Bagaimana menggabungkan beberapa aset agar mendapat return harapan terbaik untuk tingkat risiko tertentu — dari rumus Markowitz sampai efficient frontier.
RPS Minggu 14 · Sub-CPMK 14 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep teori portofolio dan menentukan portofolio yang efisien (Sub-CPMK 14). Secara rinci:
Capaian 1 — Return
E(Rp)
Return Harapan
Menghitung return harapan portofolio sebagai rata-rata tertimbang return tiap aset.
Capaian 2 — Risiko
σp
Standar Deviasi
Menghitung varians/standar deviasi portofolio dan menjelaskan peran kovarians & korelasi.
Capaian 3 — Diversifikasi
ρ
Korelasi
Menjelaskan cara diversifikasi mengurangi risiko tidak sistematis dan batasnya.
Capaian 4 — Efisien
EF
Efficient Frontier
Mengidentifikasi efficient frontier & portofolio optimal, dengan/tanpa aset bebas risiko.
Jangan Taruh Semua Telur di Satu Keranjang
Anda punya Rp 100 juta. Mana yang lebih bijak: beli hanya saham satu emiten, atau menyebar ke beberapa emiten dari sektor berbeda?
Pilihan A — Satu Saham
1 Saham
Seluruh Rp 100 juta di satu emiten
Kalau emiten itu tersangkut skandal atau merugi besar, Anda bisa kehilangan sebagian besar dana dalam waktu singkat — kasus ini nyata terjadi di BEI.
Pilihan B — Menyebar
Lintas Sektor
Rp 100 juta dipecah ke beberapa emiten
Rp 100 juta dibagi ke beberapa emiten lintas sektor (bank, telekomunikasi, consumer). Satu yang jatuh tidak menjatuhkan seluruh portofolio.
Intuisi "menyebar lebih aman" itu benar — dan hari ini kita buktikan dengan angka mengapa dan seberapa aman, lewat teori portofolio Markowitz.
Bagian 1 dari 4
Return & Risiko Satu Portofolio
Menghitung return harapan (rata-rata tertimbang) dan risiko portofolio — dan menemukan satu angka kunci yang mengubah segalanya: kovarians.
ReturnRisikoKovarians
Return Harapan Portofolio = Rata-Rata Tertimbang
Return harapan portofolio adalah rata-rata return harapan tiap aset, ditimbang oleh proporsi dana (bobot) yang ditanam di masing-masing aset.
E(Rp) = w1·E(R1) + w2·E(R2) + … + wn·E(Rn)
Keterangan: wi = bobot (proporsi) dana di aset i · Σwi = 1 (100%) · E(Ri) = return harapan aset i
Aset
Bobot (w)
E(R)
Kontribusi w × E(R)
Saham A
60% = 0,6
14%
0,6 × 14% = 8,4%
Saham B
40% = 0,4
8%
0,4 × 8% = 3,2%
Portofolio
100%
—
E(Rp) = 11,6%
Untuk return, penggabungan itu linear: hasilnya pasti berada di antara return aset terendah (8%) dan tertinggi (14%). Tidak ada "bonus" di sini — bonus diversifikasi muncul di sisi risiko.
Risiko Portofolio: BUKAN Sekadar Rata-Rata Tertimbang
Inilah miskonsepsi terbesar. Standar deviasi portofolio tidak dihitung seperti return. Untuk dua aset, variansnya:
σ²p = w1²σ1² + w2²σ2² + 2·w1·w2·σ1·σ2·ρ12
Keterangan: σi = standar deviasi aset i · ρ12 = koefisien korelasi antara aset 1 & 2 · σp = √σ²p
Suku ketiga, 2·w1·w2·σ1·σ2·ρ12, adalah "jantung" teori portofolio. Karena ρ biasanya < 1, suku ini lebih kecil dari maksimumnya — sehingga σplebih kecil dari rata-rata tertimbang σ. Itulah diversifikasi.
Perbandingan cepat (60/40, σA=20%, σB=12%, ρ=0,3): Rata-rata tertimbang σ = 0,6×20% + 0,4×12% = 16,80% · σp sebenarnya ≈ 14,20% — lebih rendah ~2,6 poin persen.
Bagaimana menambah aset menurunkan risiko, mengapa korelasi menentukan besar manfaatnya, dan sampai di mana batas penurunan itu.
