‹ Daftar slidePertemuan 12: Teori Pasar Modal & Model Penetapan Harga Aktiva (CAPM/APT)
FEB UNDIP · Pasar Keuangan
Pasar Keuangan
Pertemuan 12 · Teori Pasar Modal & Penetapan Harga Aktiva (CAPM/APT)
Bagaimana pasar menetapkan imbal hasil yang "pantas" untuk sebuah saham — dari diversifikasi dan portofolio pasar (CML), ke beta dan CAPM (SML), hingga model banyak faktor (APT).
RPS Minggu 13 · Sub-CPMK 13 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan Teori Pasar Modal dan menetapkan harga (imbal hasil yang disyaratkan) suatu sekuritas (Sub-CPMK 13). Secara rinci:
Capaian 1 — Pasar Modal
CML
Capital Market Line
Menjelaskan Garis Pasar Modal dan kedudukan portofolio pasar; membedakan portofolio efisien vs tidak efisien.
Capaian 2 — CAPM/SML
β → E(R)
Imbal Hasil Disyaratkan
Menghitung imbal hasil disyaratkan suatu saham via CAPM; memahami beta sebagai ukuran risiko sistematis.
Capaian 3 — Beta
Cov/Var
Estimasi dari Data
Mengestimasi beta via model indeks tunggal (Cov ÷ Var pasar) dari tabel data return historis.
Capaian 4 — APT & Risiko
APT
Multi-Faktor
Membedakan risiko sistematis vs tidak sistematis; menjelaskan model multi-faktor APT.
Berapa Imbal Hasil yang "Pantas" untuk Saham Ini?
Seorang investor menawari Anda dua saham di BEI. Berapa return yang seharusnya Anda minta dari masing-masing — dan dari mana angka itu?
Saham A — Defensif
Stabil
Consumer Staples (mis. produsen mi instan)
Harganya tenang. Ketika IHSG gonjang-ganjing, saham ini hampir tidak bergerak. Permintaan produknya stabil di segala kondisi ekonomi.
Saham B — Agresif
Liar
Perbankan / Komoditas
Saat IHSG naik kencang ia melesat; saat IHSG jatuh ia jatuh lebih dalam. Sangat peka terhadap kondisi makro.
Intuisi: Saham B lebih "liar" mengikuti pasar, jadi pantas dituntut return lebih tinggi. Tapi seberapa tinggi? Hari ini kita ubah intuisi ini menjadi angka lewat beta dan CAPM.
Bagian 1 dari 4
Risiko, Diversifikasi & Portofolio Pasar
Mengapa sebagian risiko "menguap" saat kita mendiversifikasi — dan mengapa hanya sisa risiko itu yang dihargai pasar lewat Garis Pasar Modal (CML).
Risiko SistematisDiversifikasiPortofolio Pasar (M)
Dua Jenis Risiko: Sistematis vs Tidak Sistematis
Risiko Tidak Sistematis
Spesifik
Idiosinkratik / Unik Perusahaan
Risiko khas satu perusahaan: mogok kerja, gagal produk, kebakaran pabrik, manajemen buruk.
Bisa didiversifikasi — memegang banyak saham menghilangkan risiko ini.
Risiko Sistematis (Pasar)
Pasar
Tidak Bisa Didiversifikasi
Menimpa seluruh pasar: resesi, kenaikan BI-Rate, krisis global, perubahan kurs rupiah.
TIDAK bisa dihilangkan — inilah yang dihargai lewat beta.
Pelajaran kunci: pasar hanya membayar Anda untuk menanggung risiko sistematis. Risiko tidak sistematis tidak diberi imbalan karena bisa Anda hilangkan sendiri secara cuma-cuma.
Garis Pasar Modal (Capital Market Line, CML)
Jika investor bisa meminjam/menabung pada aset bebas risiko (Rf) dan menggabungkannya dengan portofolio pasar (M), semua pilihan terbaik jatuh di satu garis lurus.
