‹ Daftar slidePertemuan 3: Optimasi Website dan Pengalaman Pengguna (UX)
Optimasi Website dan Pengalaman Pengguna (UX)
Pemasaran DigitalPertemuan 3CPL 1 & 2
Agenda Pertemuan Hari Ini
Teori (75 menit)
Prinsip desain responsif
UX dan dampaknya pada konversi
Analisis perilaku pengguna
Optimasi kecepatan & aksesibilitas
Praktik & Diskusi (75 menit)
Audit UX website studi kasus
Membaca laporan Google PageSpeed
Diskusi kasus Tokopedia & BRImo
Tugas kelompok & preview P4
Tujuan Pembelajaran
01
Memahami prinsip desain website yang responsif dan standar industri saat ini
02
Menjelaskan hubungan antara pengalaman pengguna (UX) dan tingkat konversi
03
Menggunakan alat analisis untuk membaca perilaku pengguna di website
04
Mengidentifikasi teknik optimasi kecepatan dan aksesibilitas website
Topik 1
Prinsip Desain Website yang Responsif
Apa Itu Desain Responsif?
Definisi: Desain responsif (responsive design) adalah pendekatan pengembangan web di mana tampilan dan tata letak halaman menyesuaikan diri secara otomatis dengan ukuran layar perangkat pengguna — dari desktop, tablet, hingga ponsel.
Komponen Kunci
Fluid grid: kolom menggunakan persentase, bukan piksel tetap
Flexible images: gambar menyusut sesuai kontainer
Media queries: CSS berubah di breakpoint tertentu
Konteks Indonesia
~70% pengguna internet Indonesia via mobile (estimasi Statcounter 2024)
Google memakai mobile-first indexing sejak 2021
Website non-responsif kehilangan peringkat pencarian
Breakpoint & Mobile-First Strategy
Breakpoint
Lebar Layar
Perangkat Umum
Prioritas Desain
xs (Extra Small)
< 576px
Ponsel kecil
Satu kolom, font besar
sm (Small)
576–768px
Ponsel besar / phablet
Navigasi hamburger
md (Medium)
768–992px
Tablet
2 kolom, sidebar muncul
lg (Large)
992–1200px
Laptop
3–4 kolom, full nav
xl (Extra Large)
> 1200px
Desktop/monitor
Layout penuh, sidebar lebar
Mobile-First: Mulai desain dari layar terkecil, lalu tambahkan kompleksitas — bukan sebaliknya. Ini memaksa prioritisasi konten yang benar-benar penting.
Prinsip Visual Desain Responsif
Hierarki Visual
Elemen terpenting di atas (above the fold)
Ukuran font: judul > subjudul > isi
Kontras warna membantu navigasi
Whitespace
Ruang kosong bukan pemborosan
Membantu fokus pengguna
Meningkatkan keterbacaan ~20%
Touch Target
Tombol min. 44×44px (standar Apple/Google)
Jarak antar tombol min. 8px
CTA jelas dan terbaca
Topik 2
Pentingnya UX dalam Konversi
UX dan Dampaknya pada Bisnis
Definisi UX: User Experience (UX) adalah keseluruhan persepsi dan respons pengguna saat berinteraksi dengan produk atau layanan digital — mencakup kemudahan, efisiensi, kepuasan, dan kepercayaan.
Laporan Alur: Visualisasi jalur pengguna antar halaman
Segmentasi: Perangkat, demografi, sumber traffic
Gratis — standar industri global & Indonesia
Alat Heatmap & Session Recording
Hotjar / Microsoft Clarity (gratis): Heatmap klik, scroll map, rekaman sesi
Heatmap klik: menunjukkan di mana pengguna paling sering klik
Scroll map: berapa persen pengguna mencapai bagian bawah halaman
Session recording: rekaman pergerakan mouse pengguna nyata
Coba Sendiri: Hitung Skor System Usability Scale
Isi 10 pernyataan standar SUS dengan skala 1–5 dan amati bagaimana skor akhir menempatkan sebuah website pada kategori usability tertentu.
Membaca Data: Metrik Penting
Metrik
Definisi
Benchmark Umum
Interpretasi
Bounce Rate
% pengguna yang keluar tanpa interaksi lebih lanjut
~40–60% (e-commerce)
Tinggi = relevansi rendah atau UX buruk di halaman masuk
Session Duration
Rata-rata waktu di website per sesi
2–4 menit (konten)
Rendah = konten tidak menarik atau navigasi membingungkan
Pages/Session
Rata-rata halaman yang dikunjungi per sesi
2–5 halaman
Rendah = internal linking buruk atau konten tidak relevan
Conversion Rate
% pengunjung yang menyelesaikan tindakan tujuan
1–4% (e-commerce)
Rendah = UX buruk di funnel atau proposisi nilai lemah
Exit Rate
% pengguna yang meninggalkan website dari halaman tertentu
Bervariasi per halaman
Tinggi di checkout = gesekan di tahap konversi kritis
Optimasi Kecepatan Website: Core Web Vitals
Core Web Vitals adalah serangkaian metrik Google yang mengukur pengalaman pengguna nyata — menjadi faktor peringkat pencarian sejak 2021.
