‹ Daftar slidePertemuan 1: Sistem Keuangan, Institusi Keuangan, dan Pasar Keuangan
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP
Pasar Keuangan
Pertemuan 1 · Sistem, Institusi & Pasar Keuangan
Bagaimana uang berpindah dari tangan yang punya kelebihan ke tangan yang butuh — lewat sistem, lembaga, dan pasar keuangan, serta bagaimana ketiganya saling terkait.
RPS Minggu 1 · Sub-CPMK 1 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan konsep dasar sistem keuangan, institusi keuangan, dan pasar keuangan serta keterkaitannya (Sub-CPMK 1). Secara rinci:
Capaian 1 — Definisi
3
konsep dibedakan
Membedakan sistem, institusi, dan pasar keuangan — tiga lapis yang berbeda, bukan sinonim satu sama lain.
Capaian 2 — Keterkaitan
1
diagram aliran dana
Menjelaskan hubungan ketiga konsep lewat satu diagram aliran dana dari penabung ke peminjam.
Capaian 3 — Fungsi
5
fungsi pasar keuangan
Menyebut lima fungsi pasar keuangan: salur dana, harga, likuiditas, informasi, pembagian risiko.
Capaian 4 — Klasifikasi
8
instrumen diklasifikasi
Menggolongkan instrumen ke jenis pasar yang tepat: uang/modal, utang/ekuitas, primer/sekunder.
Tabungan Anda Ke Mana Perginya?
Anda menabung Rp 1.000.000 di bank. Uang itu tidak diam di brankas — ia langsung bekerja. Ke mana?
Langkah 1 — Anda Menabung
Rp 1 jt
masuk rekening
Bank berjanji membayar bunga ~4%/tahun (estimasi indikatif) atas tabungan Anda.
Langkah 2 — Bank Menyalurkan
~9%
bunga kredit
Bank meminjamkan dana itu ke pengusaha untuk modal usaha dengan bunga kredit lebih tinggi.
Langkah 3 — Dana Tumbuh
Aktif
ekonomi berputar
Pengusaha membeli mesin, mempekerjakan orang, menghasilkan barang — Anda tetap dapat bunga.
Inilah inti sistem keuangan: mempertemukan orang yang punya kelebihan uang dengan orang yang butuh uang. Hari ini kita bedah mesin di baliknya.
Bagian 1 dari 4
Sistem Keuangan & Masalah Intinya
Mengapa ekonomi butuh sistem keuangan — masalah mempertemukan unit surplus dengan unit defisit — dan dua jalur penyelesaiannya.
SurplusDefisitPenyaluran
Masalah Inti: Mempertemukan yang Surplus dengan yang Defisit
Di setiap ekonomi selalu ada dua kelompok yang harus dipertemukan.
Unit Surplus (Penabung)
Punya Lebih
Pendapatan > Pengeluaran
Dana mereka menganggur dan perlu disalurkan. Contoh: rumah tangga yang menabung, dana pensiun, perusahaan dengan laba ditahan.
Unit Defisit (Peminjam)
Butuh Dana
Kebutuhan > Yang Dimiliki
Perlu suntikan dana dari luar. Contoh: pengusaha yang mau ekspansi, pemerintah membangun infrastruktur, keluarga mengambil KPR.
Tanpa jembatan, surplus dan defisit tak pernah bertemu: uang menganggur di satu sisi, peluang terbuang di sisi lain. Sistem keuangan adalah jembatan itu.
Apa Itu Sistem Keuangan (Financial System)?
Sistem keuangan adalah keseluruhan kerangka — lembaga, pasar, instrumen, dan aturan — yang menyalurkan dana dari unit surplus ke unit defisit dalam suatu ekonomi.
Komponen 1
Institusi
Pelaku/lembaga: bank, asuransi, sekuritas, dana pensiun. (Dibahas di Bagian 2)
Komponen 2
Pasar
Tempat transaksi: pasar uang, pasar modal, pasar obligasi. (Dibahas di Bagian 3)
Komponen 3
Instrumen & Aturan
Produk (saham, obligasi, deposito) + regulasi OJK & BI yang menjaga kepercayaan.
Jadi sistem = payung besar; institusi dan pasar adalah dua komponen di dalamnya. Inilah kunci membedakan ketiganya.
Dua Jalur Menyalurkan Dana
Dana mengalir dari penabung ke peminjam lewat dua jalur yang berjalan berdampingan.
Jalur Tidak Langsung (Indirect)
Lewat perantara/intermediary seperti bank. Penabung taruh dana di bank → bank yang menyalurkan ke peminjam. Penabung tidak kenal siapa peminjamnya.