E(Rp) = Rf + [ (E(Rm) − Rf) ÷ σm ] × σp
Rf = imbal hasil bebas risiko · E(Rm) = return harapan portofolio pasar · σm = risiko pasar · σp = risiko portofolio · kemiringan = harga pasar atas risiko
Portofolio pasar M = gabungan semua aset berisiko sesuai bobot nilai pasarnya — di Indonesia didekati oleh IHSG.
CML hanya berlaku untuk portofolio efisien, bukan saham tunggal.
Bagian 2 dari 4
CAPM & Garis Pasar Sekuritas (SML)
Dari portofolio ke saham tunggal: bagaimana CAPM memberi satu rumus untuk menghargai risiko sistematis, dan SML menggambarkannya.
E(Ri) = Rf + βi · [ E(Rm) − Rf ]
Asumsi-Asumsi yang Melandasi CAPM
CAPM adalah model — ia menyederhanakan dunia dengan beberapa asumsi. Kenali asumsinya agar tahu batas pemakaiannya.
Semua investor punya horizon waktu sama (satu periode) dan ekspektasi homogen — informasi & pandangan yang sama.
Ada aset bebas risiko; investor bisa meminjam & menabung pada tingkat Rf.
Asumsi 4–6 (Struktur Pasar)
Tidak ada biaya transaksi & pajak; aset bisa dibagi (divisible) sebebasnya.
Pasar kompetitif sempurna: tak ada investor yang bisa menggerakkan harga sendirian (price takers).
Informasi tersedia bebas dan serempak bagi semua investor.
Asumsi ini jelas tidak persis nyata (pajak & biaya transaksi ada di BEI). Tetapi CAPM tetap berguna sebagai kerangka pikir & alat estimasi biaya ekuitas — gunakan dengan kesadaran akan keterbatasannya.
Rumus CAPM & Makna Beta (β)
Imbal hasil disyaratkan sebuah saham = imbalan bebas risiko plus premi risiko yang sebanding dengan betanya.
E(Ri) = Rf + βi × [ E(Rm) − Rf ]
Rf = imbal hasil bebas risiko · E(Rm) = return harapan pasar · [E(Rm) − Rf] = Premi Risiko Pasar (MRP) · βi = kepekaan saham i terhadap pasar
Beta (β)
Arti
Contoh Tipikal BEI
β > 1
Lebih liar dari pasar (agresif)
Bank, komoditas
β = 1
Bergerak seirama pasar
Saham "rata-rata" / indeks
0 < β < 1
Lebih tenang dari pasar (defensif)
Consumer staples, telekomunikasi
β = 0
Tak terpengaruh pasar
Aset bebas risiko (SBN)
Premi risiko saham = βi × MRP. Makin tinggi beta, makin besar premi yang dituntut — itulah cara CAPM "membayar" risiko sistematis.
Garis Pasar Sekuritas (Security Market Line, SML)
SML adalah CAPM dalam bentuk grafik: imbal hasil disyaratkan (sumbu-y) terhadap beta (sumbu-x), bukan terhadap risiko total.
Setiap saham yang dihargai wajar harus terletak tepat di garis SML.
▲ Di atas garis = imbal hasilnya lebih dari semestinya → murah (undervalued)
▼ Di bawah garis = mahal (overvalued)
Kemiringan SML = MRP = E(Rm) − Rf
Hitung dari Nol — HDN-1: Imbal Hasil Disyaratkan via CAPM
Saham PT XYZ di BEI punya beta 1,3. Imbal hasil bebas risiko (SBI/SUN): Rf = 6%, return harapan pasar (IHSG): E(Rm) = 12%. Berapa imbal hasil yang disyaratkan? Analis memperkirakan saham ini akan memberi 16% — murah atau mahal?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Identifikasi data
Rf = 6%; E(Rm) = 12%; β = 1,3
—
2. Premi Risiko Pasar (MRP)
E(Rm) − Rf = 12% − 6%
6%
3. Premi risiko saham
β × MRP = 1,3 × 6%
7,8%
4. E(Ri) disyaratkan
Rf + premi = 6% + 7,8%
13,8%
5. Bandingkan vs analis
Return harapan 16% − E(Ri) 13,8%
+2,2 pp
E(Ri) = 13,8%. Karena analis memperkirakan 16% > 13,8% yang disyaratkan, saham memberi imbal hasil lebih dari semestinya → posisinya di atas SML → UNDERVALUED (murah, layak beli).