Mengapa Menambah Aset Menurunkan Risiko
Saat satu saham anjlok karena masalah internalnya sendiri, saham lain di portofolio bisa stabil atau naik — guncangan-guncangan acak itu saling meredam.
Risiko turun cepat untuk 10–20 saham pertama, lalu melandai. Menambah saham ke-50 nyaris tak menambah manfaat — diversifikasi punya hasil yang menurun.
Hitung dari Nol — HDN-2: Korelasi Menentukan Manfaat Diversifikasi
Dua saham sama (σA=20%, σB=12%), bobot 50%/50%. Kita hitung σp untuk ρ = +1, 0, dan −1 agar terlihat peran korelasi.
ρ=+1: σp = rata-rata tertimbang (16%) — tak ada manfaat. ρ=0: turun ke ~11,66%. ρ=−1: anjlok ke 4% — dan dengan bobot pas (37,5% A : 62,5% B) bahkan bisa ≈ 0%!
Coba Sendiri: Geser Korelasi & Lihat Risiko Portofolio Berubah
Geser koefisien korelasi dua aset dan bobot portofolionya, lalu amati bagaimana risiko portofolio bisa jauh lebih rendah daripada rata-rata risiko kedua aset.
Dua Jenis Risiko: Sistematis vs Tidak Sistematis
Tidak Sistematis (Diversifiable)
Unik
Khas satu perusahaan/sektor
Manajemen buruk, gugatan hukum, gagal produk. Bisa dihapus lewat diversifikasi. Disebut juga risiko spesifik/unik. Contoh BEI: skandal direksi emiten properti.
Sistematis (Non-Diversifiable)
Pasar
Seluruh pasar terkena bersamaan
Resesi, kenaikan suku bunga BI, gejolak kurs rupiah, krisis global. Tidak bisa dihapus sebanyak apa pun saham. Disebut juga risiko pasar.
Diversifikasi hanya membunuh risiko tidak sistematis. Yang tersisa — risiko sistematis — itulah yang nanti diukur oleh beta (β) dan diberi imbalan di CAPM (pertemuan berikut).
Batas Diversifikasi & Portofolio Risiko Minimum
Diversifikasi tidak gratis tanpa batas. Dua batasannya penting Anda pahami:
Batas 1 — Lantai Pasar
σpasar
Lantai risiko sistematis
Sebanyak apa pun saham, risiko tidak bisa turun di bawah risiko sistematis (risiko pasar). Itulah garis datar pada kurva diversifikasi.
Batas 2 — Hasil Menurun
10–20
Saham optimal pertama
Manfaat terbesar dari 10–20 saham pertama. Saham ke-50 nyaris tak menambah manfaat. Terlalu banyak saham → biaya transaksi naik, pemantauan sulit.
Untuk dua aset (ρ=0,3 di HDN-1), portofolio varians minimum (MVP) ada di bobot wA≈18% : wB≈82% → σp ≈ 11,45%. Inilah portofolio dengan risiko terkecil yang bisa dibentuk dari kedua saham itu. Formula MVP: wA* = (σB² − σ12) ÷ (σA² + σB² − 2σ12) = (0,0144 − 0,0072) ÷ (0,0400 + 0,0144 − 0,0144) = 18%
Bagian 3 dari 4
Efficient Frontier & Portofolio Optimal
Dari banyak kombinasi yang mungkin, mana yang "terbaik"? Markowitz menjawabnya dengan satu kurva — lalu aset bebas risiko menyempurnakannya.
Efficient Frontier = portofolio dengan return tertinggi per unit risiko
Set Peluang & Efficient Frontier Markowitz
Plot semua portofolio yang mungkin pada bidang risiko (sumbu X) – return (sumbu Y). Hasilnya membentuk "payung" melengkung — opportunity set.
Sebuah portofolio efisien bila tidak ada portofolio lain yang memberi return lebih tinggi pada risiko sama, atau risiko lebih rendah pada return sama. Hanya bagian atas kurva (dari MVP ke atas) yang efisien.
Memilih Satu Titik: Portofolio Optimal di Sepanjang Frontier
Efficient frontier memuat banyak portofolio baik. Mana yang paling cocok untuk Anda? Itu tergantung toleransi risiko masing-masing investor.
Investor Konservatif
Kiri
Dekat MVP — risiko rendah
Tidak nyaman dengan gejolak → pilih portofolio di ujung kiri frontier. Risiko rendah, return lebih moderat. Mendekati portofolio varians minimum.