Jalur Langsung (Direct)
Lewat pasar keuangan (BEI). Peminjam menerbitkan saham/obligasi yang dibeli langsung oleh investor. Tidak ada bank di tengah, hanya perantara perdagangan (sekuritas).
Keduanya komplementer, bukan bersaing. BMRI/BBRI mewakili jalur tidak langsung; BEI mewakili jalur langsung. Satu ekonomi sehat butuh keduanya.
Coba Sendiri: Telusuri Aliran Dana Surplus ke Defisit
Geser pilihan jalur langsung/tidak langsung dan amati bagaimana dana penabung sampai ke peminjam lewat rute yang berbeda.
Hitung dari Nol — HDN-1: Dari Mana Bank Dapat Untung?
Anda menabung Rp 100.000.000 (deposito ~4%/tahun). Bank menyalurkannya jadi kredit ke pengusaha (~9%/tahun). Lacak uangnya selama 1 tahun.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Pokok yang Anda titipkan ke bank
—
Rp 100.000.000
Bunga yang Anda terima (deposito)
4% × Rp 100.000.000
Rp 4.000.000
Bunga dari peminjam ke bank (kredit)
9% × Rp 100.000.000
Rp 9.000.000
Margin bruto bank
Rp 9.000.000 − Rp 4.000.000
Rp 5.000.000
Spread (selisih bunga)
9% − 4%
5 poin persen
Margin bruto bank ≈ Rp 5.000.000/tahun dari dana Anda saja. Inilah imbalan bank atas perannya sebagai perantara: menanggung risiko, menyeleksi peminjam, menjamin likuiditas Anda. (Catatan: ini margin bruto — margin bersih riil lebih kecil setelah biaya operasional dan cadangan kredit macet.)
Bagian 2 dari 4
Institusi Keuangan: Para Pelaku
Siapa saja lembaga yang menjalankan penyaluran dana — bank dan bukan bank — dan bagaimana mereka diawasi di Indonesia.
DepositoriNon-DepositoriPengawas
Apa Itu Institusi Keuangan (Financial Institution)?
Institusi keuangan adalah lembaga yang menghimpun dana dari unit surplus dan menyalurkannya ke unit defisit, atau memfasilitasi transaksi keuangan — sebagai perantara dalam sistem keuangan.
Peran 1 — Menghimpun
Kumpul
Mengumpulkan dana kecil-kecil dari banyak penabung menjadi kumpulan dana besar yang sanggup membiayai proyek besar.
Peran 2 — Menyalurkan
Salur
Menyalurkan dana ke peminjam yang produktif setelah diseleksi (kredit, pembiayaan) — tidak semua bisa meminjam.
Institusi keuangan menjual kepercayaan: Anda percaya uang Anda aman dan bisa diambil kapan saja. Hilang kepercayaan = bank run (penarikan besar-besaran serentak).
Dua Golongan Besar Institusi Keuangan
Depositori — Menghimpun Simpanan
Bank
terima tabungan/giro/deposito
Menerima simpanan masyarakat yang bisa ditarik. Diawasi ketat karena pegang uang masyarakat luas.
Contoh Indonesia:
Bank umum: BCA (BBCA), Mandiri (BMRI), BRI (BBRI)
Bank syariah: BSI (BRIS)
Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
✓ Dijamin LPS
Non-Depositori — Bukan Simpanan
Lainnya
himpun premi/iuran/penjualan unit
Menghimpun dana lewat cara lain, bukan simpanan yang bisa ditarik sewaktu-waktu.
Contoh Indonesia:
Asuransi (Prudential, Allianz) — premi
Dana pensiun — iuran berkala
Sekuritas & reksa dana — unit penyertaan
Multifinance/leasing (Adira)
× Tidak dijamin LPS
Pembeda kunci: apakah lembaga itu menerima simpanan yang bisa ditarik nasabah? Ya → depositori (bank). Tidak → non-depositori. Hanya depositori yang dijamin LPS.
Studi Kasus: Lanskap Institusi Keuangan Indonesia
Mengenali pelaku nyata di Indonesia — yang sahamnya bahkan bisa Anda beli di BEI.