Membaca Posisi Saham terhadap SML
Bandingkan return harapan (perkiraan analis) dengan return disyaratkan (hasil CAPM). Posisinya terhadap SML menentukan keputusan.
Di Atas SML — Undervalued
BELI
Return harapan > Return disyaratkan CAPM
Saham memberi "bonus" → harganya terlalu murah.
Contoh HDN-1: 16% > 13,8% → layak dibeli.
Di Bawah SML — Overvalued
JUAL
Return harapan < Return disyaratkan CAPM
Saham "kurang bayar" → harganya terlalu mahal.
Keputusan: jual atau hindari.
Di pasar efisien (Fama, 1970), penyimpangan ini cepat hilang karena investor memburu saham murah — harga terdorong naik sampai kembali ke SML. Menemukan saham undervalued secara konsisten lebih sulit dari yang terlihat di atas kertas.
Bagian 3 dari 4
Mengestimasi Beta & Menilai Saham
Dari mana angka beta berasal? Kita estimasi sendiri dengan model indeks tunggal — kovarians saham-pasar dibagi varians pasar.
βi = Cov(Ri, Rm) ÷ Var(Rm)
Model Indeks Tunggal (Single-Index Model)
Penyederhanaan dari Markowitz: return saham dijelaskan oleh satu faktor — return pasar (IHSG) — plus komponen khas perusahaan.
Ri = αi + βi · Rm + ei
αi = bagian return tak bergantung pasar (intersep) · βi · Rm = bagian mengikuti pasar (sistematis) · ei = kejutan khas perusahaan (tidak sistematis, rata-rata nol)
Beta = kemiringan garis regresi return saham terhadap return pasar.
Garis lebih curam (β > 1) = saham lebih peka terhadap pasar.
Garis lebih landai (β < 1) = saham lebih tenang dari pasar.
Rumus Beta: Kovarians ÷ Varians Pasar
Beta tepatnya = seberapa erat saham bergerak bersama pasar (kovarians), dinormalkan oleh seberapa liar pasar bergerak sendiri (varians).
βi = Cov(Ri, Rm) ÷ Var(Rm)
Rumus Varians Pasar
Var(Rm) = Σ (Rm,t − R̄m)² ÷ T
Rumus Kovarians
Cov(Ri, Rm) = Σ (Ri,t − R̄i)(Rm,t − R̄m) ÷ T
Logika: kovarians positif besar = saham searah & kuat dengan pasar → beta tinggi. Kovarians kecil/negatif = saham acuh/melawan pasar → beta rendah/negatif.
Keterangan: R̄ = return rata-rata; T = jumlah periode pengamatan.
Hitung dari Nol — HDN-2: Estimasi Beta Saham Bank
Diberikan return 5 periode untuk Saham Bank dan IHSG (dalam %). Hitung beta Saham Bank lewat Cov ÷ Var.
Periode
R IHSG
R Bank
(Rm−R̄m)
(Rbank−R̄bank)
Hasil-kali
(Rm−R̄m)²
1
10
14
+5
+7
35
25
2
−5
−7
−10
−14
140
100
3
15
21
+10
+14
140
100
4
5
7
0
0
0
0
5
0
0
−5
−7
35
25
Σ
(R̄m=5)
(R̄bank=7)
—
—
350
250
Langkah
Perhitungan
Nilai
Cov(Bank, IHSG)
350 ÷ 5
70
Var(IHSG)
250 ÷ 5
50
Beta Bank
70 ÷ 50
1,4
Beta Bank = 1,4 (> 1) → saham agresif/high-beta. Setiap pasar bergerak 1%, saham ini cenderung bergerak ~1,4%. Konsisten dengan karakter saham perbankan yang peka terhadap kondisi makro.
Coba Sendiri: Geser Titik Data & Amati Beta Berubah
Geser sebaran titik return saham terhadap return pasar, lalu amati bagaimana kemiringan garis karakteristik (beta) mengikuti perubahan data.
Studi Kasus BEI: Saham Bank (β=1,4) vs Konsumsi (β=0,6)
Saham Konsumsi diestimasi dengan cara yang sama → beta 0,6. Pakai CAPM (Rf=6%, E(Rm)=12%) untuk membandingkan imbal hasil disyaratkan keduanya.
Selisih 4,8 poin persen murni karena beda beta (1,4 vs 0,6). Investor menghindari risiko: pantas menuntut imbalan ekstra dari saham bank yang lebih peka pasar. Keduanya berada tepat di garis SML (dihargai wajar).
CML vs SML — Jangan Sampai Tertukar
Keduanya garis lurus naik berisi Rf, tetapi mengukur hal berbeda. Ini sumber kebingungan paling umum di ujian.
Aspek
CML (Garis Pasar Modal)
SML (Garis Pasar Sekuritas)
Sumbu-x
Risiko total (σ)
Beta (β) = risiko sistematis
Berlaku untuk
Hanya portofolio efisien
Semua aset/saham, efisien atau tidak
Kemiringan
(E(Rm)−Rf) ÷ σm
E(Rm) − Rf (= MRP)
Titik pasar M
σ = σm
β = 1
Pakai untuk
Memilih komposisi portofolio
Menilai saham (murah/mahal)
Aturan ingat:CML pakai σ (risiko total) | SML pakai β (risiko sistematis). Saham tunggal yang tidak terdiversifikasi tidak boleh dinilai dengan CML — gunakan SML.
Coba Sendiri: Letakkan Saham di Atas atau di Bawah SML
Geser beta dan return ekspektasian sebuah saham, lalu amati apakah posisinya di atas SML (undervalued) atau di bawah (overvalued), dan bandingkan dengan CML.
Bagian 4 dari 4
APT, Rangkuman & Latihan
Apakah pasar benar-benar hanya satu faktor? APT mengatakan tidak — harga aset dipengaruhi banyak faktor risiko sekaligus.
E(Ri) = Rf + b1·RP1 + b2·RP2 + … + bk·RPk
Arbitrage Pricing Theory (APT) — Model Banyak Faktor
Dikembangkan Stephen Ross (1976). Inti: return aset = Rfplus premi dari beberapa faktor risiko sistematis, masing-masing dengan sensitivitasnya sendiri.
E(Ri) = Rf + b1·RP1 + b2·RP2 + … + bk·RPk
bj = sensitivitas saham ke faktor j (mirip "beta per faktor") · RPj = premi risiko faktor j
Contoh Faktor Makro
Kejutan inflasi
Pertumbuhan produksi industri
Perubahan suku bunga (BI-Rate)
Selisih imbal hasil obligasi (spread)
Harga komoditas global
APT vs CAPM
CAPM = kasus khusus APT dengan satu faktor (pasar).
APT lebih fleksibel tetapi tidak memberi tahu faktor mana yang harus dipakai — itu tugas analis.
Asumsi APT lebih longgar dari CAPM.
Hitung dari Nol — HDN-3: Imbal Hasil via APT Dua Faktor
E(Ri) = 9,6%. Faktor inflasi menurunkan return disyaratkan (premi negatif); faktor pertumbuhan menaikkan — APT membiarkan tiap faktor bekerja sendiri-sendiri, sesuatu yang tak bisa dilakukan CAPM satu-faktor.
Menerapkan CAPM di Pasar Indonesia (BEI)
Angka CAPM bukan hafalan — ambil dari sumber resmi & sesuaikan kondisi. Berikut proksi yang lazim dipakai praktisi di Indonesia.
Semua angka di sini estimasi yang berubah mengikuti BI-Rate, kondisi pasar, & metode. Selalu verifikasi ke sumber resmi (DJPPR/BI untuk Rf, BEI/Damodaran untuk ERP & beta) saat dipakai untuk keputusan nyata.
Menyamakan beta dengan volatilitas total — beta hanya bagian sistematis; saham bisa σ besar tapi beta kecil jika risikonya idiosinkratik.
Lupa premi risiko = β × MRP — bukan β × E(Rm). Premi dihitung atas selisih (Rm − Rf), bukan atas Rm.
Jebakan 4–5 (Angka & Tafsir)
Memakai Rf & return pasar "ngarang" — ambil dari SUN & IHSG, beri label estimasi; jangan hafalkan angka mati.
Mengira return harapan tinggi = pasti untung — bandingkan dulu dengan return disyaratkan SML untuk simpulkan murah/mahal.
Sebelum menyimpulkan: cek garis mana (CML/SML), cek rumus premi β × (Rm−Rf), dan cek bandingkan dengan SML, bukan angka mentah.
Cheat Sheet — Rumus Inti Penetapan Harga Aktiva
Konsep
Rumus
Untuk
CML
E(Rp) = Rf + [(E(Rm)−Rf)/σm]·σp
Return portofolio efisien vs risiko total
CAPM / SML
E(Ri) = Rf + βi·(E(Rm)−Rf)
Return disyaratkan saham vs beta
Beta
βi = Cov(Ri,Rm) / Var(Rm)
Mengukur risiko sistematis
Model Indeks
Ri = αi + βi·Rm + ei
Estimasi beta via regresi
APT
E(Ri) = Rf + Σ bj·RPj
Return via banyak faktor risiko
Benang merah semua rumus: imbal hasil = bebas risiko + kompensasi atas risiko SISTEMATIS. CML pakai σ; SML/CAPM pakai β; APT pakai banyak faktor. Risiko tidak sistematis tidak pernah diberi imbalan.
Latihan & Diskusi Kelas
Latihan 1 — CAPM
β = 0,9
Rf = 7% | E(Rm) = 13%
(a) Berapa imbal hasil yang disyaratkan?
(b) Jika analis memperkirakan saham memberi 15%, saham ini undervalued atau overvalued?
Latihan 2 — Beta & CAPM
Cov=18
Var(pasar) = 15 | Rf = 6% | E(Rm) = 12%
(a) Hitung beta. (b) Saham ini agresif atau defensif? (c) Hitung E(Ri) via CAPM.
Kerjakan 5 menit. Langkah disiplin: hitung MRP dulu, kalikan beta, tambah Rf. Untuk Latihan 2, ingat beta = Cov/Var. Lalu kita bahas bersama.
Kunci: Latihan 1 → (a) 12,4%; (b) undervalued (15%>12,4%). Latihan 2 → (a) β=1,2; (b) agresif; (c) E(Ri)=13,2%.
Rangkuman & Tindak Lanjut
Hari ini Anda belajar menetapkan harga aktiva: dari diversifikasi & CML, ke beta & CAPM/SML, hingga model multi-faktor APT.
Tiga Pesan Utama
1 Pasar hanya membayar risiko sistematis (beta). Risiko tidak sistematis bisa didiversifikasi — tidak diberi imbalan.
2CAPM/SML memberi return disyaratkan; bandingkan dengan return harapan untuk menilai murah/mahal.
3APT memperluas ke banyak faktor risiko — CAPM adalah kasus khusus APT satu-faktor.
Tugas Mandiri
BEI
Latih di Data Nyata
Ambil 1 saham favorit di BEI (mis. BBCA/TLKM/GOTO). Cari atau estimasi betanya. Hitung imbal hasil disyaratkan via CAPM (pakai SUN sebagai Rf). Bawa hasilnya ke kelas berikutnya.
Kuasai rumus CAPM & cara estimasi beta. Penetapan harga aktiva adalah jantung penilaian saham — alat ini akan terus Anda pakai untuk valuasi & keputusan investasi.