stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Analisis Teknikal — Chart, Tren, dan Indikator

Mata Kuliah Pasar Keuangan • FEB UNDIP

Pasar Keuangan

Pertemuan 11 — Analisis Teknikal:
Chart, Tren, dan Indikator

Membaca pergerakan harga saham lewat grafik dan indikator — bukan menebak nilai perusahaan, tetapi membaca jejak perilaku pasar.

RPS Minggu 12 • Sub-CPMK 12 • Durasi 2 × 50 Menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan pengertian Analisis Teknikal dan perannya dalam investasi surat berharga (Sub-CPMK 12).

Capaian 1 — Asumsi
Menjelaskan tiga asumsi dasar analisis teknikal dan membedakannya dari analisis fundamental.
Capaian 2 — Grafik
Membaca grafik line, bar, candlestick serta mengenali tren naik, turun, dan mendatar.
Capaian 3 — Moving Average
Menghitung SMA dan menemukan sinyal crossover beli/jual dari data harga.
Capaian 4 — RSI
Menghitung RSI-14 dan menafsirkan kondisi overbought/oversold dari 14 perubahan harga.

Dua Trader, Dua Cara Membaca Saham yang Sama

Bayangkan dua orang sama-sama mau membeli saham emiten BEI yang sama. Cara mereka memutuskan jauh berbeda.

Trader A — Fundamental
Membaca laporan keuangan, menghitung nilai wajar perusahaan, menilai prospek bisnis.

Pertanyaannya: "Saham apa yang murah?"
Trader B — Teknikal
Menatap grafik harga & volume, mencari pola dan sinyal indikator.

Pertanyaannya: "Kapan masuk dan keluar?"
Hari ini kita masuk ke kepala Trader B. Analisis teknikal tidak peduli berapa laba perusahaan — ia hanya membaca jejak perilaku pasar pada grafik.
Bagian 1 dari 4
Apa & Mengapa
Analisis Teknikal?
Tiga asumsi yang menjadi pijakan seluruh metode — harga mencerminkan segalanya, harga bergerak dalam tren, dan sejarah berulang.
Harga Tren Berulang

Tiga Asumsi Dasar Analisis Teknikal

Asumsi 1 — Harga Mencerminkan Segalanya
Market discounts everything. Semua informasi (laba, berita, emosi, rumor) sudah tercermin pada harga. Maka cukup pelajari harga, tak perlu bedah laporan keuangan.
Asumsi 2 — Harga Bergerak dalam Tren
Harga tidak bergerak acak, tetapi cenderung mengikuti tren (naik, turun, mendatar) dan tren itu bertahan sampai ada sinyal pembalikan.
Asumsi 3 — Sejarah Berulang
Pola harga berulang karena psikologi pasar (takut & serakah) cenderung sama dari waktu ke waktu. Pola masa lalu bisa jadi petunjuk masa depan.
Catatan kritis: Asumsi 1 adalah klaim paling berani — dan justru paling diperdebatkan. Lihat Slide 22 tentang Hipotesis Pasar Efisien.

Tiga Arah Tren — Objek Utama Teknikalis

Tugas pertama seorang teknikalis adalah mengenali arah tren. Hanya ada tiga kemungkinan:

UPTRENDHigher Highs, Higher LowsDOWNTRENDLower Highs, Lower LowsSIDEWAYSHarga bergerak mendatar
Uptrend (Naik)
Rangkaian puncak & lembah makin tinggi. Pasar didominasi pembeli (bullish).
Downtrend (Turun)
Rangkaian puncak & lembah makin rendah. Pasar didominasi penjual (bearish).
Sideways (Mendatar)
Harga bergerak mendatar dalam rentang sempit. Pembeli & penjual seimbang.
Bagian 2 dari 4
Membaca Grafik
& Gelombang
Tiga jenis grafik — line, bar, candlestick — anatomi lilin, peran volume, dan satu teori pola: Gelombang Elliott.

Tiga Jenis Grafik Harga

LINE CHARTHarga penutupan sajaBAR CHART (OHLC)OpenCloseHighLowO-H-L-C dalam satu batangCANDLESTICKSama data + warna lilin
Line Chart
Hanya menghubungkan harga penutupan tiap periode. Paling sederhana, bagus untuk melihat arah tren besar, tapi miskin detail.
Bar Chart (OHLC)
Tiap batang menampilkan Open, High, Low, Close sekaligus. Lebih kaya dari line, populer di pasar Barat.
Candlestick
Data sama dengan bar (OHLC) tapi divisualkan sebagai lilin berwarna — standar de-facto trader ritel Indonesia.

Anatomi Satu Lilin Candlestick

Satu lilin merangkum pertempuran pembeli vs penjual dalam satu periode.

