‹ Daftar slidePertemuan 9: Margin Trading dan Corporate Action
FEB UNDIP · Pasar Keuangan
Pasar Keuangan
Pertemuan 9 · Margin Trading dan Corporate Action
Meminjam dana untuk membeli saham (margin), bertaruh saat harga turun (short selling), dan bagaimana aksi korporasi — dividen, split, right issue, buyback — menggeser harga saham di bursa.
RPS Minggu 10 · Sub-CPMK 10 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep margin trading dan pengaruh corporate action terhadap harga saham (Sub-CPMK 10). Secara rinci:
Capaian 1 — Margin
1
Rekening Margin
Menjelaskan mekanisme rekening margin: initial margin, maintenance margin, dan leverage untuk satu kasus pembelian saham konkret.
Capaian 2 — Margin Call
2
Hitung Margin Call
Menghitung harga pemicu margin call dan besar setoran tambahan; memahami mekanisme short selling.
Capaian 3 — Aksi Korporasi
3
Jenis Corporate Action
Mengidentifikasi 6 jenis corporate action — dividen, split, bonus, right issue, buyback, M&A — beserta motif tiap aksinya.
Capaian 4 — Harga & Tanggal
4
Harga Teoritis & Tanggal Kunci
Menghitung harga teoritis ex-date setelah aksi dan mengurutkan 4 tanggal kunci: cum, ex, recording, payment.
Beli Saham Pakai Uang Pinjaman — Cerdas atau Berbahaya?
Bayangkan Anda yakin saham TLKM akan naik, tapi modal Anda hanya Rp 5 juta. Perusahaan sekuritas menawarkan: setor Rp 5 juta, mereka tambah Rp 5 juta, Anda bisa beli saham senilai Rp 10 juta.
Jika Harga Naik 20%
+40%
dari modal Rp 5 jt
Saham Rp 10 jt → Rp 12 jt. Setelah lunasi pinjaman Rp 5 jt, modal Anda menjadi Rp 7 jt. Untung 40% — dua kali lipat pergerakan harga.
Jika Harga Turun 20%
−40%
dari modal Rp 5 jt
Saham Rp 10 jt → Rp 8 jt. Setelah lunasi pinjaman Rp 5 jt, modal Anda tinggal Rp 3 jt. Rugi 40% — juga dua kali lipat.
Leverage memperbesar kedua arah secara simetris. Harga bergerak 20%, dompet Anda bergerak 40%. Inilah yang akan kita bedah hari ini — dari mekanika hingga kapan Anda bisa terkena margin call.
Blok 1 dari 4
Margin Trading Meminjam untuk Membeli
Rekening margin, initial margin, maintenance margin, dan leverage — bagaimana perusahaan sekuritas meminjamkan dana, dan apa konsekuensinya.
Rekening MarginInitial MarginLeverage
Rekening Margin (Margin Account)
Berbeda dari rekening tunai biasa, rekening margin memungkinkan Anda meminjam sebagian dana dari perusahaan sekuritas untuk membeli saham.
Rekening Tunai (Cash)
CASH
Tanpa pinjaman
Anda hanya bisa membeli saham sebatas dana yang Anda setor. Tidak ada pinjaman, tidak ada bunga, tidak ada margin call. Sederhana dan aman.
Rekening Margin
MARGIN
Dengan pinjaman sekuritas
Anda bisa membeli saham melebihi dana sendiri. Sekuritas meminjamkan sisanya; saham yang dibeli menjadi jaminan (collateral). Anda bayar bunga pinjaman.
Saham yang Anda beli secara margin ditahan sebagai jaminan oleh sekuritas. Jika nilainya jatuh terlalu jauh, jaminan dianggap kurang → muncul margin call.
Dua Margin Wajib: Initial & Maintenance
Initial Margin (Margin Awal)
50%
saat membeli
Porsi minimum dana sendiri saat membeli. Contoh: untuk beli saham Rp 10 jt, Anda wajib setor minimal Rp 5 jt; sisanya boleh pinjaman.
Maintenance Margin (Margin Pemeliharaan)
30%
selama memegang posisi
Porsi minimum ekuitas yang harus dijaga setelah membeli. Ekuitas Anda tak boleh turun di bawah 30% nilai pasar saham.
Ekuitas = Nilai Pasar Saham − Pinjaman | Rasio Margin = Ekuitas ÷ Nilai Pasar
Di bawah harga ini, sekuritas meminta Anda menyetor dana tambahan (variation margin). Jika tidak dipenuhi dalam tenggat → forced sell (penjualan paksa).
Besar Setoran Tambahan
Setoran = (MM × Nilai Pasar baru) − Ekuitas saat ini
Hitung dari Nol — HDN-2: Margin Call & Setoran
Lanjutan HDN-1: 1.000 lembar @ Rp 5.000, pinjaman Rp 2.500.000, maintenance margin 30%. (a) Di harga berapa terjadi margin call? (b) Jika harga turun ke Rp 3.000, berapa setoran tambahannya?