Jenis
Contoh Indonesia (Ticker BEI)
Peran
Bank BUMN
Bank Mandiri BMRI, BRI BBRI, BNI BBNI
Intermediasi simpanan → kredit, skala nasional
Bank swasta
BCA BBCA, CIMB Niaga
Intermediasi, layanan transaksi perbankan
Bank syariah
Bank Syariah Indonesia BRIS
Intermediasi berbasis prinsip syariah (bagi hasil)
Asuransi
Prudential, Allianz, BPJS (sosial)
Menghimpun premi, mengelola risiko tertanggung
Sekuritas/Bursa
PT Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX)
Penyelenggara pasar modal — jalur langsung
Pembiayaan
Adira Finance, BCA Finance (multifinance)
Pembiayaan konsumen & kendaraan
Perhatikan: bank (depositori) mewakili jalur tidak langsung; BEI adalah penyelenggara pasar modal — jalur langsung. Keduanya hidup berdampingan dalam satu sistem keuangan Indonesia.
Siapa yang Menjaga? Arsitektur Stabilitas Sistem Keuangan
Agar masyarakat percaya, sistem keuangan Indonesia dijaga empat otoritas dengan pembagian tugas jelas.
BI — Bank Indonesia
Bank sentral. Menjaga stabilitas nilai rupiah & sistem pembayaran; otoritas moneter (BI-Rate) dan makroprudensial. Mengatur jumlah uang beredar.
OJK — Otoritas Jasa Keuangan
Pengawas mikroprudensial (UU 21/2011). Mengatur & mengawasi bank, pasar modal, asuransi, pembiayaan — satu per satu kesehatan lembaganya.
LPS — Lembaga Penjamin Simpanan
Menjamin simpanan nasabah bank sampai batas tertentu; menangani bank gagal agar tidak menimbulkan kepanikan sistemik.
Kemenkeu — Kementerian Keuangan
Otoritas fiskal. Menerbitkan SBN (Surat Berharga Negara/obligasi negara), kebijakan APBN, koordinasi KSSK bersama tiga otoritas lain.
Keempatnya berkoordinasi dalam KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) saat krisis. Pembagian: BI=moneter, OJK=pengawasan, LPS=jaminan, Kemenkeu=fiskal.
Bagian 3 dari 4
Pasar Keuangan: Arena Transaksi
Apa itu pasar keuangan, lima fungsi vitalnya, dan cara menggolongkannya — primer/sekunder, uang/modal, utang/ekuitas.
FungsiJenisKlasifikasi
Apa Itu Pasar Keuangan (Financial Market)?
Pasar keuangan adalah tempat (fisik maupun elektronik) bertemunya penjual dan pembeli instrumen keuangan — saham, obligasi, valuta asing, dll — sehingga dana mengalir dari pemilik dana ke yang membutuhkan.
Bukan Harus Gedung
Digital
Pasar keuangan modern sebagian besar elektronik. BEI hari ini = sistem perdagangan digital — transaksi terjadi dalam milidetik, bukan teriakan di lantai bursa.
Yang Diperdagangkan
Instrumen
Instrumen keuangan = klaim atas uang. Saham = klaim kepemilikan perusahaan; obligasi = klaim utang. Bukan barang fisik.
Hubungan dengan dua konsep sebelumnya: pasar adalah arena jalur langsung (Slide 7); institusi seperti sekuritas & BEI yang menyelenggarakannya. Semua di bawah payung sistem keuangan.
Lima Fungsi Vital Pasar Keuangan
1Penyaluran Dana
Mengalirkan dana dari unit surplus ke unit defisit (fungsi utama). Contoh: GoTo IPO di BEI menghimpun dana dari ribuan investor sekaligus.
2Penentuan Harga
Interaksi permintaan–penawaran membentuk harga wajar aset (price discovery). Contoh: harga saham BBCA bergerak tiap detik sesuai pasar.
3Likuiditas
Investor bisa menjual aset menjadi tunai dengan cepat. Contoh: Anda jual saham TLKM hari ini, dana cair beberapa hari.
4Informasi
Harga merangkum informasi; pasar mengumpulkan & menyebar info. Contoh: harga obligasi mencerminkan ekspektasi suku bunga BI.
5Pembagian Risiko
Risiko disebar ke banyak pihak; investor bisa diversifikasi. Contoh: beli reksa dana = ikut puluhan saham, risiko tersebar.
Karena lima fungsi ini, pasar keuangan bukan sekadar kasino: ia adalah mesin alokasi modal yang membuat ekonomi efisien.
Golongan 1 — Pasar Primer vs Pasar Sekunder
Pembedanya: apakah surat berharga itu dijual pertama kali atau diperdagangkan ulang.
Pasar Primer (Primary)
Perdana
Dana masuk ke emiten
Penjualan perdana surat berharga oleh emiten langsung kepada investor. Uang dari investor mengalir ke perusahaan.
Contoh: IPO saham, penerbitan obligasi/ORI baru.
Pasar Sekunder (Secondary)
Bekas
Dana antar-investor
Perdagangan surat berharga yang sudah ada antar-investor. Dana berpindah dari investor ke investor — emiten tidak menerima uang baru.
Contoh: jual-beli saham harian di BEI.
Tanpa pasar sekunder, tak ada yang mau beli di pasar primer — karena pasar sekunder memberi likuiditas: jaminan bisa menjual lagi nanti.
Golongan 2 — Pasar Uang vs Pasar Modal
Pembedanya: jangka waktu instrumen. Ini perbedaan paling mendasar yang sering ditanyakan di ujian.
Aspek
Pasar Uang (Money Market)
Pasar Modal (Capital Market)
Jangka waktu
Pendek (≤ 1 tahun)
Panjang (> 1 tahun)
Instrumen
SBI, SPN, deposito, CP, call money
Saham, obligasi (>1th), reksa dana
Tujuan
Kelola likuiditas jangka pendek
Pembiayaan investasi jangka panjang
Risiko
Relatif rendah
Lebih tinggi (terutama saham)
Arena Indonesia
Antar-bank, Bank Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI)
Kata kunci pembeda = JANGKA WAKTU. ≤ 1 tahun → pasar uang. > 1 tahun (atau tanpa jatuh tempo, seperti saham) → pasar modal.
Golongan 3 — Pasar Utang vs Pasar Ekuitas
Pembedanya: jenis klaim yang Anda pegang — Anda memberi pinjaman atau ikut memiliki?
Pasar Utang (Debt)
Meminjamkan
Instrumen: Obligasi
Anda memberi pinjaman ke perusahaan/negara. Dapat kupon (bunga) tetap + pokok kembali di akhir. Tidak ikut memiliki, tidak punya hak suara.
Risiko lebih rendah; didahulukan saat kepailitan.
Pasar Ekuitas (Equity)
Memiliki
Instrumen: Saham
Anda ikut memiliki perusahaan. Dapat dividen (tak dijamin) + potensi capital gain. Punya hak suara di RUPS.
Risiko lebih tinggi; paling akhir saat kepailitan.
Saat perusahaan bangkrut (UU 37/2004 — Kepailitan): pemegang utang (obligasi) dibayar lebih dulu; pemegang saham (ekuitas) paling akhir. Inilah harga dari potensi untung lebih besar pada saham.
Hitung dari Nol — HDN-2: Mengapa Emiten Mau ke Pasar Modal?
Sebuah emiten butuh Rp 1 triliun. Pilih: pinjam bank (~10%/tahun) atau terbitkan obligasi langsung ke investor di pasar (kupon ~8%/tahun). Hitung beban bunga setahun.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Dana yang dibutuhkan
—
Rp 1.000.000.000.000 (Rp 1 triliun)
Jalur tidak langsung — kredit bank (~10%)
10% × Rp 1 triliun
Rp 100.000.000.000
Jalur langsung — kupon obligasi (~8%)
8% × Rp 1 triliun
Rp 80.000.000.000
Penghematan per tahun
Rp 100 miliar − Rp 80 miliar
Rp 20.000.000.000
Selisih tarif
10% − 8%
2 poin persen
Hemat ± Rp 20 miliar/tahun dengan jalur langsung. Emiten besar dengan reputasi baik bisa memangkas margin perantara (spread bank dari HDN-1) — inilah daya tarik pasar modal.
Namun UMKM kecil tetap mengandalkan bank karena tidak punya skala/reputasi untuk menerbitkan obligasi. Keduanya melayani segmen berbeda — saling melengkapi.
Inti Sub-CPMK: Bagaimana Ketiganya Saling Terkait?
Satu diagram merangkum keterkaitan sistem ⊃ institusi + pasar, menelusuri uang dari menabung sampai jadi modal emiten.
Jawaban Sub-CPMK: Sistem = bingkai keseluruhan; institusi (bank/sekuritas) & pasar (BEI) = dua mekanisme di dalamnya; instrumen (saham/obligasi/deposito) = yang mengalir; otoritas = penjaga. Ketiganya satu kesatuan.
Latihan Klasifikasi — Tempatkan 8 Instrumen ke Kuadrannya
Pakai dua sumbu: jangka waktu (pasar uang ≤1th / pasar modal >1th) × jenis klaim (utang / ekuitas). Coba sendiri dulu\!
#
Instrumen
Pasar (Jangka Waktu)
Jenis Klaim
Kunci Pembeda
1
Deposito
Pasar uang (≤1 th)
Utang
Anda "meminjamkan" ke bank, dapat bunga tetap; jangka pendek.
2
SBI (Sertifikat Bank Indonesia)
Pasar uang (≤1 th)
Utang
Surat utang BI jangka pendek.
