stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Sejarah Pasar Modal Indonesia & Lembaga/Profesi Penunjang
FEB UNDIP · Pasar Keuangan

Pasar Keuangan

Pertemuan 5 · Sejarah Pasar Modal Indonesia & Lembaga/Profesi Penunjang

Dari Bursa Efek Batavia 1912 sampai era OJK — dan barisan lembaga serta profesi yang membuat satu IPO bisa terjadi.

RPS Minggu 5 · Sub-CPMK 5 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan sejarah perkembangan pasar modal Indonesia serta lembaga dan profesi penunjangnya (Sub-CPMK 5). Secara rinci:

Capaian 1 — Kronologi
1
Timeline
Menyusun timeline tonggak pasar modal Indonesia (1912 → OJK 2011) secara berurutan dengan minimal lima tonggak benar.
Capaian 2 — Regulasi
2
Hukum & Kebijakan
Mengaitkan tiap tonggak dengan perubahan regulasi/kelembagaan yang menyertainya untuk minimal empat tonggak.
Capaian 3 — Pelaku
3
Identifikasi Peran
Membedakan peran lembaga & profesi penunjang dan menempatkannya ke tugas spesifik dalam satu proses IPO.
Capaian 4 — Hitung
4
Kuantitatif
Menghitung ekonomi penjaminan emisi (dana kotor, fee, dana bersih) dan rasio kelebihan permintaan/penjatahan.

Tebak: Kapan Saham Pertama Diperdagangkan di Indonesia?

Banyak yang mengira pasar modal kita baru lahir setelah merdeka. Faktanya jauh lebih tua dari itu.

Jawaban Populer (Keliru)
1977
Bukan kelahiran
Saat bursa diaktifkan kembali. Padahal itu hanya pengaktifan ulang, bukan kelahiran. Bursanya sudah ada jauh sebelum itu.
Jawaban Benar
1912
Batavia, era kolonial
Vereniging voor de Effectenhandel (bursa efek) didirikan di Batavia oleh pemerintah kolonial Belanda, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Pasar modal Indonesia berusia lebih dari satu abad. Memahami perjalanannya menjelaskan mengapa pasar kita berbentuk seperti sekarang — dan mengapa regulasinya sangat ketat. Efek = surat berharga yang diperdagangkan (saham, obligasi, sukuk). Bursa efek = pasar terorganisir tempat efek diperjualbelikan.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Sejarah & Kelembagaan Penting?
Sebelum menelusuri lima fase, kita pahami dulu satu kerangka dasar: di mana semua peristiwa ini terjadi — pasar primer dan pasar sekunder.
PPrimer · SSekunder · KKepercayaan

Dua Ruang Pasar Modal: Primer vs Sekunder

Pasar Primer (Perdana)
IPO
Efek dijual pertama kali
Tempat efek dijual pertama kali oleh perusahaan ke publik. Dana mengalir masuk ke emiten. Contoh: saat GoTo IPO 2022, ia menjual saham baru → dananya masuk ke kas GoTo.

Emiten = perusahaan yang menerbitkan & menjual efek ke publik.
Pasar Sekunder (Bursa)
BEI
Efek diperdagangkan ulang
Tempat efek yang sudah beredar diperjualbelikan antar-investor. Dana berpindah antar-investor, bukan ke emiten. Contoh: Anda membeli saham BBCA dari investor lain di Bursa Efek Indonesia.
Aturannya: di pasar primer perusahaan dapat dana segar; di pasar sekunder perusahaan tidak dapat dana baru — yang terjadi hanya pergantian pemilik. Hampir semua lembaga/profesi penunjang bekerja paling sibuk di pasar primer.
Bagian 2 dari 4
Lima Fase Sejarah Pasar Modal Indonesia
Dari Batavia 1912, kevakuman kemerdekaan, pengaktifan kembali 1977, konsolidasi deregulasi, hingga era pertumbuhan & pengawasan OJK.
Kolonial
Kemerdekaan
1977
Konsolidasi
Pertumbuhan

Fase 1 — Era Kolonial Belanda (1912)

1912 — Batavia
1912
Bursa Efek Pertama
Bursa efek pertama (Vereniging voor de Effectenhandel) didirikan di Batavia oleh pemerintah Hindia Belanda. Memperdagangkan saham perusahaan perkebunan & dagang Belanda.

Hindia Belanda = nama Indonesia di masa penjajahan Belanda.
Menyusul & Tutup
1925
Ekspansi lalu tutup
Bursa serupa dibuka di Surabaya dan Semarang (1925). Lalu tutup akibat Perang Dunia I & II dan pergolakan menjelang kemerdekaan.
Pelajaran: pasar modal kita lahir untuk melayani modal kolonial, bukan ekonomi pribumi. Karakter ini baru berubah jauh kemudian seiring merdeka dan penataan ulang kelembagaan.

Fase 2 — Awal Kemerdekaan & Kevakuman Panjang

1952 — Dibuka Lagi
1952
Dibuka kembali
Setelah merdeka, bursa di Jakarta sempat dibuka kembali (dikelola PPUE — Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek), menandai upaya pertama republik muda menata pasar modal.
Vakum Panjang
~15 th
Mati suri
Aktivitas lesu lalu berhenti karena nasionalisasi perusahaan Belanda, gejolak politik, dan inflasi tinggi era 1960-an. Pasar modal praktis mati suri hingga 1976.
Selama ~15 tahun pasar modal nyaris tidak berfungsi. Tanpa stabilitas ekonomi-politik, pasar modal tidak bisa hidup — pelajaran yang relevan sampai sekarang. Nasionalisasi = pengambilalihan perusahaan asing oleh negara.

Fase 3 — Pengaktifan Kembali (Orde Baru, 1977)

Tonggak paling penting: 10 Agustus 1977, Presiden Soeharto meresmikan kembali Bursa Efek Jakarta.

Kelembagaan Baru
Bapepam
+ PT Danareksa
Dibentuk Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) sebagai pengawas, dan PT Danareksa (BUMN) untuk mendorong partisipasi masyarakat berinvestasi.
Emiten Pertama
Semen Cibinong
Era modern
PT Semen Cibinong menjadi perusahaan pertama yang tercatat (go public) setelah pengaktifan kembali. Go public = perusahaan menjual saham ke publik & tercatat di bursa.
Disebut 'pengaktifan kembali' — bukan kelahiran. Bursanya sudah ada sejak 1912; yang baru di 1977 adalah kerangka kelembagaan & pengawasan modern.

Fase 4 — Masa Konsolidasi (Deregulasi 1987–1995)

Pasca-1977, pasar sempat lesu. Pemerintah merespons dengan paket deregulasi yang membuka kran pertumbuhan.

TonggakEsensi
Paket Des 1987 (Pakdes 87)Mempermudah syarat emisi, membuka pasar bagi investor asing
Paket 1988 (Pakto/Pakdes 88)Deregulasi perbankan & pasar modal, dorongan likuiditas
Swastanisasi bursa 1992BEJ dikelola PT Bursa Efek Jakarta (swasta), Bapepam fokus mengawasi
UU No. 8 Tahun 1995Landasan hukum utama pasar modal Indonesia — masih berlaku sampai sekarang
Puncak fase ini: UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal — undang-undang inilah yang mendefinisikan semua lembaga & profesi penunjang yang kita bahas di Bagian 3. Deregulasi = pelonggaran aturan untuk mendorong aktivitas ekonomi.

Fase 5 — Pengembangan & Pertumbuhan (2007 → OJK 2011)

2007 — Merger jadi BEI
BEI
Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) digabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) — satu bursa nasional, lebih efisien & likuid. Merger = penggabungan dua entitas menjadi satu.
2011 — Lahir OJK
OJK
UU No. 21/2011
Pengawasan pasar modal beralih dari Bapepam-LK ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK = lembaga independen pengawas seluruh sektor jasa keuangan. Efektif penuh untuk pasar modal sejak 2013.
Era modern: satu bursa terintegrasi (BEI), satu pengawas terpadu (OJK), perdagangan tanpa warkat (scripless), dan partisipasi ritel yang meledak — kini jutaan investor lewat aplikasi. Scripless = perdagangan efek tanpa sertifikat fisik, dicatat elektronik.

Timeline Lengkap: Tonggak ↔ Regulasi/Kelembagaan

1912Bursa BataviaKolonial1952Dibuka ulanglalu vakum1977Aktif kembaliBapepam+Danareksa1987Pakdes 87Deregulasi1995UU No. 8/1995Payung hukum2007Merger BEJ-BES→ BEI2011Lahir OJKUU 21/2011KOLONIALMERDEKAORDE BARUKONSOLIDASIERA MODERN
Benang merah: tiap tonggak pertumbuhan selalu berpasangan dengan tonggak regulasi/kelembagaan. Sejarah pasar modal = sejarah aturan main.
Bagian 3 dari 4
Lembaga & Profesi Penunjang Pasar Modal
Siapa saja yang bekerja di balik layar setiap kali sebuah perusahaan go public — dan apa tugas spesifik masing-masing.
Penjamin Emisi Wali Amanat BAE Kustodian Akuntan Publik Notaris Konsultan Hukum Penilai

Peta Pelaku: Otoritas, Lembaga, Profesi

LAPIS 1 — OTORITAS & INFRASTRUKTUROJK (Pengawas)BEI (Bursa)KPEI (Kliring)KSEI (Penyimpanan)LAPIS 2 — LEMBAGA PENUNJANG (Badan Usaha Berizin)Penjamin Emisi(Underwriter)Wali Amanat(Trustee)BAEKustodianPerusahaan Sekuritas/PemeringkatLAPIS 3 — PROFESI PENUNJANG (Perorangan Ahli Berizin)Akuntan PublikNotarisKonsultan HukumPerusahaan PenilaiSemua wajibberizin OJK
Lembaga = badan usaha berizin (mis. BAE, Kustodian). Profesi = perorangan ahli berizin (mis. akuntan, notaris). Keduanya wajib terdaftar/berizin di OJK. KPEI = Kliring Penjaminan Efek Indonesia; KSEI = Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Penjamin Emisi Efek (Underwriter) — Jantung Sebuah Emisi

Pihak yang membuat kontrak dengan emiten untuk menjamin terjualnya efek dalam penawaran umum, dan menjembatani emiten ke investor.

Tugas Utama
Jamin & Jual
+ Roadshow
Membantu menentukan harga penawaran, menyusun strategi penjualan, membentuk sindikasi penjaminan, memasarkan efek (roadshow), dan menjamin porsi yang tidak terjual.
Dua Jenis Penjaminan
Full vs Best
Pilih sesuai risiko
  • Full commitment (kesanggupan penuh): penjamin wajib membeli sisa efek yang tak terserap publik.
  • Best effort (usaha terbaik): penjamin hanya berupaya menjual semaksimal mungkin, tanpa wajib membeli sisa.
Di Indonesia, penjamin emisi adalah perusahaan sekuritas (mis. Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas). Imbalannya: fee penjaminan (gross spread) — kita hitung di HDN-1. Roadshow = rangkaian presentasi penjamin & emiten ke calon investor.

Wali Amanat & Penanggung (Guarantor) — Penjaga Pemegang Obligasi

Dua pelaku ini melekat pada penerbitan obligasi/efek utang, bukan saham. Keduanya melindungi kepentingan kreditor (pemegang obligasi).

Wali Amanat (Trustee)
Trustee
Biasanya bank
Mewakili kepentingan pemegang obligasi. Mengawasi apakah emiten memenuhi janji dalam kontrak (covenant), bertindak jika emiten gagal bayar. Biasanya bank yang berizin sebagai wali amanat. Covenant = janji/syarat dalam kontrak utang.
Penanggung (Guarantor)
Guarantor
Memperkuat kredit
Pihak yang menjamin pembayaran kembali pokok & bunga obligasi jika emiten gagal bayar. Memperkuat kepercayaan & menaikkan peringkat efek. Gagal bayar (default) = emiten tak mampu membayar kewajiban utangnya.
Saham vs obligasi: saham butuh penjamin emisi; obligasi selain penjamin emisi juga butuh wali amanat (wajib) dan kadang penanggung (opsional, untuk memperkuat).

BAE, Kustodian & Perusahaan Sekuritas — Infrastruktur Administrasi

Biro Administrasi Efek (BAE)
Catat
"Sekretaris pencatat"
Mengurus administrasi kepemilikan efek: pencatatan pemegang saham, daftar pemegang efek, penjatahan saat IPO, distribusi dividen/bunga. Siapa memiliki apa.
Kustodian
Simpan
"Brankas pasar modal"
Menyimpan & menjaga efek dan dana nasabah secara aman, mengurus penyelesaian transaksi, dan administrasi hak (dividen, bunga). Biasanya bank kustodian atau KSEI.
Perusahaan Sekuritas
Dagang
"Jembatan investor-bursa"
Perantara transaksi: sebagai broker (perantara pedagang efek), underwriter (penjamin emisi), dan/atau manajer investasi. Pintu masuk investor ke bursa.
Perbedaan halus: BAE mencatat siapa pemilik efek; Kustodian menyimpan efek & dananya. Keduanya berbeda dari Sekuritas yang memperdagangkan. Tiga kata kunci: Catat – Simpan – Dagang.

Tiga Profesi Penunjang: Akuntan Publik, Notaris, Konsultan Hukum

Akuntan Publik
Audit
Output: Opini Audit
Mengaudit laporan keuangan emiten agar wajar & dapat dipercaya. Memberi opini audit. Tanpa laporan keuangan teraudit, IPO tidak bisa jalan. Menjaga kebenaran angka.
Notaris
Akta
Output: Akta Otentik
Membuat & mengesahkan akta-akta terkait emisi: perubahan anggaran dasar, perjanjian penjaminan emisi, perwaliamanatan. Menjamin keabsahan hukum dokumen.
Konsultan Hukum
Legal Opinion
Output: Pendapat Hukum
Melakukan uji tuntas hukum (legal due diligence) atas emiten: apakah perusahaan bersih dari masalah hukum yang membahayakan investor. Menjaga kebersihan status hukum.
Tiga profesi ini menjaga tiga pilar kepercayaan: angka (akuntan), dokumen (notaris), status hukum (konsultan hukum). Semua wajib terdaftar di OJK. Semua memberi output berbeda: opini audit / akta / legal opinion.

Perusahaan Penilai (Appraisal Company)

Tugas
Nilai Aset
Output: Laporan Penilaian
Menentukan nilai wajar aset emiten — tanah, bangunan, mesin, atau bahkan bisnis secara keseluruhan — secara independen dan profesional. Nilai wajar (fair value) = estimasi harga yang pantas di pasar.
Kapan Dibutuhkan
IPO & M&A
Transaksi material
Saat IPO (menilai aset perusahaan), transaksi material/afiliasi (jual-beli aset besar), merger & akuisisi, dan agunan. Memastikan harga bukan dimark-up demi menipu investor.
Mengapa penting? Bayangkan emiten mengklaim asetnya bernilai Rp 1 triliun. Penilai independen yang memverifikasi angka itu — agar investor tidak membeli 'kucing dalam karung'. Transaksi material = transaksi bernilai besar yang dapat memengaruhi kondisi perusahaan secara signifikan.

Studi Kasus: Satu IPO, Semua Pelaku Bekerja

PT Maju Bersama Tbk hendak go public di BEI. Tugaskan tiap pelaku ke pekerjaan spesifiknya:

Tahap dalam IPOPelaku yang bekerjaOutput
Audit laporan keuanganAkuntan PublikOpini audit (wajar)
Periksa masalah hukumKonsultan HukumLegal opinion
Nilai aset perusahaanPerusahaan PenilaiLaporan penilaian
Buat akta & perjanjianNotarisAkta otentik
Tentukan harga & jamin penjualanPenjamin EmisiSaham terjual
Catat pemegang saham & penjatahanBAEDaftar pemegang efek
Simpan efek & danaKustodian (KSEI)Efek tersimpan aman
Setujui & awasi seluruh prosesOJKPernyataan efektif
Inilah orkestra IPO: delapan pelaku, satu tujuan — emisi yang jujur, sah, dan dipercaya investor. Pernyataan efektif = izin resmi OJK agar penawaran umum boleh dijalankan.
Bagian 4 dari 4
Hitung, Rangkum, Tutup
Dua perhitungan dari nol — ekonomi penjaminan emisi dan penjatahan saat permintaan membludak — lalu rangkuman dan penutup.
HDN-1: Ekonomi Penjaminan HDN-2: Oversubscription Cheat Sheet

Hitung dari Nol — HDN-1: Ekonomi Penjaminan Emisi

PT Maju Bersama Tbk menawarkan 200 juta lembar saham pada harga Rp 1.000/lembar. Fee penjamin emisi (gross spread) 2,5%. Hitung dana kotor, fee, dan dana bersih ke emiten.

LangkahPerhitunganNilai
Dana kotor (gross proceeds)200.000.000 × Rp 1.000Rp 200.000.000.000
Fee penjamin 2,5%2,5% × Rp 200 miliar(Rp 5.000.000.000)
Dana bersih ke emiten (≈)Rp 200 mrd − Rp 5 mrdRp 195.000.000.000
Full commitment: jika publik hanya menyerap 180 juta lembar, penjamin wajib membeli sisa 20 juta lembar × Rp 1.000 = Rp 20 miliar — di sinilah risiko penjamin nyata.
Hasil: emiten menerima ± Rp 195 miliar (sebelum biaya profesi penunjang lain). Fee Rp 5 miliar adalah imbalan penjamin atas jasa & risiko menjamin. Gross spread = imbalan penjamin, dinyatakan persen dari dana terkumpul.

