stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Instrumen-instrumen Pasar Uang (Internasional & Indonesia)
FEB UNDIP · Pasar Keuangan

Pasar Keuangan

Pertemuan 3 · Instrumen-instrumen Pasar Uang

Delapan instrumen utang jangka pendek — dari Treasury Bills sampai Sertifikat Bank Indonesia — beserta penerbit, tenor, mekanisme diskonto, risiko, dan tempat diperdagangkannya.

RPS Minggu 3 · Sub-CPMK 3 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan jenis-jenis instrumen pasar uang baik internasional maupun Indonesia (Sub-CPMK 3):

Capaian 1 — Kenali
8
Instrumen Inti
Menyebut & menjelaskan 8 instrumen inti beserta penerbit, tenor, mekanisme, dan risikonya.
Capaian 2 — Bedakan
2
Jenis Mekanisme
Membedakan instrumen diskonto vs berbunga/kupon dan implikasinya pada harga.
Capaian 3 — Hitung
Hitung dari Nol
Menghitung harga & yield instrumen diskonto dan kewajiban beli kembali repo.
Capaian 4 — Petakan
Internasional · Indonesia
Memetakan padanan internasional ↔ Indonesia dan peran BI dalam operasi moneter.

Ke Mana Bank Menaruh Kas Menganggur Semalam?

Bayangkan sebuah bank punya kelebihan kas Rp 500 miliar sore ini, dan butuh dipakai lagi besok pagi. Disimpan di brankas? Rugi — tak menghasilkan apa-apa.

Masalah — Kas Nganggur
Rp 500 M
Idle Cash
Kas idle = biaya peluang. Tidak boleh dipakai investasi jangka panjang karena besok dibutuhkan. Brankas tidak memberi imbal hasil.
Solusi — Pasar Uang
O/N
Overnight
Pinjamkan semalam ke bank lain via PUAB, atau beli SBI/Repo berjangka hari. Aman, likuid, dan tetap berbunga.
Pasar uang lahir dari kebutuhan sederhana ini: memutar dana jangka sangat pendek dengan aman. Hari ini kita kenali semua instrumennya.
Blok 1 dari 4
Apa & Mengapa Pasar Uang?
Definisi, ciri pembeda, mekanisme diskonto vs kupon, dan siapa saja pelakunya.
Jangka Pendek Likuid Risiko Rendah

Definisi & Tiga Ciri Pasar Uang

Pasar uang adalah pasar tempat diperdagangkan instrumen utang jangka pendek (jatuh tempo ≤ 1 tahun), umumnya berkualitas kredit tinggi dan sangat likuid.
Ciri 1 — Jangka Pendek
≤ 1 thn
Tenor maksimal 1 tahun; banyak yang harian (overnight), mingguan, atau bulanan. Cocok untuk mengelola likuiditas, bukan mendanai aset jangka panjang.
Ciri 2 — Likuid
Mudah dijual kembali di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Pasar dalam (banyak pembeli-penjual), spread harga sempit.
Ciri 3 — Risiko Rendah
AAA
Penerbit umumnya pemerintah, bank sentral, atau bank/korporasi bonafide. Risiko gagal bayar kecil → imbal hasil juga relatif kecil.
Beda dengan pasar modal: pasar modal = utang/ekuitas jangka panjang (obligasi, saham). Pasar uang = utang jangka pendek saja.

Dua Mekanisme Imbal Hasil: Diskonto vs Kupon

Diskonto (Zero-Coupon)
Beli < Par
Dijual di bawah nominal, dilunasi penuh saat jatuh tempo. Selisihnya = imbal hasil. Tidak ada pembayaran bunga di tengah jalan.

Contoh: T-Bills, SBI, SPN, NCD, BA.
Berbunga (Interest-Bearing)
Beli = Par
Dibeli senilai nominal, lalu menerima bunga + pokok saat jatuh tempo (atau kupon berkala).

Contoh: CD berbunga, sebagian promes.
Harga = Nominal × (1 − d × t/360)  ·  d = tarif diskonto · t = hari
Yield = (Nominal − Harga) ÷ Harga × 365/t
Mengapa 360 di rumus harga, 365 di rumus yield? Tarif diskonto dikutip basis 360 mengikuti konvensi pasar uang internasional. Yield disetahunkan basis 365 hari (tahun kalender) supaya bisa dibandingkan lintas-jenis instrumen. Dua basis berbeda, dua tujuan berbeda — bukan kesalahan.
Jebakan penting: tarif diskonto bukan imbal hasil sebenarnya. Karena dihitung atas nominal (bukan harga beli yang lebih kecil), yield efektif selalu > tarif diskonto.

