stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Pengertian, landasan, ruang lingkup, dan tujuan pendidikan Pancasila
Mata Kuliah Wajib Umum • UUW00003

Pancasila

Pertemuan 1 — Pengertian, Landasan, Ruang Lingkup, dan Tujuan Pendidikan Pancasila

Sebelum masuk ke sejarah dan filsafatnya, kita perlu sepakat dulu: apa itu Pancasila, mengapa ia wajib dipelajari, seluas apa cakupannya, dan mau dibawa ke mana pemahaman kita di akhir semester.

RPS minggu 1 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan empat pilar pemahaman dasar tentang Pendidikan Pancasila sebagai pijakan untuk seluruh materi satu semester.

CAPAIAN 1 — PENGERTIAN
MEMAHAMI DEFINISI
Menjelaskan pengertian Pancasila secara etimologis (asal kata) dan terminologis (makna resmi kenegaraan).
CAPAIAN 2 — LANDASAN
MENGURAIKAN DASAR
Menguraikan empat landasan Pendidikan Pancasila: historis, kultural, yuridis, dan filosofis.
CAPAIAN 3 — RUANG LINGKUP
MEMETAKAN CAKUPAN
Memetakan ruang lingkup kajian Pendidikan Pancasila dari dimensi sejarah hingga aktualisasi praktis.
CAPAIAN 4 — TUJUAN
MERUMUSKAN MANFAAT
Merumuskan tujuan Pendidikan Pancasila bagi pembentukan karakter warga negara dan profesional yang berintegritas.

Mengapa Mahasiswa FEB Perlu Belajar Pancasila?

Banyak yang menganggap Pancasila hanya urusan hafalan seremonial. Padahal, ia adalah kerangka nilai yang membentuk cara berbisnis dan bernegara di Indonesia.

ANGGAPAN KELIRU
"Sudah Hafal Sejak SD"
Pancasila = teks yang dihafal
Berhenti pada bunyi sila tanpa memahami makna, landasan, dan cara nilai itu diterapkan pada persoalan konkret—termasuk etika bisnis dan kebijakan ekonomi.
PERSPEKTIF PERGURUAN TINGGI
Kerangka Berpikir & Bertindak
Pancasila = alat analisis
Dipakai menimbang kebijakan publik, keputusan bisnis, hingga sikap terhadap keragaman rekan kerja—seperti saat BUMN atau BEI merumuskan aturan yang harus adil bagi semua pelaku pasar.
Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi diwajibkan oleh Undang-Undang, bukan sekadar tradisi—akan kita bahas detailnya pada bagian landasan yuridis.
Bagian 1 dari 3
Pengertian Pancasila
Dari asal kata bahasa Sanskerta hingga makna resmi sebagai dasar negara—menelusuri definisi Pancasila secara etimologis dan terminologis.
Etimologis Terminologis

Pengertian Etimologis: Asal Kata Pancasila

Secara etimologis (asal-usul kata), istilah Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang dipakai kalangan istana Majapahit pada abad ke-14.

Panca(lima)Syila / Sila(dasar/asas)+= Lima Dasar/Asas
Dua Kemungkinan Pelafalan
  • Panca Syila (huruf i pendek): berarti "lima dasar/asas", digunakan sebagai nama dasar negara.
  • Panca Syiila (huruf i panjang): berarti "lima aturan tingkah laku yang penting", digunakan sebagai pedoman moral.
  • Istilah ini pertama kali dicatat dalam kitab Sutasoma karya Mpu Tantular dan kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca.

Pengertian Terminologis: Tiga Makna Resmi

Secara terminologis (makna resmi yang disepakati), Pancasila dipahami dalam tiga kedudukan yang saling melengkapi.

MAKNA 1
DASAR NEGARA
Sebagai philosophische grondslag (dasar filsafat negara)—fondasi bagi seluruh peraturan perundang-undangan Indonesia, tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
MAKNA 2
IDEOLOGI NEGARA
Sebagai kumpulan gagasan dan cita-cita yang menjadi arah pembangunan bangsa, membedakan Indonesia dari ideologi liberalisme maupun komunisme.
MAKNA 3
PANDANGAN HIDUP
Sebagai way of life—nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat sebelum dirumuskan secara formal menjadi dasar negara.
Ketiga makna ini tidak saling menggantikan—Pancasila adalah pandangan hidup yang diangkat menjadi dasar negara sekaligus ideologi yang mengarahkan pembangunan bangsa.

Dari Nilai Hidup ke Dasar Negara: Runtutan Kedudukan

Mari telusuri tahap demi tahap bagaimana nilai-nilai yang hidup di masyarakat berubah kedudukan menjadi dasar hukum tertinggi negara.

Tiga Tahap Perubahan Kedudukan Pancasila
TahapProses/PeristiwaKedudukan Pancasila
1. Nilai HidupGotong royong, musyawarah, dan ketuhanan sudah dipraktikkan suku-suku Nusantara jauh sebelum 1945.Pandangan hidup (way of life) yang belum tertulis formal.
2. PerumusanSidang BPUPKI (Mei–Juni 1945) merumuskan nilai itu menjadi lima sila yang sistematis.Rancangan dasar filsafat negara (philosophische grondslag).
3. PenetapanSidang PPKI 18 Agustus 1945 mengesahkan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945.Dasar negara resmi & sumber hukum tertinggi—mengikat seluruh warga negara.
Karena berasal dari nilai hidup masyarakat, Pancasila disebut digali dari bumi Indonesia sendiri—bukan diimpor dari ideologi bangsa lain.