Investor Agresif
Kanan
Kanan-atas — return tinggi
Tahan gejolak demi return tinggi → pilih portofolio di bagian kanan-atas frontier. Risiko & return sama-sama lebih tinggi.
Titik optimal = tempat kurva indiferen (selera risiko investor) menyentuh efficient frontier. Tanpa aset bebas risiko, tiap investor bisa berbeda titik optimalnya — bergantung seberapa besar risiko yang sanggup ia tanggung.
Menambah Aset Bebas Risiko: Garis Alokasi Modal (CAL)
Sekarang investor boleh memegang aset bebas risiko (SUN/SBN, return pasti ~6,8%, σ=0) dan portofolio berisiko. Kombinasinya membentuk garis lurus, bukan kurva.
Garis lurus dari Rf yang paling curam (rasio Sharpe tertinggi) menyentuh frontier di satu titik istimewa — portofolio pasar (slide berikut). Rasio Sharpe contoh = (11,6%−6,8%)÷14,2% ≈ 0,338.
Portofolio Pasar & Teorema Pemisahan Dua Dana
Garis dari Rf yang paling curam menyinggung frontier di satu titik — portofolio berisiko optimal yang sama untuk semua investor. Garis ini disebut Capital Market Line (CML).
Portofolio Optimal Berisiko (M)
M
Sama untuk semua investor
Satu titik singgung CML, identik untuk semua investor apa pun seleranya. Dalam teori CAPM = portofolio pasar (mendekati IHSG/LQ45).
Teorema Pemisahan Dua Dana
Dana 1 + Dana 2
Keputusan terpisah dua tahap
(1) Portofolio berisiko mana → sama untuk semua (M); (2) Berapa banyak di M vs Rf → sesuai selera tiap investor.
Implikasi praktis: semua investor sebaiknya memegang portofolio berisiko yang sama (mendekati indeks pasar, mis. IHSG/LQ45), lalu menyesuaikan proporsi ke aset aman sesuai keberanian masing-masing. Inilah dasar reksa dana indeks.
Coba Sendiri: Tarik CAL Menyentuh Efficient Frontier
Geser garis alokasi modal dari titik bebas risiko, cari kemiringan tercuram yang menyinggung frontier, dan temukan portofolio tangency-nya.
Bagian 4 dari 4
Indonesia, Rangkuman & Latihan
Menerapkan teori ke Bursa Efek Indonesia — diversifikasi lintas sektor, korelasi LQ45, SBN sebagai aset aman — lalu merangkum dan berlatih.
Studi Kasus: Diversifikasi Lintas Sektor di Bursa Efek Indonesia
Tiga portofolio Rp 100 juta. Mana yang paling terdiversifikasi? Kuncinya bukan jumlah saham, tapi kemiripan pergerakannya.
Portofolio Keliru — 3 Bank
BBCA+BMRI+BBRI
Semua perbankan — korelasi tinggi
Tiga saham, tapi semua perbankan — bergerak mirip saat suku bunga BI berubah. Diversifikasi lemah. Satu kebijakan moneter memengaruhi ketiganya sekaligus.
Portofolio Baik — Lintas Sektor
BBCA+TLKM+ICBP
Bank + Telco + Consumer — korelasi lebih rendah
Korelasi lebih rendah karena pemicu sektor berbeda. Suku bunga BI, trafik data, daya beli rumah tangga — tiga faktor independen. Diversifikasi kuat.
Pelajaran: menambah saham tidak otomatis mendiversifikasi. Tiga bank ≈ satu taruhan besar pada sektor perbankan. Sebar ke sektor yang dipicu hal berbeda agar korelasi turun. (Nama emiten = ilustrasi sektoral, bukan rekomendasi beli.)
Korelasi Saham LQ45 & SBN sebagai Aset Aman
Untuk membentuk portofolio efisien, kita butuh estimasi input: return harapan, σ, dan korelasi antar-aset — diestimasi dari data return historis emiten.
Pasangan
Pola korelasi tipikal
Implikasi diversifikasi
Dua bank besar (LQ45)
Tinggi (positif kuat)
Lemah — bergerak mirip
Bank vs consumer (LQ45)
Sedang
Sedang
Saham vs SBN/SUN
Rendah / kadang negatif
Kuat — penyeimbang saat pasar jatuh
Input ini diestimasi dari return historis, jadi mengandung error estimasi — itu sebabnya hasil model portofolio perlu disikapi dengan kehati-hatian. Angka korelasi riil berubah & harus dihitung dari data terbaru. (Tabel di atas: ilustrasi pola, bukan angka korelasi riil terkini.)