Siapa Bermain di Pasar Uang?

Berbeda dari pasar saham, pasar uang didominasi institusi besar karena nominal transaksinya raksasa (miliaran–triliunan).

Bank Sentral (BI)
BI
Pengendali utama. Lewat SBI/SDBI, Repo, & operasi pasar terbuka, BI menyerap/menyuntik likuiditas untuk menjaga suku bunga acuan.
Bank Umum
Bank
Pemain terbesar. Saling pinjam overnight di PUAB, menempatkan kelebihan kas di SBI, dan menerbitkan NCD.
Korporasi & Lembaga
Corp
Korporasi besar terbitkan CP/promes untuk modal kerja; dana pensiun, asuransi, & reksa dana pasar uang sebagai pembeli.
Investor ritel masuk tidak langsung — lewat reksa dana pasar uang yang menampung dana kecil lalu membelikan instrumen besar.
Blok 2 dari 4
Instrumen Pasar Uang Internasional
Lima instrumen klasik dari buku teks: Treasury Bills, Commercial Paper, NCD, Banker's Acceptance, dan Repurchase Agreement.
T-Bills CP NCD BA Repo

Treasury Bills (T-Bills) — Surat Utang Pemerintah Jangka Pendek

Profil Singkat
Gov't
Penerbit: Pemerintah (Kementerian Keuangan)
Tenor: 4, 13, 26, 52 minggu (≤ 1 tahun)
Mekanisme: Dijual diskonto (tanpa kupon)
Risiko: Paling rendah di dunia (risk-free benchmark)
Mengapa Penting?
  • Yield T-Bill jadi acuan suku bunga bebas risiko jangka pendek.
  • Pasar sangat dalam & likuid → mudah dijual kembali.
  • Padanan Indonesia: SPN (Surat Perbendaharaan Negara), dilelang DJPPR Kemenkeu.
T-Bill adalah 'jangkar' seluruh pasar uang: hampir semua suku bunga lain = yield T-Bill + premi risiko atas instrumen yang lebih berisiko.

Hitung dari Nol — HDN-1: Harga & Yield T-Bill

Sebuah T-Bill bernilai nominal Rp 100.000.000, dikutip tarif diskonto 6% per tahun, tenor 91 hari (basis 360 hari). Hitung harga beli dan bond-equivalent yield-nya.

LangkahPerhitunganNilai
1 IdentifikasiNominal = 100.000.000; d = 6%; t = 91; basis 360
2 Nilai diskonto100.000.000 × 6% × (91/360)Rp 1.516.667
3 Harga beli100.000.000 − 1.516.667Rp 98.483.333
4 Imbal hasil (selisih)100.000.000 − 98.483.333Rp 1.516.667
5 Bond-equiv. yield (BEY)(1.516.667 ÷ 98.483.333) × (365/91)≈ 6,18%
Harga beli ≈ Rp 98.483.333; yield ≈ 6,18%. Perhatikan: yield 6,18% > tarif diskonto 6% — persis seperti diperingatkan di Slide 6. Selisihnya karena diskonto dihitung atas nominal, tapi modal Anda lebih kecil & setahun = 365 hari, bukan 360.

Coba Sendiri: Ubah Tarif Diskonto & Tenor T-Bill

Geser tarif diskonto dan tenor lalu amati bagaimana harga beli dan yield sebenarnya (BEY) berubah, dan mengapa yield selalu lebih tinggi dari tarif diskonto yang dikutip.

Commercial Paper (CP) — Surat Utang Korporasi Jangka Pendek

Profil Singkat
Corp
Penerbit: Korporasi besar bonafide
Tenor: Umumnya 1–270 hari (≤ 9 bulan)
Mekanisme: Dijual diskonto, tanpa jaminan (unsecured)
Risiko: Lebih tinggi dari T-Bill (tergantung kredibilitas penerbit)
Catatan Penting
  • Pengganti pinjaman bank yang lebih murah untuk korporasi top → modal kerja jangka pendek.
  • Karena tanpa jaminan, hanya emiten rating tinggi yang bisa menerbitkan.
  • Di Indonesia diatur OJK; sempat marak lalu surut pasca beberapa gagal bayar.
Risiko gagal bayar nyata: krisis 1998 & beberapa kasus gagal bayar CP membuat investor lebih hati-hati. Rating kredit jadi penyaring utama.