LILIN HIJAU (BULLISH)High (Tertinggi)Close (Tutup)Open (Buka)Low (Terendah)Tubuh (Body)Sumbu AtasSumbu BawahLILIN MERAH (BEARISH)HighOpenCloseLow
Lilin Hijau (Bullish)
Tutup di atas buka. Dasar tubuh = harga buka, puncak = harga tutup. Pembeli menang periode itu.
Lilin Merah (Bearish)
Tutup di bawah buka. Puncak tubuh = harga buka, dasar = harga tutup. Penjual menang periode itu.

Volume & Frekuensi — Mesin Konfirmasi Tren

Harga menunjukkan ke mana, volume menunjukkan seberapa kuat. Tren tanpa volume patut dicurigai.

HargaVolumeVolumebesar
Volume
Jumlah lembar saham diperdagangkan. Naik harga + volume besar = tren kuat & meyakinkan.
Frekuensi
Berapa kali transaksi terjadi. Frekuensi tinggi = banyak pelaku aktif (likuid) — diawasi OJK & dimonitor investor.
Sinyal bahaya: harga naik tetapi volume menyusut → kenaikan rapuh, bisa jadi tren akan berbalik. Konfirmasi selalu dengan volume.

Gelombang Elliott (Elliott Wave) — Pola Psikologi Massa

Ralph Elliott (1930-an) mengamati harga bergerak dalam pola gelombang berulang yang mencerminkan psikologi massa.

012345ABC5 Gelombang Impuls (searah tren)3 Gelombang Koreksi (A-B-C)
5 Gelombang Impuls
Tiga gelombang naik (1,3,5) diselingi dua koreksi (2,4) — fase searah tren utama.
3 Gelombang Koreksi (A-B-C)
Fase melawan tren utama — pembetulan sebelum tren utama berlanjut.
Catatan jujur: Elliott Wave sangat subjektif — dua analis bisa menghitung gelombang berbeda pada grafik yang sama. Pakai sebagai kerangka berpikir, bukan ramalan pasti.
Bagian 3 dari 4
Indikator
Pasar Modal
Dari mata ke angka — Moving Average, RSI, MACD, serta support & resistance. Di sini kita berhitung dari nol.
SMA = (P₁ + P₂ + … + Pₙ) ÷ n

Rata-rata Bergerak: SMA vs EMA

Moving Average memuluskan harga yang bergejolak menjadi satu garis tren yang lebih jelas. Dua jenis utama:

SMA = (P₁ + P₂ + … + Pₙ) ÷ n
EMA = α × Pₕₐ,ᵢ + (1 − α) × EMAₖₑₘₐ,ˆ₃ˆ₃ˆ;    α = 2 ÷ (n + 1)
SMA (Simple)
Rata-rata biasa n harga terakhir. Bobot sama untuk semua harga. Garis halus tetapi lebih lambat bereaksi pada perubahan tren.
EMA (Exponential)
Memberi bobot lebih besar pada harga terbaru (faktor α). Lebih cepat menangkap perubahan tren, tapi garisnya lebih "bergetar".
Semua moving average bersifat lagging (tertinggal) — dihitung dari harga masa lalu. Ia mengonfirmasi tren, bukan meramalnya.

Hitung dari Nol — HDN-1: SMA-5 & Sinyal Beli

Harga penutupan 10 hari emiten BEI (Rp): 1200, 1170, 1140, 1100, 1080, 1060, 1090, 1130, 1180, 1220. Hitung SMA-5, lalu cari titik crossover.

HariHarga (Rp)SMA-5 = 5 harga terakhir ÷ 5Posisi Harga vs SMA
51.080(1200+1170+1140+1100+1080) ÷ 5 = 1.138Di Bawah (−58)
61.0605.550 ÷ 5 = 1.110Di Bawah (−50)
71.0905.470 ÷ 5 = 1.094Di Bawah (−4)
81.1305.460 ÷ 5 = 1.092Di Atas (+38) ← CROSSOVER
91.1805.540 ÷ 5 = 1.108Di Atas (+72)
101.2205.680 ÷ 5 = 1.136Di Atas (+84)
Crossover di Hari 8: harga menembus SMA-5 dari bawah ke atas (Hari 7 = −4, Hari 8 = +38) → SINYAL BELI. Pembalikan dari downtrend (Hari 1–6) ke uptrend terkonfirmasi.

Golden Cross & Death Cross — Dua SMA Berpotongan

Selain harga vs SMA, sinyal kuat muncul saat dua SMA (cepat & lambat) saling memotong. Contoh klasik: SMA-50 vs SMA-200.