Langkah
Perhitungan
Nilai
(a) Harga margin call
Rp 2.500.000 ÷ [1.000 × (1 − 0,30)]
Rp 3.571,43
(b) Nilai pasar @ Rp 3.000
1.000 × Rp 3.000
Rp 3.000.000
Ekuitas saat ini
Rp 3.000.000 − Rp 2.500.000
Rp 500.000
Rasio margin
Rp 500.000 ÷ Rp 3.000.000
16,67% (< 30% → call)
Ekuitas wajib (30%)
30% × Rp 3.000.000
Rp 900.000
Setoran tambahan
Rp 900.000 − Rp 500.000
Rp 400.000
Margin call sudah terpicu sejak harga turun di bawah Rp 3.571. Di Rp 3.000, ekuitas Anda tinggal 16,67% — Anda wajib setor Rp 400.000 atau saham dijual paksa.
Coba Sendiri: Picu Margin Call dengan Menggeser Harga
Geser harga saham turun dan naik, lalu amati bagaimana leverage memperbesar untung-rugi Anda dan kapan tepatnya margin call terpicu.
Short Selling — Untung Saat Harga Turun
Biasanya kita beli murah lalu jual mahal. Short selling membalik urutannya: jual dulu (saham pinjaman), beli kembali nanti saat harga lebih murah.
Mekanisme Short Selling
5 Langkah
Pinjam saham dari sekuritas
Jual di pasar @ harga tinggi
Tunggu harga turun
Beli kembali @ harga rendah
Kembalikan saham; selisih = laba
Risiko Short Selling
∞
Potensi kerugian tak terbatas
Jika harga naik (bukan turun), Anda rugi. Kerugian secara teori tak terbatas — harga bisa naik tanpa plafon, sementara penurunan dibatasi nol.
Di BEI, short selling hanya boleh atas Daftar Efek Marjin tertentu dan diatur ketat OJK/BEI; tidak semua saham boleh di-short.
Konteks Indonesia: Margin & Short Selling di BEI
Daftar Efek Marjin (DEM)
BEI menerbitkan daftar saham yang boleh ditransaksikan secara margin & short, diperbarui berkala
Kriteria umum: likuiditas tinggi, kapitalisasi besar, fundamental memadai (mis. saham indeks utama)
Saham di luar daftar tidak boleh dijadikan margin/short
Contoh tipikal: saham-saham LQ45, IDX30
Perlindungan Investor OJK/BEI
OJK & BEI menetapkan batas rasio margin dan kewajiban margin call
Mekanisme forced sell diatur ketat agar tidak merugikan investor ritel
Perusahaan sekuritas wajib memverifikasi profil risiko investor
Sebelum tergiur fasilitas margin dari sekuritas, pahami aturannya — saham apa yang boleh, berapa bunganya, dan kapan Anda bisa kena forced sell. Cek Daftar Efek Marjin terbaru di situs BEI.
Blok 3 dari 4
Corporate Action Aksi Korporasi Emiten
Dividen, stock split, bonus shares, right issue, buyback, hingga merger & akuisisi — apa motifnya, dan kenapa harga saham bereaksi.
DividenStock SplitRight IssueBuybackM&A
Apa Itu Corporate Action?
Corporate action adalah tindakan resmi emiten yang memengaruhi jumlah lembar saham beredar, harga, atau hak pemegang saham. Wajib diumumkan ke publik & dicatat di KSEI.
Memengaruhi Jumlah Lembar
Lembar ↕
Stock split — memecah lembar
Reverse split — menggabung lembar
Bonus shares — tambah lembar gratis
Right issue — terbitkan lembar baru
Stock dividend — dividen dalam bentuk saham
Memberi Hak / Mengubah Struktur
Hak & Struktur
Dividen tunai — hak atas kas
Right issue — hak beli saham baru
Buyback — perusahaan beli kembali
Merger — dua perusahaan bersatu
Akuisisi — pengambilalihan kendali
Semua corporate action diselesaikan melalui KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) — lembaga yang mencatat kepemilikan & menyalurkan hak ke rekening investor.
Dividen: Tunai vs Saham
Dividen = bagian laba yang dibagikan emiten ke pemegang saham. Bisa berupa kas atau tambahan saham.
Dividen Tunai (Cash Dividend)
Rp/lbr
Uang masuk ke rekening
Emiten membayar uang per lembar (mis. Rp 100/lembar). Punya 10.000 lembar → terima Rp 1.000.000 (sebelum pajak). Harga saham turun ~sebesar dividen di ex-date.
