta mengapa lingkungan pemasaran berubah begitu melewati batas negara.
Definisi Domestik vs Global Lingkungan

Definisi Pemasaran Internasional

Pemasaran internasional adalah proses merencanakan & melaksanakan konsepsi, penentuan harga, promosi, dan distribusi ide, barang, atau jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu/organisasi lintas batas negara.

Konsep intinya sama persis dengan pemasaran domestik (4P: product, price, place, promotion) — yang berubah adalah arena tempat konsep itu diterapkan.

Pemasaran Domestik
🏠
Satu negara, satu set variabel lingkungan: satu mata uang, satu bahasa dominan, satu sistem hukum & regulasi.
Pemasaran Internasional
🌍
Lebih dari satu negara, banyak set variabel lingkungan yang saling berbeda & kadang bertabrakan sekaligus.
Karena variabel lingkungan bertambah & beragam, kompleksitas keputusan pemasaran meningkat tajam — inilah alasan bidang ini layak dipelajari terpisah.

"Internasional" vs "Global": Beda Level Komitmen

Dua istilah ini sering dipakai bergantian, padahal menandai tingkat komitmen & cara pandang yang berbeda:

Pemasaran Internasional
🧩
Perusahaan memandang tiap negara sebagai pasar terpisah. Strategi diadaptasi negara demi negara (pendekatan multidomestik).
Pemasaran Global
🌐
Perusahaan memandang dunia sebagai satu pasar dengan segmen lintas negara, mencari sinergi & standardisasi semaksimal mungkin.
Contoh: Indomie condong multidomestik (rasa beda tiap negara) sedangkan Coca-Cola condong global (formula & kampanye "Share a Coke" nyaris seragam di banyak negara, dengan adaptasi kecil).
Dalam praktik, hampir tidak ada perusahaan 100% satu ekstrem — mayoritas berada di titik "glokal": pikir global, bertindak lokal.

Walkthrough: Mengenali Jenis Pemasaran dari Kasus

Latihan bertahap membedakan level pemasaran sebuah perusahaan — ikuti logikanya langkah demi langkah:

LangkahPertanyaan DiagnostikJawaban Kasus: "Kopi Kenangan buka gerai di Malaysia & Filipina, resep sama persis, iklan diterjemahkan saja"
1Apakah beroperasi di >1 negara?Ya — Indonesia, Malaysia, Filipina.
2Apakah strategi diadaptasi tiap negara?Tidak — resep & branding nyaris identik.
3Apakah mencari standardisasi lintas-negara?Ya — hanya bahasa iklan yang diterjemahkan, bukan diubah konsepnya.
4Kesimpulan level pemasaranCondong Global (standardisasi tinggi, adaptasi minimal).
Bandingkan dengan Indomie di slide sebelumnya (rasa berubah tiap negara) → itu condong Internasional/Multidomestik. Diagnostik 4 langkah ini akan Anda pakai lagi di pertemuan tentang strategi masuk pasar.
Bagian 2 dari 3
Spektrum Keterlibatan
Perusahaan di Pasar Global
Lima tahap keterlibatan internasional (EPRG framework Wind, Douglas & Perlmutter) — dari perusahaan domestik murni sampai perusahaan global sejati.
EPRG 5 Tahap Studi Kasus

Lima Tahap Keterlibatan Global (1/2): E-P-R

Kerangka EPRG (Wind, Douglas & Perlmutter) memetakan orientasi manajemen perusahaan terhadap pasar luar negeri:

Tahap 1 — Ethnocentric
🏠
Fokus domestik murni. Ekspor terjadi kebetulan/pasif (pesanan datang sendiri), tanpa strategi luar negeri.
Tahap 2 — Ethnocentric+
📤
Ekspor aktif mulai dijalankan, tapi strategi tetap "produk dalam negeri dijual keluar" tanpa adaptasi.
Tahap 3 — Polycentric
🗺️
Membentuk anak perusahaan/cabang lokal tiap negara, tiap cabang diberi otonomi menyesuaikan pasar setempat.
Contoh: UMKM yang baru mulai ekspor via marketplace = Tahap 1-2. Perusahaan multinasional dengan pabrik lokal tiap negara (mis. Unilever Indonesia) = mendekati Tahap 3.

Lima Tahap Keterlibatan Global (2/2): R-G

Dua tahap terakhir menandai koordinasi lintas-negara yang semakin matang:

Tahap 4 — Regiocentric
🌏
Strategi disusun per kawasan/regional (mis. satu strategi untuk ASEAN), bukan per negara satu-satu & bukan pula satu strategi dunia.
Tahap 5 — Geocentric
🌐
Perusahaan global sejati: dunia dipandang satu pasar terintegrasi, sumber daya & talenta diambil dari mana pun paling efisien.
Contoh Indonesia: Bank Mandiri mengoordinasi cabang kawasan Asia Tenggara secara regional (Tahap 4). Contoh dunia: Unilever & Nestlé global sepenuhnya (Tahap 5) — riset, produksi, talenta manajerial berputar lintas benua.
Semakin ke Tahap 5, semakin besar peluang efisiensi & sinergi — tapi juga semakin besar kompleksitas koordinasi lintas budaya & regulasi.

Walkthrough: Menempatkan Perusahaan di Tahap EPRG

Latihan diagnostik kedua — tempatkan sebuah perusahaan riil ke tahap EPRG yang tepat:

LangkahFakta KasusAnalisis: "Erigo (fesyen lokal) mulai tampil di New York Fashion Week & buka toko daring untuk pasar AS-Eropa dengan tim desain terpusat di Jakarta"
1Apakah sekadar ekspor pasif/kebetulan?Tidak — ada rencana sengaja masuk pasar AS & Eropa.
2Apakah ada anak perusahaan otonom tiap negara?Tidak — desain & keputusan tetap terpusat di Jakarta.
3Apakah strategi per kawasan (bukan per negara/dunia)?Belum jelas per-kawasan; masih satu strategi ekspor terpusat.
4Kesimpulan tahap EPRGTahap 2 (Ethnocentric aktif) — ekspor aktif tapi belum otonomi lokal.
Diagnostik ini penting: banyak orang salah kira "sudah tampil di panggung internasional" = otomatis Tahap 5 (geocentric). Padahal yang menentukan tahap adalah struktur keputusan, bukan visibilitas merek.

Rangkuman: Lima Tahap EPRG dalam Satu Tabel

TahapNama & OrientasiCiri Utama
1Ethnocentric pasifDomestik murni, ekspor kebetulan
2Ethnocentric aktifEkspor disengaja, produk tanpa adaptasi
3PolycentricAnak perusahaan lokal, otonomi per negara
4RegiocentricStrategi per kawasan/regional
5GeocentricDunia = satu pasar, sumber daya lintas negara
Perhatikan arah panah tersembunyi: makin ke bawah tabel, makin besar komitmen sumber daya & makin kompleks koordinasi manajemen yang dibutuhkan.

Coba Sendiri: Geser Perusahaan Melalui Tahap EPRG

Geser tahap dari ethnocentric ke geocentric dan amati bagaimana komitmen sumber daya serta kompleksitas koordinasi ikut naik.

Bagian 3 dari 3
Mengapa Go International
& Apa Ruang Lingkupnya?
Alasan proaktif & reaktif perusahaan menembus pasar global, lalu peta besar topik yang akan kita pelajari sepanjang satu semester.
Motif Ruang Lingkup Peta Semester

Alasan Proaktif: Perusahaan yang "Menyerang"

Motif proaktif muncul dari inisiatif perusahaan sendiri, bukan tekanan keadaan:

Peluang Laba & Pertumbuhan
📈
Pasar domestik jenuh/kecil; pasar luar negeri menjanjikan pertumbuhan lebih tinggi. Contoh: Erigo, Kopi Kenangan ekspansi ASEAN.
Skala Ekonomi & Teknologi
⚙️
Produksi massal untuk banyak negara menurunkan biaya per unit; perusahaan juga punya keunggulan teknologi/produk unik untuk dijual global.
Motif lain: dorongan manajemen puncak yang berorientasi global (management vision), serta informasi & insentif pemerintah (mis. fasilitas ekspor Kemendag/LPEI).

Alasan Reaktif: Perusahaan yang "Terdorong"

Motif reaktif muncul karena tekanan/tantangan yang memaksa perusahaan mencari jalan keluar ke luar negeri:

Tekanan Kompetitif
⚔️
Pesaing domestik sudah go international lebih dulu; kalau diam, perusahaan tertinggal & kehilangan daya saing.
Pasar Domestik Jenuh/Menyusut
📉
Permintaan domestik stagnan atau menurun (mis. perubahan demografi/regulasi) — ekspansi luar negeri jadi katup penyelamat.
Motif lain: kelebihan kapasitas produksi yang perlu disalurkan, permintaan tak diminta dari pembeli asing (unsolicited orders), atau kedekatan geografis-psikologis dengan negara tetangga (mis. eksportir Batam ke Singapura).

