stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-04
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 4: Instrumen-instrumen Pasar Modal (Ekuitas & Derivatif, Internasional & Indonesia)
FEB UNDIP · Pasar Keuangan

Pasar Keuangan

Pertemuan 4 · Instrumen Pasar Modal

Mengenal "isi" bursa: saham (biasa & preferen), obligasi (korporasi & negara), serta derivatif (right, waran, opsi, futures) — dari teori sampai produk nyata di Bursa Efek Indonesia.

RPS Minggu 4 · SUB-CPMK 4 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan jenis-jenis instrumen pasar modal dan rinciannya (Sub-CPMK 4). Secara rinci:

Capaian 1 — Klasifikasi
🗂
Membedakan tiga keluarga instrumen: ekuitas, utang, derivatif — dengan kriteria pembeda yang benar.
Capaian 2 — Hak & Kewajiban
Menjelaskan hak dan kewajiban pemegang tiap instrumen: saham, obligasi, right, waran, opsi, futures.
Capaian 3 — Hitung
🧮
Menghitung nilai teoritis right (HMETD) dan payoff waran/opsi saat jatuh tempo tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 4 — Indonesia
🇮🇩
Menyebut produk riil tiap instrumen di BEI & Kemenkeu: ORI, right issue, waran, IDX Futures.

Satu Bursa, Banyak "Kendaraan" Investasi

Anda punya Rp 5 juta dan ingin "masuk" ke PT Telkom (TLKM). Ternyata ada beberapa cara — dan masing-masing memberi hak yang berbeda.

Jadi Pemilik
👑
Beli saham TLKM → Anda jadi pemilik (sebagian) perusahaan, dapat dividen & hak suara, tapi ikut menanggung rugi.
Jadi Pemberi Pinjaman
🤝
Beli obligasi → Anda jadi kreditor, dapat bunga tetap (kupon), didahulukan jika perusahaan bermasalah, tapi tak ikut menikmati lonjakan laba.
Jadi "Penonton Bertaruh"
🎯
Beli opsi/waran → Anda hanya bertaruh pada arah harga saham, bukan memiliki perusahaan; untung besar bisa, hangus total juga bisa.
Ketiga "kendaraan" ini adalah tiga keluarga instrumen yang akan kita pelajari hari ini. Pilihan instrumen menentukan hak, risiko, dan imbal hasil Anda.
Blok 1 dari 4
Peta Besar: Tiga Keluarga Instrumen
Sebelum menghafal satu per satu, pahami dulu kerangkanya — ekuitas, utang, dan derivatif — dan di mana posisi Anda dalam "antrean" klaim atas perusahaan.

Tiga Keluarga Instrumen Pasar Modal

Keluarga 1 — Ekuitas
📋
Bukti Kepemilikan
Pemegang = pemilik. Imbal hasil tak pasti (dividen + kenaikan harga). Contoh: saham biasa, saham preferen.
Keluarga 2 — Utang
📜
Bukti Pinjaman
Pemegang = kreditor. Imbal hasil relatif pasti (kupon). Contoh: obligasi korporasi, obligasi negara.
Keluarga 3 — Derivatif
🔗
Nilai Diturunkan dari Aset Lain
Pemegang = pemegang kontrak. Tidak memberi kepemilikan langsung. Contoh: right, waran, opsi, futures.
Pembeda inti: ekuitas = pemilik (klaim sisa, risiko tertinggi) · utang = kreditor (klaim tetap, didahulukan) · derivatif = kontrak (tidak memberi kepemilikan langsung).

Posisi Anda dalam "Antrean" Pembayaran Perusahaan

Kalau perusahaan dilikuidasi, ada urutan siapa dibayar lebih dulu. Posisi inilah yang menentukan risiko Anda.