Dividen Saham (Stock Dividend)
+Lembar
Lembar bertambah, nilai tetap
Emiten membagikan lembar saham baru (mis. 10% → tiap 10 lembar dapat 1 lembar). Jumlah lembar naik, harga turun proporsional — nilai total tetap.
Pajak (Indonesia): sejak UU HPP 2021, dividen ke WP orang pribadi dalam negeri dikecualikan PPh bila diinvestasikan kembali di Indonesia; jika tidak, digabung ke penghasilan (tarif progresif). Tarif final 10% lama sudah tidak berlaku — hanya ilustrasi historis.
Stock Split & Reverse Split
Stock Split (Pemecahan Saham)
1 : 4
Lembar ×4, harga ÷4
Satu lembar dipecah jadi beberapa. Harga turun ¼, jumlah lembar ×4. Motif: harga lebih terjangkau & likuid bagi investor ritel. Nilai total tetap.
Reverse Split (Penggabungan Saham)
5 : 1
Lembar ÷5, harga ×5
Beberapa lembar digabung jadi satu. Harga naik ×5, jumlah lembar ÷5. Motif: angkat harga "gocap" (Rp 50) dari zona terendah agar tidak kena suspensi.
Keduanya tidak mengubah kekayaan Anda — hanya mengubah "pecahan". Saham Rp 8.000 yang split 1:4 menjadi Rp 2.000, tapi lembar Anda jadi 4×. Seperti menukar Rp 100.000 dengan dua lembar Rp 50.000.
Bonus Shares & Right Issue (HMETD)
Dua aksi korporasi yang menambah jumlah lembar beredar — dengan sumber dan arah aliran dana yang berbeda.
Bonus Shares (Saham Bonus)
Gratis
dari agio/laba ditahan
Lembar gratis dari kapitalisasi agio/laba ditahan. Mirip dividen saham: lembar naik, harga turun proporsional, nilai total tetap. Tidak ada kas baru masuk.
Right Issue (HMETD)
Dana +
saham baru terbit
Emiten terbitkan saham baru, menawarkan ke pemegang lama lebih dulu pada harga tebus tertentu. Motif: menghimpun dana segar. Tidak menebus = terdilusi.
Perbedaan kunci: bonus shares = tidak ada uang masuk (diambil dari ekuitas yang sudah ada); right issue = uang segar masuk dari pemegang saham yang menebus. Pemegang yang tidak menebus right issue akan terdilusi — porsi kepemilikannya mengecil.
Buyback — Emiten Membeli Kembali Sahamnya
Buyback (pembelian kembali saham) adalah kebalikan dari right issue: alih-alih menerbitkan saham baru, emiten justru menarik saham dari pasar.
Mekanisme Buyback
EPS ↑
lembar beredar berkurang
Emiten menggunakan kas untuk membeli saham sendiri di pasar. Lembar beredar berkurang → laba per saham (EPS) naik, karena laba yang sama dibagi ke lebih sedikit lembar.
Motif emiten melakukan buyback: (1) harga saham dianggap terlalu murah (undervalued); (2) mengoptimalkan struktur permodalan; (3) sinyal optimisme manajemen terhadap prospek perusahaan. Buyback sering terjadi saat pasar sedang turun.
Perhatikan arah aliran dana: right issue = kas masuk ke emiten (dari investor); buyback = kas keluar dari emiten (ke pasar). Keduanya berlawanan arah.
Merger & Akuisisi (M&A)
Merger (Penggabungan)
A + B → C
Satu entitas baru/bertahan
Dua perusahaan bergabung menjadi satu. Pemegang saham bisa terima saham entitas gabungan. Motif: sinergi, skala ekonomi, ekspansi pasar.
Akuisisi (Pengambilalihan)
A → B
A menguasai B
Satu perusahaan membeli kendali atas perusahaan lain (mayoritas saham). Perusahaan target bisa tetap berdiri. Motif: menguasai pasar, teknologi, aset.
Reaksi harga: saham target sering naik (ada premi pengambilalihan); saham pengakuisisi bisa naik/turun tergantung pasar menilai harga beli wajar atau kemahalan. M&A besar wajib lewat persetujuan OJK/KPPU.
Blok 4 dari 4
Penyesuaian Harga & Tanggal Kunci
Kapan Anda berhak atas dividen (cum vs ex), dan cara menghitung harga teoritis saham setelah aksi korporasi.
Harga ex-split = Harga cum ÷ rasio split
Empat Tanggal Kunci Corporate Action
Untuk dividen (dan aksi lain), siapa yang berhak ditentukan oleh urutan tanggal ini — hafalkan urutannya:
Untuk dapat dividen, Anda harus memegang saham hingga cum-date. Beli di ex-date atau sesudahnya = tidak dapat dividen, tapi harganya pun sudah lebih murah karena menyesuaikan.