LCP — Loading
Largest Contentful Paint
Waktu elemen terbesar muncul
Target: < 2,5 detik
Optimalkan: kompresi gambar, hosting cepat, CDN
INP — Interaktivitas
Interaction to Next Paint
Responsivitas saat diklik/diketik
Target: < 200ms
Optimalkan: kurangi JavaScript berat
CLS — Stabilitas
Cumulative Layout Shift
Pergeseran elemen saat loading
Target: < 0,1
Optimalkan: tentukan dimensi gambar/iklan
Coba Sendiri: Berapa Konversi Hilang Akibat Loading Lambat?
Geser durasi loading halaman dan tingkat konversi awal, lalu amati estimasi kerugian konversi memakai acuan ~7% per detik dari riset Akamai.
Studi Kasus: Optimasi UX Website Indonesia
Tokopedia — Checkout Flow
Menyederhanakan alur checkout dari 5 langkah menjadi 3
Menambahkan pengisian alamat otomatis via kode pos
Menampilkan estimasi pengiriman real-time
Hasil: penurunan cart abandonment yang terukur (belum dipublikasikan secara spesifik)
BRImo (BRI) — Mobile UX
Redesain 2022: navigasi tab bawah menggantikan hamburger menu
Fitur terpopuler (transfer, top-up) di posisi paling mudah dijangkau ibu jari
Onboarding nasabah baru dilakukan sepenuhnya via aplikasi (tanpa kantor)
Aksesibilitas: ukuran font dapat disesuaikan untuk pengguna lansia
Gojek & Telkom: Gojek menggunakan A/B testing intensif pada tampilan harga dan promo. Telkom MyIndihome menerapkan progressive disclosure — menampilkan informasi berlapis agar tidak membebani pengguna baru.
Aksesibilitas Website (a11y)
WCAG 2.1 (Web Content Accessibility Guidelines) adalah standar internasional aksesibilitas web. Level AA adalah target minimum yang direkomendasikan.
Prinsip
Contoh Penerapan
Perceivable (Dapat Dirasakan)
Alt text pada gambar, caption video
Operable (Dapat Dioperasikan)
Navigasi via keyboard, skip nav link
Understandable (Dapat Dimengerti)
Label form jelas, pesan error informatif
Robust (Kokoh)
Kompatibel screen reader, HTML semantik
Mengapa Penting untuk Bisnis?
~15% populasi dunia memiliki disabilitas (WHO) — pasar yang besar
SEO benefit: alt text, heading struktur membantu crawler Google
Kecepatan: website aksesibel umumnya lebih ringan dan cepat
Reputasi merek: inklusivitas jadi nilai tambah di mata konsumen
Indonesia: Undang-Undang No. 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas mewajibkan aksesibilitas layanan publik digital
Coba Sendiri: Cek Rasio Kontras Warna WCAG
Masukkan warna teks dan latar, lalu amati apakah rasio kontrasnya lolos ambang WCAG 2.1 level AA/AAA.
Diagram: Siklus Optimasi UX Website
Rangkuman Pertemuan 3
Key Takeaways — Optimasi Website & UX
Desain responsif adalah keharusan, bukan pilihan — lebih dari separuh pengguna Indonesia mengakses web via mobile, dan Google mengutamakan mobile-first indexing.
UX yang baik langsung berdampak pada konversi — setiap gesekan di funnel konversi mengurangi peluang bisnis; gunakan model Honeycomb Morville sebagai kerangka evaluasi.
Analisis data adalah dasar keputusan UX — gunakan GA4 untuk metrik kuantitatif dan Microsoft Clarity (gratis) untuk heatmap dan rekaman sesi.
Core Web Vitals (LCP <2,5s, INP <200ms, CLS <0,1) adalah target teknis minimum untuk kecepatan dan pengalaman pengguna yang memenuhi standar Google.
Aksesibilitas bukan kemewahan — ia memperluas jangkauan pasar, meningkatkan SEO, dan di Indonesia mulai diwajibkan regulasi (UU No. 8/2016).
Tugas & Diskusi
Tugas Kelompok (dikumpul P5)
Pilih satu website bisnis lokal Indonesia (UMKM, startup, atau perusahaan daerah)
Lakukan audit UX menggunakan checklist 7 dimensi Morville
Uji kecepatan di pagespeed.web.dev — catat skor Core Web Vitals
Pasang Microsoft Clarity (gratis) jika memungkinkan
Buat laporan 2–3 halaman: temuan + 5 rekomendasi prioritas
Diskusi Kelas (15 menit)
Menurut Anda, website mana yang UX-nya paling baik di Indonesia dan mengapa?
Apa pengalaman UX buruk yang pernah Anda alami saat berbelanja atau bertransaksi online?
Bagaimana bisnis kecil (UMKM) bisa mengoptimalkan UX dengan anggaran terbatas?
Pertanyaan?
Silakan ajukan pertanyaan seputar materi hari ini.
Preview Pertemuan 4: Optimasi Mesin Pencari (SEO) Bagaimana website yang sudah dioptimalkan UX-nya bisa ditemukan oleh lebih banyak orang melalui pencarian Google? Kita akan bahas keyword research, on-page SEO, dan strategi backlink yang relevan untuk konteks Indonesia.