① Kreditor Berjaminan, Gaji Karyawan & PajakDibayar paling pertama — prioritas tertinggi (UU 37/2004)② Pemegang Obligasi (Kreditor Biasa)Dapat kupon kontraktual — didahulukan dari pemegang saham③ Pemegang Saham PreferenDividen tetap — didahulukan dari saham biasa, setelah kreditor④ Pemegang Saham Biasa — Klaim SisaPaling berisiko — terima sisa (bisa nol); potensi untung tak terbatasDibayarlebih duluRisikoterbesar
Pemegang saham biasa berada di antrean paling belakang — paling berisiko, tapi juga berpotensi imbal hasil tak terbatas jika perusahaan sukses.
Blok 2 dari 4
Instrumen Ekuitas & Utang
Dua keluarga "arus utama" pasar modal: saham (biasa & preferen) sebagai bukti kepemilikan, dan obligasi (korporasi & negara) sebagai bukti pinjaman.

Saham Biasa (Common Stock)

Bukti kepemilikan paling murni atas perusahaan. Pemegangnya adalah pemilik sejati dengan klaim sisa.

Hak Pemegang
HAK
  • Hak atas dividen (jika dibagikan — tidak dijanjikan)
  • Hak suara di RUPS (1 saham = 1 suara)
  • Klaim sisa atas aset saat likuidasi
  • Hak memesan efek terlebih dahulu (lewat right/HMETD)
Kewajiban & Risiko
RISIKO
  • Kewajiban terbatas: rugi maksimal = modal yang disetor
  • Tidak dijamin dapat dividen atau capital gain
  • Antrean paling belakang saat likuidasi
Contoh Indonesia (blue chip): BBCA (Bank Central Asia) · TLKM (Telkom Indonesia) · ASII (Astra International)

Saham Preferen (Preferred Stock) — "Hibrida"

Disebut saham, tapi perilakunya lebih dekat ke obligasi: dividen tetap, hak suara terbatas, didahulukan dari saham biasa.

Ciri Utama
TETAP
  • Dividen tetap (persentase dari nilai nominal), dibayar lebih dulu dari saham biasa
  • Sering kumulatif: dividen terlewat harus dilunasi sebelum saham biasa dapat apa pun
  • Hak suara terbatas/tanpa hak suara
Mengapa "Hibrida"?
  • Seperti ekuitas: bukti kepemilikan, ada dividen
  • Seperti utang: arus tetap → bisa didekati sebagai perpetuitas
  • Rumus pendekatan: PV ≈ D ÷ r
AspekSaham BiasaSaham Preferen
DividenTidak tetap, tidak dijanjikanTetap, dibayar lebih dulu
Hak SuaraPenuh (1 saham = 1 suara)Terbatas atau tidak ada
Prioritas KlaimTerakhir (klaim sisa)Di atas saham biasa

Obligasi Korporasi (Corporate Bond)

Surat utang yang diterbitkan perusahaan. Pemegangnya adalah kreditor, bukan pemilik.

Anatomi Obligasi
BOND
  • Nilai nominal/par (mis. Rp 1.000.000) — dikembalikan saat jatuh tempo
  • Kupon — bunga berkala (mis. 8%/tahun → Rp 80.000/tahun)
  • Jatuh tempo (maturity) — tanggal pokok dikembalikan
  • Peringkat (rating) — dari lembaga seperti Pefindo
Hak & Kewajiban
KONTRAK
  • Pemegang berhak atas kupon + pelunasan pokok (kontraktual)
  • Penerbit wajib bayar; gagal bayar = default
  • Tak ada hak suara; tak ikut menikmati lonjakan laba
Imbal hasil relatif pasti (kupon tetap), tetapi terbatas. Risiko utama: gagal bayar (default) — itulah gunanya peringkat dari Pefindo.

Obligasi Negara (Government Bond) — SBN

Surat utang yang diterbitkan negara (Kemenkeu). Dianggap paling aman karena dijamin pemerintah — ini acuan suku bunga "bebas risiko".