Perubahan Rumusan Sila Pertama

Salah satu bukti bahwa Pancasila dirumuskan lewat proses musyawarah adalah perubahan bunyi sila pertama menjelang kemerdekaan.

PIAGAM JAKARTA — 22 JUNI 1945
"Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya"
Rumusan awal Panitia Sembilan
UUD 1945 — 18 AGUSTUS 1945
"Ketuhanan Yang Maha Esa"
Rumusan final sidang PPKI
Mengapa Diubah?
  • Perwakilan kawasan timur Indonesia menyampaikan keberatan pada malam sebelum sidang PPKI karena mayoritas penduduknya bukan pemeluk Islam.
  • Para tokoh (termasuk Mohammad Hatta yang memfasilitasi) sepakat mengubah rumusan demi persatuan nasional yang lebih luas.
  • Perubahan ini terjadi hanya dalam hitungan jam sebelum pengesahan—menunjukkan Pancasila lahir dari kompromi, bukan pemaksaan satu golongan.
Bagian 2 dari 3
Landasan Pendidikan Pancasila
Empat pijakan yang menjadikan Pendidikan Pancasila bukan sekadar tradisi, melainkan kewajiban yang berdasar kuat: historis, kultural, yuridis, dan filosofis.
Historis & Kultural Yuridis & Filosofis

Landasan Historis

Pancasila lahir melalui proses sejarah panjang, bukan diciptakan tiba-tiba pada tahun 1945.

Jejak Sejarah Nilai Pancasila
  • Era Kerajaan: nilai musyawarah dan gotong royong dipraktikkan di Kutai, Sriwijaya, dan Majapahit.
  • Era Pergerakan Nasional: nilai persatuan dikristalkan lewat Sumpah Pemuda 1928.
  • Era Perumusan: sidang BPUPKI dan PPKI tahun 1945 merumuskan nilai itu menjadi lima sila yang sistematis.
Karena berakar pada perjalanan sejarah bangsa sendiri, mempelajari Pancasila berarti mempelajari identitas historis Indonesia—bukan sekadar teks hukum.

Landasan Kultural

Pancasila bersumber dari nilai-nilai budaya yang sudah lama hidup dan dipraktikkan masyarakat Indonesia yang majemuk.

SUMBER NILAI
KEARIFAN LOKAL
Nilai seperti gotong royong (Jawa), rembuk (Sunda), musyawarah adat (Minangkabau), dan sifat kekeluargaan hampir seragam di seluruh Nusantara meski berbeda suku.
FUNGSI KULTURAL
PEREKAT BANGSA
Karena diambil dari budaya bersama, Pancasila lebih mudah diterima seluruh elemen bangsa dibanding ideologi impor yang asing bagi tradisi lokal.

Landasan Yuridis: Hierarki Peraturan

Kewajiban Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi bukan kebijakan kampus semata, melainkan diatur berjenjang dalam peraturan perundang-undangan.

Dasar Hukum Berjenjang, dari Tertinggi ke Teknis
TingkatPeraturanKetentuan Terkait Pancasila
1UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945Pembukaan alinea IV menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.
2UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan TinggiPasal 35 ayat (3): kurikulum wajib memuat mata kuliah Pancasila.
3UU No. 20 Tahun 2003 tentang SisdiknasPasal 37: Pendidikan Pancasila termasuk muatan wajib kurikulum nasional.
4Kebijakan internal UNDIP (kurikulum program studi)Menetapkan Pancasila sebagai matkul UUW00003 di semester 2 seluruh prodi.

Landasan Filosofis

Secara filosofis, Pancasila dianggap sebagai jawaban paling sesuai atas pertanyaan mendasar: bagaimana seharusnya negara dan warganya berpikir serta bertindak?

NILAI DASAR
SISTEM NILAI YANG UTUH
Kelima sila bukan daftar terpisah, melainkan satu kesatuan sistem berpikir yang saling menjiwai—akan kita bahas mendalam pada Pertemuan 4 (Pancasila sebagai Sistem Filsafat).
KEBUTUHAN AKAL BUDI
JAWABAN ATAS PERTANYAAN DASAR
Setiap bangsa perlu pandangan dasar tentang manusia, masyarakat, dan negara. Pancasila menjadi jawaban khas Indonesia atas kebutuhan filosofis tersebut.
Landasan filosofis menegaskan bahwa Pancasila layak dipelajari bukan karena diwajibkan aturan semata, melainkan karena ia masuk akal secara nalar sebagai dasar bernegara.
Bagian 3 dari 3
Ruang Lingkup dan Tujuan Pendidikan Pancasila
Menutup pertemuan pertama dengan memetakan apa saja yang akan dipelajari satu semester ke depan, dan untuk apa semua itu dipelajari.
Ruang Lingkup Tujuan Pendidikan

Ruang Lingkup Pendidikan Pancasila

Kajian Pendidikan Pancasila di perguruan tinggi mencakup empat dimensi utama yang akan kita jelajahi sepanjang 14 pertemuan semester ini.