LQ45 = indeks 45 saham paling likuid di BEI · SBN/SUN = Surat Berharga Negara / Surat Utang Negara pemerintah, dianggap (hampir) bebas risiko gagal bayar.
Lima Jebakan dalam Membentuk Portofolio
1
Menghitung risiko seperti return — menjumlahkan σ tertimbang. Salah; pakai rumus varians dengan kovarians.
2
Mengira diversifikasi menghapus semua risiko — risiko sistematis (pasar) tetap tinggal sebagai lantai.
3
Diversifikasi palsu — banyak saham tapi satu sektor (3 bank). Korelasi tinggi → manfaat kecil.
4
Mengejar return tertinggi saja — abaikan risiko. Yang efisien = return tertinggi per unit risiko.
5
Percaya buta pada angka model — input dari data historis penuh error estimasi; korelasi berubah.
Teori portofolio bukan mesin ajaib penghasil uang. Ia kerangka berpikir: selalu lihat risiko dan return bersama-sama, dan perhatikan bagaimana aset bergerak relatif satu sama lain.
Cheat Sheet — Rumus Teori Portofolio
Konsep
Rumus
Catatan
Return portofolio
E(Rp) = Σ wi·E(Ri)
Rata-rata tertimbang (linear)
Kovarians
σ12 = ρ12·σ1·σ2
Arah gerak bersama
Varians (2 aset)
σ²p = w1²σ1² + w2²σ2² + 2w1w2σ1σ2ρ12
Suku ke-3 = jantung diversifikasi
Risiko portofolio
σp = √σ²p
Akar varians — jangan lupa ini!
MVP (2 aset)
w1* = (σ2² − σ12) ÷ (σ1² + σ2² − 2σ12)
Bobot risiko minimum
Garis CAL
E(Rc) = Rf + y·[E(Rp) − Rf] ; σc = y·σp
Dengan aset bebas risiko
Rasio Sharpe
[E(Rp) − Rf] ÷ σp
Imbalan per unit risiko
Satu kalimat untuk diingat seumur hidup: return dijumlahkan tertimbang, tetapi risiko diredam oleh korelasi yang tidak sempurna.
Peta Konsep Teori Portofolio
Seluruh pertemuan dalam satu alur: dari menilai aset sendirian, ke menilai kontribusinya pada portofolio, sampai menemukan portofolio pasar — pintu masuk ke CAPM.
Diskusi & Latihan Kelas
Latihan Hitung
HDN-3
Kerjakan sekarang
Portofolio: 70% saham X (E(R)=16%, σ=24%) + 30% saham Y (E(R)=10%, σ=14%), ρ=0,2. Hitung E(Rp) dan σp.
Kerjakan dengan tabel langkah seperti HDN-1.
Diskusi Konsep
Kritis
Diskusikan dengan teman sebangku
Seorang investor punya 10 saham, semuanya emiten properti. Apakah ia "terdiversifikasi"? Jelaskan dengan konsep korelasi & risiko sistematis.
Kerjakan latihan hitung dengan tabel langkah: identifikasi → return → tiga suku varians → akarkan. Tunjukkan σplebih kecil dari rata-rata tertimbang σ. (Kunci: E(Rp)=14,20%, σp≈18,11% — tersedia di Lampiran B.)
Penutup & Jembatan ke CAPM
Yang Sudah Anda Kuasai
Sub-CPMK 14
Teori Portofolio
Menghitung return & risiko portofolio
Peran kovarians/korelasi dalam diversifikasi
Diversifikasi & batasnya (sistematis vs tidak)
Efficient frontier Markowitz
Portofolio optimal dengan/tanpa Rf (CML)
Berikutnya — CAPM & Beta
β & CAPM
Pertemuan 14
Karena hanya risiko sistematis yang diberi imbalan, bagaimana mengukurnya (beta, β) dan menghitung return yang pantas untuk satu saham — model CAPM Sharpe.
Pesan pulang: investor cerdas tidak menilai saham sendirian, tetapi kontribusinya pada risiko & return portofolio. Itulah warisan Harry Markowitz (1952, Nobel Ekonomi 1990).