Obligasi Negara Ritel (untuk Masyarakat)
SBN
  • ORI (Obligasi Negara Ritel) — kupon tetap, dapat diperdagangkan
  • SBR (Savings Bond Ritel) — kupon mengambang, tidak diperdagangkan
  • Sukuk Tabungan / ST — berbasis prinsip syariah
  • Nominal terjangkau, diterbitkan berkala via DJPPR Kemenkeu
Mengapa Penting?
RF
Risk-free rate
Imbal hasil SUN 10 tahun ~6,8% (per medio 2026, verifikasi saat dipakai) sering dipakai sebagai acuan bebas risiko dalam penilaian aset.
Penting dibedakan: ORI/SBR bukan deposito bank — ia surat utang negara yang dijual berkala lewat mitra distribusi (bank/fintech), bukan tabungan.

Coba Sendiri: Seberapa Sensitif Harga Obligasi terhadap Yield?

Kupon obligasi tetap, tapi harganya di pasar tetap bisa naik-turun — karena yield pasar berubah. Masukkan kupon, YTM, dan tenor obligasi korporasi atau negara tadi, lihat durasi & konveksitasnya, dan rasakan mengapa "kupon tetap" bukan berarti "harga tetap".

Ekuitas vs Utang — Tabel Pembanding

Ringkasan pembeda yang sering keluar di ujian. Kuasai baris demi baris.

AspekEkuitas (Saham)Utang (Obligasi)
Status pemegangPemilikKreditor
Imbal hasilDividen (tak pasti) + capital gainKupon tetap (relatif pasti)
Hak suaraYa (saham biasa)Tidak
Prioritas klaimTerakhir (klaim sisa)Didahulukan
Potensi untungTak terbatasTerbatas (kupon)
Jatuh tempoTidak ada (selama perusahaan hidup)Ada (pokok dikembalikan)
Bagi penerbitTak wajib bayar dividenWajib bayar kupon (gagal = default)
Aturan praktis: untung besar & berani risiko → ekuitas; pendapatan stabil & aman → utang. Tidak ada yang "lebih baik" — tergantung tujuan & toleransi risiko Anda.
Blok 3 dari 4
Instrumen Derivatif
Right, waran, opsi, dan futures — kontrak yang nilainya "menumpang" pada aset lain. Di sinilah kita berhitung: nilai teoritis right dan payoff waran/opsi.

Apa Itu Derivatif?

Derivatif = kontrak yang nilainya diturunkan (derived) dari aset lain (saham, indeks, obligasi, komoditas, kurs) — disebut aset acuan (underlying).
Dua Fungsi Utama
FUNGSI
  • Lindung nilai (hedging) — mengurangi risiko (mis. produsen mengunci harga jual ke depan)
  • Spekulasi — bertaruh terarah pada pergerakan harga aset acuan
Ciri Pembeda
CIRI
  • Tidak memberi kepemilikan/pinjaman langsung
  • Punya tanggal jatuh tempo
  • Daya ungkit (leverage) tinggi: modal kecil, eksposur besar
Pedang bermata dua: leverage memperbesar untung dan rugi. Derivatif tanpa pemahaman = risiko fatal.

Right (HMETD) — Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

Ketika perusahaan menerbitkan saham baru (right issue), pemegang saham lama diberi hak membeli lebih dulu dengan harga khusus — agar kepemilikannya tak terdilusi.

Ciri Right
HMETD
  • Diberikan gratis ke pemegang saham lama
  • Harga tebus (exercise price) biasanya di bawah harga pasar
  • Rasio (mis. 2:1 = 2 saham lama berhak 1 saham baru)
  • Umur sangat pendek (hitungan hari/minggu)
Pilihan Pemegang
PILIH
  • Tebus — beli saham baru murah
  • Jual right-nya di pasar (ada nilainya!)
  • Diamkan → hangus & terdilusi (rugi)
Cum-right (hak melekat)Ex-right (hak terlepas)Akhir periode right — hangus jika tak digunakan
Jangan diamkan right Anda — kalau tak ditebus atau dijual, ia hangus tanpa nilai dan porsi kepemilikan Anda terdilusi.