Ruang Lingkup Kajian Pemasaran Global

Lima blok besar yang akan kita pelajari sepanjang semester — bergerak dari memahami lingkungan menuju eksekusi bauran pemasaran:

LingkunganEkonomi, budaya,politik-hukumRiset PasarSistem informasi &riset pasar globalSTP & Entry ModeSegmentasi-targeting-positioning, strategi masukBauran PemasaranProduk-harga-distribusi-komunikasi global
Alur ini persis mengikuti struktur RPS kita: memahami lingkungan dulu (minggu 2-4), baru merancang strategi (minggu 5-8), lalu mengeksekusi bauran pemasaran (minggu 9 dst).

Peta Perjalanan Satu Semester

Empat belas pertemuan kita, dikelompokkan menurut ruang lingkup di slide sebelumnya:

Paruh Pertama — Memahami & Merancang
  • P2-4: Lingkungan ekonomi-perdagangan, sosial-budaya, politik-hukum-regulasi
  • P5-6: Sistem informasi & riset pasar global
  • P7: STP di pasar internasional
  • P8: Impor-ekspor-sourcing
Paruh Kedua — Strategi & Eksekusi
  • P9: Strategi masuk pasar (lisensi, investasi, aliansi)
  • P10-12: Bauran pemasaran global (produk-harga, distribusi, komunikasi)
  • P13: Pemasaran di era digital
  • P14: Keunggulan bersaing, kepemimpinan & CSR global
Referensi utama sepanjang semester: Keegan & Green, Global Marketing (Pearson). Siapkan buku ini mulai pertemuan depan.

Empat Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan

Sebelum lanjut ke pertemuan berikutnya, mari luruskan kesalahpahaman yang paling sering muncul:

MiskonsepsiFakta yang BenarContoh Pelurusan
"Pemasaran internasional = ekspor saja"Ekspor hanya salah satu entry mode; ada lisensi, waralaba, JV, investasi langsungBSI membuka cabang syariah di Timur Tengah = investasi, bukan ekspor
"Harus jadi perusahaan besar dulu"UMKM pun bisa go international lewat e-commerce lintas-batasUMKM kerajinan Bali ekspor lewat marketplace
"Global = produk sama persis di semua negara"Standardisasi & adaptasi adalah pilihan strategis, bukan keharusan mutlakMcDonald's standar burger, tapi menu lokal beda tiap negara
"Pasar luar negeri selalu lebih menguntungkan"Ada biaya & risiko tambahan (kurs, regulasi, budaya) yang bisa menggerus marginPerusahaan gagal ekspansi karena salah baca budaya/regulasi setempat

Latihan Kelas: Petakan Perusahaan Pilihan Anda

Kerjakan berpasangan (10 menit), lalu siap dipanggil untuk presentasi singkat lisan:

Instruksi
  • Pilih satu perusahaan Indonesia yang Anda kenal (boleh yang sudah disebut hari ini atau lainnya).
  • Tentukan: apakah ia sudah "go international"? Di tahap EPRG mana ia berada saat ini?
  • Sebutkan minimal satu motif proaktif atau reaktif yang mendorongnya (kalau ada informasi publik yang mendukung).
  • Tuliskan alasan Anda dalam 3-4 kalimat, siap dibacakan.
Tidak perlu jawaban "sempurna" — tujuan latihan ini melatih Anda menerapkan kerangka EPRG & motif go international pada kasus nyata, bukan menghafal definisi.

Rangkuman & Jembatan ke Pertemuan Depan

Yang Sudah Kita Bangun Hari Ini
  • Definisi pemasaran internasional/global & beda dari pemasaran domestik
  • Beda "internasional" (multidomestik) vs "global" (standardisasi) vs "glokal"
  • Lima tahap EPRG: ethnocentric, ethnocentric aktif, polycentric, regiocentric, geocentric
  • Motif proaktif & reaktif go international
  • Peta ruang lingkup & peta 14 pertemuan satu semester
Persiapan Pertemuan 2
  • Topik: Lingkungan ekonomi & perdagangan internasional
  • Baca: Keegan & Green, bab lingkungan ekonomi global
  • Bawa: satu berita ekonomi internasional terkini yang menarik perhatian Anda
Kerangka EPRG & motif go international hari ini akan terus jadi alat analisis dasar Anda — kita akan pakai lagi saat membahas strategi masuk pasar (P9).