Menghitung Harga Teoritis Setelah Aksi Korporasi
Karena nilai total tidak berubah, harga "baru" saham bisa dihitung. Inilah harga teoritis ex-date.
TERP = Theoretical Ex-Right Price (harga teoritis setelah right issue). Selisih harga cum − TERP = nilai hak (HMETD) yang bisa diperjualbelikan.
Hitung dari Nol — HDN-3: Split + Dividen
Saham dengan harga cum Rp 8.000 melakukan stock split 1:4, lalu membagikan dividen tunai Rp 100/lembar. Hitung harga teoritis ex-split dan ex-dividen. Bandingkan jika dibagikan dividen saham 10%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Harga ex-split (1:4)
Rp 8.000 ÷ 4
Rp 2.000
Harga ex-dividen tunai (− Rp 100)
Rp 2.000 − Rp 100
Rp 1.900
Lembar setelah split (per 1.000 lama)
1.000 × 4
4.000 lembar
Bandingkan: ex stock-dividend 10%
Rp 8.000 ÷ (1 + 0,10)
Rp 7.272,73
Lembar setelah stock-dividend 10%
1.000 × 1,10
1.100 lembar
Cek nilai total tetap: split → 4.000 × Rp 2.000 = Rp 8 jt (= 1.000 × Rp 8.000 ✓). Stock-dividend → 1.100 × Rp 7.272,73 ≈ Rp 8 jt ✓. Kekayaan tidak berubah — hanya pecahannya.
Coba Sendiri: Split & Dividen — Kekayaan Anda Berubah atau Tidak?
Geser rasio split dan besaran dividen tunai/saham, lalu amati bagaimana harga teoritis berubah sementara nilai total kekayaan Anda tetap.
Hitung dari Nol — HDN-4: TERP & Nilai Hak (Right Issue)
Saham harga cum Rp 6.000 melakukan right issue rasio 3:1 (tiap 3 saham lama berhak beli 1 saham baru) pada harga tebus Rp 4.500. Hitung TERP dan nilai hak (HMETD).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Baca rasio: 3:1 → N_lama = 3, N_baru = 1
—
—
Kontribusi harga lama
N_lama × P_cum = 3 × Rp 6.000
Rp 18.000
Kontribusi harga baru
N_baru × P_tebus = 1 × Rp 4.500
Rp 4.500
Jumlah lembar baru
N_lama + N_baru = 3 + 1
4 lembar
TERP
(18.000 + 4.500) ÷ 4 = 22.500 ÷ 4
Rp 5.625
Nilai hak (HMETD)
P_cum − TERP = 6.000 − 5.625
Rp 375 per hak
Pemegang 3 saham lama memegang 1 hak senilai Rp 375. Kalau tidak mau menebus, hak ini bisa dijual di pasar; kalau menebus, Anda bayar Rp 4.500 dan mendapat saham yang secara teoritis bernilai TERP = Rp 5.625.
Dua tema, satu benang merah: nilai tidak diciptakan dari kekosongan. Margin hanya memperbesar taruhan; corporate action hanya mengubah pecahan/hak — bukan menambah kekayaan.
Latihan & Diskusi Kelas
Latihan 1 — Margin Call
Hitung!
2.000 lembar @ Rp 4.000
Initial margin 50%, maintenance margin 25%.
(a) Berapa pinjaman dari sekuritas? (b) Di harga berapa terjadi margin call?
Right issue rasio 4:1 — tiap 4 saham lama berhak beli 1 baru, harga tebus Rp 8.000.
(a) Hitung TERP. (b) Hitung nilai hak (HMETD).
Petunjuk: TERP = rata-rata tertimbang N_lama & N_baru
Kerjakan 5 menit. Tulis dulu: nilai beli, ekuitas, pinjaman (Lat. 1) atau N_lama, N_baru, P_tebus (Lat. 2). Lalu masukkan ke rumus. Jawaban: Lat. 1 → pinjaman Rp 4 jt, harga call Rp 2.667. Lat. 2 → TERP Rp 9.600, nilai hak Rp 400.
Rangkuman & Persiapan Berikutnya
Hari ini Anda belajar dua mesin nyata pasar saham: margin trading (meminjam untuk membeli) dan corporate action (aksi emiten yang menggeser harga).
Harga teoritis ex-date: split, dividen, dividen saham, TERP right issue (HDN-3 & HDN-4)
Tugas Mandiri
2 Tugas
sebelum pertemuan berikutnya
1. Ulangi HDN-1 s/d HDN-3 dengan angka Anda sendiri sampai langkahnya otomatis.
2. Buka situs BEI (idx.co.id) → cari 1 pengumuman corporate action nyata (split/dividen) → identifikasi cum-date & ex-date-nya.
Benang merah hari ini: leverage memperbesar taruhan; corporate action mengubah pecahan/hak — bukan menambah kekayaan. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya.