‹ Daftar slidePertemuan 2: Kebugaran Jasmani dan Tes Kebugaran
Mata Kuliah Universitas • FEB UNDIP
Olah Raga
Pertemuan 2 — Kebugaran Jasmani dan Tes Kebugaran
Apa itu kebugaran jasmani, komponen apa saja yang menyusunnya, dan bagaimana cara mengukurnya lewat tes kebugaran yang bisa Anda praktikkan sendiri.
RPS MINGGU 2 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
TUJUAN 1
Definisi
Memahami konsep
Menjelaskan pengertian kebugaran jasmani dan membedakannya dari sekadar "sehat" atau "tidak sakit".
TUJUAN 2
Komponen
Memetakan unsur
Mengidentifikasi lima komponen kebugaran terkait kesehatan dan enam komponen terkait keterampilan.
TUJUAN 3
Tes
Mengenal instrumen
Mengenal jenis-jenis tes kebugaran standar, termasuk TKJI, dan cara pelaksanaannya.
TUJUAN 4
Hitung
Menghitung sendiri
Menghitung indeks massa tubuh (BMI) dan zona denyut nadi latihan diri sendiri.
Mengapa Kebugaran Jasmani Penting?
Minggu lalu kita bahas konsep dasar kebugaran secara umum. Hari ini kita masuk ke ukurannya yang konkret.
PRODUKTIVITAS
Fokus
Mahasiswa dengan kebugaran baik lebih tahan begadang mengerjakan tugas tanpa mudah lelah/mengantuk di kelas.
KESEHATAN JANGKA PANJANG
Pencegahan
Kebugaran yang terjaga menurunkan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes tipe 2.
TERUKUR
Objektif
Kebugaran bisa diukur dengan tes standar — bukan tebak-tebakan seperti "kayaknya saya sehat".
Apa Itu Kebugaran Jasmani?
Kebugaran jasmani (physical fitness) adalah kemampuan tubuh melakukan aktivitas sehari-hari secara efisien tanpa kelelahan berlebihan, dan masih memiliki cadangan tenaga untuk keperluan mendadak atau waktu luang.
Aktivitas Sehari-hari Efisien + Tanpa Lelah Berlebih + Cadangan Tenaga = Bugar
TIGA CIRI ORANG YANG BUGAR
Efisien — mampu menyelesaikan aktivitas fisik harian (jalan kaki, naik tangga, membawa tas) tanpa napas ngos-ngosan berlebihan.
Pulih cepat — denyut jantung dan napas kembali normal dalam waktu singkat setelah beraktivitas.
Punya cadangan tenaga — masih sanggup beraktivitas tambahan (olahraga, kegiatan organisasi) di luar rutinitas wajib.
Bagian 1 dari 3
Komponen Kebugaran Jasmani
Unsur-unsur yang menyusun kebugaran — terkait kesehatan maupun terkait keterampilan.
Lima Komponen Kebugaran Terkait Kesehatan (1/2)
Disebut "terkait kesehatan" karena langsung memengaruhi risiko penyakit dan fungsi tubuh sehari-hari.
KOMPONEN 1
Kardiorespirasi
Daya tahan jantung-paru
Kemampuan jantung, paru, dan pembuluh darah memasok oksigen ke otot saat aktivitas berkepanjangan, misalnya jogging keliling kampus.
KOMPONEN 2
Kekuatan Otot
Muscular strength
Kemampuan otot mengerahkan tenaga maksimal dalam satu kali usaha, misalnya mengangkat galon air sekali angkat.
Kedua komponen ini paling sering diukur dulu karena paling berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan kelemahan otot di usia lanjut.
Lima Komponen Kebugaran Terkait Kesehatan (2/2)
KOMPONEN 3
Daya Tahan Otot
Kemampuan otot bekerja berulang tanpa lelah cepat, misalnya push-up berkali-kali.
KOMPONEN 4
Fleksibilitas
Rentang gerak sendi dan otot secara maksimal, misalnya membungkuk menyentuh ujung kaki.
KOMPONEN 5
Komposisi Tubuh
Perbandingan massa lemak dan massa bebas lemak (otot, tulang) dalam tubuh.
Kelima komponen ini saling melengkapi — seseorang bisa kuat tapi kaku, atau lentur tapi mudah lelah. Kebugaran menyeluruh butuh kelimanya seimbang.
Enam Komponen Kebugaran Terkait Keterampilan
Berkaitan dengan performa gerak/olahraga, bukan langsung soal risiko penyakit.
Komponen
Arti
Contoh
Kecepatan (speed)
Menempuh jarak dalam waktu sesingkat mungkin
Lari sprint 60 meter
Kelincahan (agility)
Mengubah arah tubuh dengan cepat & tepat
Zig-zag menghindari lawan di sepak bola
Keseimbangan (balance)
Mempertahankan posisi tubuh stabil
Berdiri satu kaki di atas papan titian
Koordinasi (coordination)
Menyelaraskan gerak beberapa bagian tubuh
Menangkap bola sambil berlari
Power (daya ledak)
Kekuatan × kecepatan dalam satu gerak
Lompat jauh, smash bola voli
Waktu reaksi
Kecepatan merespons rangsangan
Start lari saat peluit dibunyikan
Hitung dari Nol: Indeks Massa Tubuh (BMI)
Seorang mahasiswa memiliki berat badan 65 kg dan tinggi badan 1,70 m. Berapa BMI-nya, dan termasuk kategori apa?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kuadratkan tinggi badan (dalam meter)
1,70 m × 1,70 m
2,89 m²
2. Hitung BMI = berat ÷ tinggi²
65 kg ÷ 2,89 m²
≈ 22,5
3. Bandingkan dengan ambang kategori normal (18,5–24,9)
22,5 berada di rentang 18,5–24,9
Kategori: Normal
4. Batas berat maksimal agar tetap "Normal" (BMI 24,9)
24,9 × 2,89 m²
≈ 72,0 kg
KESIMPULAN
BMI 22,5
Kategori normal (18,5–24,9) — ambang atas ≈ 72,0 kg
Bagian 2 dari 3
Prinsip dan Jenis Tes Kebugaran
Mengapa kebugaran perlu diukur, dan tes apa saja yang tersedia untuk tiap komponen.
Mengapa Kebugaran Perlu Dites?
Tes kebugaran bukan sekadar formalitas — ada tiga tujuan praktis di baliknya.
BASELINE
Titik Awal
Mengetahui kondisi kebugaran saat ini sebelum memulai program latihan.
EVALUASI
Progres
Membandingkan hasil tes dari waktu ke waktu untuk melihat perkembangan.
SKRINING
Kewaspadaan
Mendeteksi dini risiko kesehatan, misalnya komposisi tubuh berisiko sebelum jadi penyakit.
Prinsip pelaksanaan: tes harus dilakukan dalam kondisi tubuh siap (tidak sakit, cukup istirahat) dan dengan prosedur standar yang sama setiap kali diukur, agar hasilnya dapat dibandingkan secara adil.
Tes Daya Tahan Kardiorespirasi
Mengukur seberapa efisien jantung dan paru memasok oksigen selama aktivitas berkepanjangan.
Nama Tes
Cara Kerja
Yang Diukur
Cooper Test
Lari/jalan secepat mungkin selama 12 menit
Jarak tempuh (meter)
Lari 2,4 km
Menempuh jarak tetap 2,4 km secepat mungkin
Waktu tempuh (menit)
Bleep Test (MFT)
Lari bolak-balik 20 m mengikuti irama bunyi "bip" yang makin cepat
Level & shuttle terakhir tercapai
Ketiganya mengukur komponen yang sama — daya tahan kardiorespirasi — hanya berbeda format pelaksanaan. Pilih sesuai fasilitas yang tersedia (lapangan lurus vs lapangan terbatas).
Tes Kekuatan dan Daya Tahan Otot
Umumnya diukur lewat jumlah repetisi gerakan dalam durasi tetap, bukan beban maksimal (butuh alat khusus).
DAYA TAHAN OTOT LENGAN
Push-up
Jumlah push-up maksimal dalam 60 detik, teknik benar (dada menyentuh lantai, lengan lurus penuh saat naik).
DAYA TAHAN OTOT PERUT
Sit-up
Jumlah sit-up maksimal dalam 60 detik, lutut ditekuk 90°, tangan di belakang kepala.
Tes gantung angkat tubuh (pull-up) selama 60 detik (putra) atau tahan sikap gantung siku tekuk (putri) mengukur kekuatan & daya tahan otot lengan-bahu sekaligus.
Tes Fleksibilitas: Sit and Reach Test
Mengukur rentang gerak otot punggung bawah dan paha belakang (hamstring).