Negotiable Certificate of Deposit (NCD) — Deposito yang Bisa Dijual

Profil Singkat
Bank
Penerbit: Bank
Tenor: Beberapa minggu sampai 1 tahun
Mekanisme: Umumnya diskonto (Indonesia: zero-coupon)
Risiko: Rendah (risiko bank penerbit)
Beda dari Deposito Biasa
  • Deposito biasa: tidak bisa dipindahtangankan; tarik sebelum jatuh tempo kena penalti.
  • NCD: negotiable = bisa dijual ke pihak lain di pasar sekunder sebelum jatuh tempo → likuid.
  • Di Indonesia: NCD diatur OJK/POJK, diterbitkan tanpa warkat (skripless), satuan besar.
Kata kunci: 'Negotiable' = bisa dialihkan. Inilah yang mengubah deposito kaku menjadi instrumen pasar uang yang likuid.

Banker's Acceptance (BA) — Wesel yang Dijamin Bank

Profil Singkat
Diaksep
Penerbit: Importir/eksportir, diaksep (dijamin) bank
Tenor: 30–180 hari
Mekanisme: Diskonto
Risiko: Rendah (ditanggung bank pengaksep, bukan hanya pedagang)
Alur Sederhana (Perdagangan Internasional)
  • 1 Importir minta banknya menerbitkan wesel untuk membayar eksportir.
  • 2 Bank "mengaksep" (cap accepted) → janji bayar kini menjadi kewajiban bank, bukan importir.
  • 3 Wesel teraksep ini bisa dijual diskonto di pasar uang → eksportir/pemegang dapat tunai lebih awal.
BA mengubah janji bayar pedagang (berisiko) menjadi janji bayar bank (lebih dipercaya). Sangat lazim dalam pembiayaan ekspor-impor.

Repurchase Agreement (Repo) — Pinjaman Berjaminan Surat Berharga

Repo bukan "surat berharga" baru, melainkan perjanjian: jual surat berharga sekarang dengan janji membeli kembali di harga lebih tinggi nanti. Hakikatnya = pinjaman berjaminan.

PEMINJAM(Bank/Dealer)PEMBERI DANA(Bank/BI)SBN (jaminan) →← Kas Rp 500 jt (Kaki 1: hari ini)Kaki 2 (jatuh tempo): Peminjam bayar Rp 500 jt + bunga repo → terima SBN kembali
Profil Singkat
Pelaku: Bank, BI, dealer  |  Tenor: Overnight–beberapa minggu  |  Jaminan: SBN/SBI  |  Risiko: Sangat rendah (ada agunan)
Selisih harga jual & beli-kembali = bunga (repo rate). Karena ada agunan, repo lebih aman → bunganya rendah.

Hitung dari Nol — HDN-2: Kewajiban Beli Kembali Repo

Sebuah bank melakukan repo: menerima kas Rp 500.000.000 hari ini, repo rate 5,5% per tahun, tenor 7 hari (basis 360 hari). Berapa yang harus dibayar saat membeli kembali?

LangkahPerhitunganNilai
1 IdentifikasiPokok = 500.000.000; r = 5,5%; t = 7; basis 360
2 Bunga repo500.000.000 × 5,5% × (7/360)Rp 534.722
3 Kewajiban beli kembali500.000.000 + 534.722Rp 500.534.722
Bayar kembali ≈ Rp 500.534.722. Untuk meminjam Rp 500 juta selama 7 hari, biayanya hanya ~Rp 534 ribu — murah, karena dijamin surat berharga.
Catatan basis hari: jika basis 365 (bukan 360), bunga = 500 jt × 5,5% × 7/365 ≈ Rp 527.397. Selalu cek konvensi day-count dalam kontrak.
Blok 3 dari 4
Instrumen Pasar Uang Indonesia
Padanan lokal & alat operasi moneter Bank Indonesia: SBI, SBPU, SPN, Promes, dan pasar antar-bank PUAB.
SBI SBPU SPN Promes PUAB

Sertifikat Bank Indonesia (SBI) — Alat Moneter Bank Sentral

Profil Singkat
BI
Penerbit: Bank Indonesia (bukan pemerintah!)
Tenor: Jangka pendek (mingguan–bulanan, ≤ 1 tahun)
Mekanisme: Diskonto, lewat lelang
Risiko: Mendekati bebas risiko (penerbit bank sentral)
Fungsi Moneter
  • BI menerbitkan SBI untuk menyerap kelebihan likuiditas perbankan → mengerem inflasi.
  • Bank membeli SBI = "memarkir" dana di tempat super-aman & berbunga.
  • Pelengkapnya: SDBI (Sertifikat Deposito BI, hanya antar-bank).
Jangan keliru: SBI = surat Bank Indonesia (kebijakan moneter). Surat utang pemerintah jangka pendek = SPN (Kemenkeu). Dua hal berbeda!

Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) — Kebalikan Fungsi SBI

Profil Singkat
Bank→BI
Penerbit: Bank/lembaga keuangan (surat aksep/promes yang dijual ke BI)
Tenor: Jangka pendek
Mekanisme: Diskonto
Fungsi: Sarana BI menyuntik likuiditas
SBI vs SBPU — Cermin
  • SBI: BI menyerap likuiditas (bank beli → uang masuk ke BI).
  • SBPU: BI menyuntik likuiditas (BI beli SBPU bank → uang keluar ke bank).
  • Dua sisi koin operasi pasar terbuka BI.
SBPU adalah instrumen agar bank yang kekurangan likuiditas bisa mendapat dana dari BI dengan menjual surat berharga jangka pendeknya.

SPN — 'T-Bills' Indonesia & PUAB — Pasar Antar-Bank

SPN (Surat Perbendaharaan Negara)
Kemenkeu
Penerbit: Pemerintah (Kemenkeu/DJPPR)
Tenor: 3, 6, 12 bulan
Mekanisme: Diskonto, lewat lelang
Peran: Padanan T-Bills sesungguhnya di Indonesia; yield-nya jadi acuan bebas risiko jangka pendek rupiah.
PUAB (Pasar Uang Antar-Bank)
O/N
Bank saling pinjam-meminjam dana, terbanyak overnight (O/N). Suku bunga PUAB O/N = denyut likuiditas harian & acuan yang dijaga BI agar dekat suku bunga kebijakan.
Dua acuan kunci rupiah: yield SPN (instrumen pemerintah) dan PUAB O/N (pinjaman antar-bank). Keduanya jadi 'termometer' biaya dana jangka pendek.

Promissory Notes (Surat Sanggup/Promes)

Profil Singkat
Janji Bayar
Penerbit: Korporasi/individu (peminjam)
Tenor: Jangka pendek
Mekanisme: Janji bayar tertulis tanpa syarat — bisa diskonto atau berbunga
Risiko: Tergantung kredibilitas penerbit (sering tanpa jaminan)
Karakter
  • Pernyataan sanggup membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu (≠ wesel: promes adalah janji diri sendiri membayar).
  • Bisa dialihkan (endorsement) → diperdagangkan di pasar uang.
  • Dasar dari banyak instrumen lain: CP pada hakikatnya adalah promes korporasi.
Hati-hati risiko: promes korporasi tanpa jaminan = pemegang hanya pegang "janji". Periksa rekam jejak & rating penerbit sebelum membeli.

Peta Padanan: Instrumen Internasional ↔ Indonesia

Tabel Padanan — Sering Keluar di Ujian
Konsep / InternasionalPadanan IndonesiaPenerbitMekanisme
Treasury Bills (T-Bills)SPN (Surat Perbendaharaan Negara)Pemerintah (Kemenkeu)Diskonto, lelang
Central Bank BillSBI / SDBIBank IndonesiaDiskonto, lelang
Commercial Paper (CP)Surat berharga komersial / promes korporasiKorporasiDiskonto, unsecured
Negotiable CD (NCD)NCD bank (POJK)BankDiskonto
Banker's Acceptance (BA)Wesel ekspor teraksep bankImportir + bankDiskonto
RepoRepo SBN/SBIBank, BI, dealerPinjaman berjaminan
Fed Funds / InterbankPUAB (O/N)Antar-bankPinjaman tanpa warkat
Paling sering tertukar: SBI (Bank Indonesia, moneter) ≠ SPN (pemerintah, pembiayaan). Hafalkan baik-baik.
Blok 4 dari 4
Hitung Yield & Rangkuman
Satu lagi Hitung dari Nol — membandingkan NCD diskonto vs CD berbunga — lalu rangkuman, jebakan umum, dan latihan.

Hitung dari Nol — HDN-3: NCD Diskonto vs CD Berbunga

Dua produk sama-sama dikutip 7% per tahun, nominal Rp 100.000.000, tenor 90 hari (basis 360). Mana yang sebenarnya lebih menguntungkan?