Hitung dari Nol — HDN-2: Oversubscription & Penjatahan

IPO PT Maju Bersama populer: tersedia 200 juta lembar, tetapi investor memesan 500 juta lembar. Berapa rasio kelebihan permintaan dan berapa lembar yang Anda dapat jika memesan 10.000 lembar (penjatahan proporsional)?

LangkahPerhitunganNilai
Rasio kelebihan (oversubscription)500 juta ÷ 200 juta2,50×
Jatah Anda (proporsional 1/rasio)10.000 ÷ 2,504.000 lembar
Dana disetor saat pesan10.000 × Rp 1.000Rp 10.000.000
Nilai saham diterima4.000 × Rp 1.000Rp 4.000.000
Dana dikembalikan (refund)Rp 10 jt − Rp 4 jtRp 6.000.000
Hasil: dijatah 4.000 lembar; refund Rp 6 juta. Karena permintaan 2,5× pasokan, tiap pemesan rata-rata hanya dapat ~40% jatahnya. Inilah penjatahan (allotment) yang diurus BAE. Metode di atas = penjatahan proporsional murni (disederhanakan untuk pembelajaran).

Cheat Sheet — Fase Sejarah & Pelaku Penunjang

Tabel A — Lima Fase
FasePenanda
1. Kolonial1912 Bursa Batavia
2. Kemerdekaan1952 dibuka, lalu vakum
3. Orde Baru1977 aktif kembali + Bapepam
4. Konsolidasi1987 deregulasi → UU 8/1995
5. Pertumbuhan2007 BEI · 2011 OJK
Tabel B — Pelaku ↔ Tugas Inti
PelakuTugas Inti
Penjamin EmisiJamin & jual efek
Wali AmanatWakili pemegang obligasi
BAECatat pemegang efek
KustodianSimpan efek & dana
Akuntan PublikAudit laporan keuangan
NotarisBuat akta
Konsultan HukumLegal opinion
PenilaiTaksir nilai aset
Dua kunci hari ini: (1) sejarah = sejarah regulasi; (2) tiap pelaku punya tugas spesifik tak tergantikan.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — Kronologi & Peran
Timeline
Sejarah regulasi
Urutkan lima tonggak berikut dari paling lama ke paling baru: 1977, 1912, 2011, 1995, 2007. Lalu sebutkan satu perubahan kelembagaan/regulasi untuk masing-masing tahun.
Latihan 2 — Hitung IPO
HDN
Kuantitatif
IPO menawarkan 150 juta lembar pada Rp 2.000, fee penjamin 3%. (a) Berapa dana bersih ke emiten? (b) Jika dipesan 600 juta lembar, berapa rasio oversubscription, dan berapa jatah pemesan 20.000 lembar (proporsional)?
Kerjakan 7 menit. Untuk Latihan 2, ikuti langkah HDN-1 & HDN-2. Lalu kita bahas bersama.
Kunci: (a) Dana bersih = Rp 291 miliar. (b) Rasio = 4,00×; jatah = 5.000 lembar; refund = Rp 30 juta.

Penutup & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Hari ini Anda menelusuri sejarah pasar modal Indonesia dan mengenal lembaga & profesi penunjang-nya. Anda kini paham siapa membangun pasar kita, dan siapa yang menjaganya tetap dipercaya.

Rangkuman Inti
  • Pasar modal kita lahir 1912, bukan 1977.
  • Sejarah = lima fase, tiap fase berpasangan regulasi.
  • UU No. 8/1995 = payung hukum utama.
  • Delapan pelaku penunjang, masing-masing tugas spesifik tak tergantikan.
Tugas Mandiri
Cek idx.co.id
Bawa ke kelas berikutnya
Pilih satu emiten yang baru IPO di BEI (cek idx.co.id), lalu identifikasi siapa penjamin emisi-nya dari prospektus. Bawa temuan Anda ke kelas. Prospektus = dokumen resmi berisi info lengkap tentang emiten & penawaran efek.
Pasar modal adalah bangunan kepercayaan. Sejarah & kelembagaan hari ini adalah fondasinya. Sampai jumpa di Pertemuan 6.