Hitung dari Nol — HDN-1: Nilai Teoritis Right

Sebuah emiten right issue dengan rasio 2:1: setiap 2 saham lama berhak membeli 1 saham baru. Harga pasar cum-right Rp 1.000, harga tebus Rp 600. Berapa harga teoritis ex-right dan nilai 1 right?

LangkahPerhitunganNilai
1 IdentifikasiN = 2 (saham lama/1 baru) · P_cum = 1.000 · P_tebus = 600
2 Total nilai 3 saham(2 × Rp 1.000) + (1 × Rp 600) = Rp 2.000 + Rp 600Rp 2.600
3 Harga ex-right (TERP)Rp 2.600 ÷ (2 + 1) = Rp 2.600 ÷ 3Rp 866,67
4 Nilai 1 rightP_cum − TERP = Rp 1.000 − Rp 866,67Rp 133,33
Cek silang(P_cum − P_tebus) ÷ (N+1) = (1.000 − 600) ÷ 3Rp 133,33 ✓
Hasil: Harga ex-right ≈ Rp 866,67 · Nilai 1 right ≈ Rp 133,33. Inilah harga "wajar" bila Anda menjual right Anda — bukan nol, dan bukan asal-asalan.

Coba Sendiri: Geser Rasio & Harga Tebus Right Issue

Ubah rasio right, harga cum-right, dan harga tebus, lalu amati bagaimana TERP dan nilai satu right ikut berubah.

Waran (Warrant) — "Pemanis" Jangka Panjang

Hak (bukan kewajiban) membeli saham penerbit pada harga tertentu dalam jangka panjang (tahun). Sering "ditempelkan" pada IPO/obligasi sebagai daya tarik.

Ciri Waran
WARAN
  • Hak, bukan kewajiban, membeli saham baru
  • Harga tebus & jatuh tempo tetap (umur panjang: 6 bln–5 thn)
  • Diterbitkan perusahaan (saham baru → ada dilusi saat ditebus)
  • Sering jadi sweetener IPO/right issue
Right vs Waran — Jangan Tertukar!
  • Right: untuk pemegang lama, umur sangat pendek
  • Waran: untuk siapa saja, umur panjang, sering melekat IPO
  • Keduanya → ada dilusi saat ditebus
Contoh Indonesia: banyak waran terbitan IPO di BEI (kode berakhiran "-W") diberikan sebagai bonus pembeli saham IPO emiten.

Opsi (Option) — Call & Put

Kontrak yang memberi hak (bukan kewajiban) membeli atau menjual aset acuan pada harga tertentu sebelum/saat jatuh tempo. Diterbitkan pihak lain, bukan perusahaan → tak ada dilusi.

Call Option (Hak Beli)
CALL
  • Hak membeli saham di strike price (K)
  • Untung jika harga naik di atas K
  • Payoff = max(S − K, 0)
Put Option (Hak Jual)
PUT
  • Hak menjual saham di strike price (K)
  • Untung jika harga turun di bawah K
  • Payoff = max(K − S, 0)
Payoff Call = max(S − K, 0)  ·  Payoff Put = max(K − S, 0)
Pembeli opsi bayar premi (harga opsi). Maksimal rugi pembeli = premi (hangus); penjual opsi menanggung risiko lebih besar.

Hitung dari Nol — HDN-2: Payoff Waran/Call Option

Anda pegang call option/waran dengan harga tebus (strike) Rp 800, dibeli dengan premi Rp 50. Saat jatuh tempo, hitung payoff & laba/rugi untuk harga saham {700 · 900 · 1.100}.