LangkahNCD Diskonto (7%)CD Berbunga (7%)
MekanismeBeli di bawah nominalBeli senilai nominal
Harga beli / modal100 jt × (1 − 7% × 90/360) = Rp 98.250.000Rp 100.000.000
Diterima saat jatuh tempoRp 100.000.000100 jt + (100 jt × 7% × 90/360) = Rp 101.750.000
Keuntungan nominalRp 1.750.000Rp 1.750.000
Yield sejati (gain ÷ modal × 360/90)(1,75 jt ÷ 98,25 jt) × 4 = ≈ 7,12%(1,75 jt ÷ 100 jt) × 4 = 7,00%
Catatan basis: di sini kita pakai 360/90 untuk yield sejati agar adil membandingkan dua produk berbasis-360 yang sama. Ini berbeda dari BEY di HDN-1 yang menyetahunkan dengan 365 hari, karena tujuan BEY adalah membandingkan T-Bill lintas-jenis instrumen. Dua situasi berbeda, dua pilihan basis berbeda — bukan inkonsistensi.
Keuntungan rupiah-nya sama (Rp 1,75 jt), tapi NCD diskonto unggul! Modalnya lebih kecil (Rp 98,25 jt vs Rp 100 jt) → yield sejati 7,12% > 7,00%. Headline 7% yang sama bisa menyesatkan.

Empat Jebakan yang Sering Bikin Salah

Jebakan 1 — Pasar Uang = Saham
SALAH
Pasar uang = utang jangka pendek, bukan saham. Saham & obligasi panjang ada di pasar modal.
Jebakan 2 — Diskonto = Yield
SALAH
Tarif diskonto selalu lebih kecil dari yield sejati (lihat HDN-1 & HDN-3).
Jebakan 3 — SBI = Surat Pemerintah
SALAH
SBI = Bank Indonesia. Surat pemerintah jangka pendek = SPN (Kemenkeu).
Jebakan 4 — Semua Bebas Risiko
SALAH
Hanya T-Bill/SPN/SBI yang ~bebas risiko. CP & promes korporasi bisa gagal bayar.
Kalau Anda lolos dari empat jebakan ini, Anda sudah memahami pasar uang lebih baik daripada kebanyakan orang.

Cheat Sheet — Delapan Instrumen Pasar Uang

Ringkasan: Penerbit · Tenor · Mekanisme · Risiko
InstrumenPenerbitTenorMekanismeRisiko
T-Bills / SPNPemerintah≤ 1 thnDiskontoSangat rendah
Commercial PaperKorporasi≤ 9 blnDiskonto, unsecuredSedang
NCDBank≤ 1 thnDiskonto, negotiableRendah
Banker's AcceptanceImportir + bank30–180 hrDiskontoRendah
RepoBank/BI/dealerO/N–mingguPinjaman berjaminanSangat rendah
SBIBank Indonesia≤ 1 thnDiskonto, lelang~Bebas risiko
SBPUBank → BIPendekDiskontoRendah
PromesKorporasi/individuPendekJanji bayarTergantung penerbit
Pola umum: makin aman penerbit → makin rendah yield. Pemerintah & bank sentral paling aman; korporasi tanpa jaminan paling berisiko (yield tertinggi).

Diskusi & Latihan Kelas

Latihan Hitung

L1 T-Bill: Nominal Rp 200 jt, diskonto 5% p.a., tenor 182 hari (basis 360). Hitung harga beli & nilai diskontonya.

L2 Repo: Kas Rp 1 miliar, repo rate 6% p.a., tenor 14 hari (basis 360). Hitung kewajiban beli kembali.

Diskusi Konsep
  • D1 Jelaskan beda SBI dan SPN: siapa penerbit & apa tujuannya masing-masing?
  • D2 Mengapa yield instrumen diskonto selalu > tarif diskonto yang dikutip? Beri argumen.
  • D3 Sebuah korporasi memilih menerbitkan CP daripada pinjam bank. Apa keuntungan & risikonya bagi investor pembeli CP?
Kerjakan L1 & L2 dengan tabel langkah seperti HDN. Kunci: L1 → harga ≈ Rp 194.944.444; L2 → kewajiban ≈ Rp 1.002.333.333.

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Yang Sudah Anda Kuasai
8 Instr.
  • Definisi & ciri pasar uang (jangka pendek, likuid, risiko rendah)
  • 8 instrumen inti: penerbit · tenor · mekanisme · risiko
  • Diskonto vs kupon — perbedaan & jebakan
  • Hitung harga, yield, & kewajiban repo (3 HDN)
  • Padanan internasional ↔ Indonesia & peran BI
Siapkan untuk Pertemuan 4
Next
  • Baca pratinjau topik berikutnya di RPS
  • Ulang konsep diskonto & yield (jadi fondasi penilaian instrumen berikutnya)
  • Bawa kalkulator
Pasar uang adalah "tempat parkir" dana jangka pendek; pertemuan berikutnya kita naik ke instrumen & pasar yang lebih panjang. Konsep nilai sekarang & yield hari ini akan terus terpakai.