GOLDEN CROSSSMA cepat menembus ke atasDEATH CROSSSMA cepat menembus ke bawahSMA Cepat (mis. 50 hari)SMA Lambat (mis. 200 hari)
Golden Cross
SMA cepat memotong SMA lambat dari bawah ke atas → sinyal bullish kuat, awal tren naik panjang.
Death Cross
SMA cepat memotong SMA lambat dari atas ke bawah → sinyal bearish kuat, awal tren turun panjang.

RSI — Mengukur Tenaga Beli vs Jual

Relative Strength Index (Wilder, 1978) mengukur seberapa kuat kenaikan dibanding penurunan dalam n periode (biasanya 14). Skala 0–100.

RSI = 100 − [ 100 ÷ (1 + RS) ]

RS = Rata-rata Gain ÷ Rata-rata Loss  |  Gain = perubahan positif  |  Loss = besar perubahan negatif (positifkan)

< 30 OVERSOLD30 – 70 NETRAL> 70 OVERBOUGHT03070100
Bukan tombol otomatis: di tren naik kuat, RSI bisa bertahan di atas 70 berhari-hari. Overbought ≠ wajib jual. Konfirmasikan dengan tren & support/resistance.

Hitung dari Nol — HDN-2: RSI-14

Dari 14 perubahan harga harian (Rp): +50, −20, +60, +60, −30, +60, +40, −20, +60, +50, −20, +60, +50, −20. Hitung RSI.

LangkahPerhitunganNilai
Pisahkan gain & lossGain (+): 50, 60, 60, 60, 40, 60, 50, 60, 50  |  Loss (−→+): 20, 30, 20, 20, 20
Total gain50+60+60+60+40+60+50+60+50490
Total loss20+30+20+20+20110
Rata-rata gain490 ÷ 1435,00
Rata-rata loss110 ÷ 147,857
RS35,00 ÷ 7,8574,4545
RSI100 − [100 ÷ (1 + 4,4545)]≈ 81,7
RSI ≈ 81,7 → OVERBOUGHT (jauh di atas 70). Tekanan beli sangat dominan. Jika harga mendekati level resistance, peluang koreksi makin besar — bukan saat ideal mengejar beli.
Hasil RSI-14
81,7
OVERBOUGHT > 70

Coba Sendiri: Pindahkan Data Harga & Baca Sinyalnya

Geser periode SMA/EMA dan data harga, lalu amati kapan golden cross/death cross muncul dan bagaimana RSI bergerak masuk zona overbought/oversold.

MACD — Momentum dari Selisih Dua EMA

MACD (Moving Average Convergence Divergence) membaca momentum dari jarak antara EMA cepat dan EMA lambat.

Garis MACD = EMA-12 − EMA-26
Garis Sinyal = EMA-9 dari Garis MACD
SINYAL BELIGaris MACDGaris SinyalHistogram (+)Histogram (−)
Sinyal Beli
Garis MACD memotong garis Sinyal dari bawah ke atas → momentum naik menguat.
Sinyal Jual
Garis MACD memotong garis Sinyal dari atas ke bawah → momentum turun menguat.

Support & Resistance — Lantai dan Atap Harga

Dua level paling fundamental dalam membaca chart — tempat harga cenderung berhenti dan berbalik.

Resistance (Atap)Support (Lantai)Harga memantul di supportHarga tertahan di resistance
Support (Lantai)
Level di mana tekanan beli cukup kuat menahan penurunan. Harga cenderung memantul naik dari sini.
Resistance (Atap)
Level di mana tekanan jual muncul menahan kenaikan. Harga cenderung tertahan/berbalik turun dari sini.
Aturan breakout: bila harga menembus resistance dengan volume besar, resistance lama sering berubah menjadi support baru — dan sebaliknya.
Bagian 4 dari 4
Teknikal vs
Fundamental
Membandingkan dua aliran analisis, mendengar kritik akademis (Pasar Efisien), lalu merangkum & berlatih.
Fundamental memilih APA × Teknikal memilih KAPAN

Teknikal vs Fundamental — Tabel Banding

DimensiAnalisis TeknikalAnalisis Fundamental
Pertanyaan intiKapan beli/jual?Saham apa yang layak?
Data utamaHarga, volume, grafikLaporan keuangan, ekonomi, industri
HorizonPendek–menengah (trading)Menengah–panjang (investasi)
AsumsiHarga mencerminkan segalanyaAda nilai wajar yang bisa berbeda dari harga
Alat utamaSMA, RSI, MACD, support-resistanceRasio keuangan, DCF, valuasi, prospek bisnis
KelemahanSubjektif, lagging, rawan "pola palsu"Lambat bereaksi, butuh banyak data & waktu
Sinergi, bukan musuh: banyak praktisi memakai fundamental untuk memilih saham bagus, lalu teknikal untuk memilih waktu masuk yang baik.