Harga Saham (S)Payoff = max(S − 800, 0)Laba bersih = Payoff − 50Status
Rp 700max(700−800, 0) = Rp 00 − 50 = −Rp 50Rugi (tak ditebus)
Rp 900max(900−800, 0) = Rp 100100 − 50 = +Rp 50Untung
Rp 1.100max(1.100−800, 0) = Rp 300300 − 50 = +Rp 250Untung besar
Pola payoff "hockey stick": di bawah strike → rugi terbatas pada premi; di atas strike → untung naik searah harga. Break-even = K + premi = Rp 800 + Rp 50 = Rp 850.
Bandingkan tiga keluarga: Obligasi → kupon Rp 80.000/thn (tetap, pasti) · Saham → return ~18% ilustrasi (tidak pasti, bisa negatif) · Derivatif → mengungkit kedua ekstrem. Pilih instrumen sesuai profil risiko Anda.

Coba Sendiri: Bentuk "Hockey Stick" Call vs Put

Geser strike price dan premi, lalu bandingkan kurva payoff call dan put pada berbagai harga saham saat jatuh tempo.

Futures — Kontrak Berjangka

Kesepakatan wajib membeli/menjual aset acuan pada harga & tanggal yang disepakati hari ini. Berbeda dari opsi — futures adalah kewajiban, bukan hak.

Ciri Futures
FUTURES
  • Kewajiban dua arah (beli & jual wajib dieksekusi)
  • Terstandar & diperdagangkan di bursa
  • Marked-to-market harian (untung/rugi disesuaikan tiap hari)
  • Untuk hedging (kunci harga) atau spekulasi
Opsi vs Futures
vs
  • Opsi = hak (boleh tak dieksekusi). Pembeli bayar premi.
  • Futures = kewajiban (pasti dieksekusi). Tak ada premi.
  • Keduanya → tidak memberi kepemilikan perusahaan
Contoh Indonesia: IDX LQ45 Futures (acuan indeks LQ45) dan Single Stock Futures (acuan satu saham) — tersedia di Bursa Efek Indonesia.
Blok 4 dari 4
Indonesia, Rangkuman & Latihan
Menempatkan semua instrumen ke produk nyata di Bursa Efek Indonesia dan Kemenkeu, membongkar salah kaprah, lalu berlatih.

Instrumen Ini di Bursa Indonesia — Produk Nyata

InstrumenKeluargaContoh Nyata di Indonesia
Saham biasaEkuitasBBCA, TLKM, ASII (blue chip di BEI)
Saham preferenEkuitas (hibrida)Lebih jarang di BEI; lazim di pasar global
Obligasi korporasiUtangObligasi emiten BEI (diperingkat Pefindo)
Obligasi negaraUtangORI, SBR, Sukuk Tabungan (ST) — Kemenkeu
Right (HMETD)DerivatifRight issue emiten BEI (aksi korporasi bank/BUMN)
WaranDerivatifWaran terbitan IPO di BEI (kode berakhiran "-W")
OpsiDerivatifKontrak opsi saham (global); tersedia di bursa derivatif terstandar
FuturesDerivatifIDX LQ45 Futures, Single Stock Futures (BEI)
Pesan: tiap konsep di slide bukan teori belaka — ada produknya, diatur OJK, diperdagangkan/dicatat lewat BEI & KSEI, atau diterbitkan Kemenkeu.

Lima Salah Kaprah yang Sering Terjadi

1 "Saham preferen = saham biasa mahal."
Salah — preferen lebih dekat obligasi: dividen tetap, hak suara terbatas.
2 "Right = waran."
Salah — right untuk pemegang lama & berumur sangat pendek; waran untuk siapa saja & berumur panjang.
3 "Beli opsi = beli saham."
Salah — opsi adalah kontrak hak, tidak memberi kepemilikan perusahaan, tidak ada dividen/hak suara.
4 "ORI/SBR itu deposito bank."
Salah — ORI/SBR adalah surat utang negara, bukan tabungan.
5 "Opsi/futures pasti untung kalau prediksi benar." Salah — leverage memperbesar rugi juga; posisi bisa hangus total.
Sebelum membeli instrumen apa pun, tanya tiga hal: (1) Saya pemilik, kreditor, atau pemegang kontrak? (2) Hak & kewajiban saya apa? (3) Rugi maksimal saya berapa?