3
Saham BBCA
Pasar modal (tanpa jatuh tempo)
Ekuitas
Anda ikut memiliki Bank BCA; dapat dividen + capital gain.
4
Obligasi Ritel / ORI
Pasar modal (>1 th)
Utang
Anda meminjamkan ke negara, dapat kupon berkala.
5
Reksa dana
Tergantung isi*
Campuran*
Wadah — reksa dana pasar uang vs saham = beda kategori.
6
KPR (Kredit Pemilikan Rumah)
Bukan instrumen pasar***
Kredit
Kredit bank = jalur tidak langsung; tidak diperdagangkan di pasar mana pun. Bukan efek/surat berharga.
7
Commercial Paper (CP)
Pasar uang (≤1 th)
Utang
Surat utang perusahaan jangka pendek.
8
Kontrak Futures
Pasar derivatif**
Derivatif**
Nilainya diturunkan dari aset lain — bukan utang/ekuitas murni.
*Reksa dana = wadah; sifatnya ikut isi portofolionya. **Futures = pasar derivatif (turunan); diperkenalkan singkat di P1, didalami pertemuan lanjutan. ***KPR = kredit bank (jalur tidak langsung); tidak diperdagangkan di pasar mana pun — bukan instrumen pasar uang/modal. Justifikasi penuh = kunci jawaban Lampiran B.
Lima Salah Kaprah yang Sering Terjadi
1"Sistem = pasar keuangan" Salah: sistem adalah payung; pasar hanya salah satu komponennya (selain institusi & instrumen & aturan).
2"Pasar keuangan = bursa saham saja" Salah: ada pasar uang, obligasi, valas, derivatif — saham hanya satu sudut kecil.
3"Pasar uang = pasar modal" Salah: pembedanya jangka waktu: ≤1 tahun → uang; >1 tahun → modal. Bukan sinonim.
4"Bank vs pasar modal saling menggantikan" Salah: keduanya komplementer — jalur tidak langsung & langsung melayani segmen berbeda.
5"Saham lebih aman karena bisa dapat untung besar" Salah: untung besar = imbalan risiko. Saat pailit (UU 37/2004), pemegang saham dibayar paling akhir. Potensi untung lebih besar = risiko lebih tinggi, bukan lebih aman.
Tiga cek cepat sebelum menjawab soal: (1) lapis apa (sistem/institusi/pasar)? (2) jangka waktu apa? (3) jenis klaim apa? Tiga pertanyaan ini menutup mayoritas kesalahan.
Peta Konsep: Tiga Lapis yang Saling Terkait
Hubungan inti: SISTEM ⊃ (INSTITUSI + PASAR + INSTRUMEN), dijaga OTORITAS. Institusi = pelaku; pasar = arena; instrumen = yang diperdagangkan.
Cheat Sheet — Pembedaan Kunci yang Wajib Hafal
Pasangan
Pembeda Kunci
Cara Ingat
Sistem vs Institusi vs Pasar
Lapis / cakupan
Sistem = payung; institusi = pelaku; pasar = arena
Langsung vs Tidak Langsung
Ada bank di tengah?
Bank di tengah → tidak langsung; lewat BEI → langsung
Primer vs Sekunder
Perdana atau bekas?
Dana ke emiten → primer; antar-investor → sekunder
Bank → depositori (dijamin LPS); lainnya → non-depositori
Semua pembedaan ini turunan dari tiga pertanyaan induk: siapa pihaknya, apa instrumennya, berapa jangka waktunya. Kuasai enam pasangan ini = kuasai Pertemuan 1.
Penutup & Persiapan Pertemuan 2
Hari ini Anda memasang fondasi: tiga lapis (sistem ⊃ institusi + pasar) dan cara menggolongkannya. Pertemuan depan kita perdalam lingkungan keuangan dan perannya bagi ekonomi.
Pertemuan 2 — Lingkungan Keuangan
Peran sistem keuangan bagi pertumbuhan ekonomi
Interaksi dengan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI-Rate)
Dinamika & risiko sistemik yang harus dijaga
Bagaimana lingkungan keuangan mempengaruhi keputusan investasi & pendanaan
Tugas Mandiri
1 Emiten
pilih dari BEI
Pilih 1 emiten BEI (misalnya TLKM atau BBCA), lalu telusuri: (1) ia institusi jenis apa? (2) instrumennya masuk pasar mana? (3) diawasi siapa?
Tulis 1 paragraf — dikumpulkan awal P2.
Kuasai enam pembedaan kunci & diagram keterkaitan (Slide 21) malam ini. Sampai jumpa di Pertemuan 2 — Lingkungan Keuangan.