DIMENSI 1
SEJARAH
Nilai Pancasila dari era kerajaan hingga proklamasi (Pertemuan 2–3).
DIMENSI 2
FILSAFAT & IDEOLOGI
Pancasila sebagai sistem filsafat, ideologi, dan dasar negara (Pertemuan 4–7).
DIMENSI 3
IDENTITAS & KETATANEGARAAN
Identitas nasional, negara, konstitusi, dan demokrasi (Pertemuan 8–12).
DIMENSI 4
HAK & KETAHANAN
HAM, hak dan kewajiban warga negara, geopolitik dan geostrategi (Pertemuan 13–14).

Tujuan Pendidikan Pancasila

Tujuan akhirnya bukan sekadar mengetahui teori, melainkan membentuk karakter dan sikap warga negara Indonesia yang utuh.

Tiga Tujuan Utama
  • Tujuan Kognitif: memahami pengertian, sejarah, dan kedudukan Pancasila secara akurat, bukan sekadar hafalan.
  • Tujuan Afektif: menumbuhkan sikap cinta tanah air, toleransi, dan kepekaan terhadap keberagaman.
  • Tujuan Psikomotorik/Aplikatif: mampu mengaktualisasikan nilai Pancasila dalam keputusan sehari-hari—termasuk keputusan bisnis dan keuangan yang etis.
Menurut Kemendiktisaintek, tujuan akhirnya adalah membentuk lulusan yang menjadi warga negara yang baik (good citizen) sekaligus profesional yang beretika.

Kelima Sila Sebagai Satu Kesatuan Sistem

Ruang lingkup dan tujuan Pendidikan Pancasila hanya bisa dipahami utuh jika kelima sila dilihat sebagai satu sistem yang saling menjiwai, bukan lima poin terpisah.

Sila 1KetuhananSila 2KemanusiaanSila 3PersatuanSila 4KerakyatanSila 5Keadilansaling menjiwai & tidak dapat berdiri sendiri-sendiri
Contoh Keterkaitan Antar Sila
  • Langkah 1: Sila 1 (Ketuhanan) menjadi dasar moral bahwa setiap tindakan punya pertanggungjawaban tertinggi.
  • Langkah 2: Moral itu diwujudkan sebagai penghormatan pada Sila 2 (Kemanusiaan) terhadap sesama.
  • Langkah 3: Penghormatan pada sesama menopang Sila 3 (Persatuan) di tengah keberagaman bangsa.
  • Langkah 4: Persatuan dijaga lewat proses Sila 4 (Musyawarah), yang hasil akhirnya mewujudkan Sila 5 (Keadilan Sosial) bagi seluruh rakyat.

Relevansi Pancasila bagi Mahasiswa FEB

Nilai-nilai Pancasila secara langsung berkaitan dengan prinsip ekonomi dan bisnis yang akan Anda pelajari dan praktikkan.

Contoh Keterkaitan dengan Ekonomi & Bisnis
SilaPrinsip Ekonomi/Bisnis Terkait
Sila 2 — KemanusiaanEtika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Sila 3 — PersatuanInklusivitas pasar tenaga kerja lintas daerah dan suku, misalnya kebijakan rekrutmen nasional BUMN.
Sila 4 — KerakyatanPrinsip musyawarah pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Sila 5 — Keadilan SosialPasal 33 UUD 1945: sistem ekonomi kerakyatan & koperasi sebagai soko guru perekonomian.

Kesimpulan: Empat Pilar Pertemuan Pertama

Intisari Pembelajaran
  • Pengertian: Pancasila berarti "lima dasar", dipahami sebagai dasar negara, ideologi, dan pandangan hidup.
  • Landasan: historis, kultural, yuridis (UUD 1945, UU 12/2012, UU 20/2003), dan filosofis.
  • Ruang lingkup: empat dimensi—sejarah, filsafat/ideologi, ketatanegaraan, dan hak/ketahanan.
  • Tujuan: membentuk warga negara yang baik sekaligus profesional yang beretika.
Pesan Utama
"Digali dari Bumi Sendiri"
Pancasila bukan aturan yang dipaksakan dari luar, melainkan nilai bangsa sendiri yang dirumuskan, disahkan, dan terus diaktualisasikan dari generasi ke generasi—termasuk oleh Anda.
Terima Kasih & Diskusi

Sampai jumpa di Pertemuan 2: Nilai-Nilai Pancasila dalam Sejarah Bangsa.

Tugas Mandiri Minggu Ini

Refleksi Singkat:
Tuliskan satu contoh nyata (dari lingkungan kampus, keluarga, atau berita) di mana Anda melihat salah satu dari empat landasan Pendidikan Pancasila—historis, kultural, yuridis, atau filosofis—terlihat jelas dipraktikkan. Jelaskan dalam maksimal setengah halaman dan kumpulkan sebelum pertemuan berikutnya.