Peta Konsep: Seluruh Instrumen dalam Satu Gambar

INSTRUMEN PASAR MODALEKUITASSaham BiasaSaham PreferenUTANGObligasi KorporasiObligasi NegaraDERIVATIFRight (HMETD)WaranOpsi (Call/Put)Futures← Right & Waran: ada dilusiOpsi & Futures: tak ada dilusi →
Satu pertanyaan kunci membuka semuanya: pemegang ini berstatus apa terhadap perusahaan? Pemilik (ekuitas), pemberi pinjaman (utang), atau pemegang kontrak (derivatif).

Cheat Sheet — Siapa Punya Hak Apa

InstrumenStatus PemegangHak UtamaRumus / Payoff Kunci
Saham biasaPemilikDividen + suara + klaim sisa— (nilai = PV arus kas)
Saham preferenPemilik (hibrida)Dividen tetap, prioritasPV ≈ D ÷ r (perpetuitas)
ObligasiKreditorKupon + pelunasan pokokKupon = nominal × tarif
Right (HMETD)Pemegang lamaBeli saham baru murah (umur pendek)Nilai right = (P_cum − P_tebus) ÷ (N+1)
WaranSiapa sajaBeli saham baru (umur panjang)Payoff = max(S − K, 0)
Call optionPemegang kontrakHak beli di KPayoff = max(S − K, 0)
Put optionPemegang kontrakHak jual di KPayoff = max(K − S, 0)
FuturesPemegang kontrakWajib beli/jual (kewajiban)Untung/rugi = S − K (dua arah)
Semua bisa direduksi ke satu pertanyaan: status pemegang (pemilik / kreditor / kontrak) → menentukan hak, risiko, dan rumusnya. K = strike · S = harga saham · N = rasio · D = dividen · r = imbal hasil.

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — Nilai Right
HDN-1
Right issue rasio 3:1, harga pasar cum-right Rp 1.200, harga tebus Rp 800.

Hitung harga teoritis ex-right dan nilai 1 right.

Petunjuk: hitung TERP lebih dulu, lalu selisih.
Latihan 2 — Payoff Call
HDN-2
Call option strike Rp 1.000, premi Rp 80.

Hitung payoff & laba bersih untuk harga saham {900 · 1.000 · 1.300}.

Petunjuk: max(S−K,0) lalu kurangi premi.
Kerjakan 5–7 menit. Tentukan dulu instrumen ini masuk keluarga apa, lalu pakai rumus yang sesuai. Setelah itu kita bahas bersama. Kunci: Latihan 1 → TERP = Rp 1.100, nilai right = Rp 100 · Latihan 2 → S=900: laba −80 · S=1.000: laba −80 · S=1.300: laba +220, break-even Rp 1.080.

Penutup & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Hari ini Anda mengenal seluruh instrumen pasar modal — ekuitas, utang, derivatif — beserta hak pemegang & payoff dasarnya. Berikutnya kita masuk cara menilai instrumen-instrumen ini.

Yang Sudah Anda Kuasai
  • Tiga keluarga instrumen: ekuitas · utang · derivatif
  • Hak & kewajiban tiap instrumen (saham, obligasi, right, waran, opsi, futures)
  • Nilai teoritis right (HMETD) — formula TERP
  • Payoff waran/opsi — pola hockey stick & break-even
  • Produk nyata di BEI & Kemenkeu (BBCA, ORI, IDX Futures, dst.)
Tugas Mandiri — Eksplorasi Nyata
idx.co.id
Buka situs idx.co.id: cari satu emiten yang pernah right issue dan satu waran (kode "-W"). Catat rasio & harga tebusnya, lalu ulangi HDN-1 & HDN-2 dengan angka nyata tersebut.
Kuasai peta tiga keluarga malam ini. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya — menilai instrumen pasar modal.