CARA PELAKSANAAN
Duduk di lantai, kedua kaki lurus rapat menempel kotak/alat ukur
Kedua tangan dijulurkan ke depan sejauh mungkin, tanpa menekuk lutut
Tahan posisi terjauh selama 2 detik, catat jaraknya dalam cm
HAL YANG PERLU DIHINDARI
Menekuk lutut saat menjulurkan tangan (mengurangi validitas)
Gerakan menyentak/memantul untuk menambah jarak
Melakukan tes tanpa pemanasan otot terlebih dulu
Hitung dari Nol: Zona Denyut Nadi Latihan
Seorang mahasiswa berusia 20 tahun ingin tahu rentang denyut nadi ideal saat latihan aerobik sedang.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Denyut nadi maksimal (DNM) = 220 − usia
220 − 20
200 bpm
2. Batas bawah zona latihan (60% DNM)
200 × 60%
120 bpm
3. Batas atas zona latihan (80% DNM)
200 × 80%
160 bpm
4. Rentang zona latihan aerobik sedang
120 bpm – 160 bpm
Zona target
KESIMPULAN
120–160 bpm
Zona denyut nadi latihan aerobik untuk usia 20 tahun
Bagian 3 dari 3
TKJI dan Interpretasi Hasil
Tes Kesegaran Jasmani Indonesia sebagai baterai tes terpadu, serta cara membaca kategorinya.
Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI)
Baterai lima item tes yang dipakai luas di sekolah/seleksi Indonesia (kelompok usia 16–19 tahun).
Item Tes
Komponen yang Diukur
1. Lari 60 meter
Kecepatan
2. Gantung angkat tubuh (60 detik)
Kekuatan & daya tahan otot lengan-bahu
3. Baring duduk / sit-up (60 detik)
Daya tahan otot perut
4. Loncat tegak (vertical jump)
Power / daya ledak otot tungkai
5. Lari 1.200 m (putra) / 1.000 m (putri)
Daya tahan kardiorespirasi
Membaca Hasil: Kategori Tingkat Kebugaran
Setiap item TKJI diberi skor 1–5, dijumlahkan, lalu dicocokkan ke tabel norma berikut.
SKOR 22–25
Baik Sekali
Kebugaran sangat memadai untuk aktivitas berat sekalipun.
SKOR 18–21
Baik
Kebugaran cukup untuk aktivitas harian & sebagian besar olahraga.
SKOR 14–17
Sedang
Kebugaran memadai, namun perlu ditingkatkan lewat latihan rutin.
Skor 10–13 masuk kategori Kurang, dan di bawah 10 masuk kategori Kurang Sekali — disarankan konsultasi program latihan bertahap, bukan langsung olahraga berat.
Latihan: Ukur Denyut Nadi Istirahat Anda
Luangkan 5 menit mempraktikkan pengukuran denyut nadi, lalu catat hasilnya.
INSTRUKSI
Duduk tenang selama 1 menit, lalu raba nadi di pergelangan tangan (bukan ibu jari) dengan dua jari.
Hitung denyutan selama 15 detik, lalu kalikan 4 untuk mendapat denyut nadi per menit (bpm).
Bandingkan hasil Anda dengan denyut nadi istirahat normal dewasa muda, yaitu sekitar 60–100 bpm.
Hitung juga DNM dan zona latihan aerobik Anda sendiri memakai rumus di slide sebelumnya.
Catatan denyut nadi istirahat ini akan menjadi baseline pribadi Anda untuk memantau progres kebugaran sepanjang semester.
Rangkuman & Menuju Pertemuan Berikutnya
Konsep Kunci
Inti
Kebugaran jasmani
Mampu beraktivitas harian efisien, pulih cepat, punya cadangan tenaga
5+6 komponen
Terkait kesehatan (kardiorespirasi, kekuatan, daya tahan otot, fleksibilitas, komposisi tubuh) + terkait keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, koordinasi, power, waktu reaksi)
TKJI
5 item tes terpadu, skor 1–5 per item, total 5–25 menentukan kategori
PERTEMUAN BERIKUTNYA
Praktik langsung Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) — menerapkan komponen kebugaran yang baru saja kita pelajari lewat gerakan berirama.
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 3
Catat Baseline
Simpan hasil BMI, denyut nadi istirahat, dan zona latihan Anda dari latihan hari ini.