Apakah Analisis Teknikal Benar-benar Bekerja?

Akademisi memberi tantangan serius lewat Hipotesis Pasar Efisien (EMH).

Kritik — EMH (Fama, 1970)
Jika pasar efisien (harga sudah mencerminkan semua info), maka pola harga masa lalu tak bisa dipakai meramal masa depan. EMH bentuk lemah secara khusus menyatakan analisis teknikal tak memberi keunggulan konsisten.
Pembelaan — Keuangan Perilaku
Pasar nyata tidak sepenuhnya rasional; emosi (takut, serakah) menciptakan pola yang berulang. Penelitian momentum menemukan tren memang bertahan dalam jangka tertentu.
Sikap bijak: perlakukan analisis teknikal sebagai alat bantu probabilistik & manajemen risiko, bukan mesin ramal pasti. Disiplin (stop-loss, ukuran posisi) lebih menentukan daripada indikator mana pun.

Praktik: Charting Saham BEI di Aplikasi Sekuritas

Semua teori hari ini ada di genggaman Anda — buka aplikasi sekuritas, dan inilah yang akan Anda lihat.

TLKM • Telkom Indonesia • ilustrasi tampilanHarga (SMA garis tambahan)VolumeRSI(14)7030
Langkah Membaca Chart
1) Tentukan tren   2) Cek volume   3) RSI overbought/oversold?   4) Dekat support atau resistance?   5) Ada crossover SMA/MACD?
Di Layar Aplikasi (Stockbit / IPOT)
  • Pilih emiten: BBCA, TLKM, ASII
  • Tampil candlestick harian
  • Tambah garis SMA/EMA
  • Buka panel RSI & MACD
  • Tandai support/resistance
  • Cek volume & frekuensi

Peta Konsep Analisis Teknikal

ANALISIS TEKNIKAL3 Asumsi DasarGRAFIK & TRENLine / Bar / CandlestickVolume & FrekuensiGelombang ElliottTren Naik / Turun / SidewaysINDIKATORSMA / EMA → Crossover / Golden-DeathRSI → Overbought / OversoldMACD → Garis Sinyal & HistogramSupport & Resistance → BreakoutKONTEKSvs Analisis Fundamental (Apa vs Kapan)Kritik EMH Fama (1970) — bentuk lemahCharting di Aplikasi BEI (BBCA, TLKM, ASII)Alat probabilistik + manajemen risiko
Semua indikator berakar pada satu ide: membaca jejak perilaku pasar pada harga & volume untuk menilai probabilitas arah berikutnya — bukan memastikannya.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — SMA-3
Harga penutupan 6 hari (Rp): 500, 520, 510, 540, 560, 550.

Hitung SMA-3 mulai hari ke-3, lalu sebutkan posisi harga vs SMA tiap hari.

(Petunjuk: rata-rata 3 harga terakhir.)
Latihan 2 — RSI-14
Dari 14 perubahan harga: −15, +12, −20, +10, −18, −15, +12, −22, +10, −16, −12, −18, +10, −14.

Hitung RSI-14. Overbought atau oversold?

(Pisahkan gain & loss terlebih dahulu.)
Kerjakan 5–7 menit. Untuk RSI: pisahkan gain & loss dulu, jumlahkan, bagi 14, hitung RS, baru RSI. Lalu kita bahas bersama (kunci di Lampiran B).
Diskusi
Mengapa sinyal SMA selalu "telat" dibanding titik balik harga sesungguhnya? Apakah itu kelemahan atau justru pengaman yang menyaring sinyal palsu?

Rangkuman & Langkah Berikutnya

Hari ini Anda belajar membaca grafik & menghitung indikator analisis teknikal — dan memahami batas serta perannya dalam investasi surat berharga.

Intisari Hari Ini
  • 3 asumsi dasar analisis teknikal
  • Grafik line / bar / candlestick + volume
  • Tren naik/turun/sideways & Gelombang Elliott
  • SMA / EMA → crossover & golden/death cross
  • RSI → overbought (>70) / oversold (<30)
  • MACD → garis sinyal & histogram
  • Support & resistance → breakout
  • Teknikal vs fundamental + kritik EMH
Tugas Mandiri
Buka aplikasi sekuritas, pilih satu emiten BEI, pasang SMA & RSI, lalu tulis 1 paragraf: tren apa, RSI berapa, dekat support/resistance mana? Bawa ke kelas berikutnya.
Kuasai dua Hitung dari Nol (SMA & RSI) malam ini. Analisis teknikal memilih kapan; padukan dengan fundamental yang memilih apa — itulah cara investor yang lengkap.
Sampai Jumpa Pertemuan Berikutnya