Sub-CPMK 9: merancang dana darurat & manajemen likuiditas personal. Tiga indikator yang harus Anda kuasai.
Indikator 1
Menentukan ukuran dana darurat optimal (3–12× expense)
Indikator 2
Membangun liquidity ladder (tier-1/2/3)
Indikator 3
Menghitung Debt Service Ratio (DSR) 30% threshold
Motivasi: Krisis Likuiditas = Penyebab #1 Kebangkrutan Personal
Survei OJK 2023: ~50% rumah tangga Indonesia tidak punya dana darurat ≥ 1 bulan. Krisis (PHK, sakit, krisis 2020) langsung jual aset acak.
Tanpa Dana Darurat
~50%
Rumah tangga RI (Survei OJK 2023, estimasi)
DSR > 30% (over-indebted)
~30%
Estimasi rumah tangga dengan cicilan > 30% income
Likuiditas = oksigen keuangan. Tanpa dana darurat, krisis kecil → jual saham rugi → spiral downward.
Bagian 1 · 1/4
Konsep Dana Darurat
Diskusi kelas: kapan dana darurat "terlalu besar" — over-liquid?
Apa Itu Dana Darurat?
Dana darurat = cadangan likuid untuk pengeluaran tak terduga (PHK, sakit, kerusakan rumah/mobil, urgen keluarga).
Definisi formal: dana likuid yang cukup untuk menutupi pengeluaran hidup minimum selama periode tertentu (3–12 bulan) saat income berhenti atau pengeluaran tak terdurga muncul.
Dana Darurat = (Pengeluaran Bulanan Minimum) × (Months-of-Expense)
Bukan "tabungan bebas pakai" — Dana Darurat hanya untuk emergency riil: PHK, sakit besar, kerusakan urgent. Bukan untuk liburan atau beli gadget.
Months-of-Expense: Aturan Praktis
CFP Board merekomendasikan 3–6 bulan untuk single income, 6+ bulan untuk family/entrepreneur.
Profil Klien
Months-of-Expense
Justifikasi
Single, stable job (PNS/BUMN)
3–4 bulan
Income stabil, job security tinggi
Married, dual-income, no kids
3–6 bulan
Diversifikasi income (suami+istri)
Married, single-income, kids + KPR
6–9 bulan
1 income, banyak dependents, fixed obligation
Entrepreneur/freelancer
9–12 bulan
Income volatile, risiko bisnis
Pre-retiree (5 thn < pensiun)
12–24 bulan
Protect akumulasi dari sequence-of-returns risk
Pak Andi: married, 1 income (istri tidak bekerja), 2 anak, KPR outstanding → 6 bulan.
Hitung dari Nol: Sizing Pak Andi
Skenario: Pengeluaran Pokok Bulanan Pak Andi: KPR Rp 9 jt, utilitas Rp 2 jt, makan Rp 8 jt, sekolah anak Rp 5 jt, transportasi Rp 3 jt, lain-lain Rp 3 jt. Total = Rp 30 jt/bln. Profil = married, single income, 2 anak, KPR outstanding.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Pengeluaran pokok bulanan
KPR + makan + sekolah + transport + lain
Rp 30.000.000
2. Months-of-Expense (sesuai profil)
Married, single income, KPR
6 bulan
3. Target Dana Darurat Total
Rp 30 jt × 6
Rp 180.000.000
4. Saat ini (existing di rekening)
Rp 50 jt (tabungan + deposito)
Rp 50.000.000
5. Gap
Rp 180 jt − Rp 50 jt
Rp 130.000.000
6. Kontribusi bulanan (build 24 bln)
Rp 130 jt / 24
~Rp 5,4 jt/bln
7. Realistis dari surplus cashflow?
Surplus Rp 30 jt/bln (gaji Rp 80 jt − expense Rp 50 jt)
Ya, 18% dari surplus
Kesimpulan
Rp 5,4 jt/bln
Build dana darurat dalam 24 bln — terjangkau dari surplus Rp 30 jt/bln
Bagian 2 · 2/4
Liquidity Ladder: 3 Tier Kas
Diskusi kelas: mengapa tidak taruh semua dana darurat di rekening tabungan?
Liquidity Ladder — 3 Tier Optimasi Yield
Bagi dana darurat ke 3 tier sesuai urgensi akses & yield target. Geser parameter di widget untuk lihat yield campuran berubah.
Vs 0,5% tabungan saja — pendapatan tambahan Rp 6,1 jt/thn tanpa kehilangan likuiditas substansial
Mini-Kasus: Krisis Likuiditas Eksekutif yang PHK
Pak Andi 38 thn di-PHK dari BUMN (2024 restrukturisasi). Gaji berhenti. Istri tidak bekerja. 2 anak SD. KPR outstanding Rp 1,8 m. Bagaimana ladder bekerja?
Bulan
Aksi Likuiditas
Sumber Dana
Bulan 1
Bayar KPR + makan + sekolah (Rp 30 jt)
Tier-1: rekening (Rp 30 jt)
Bulan 2
Lanjet emergency (Rp 30 jt)
Tier-2: cairkan RDPU T+1 (Rp 30 jt dari Rp 90 jt)
Bulan 3–4
Lanjut emergency + cari kerja aktif
Tier-2 RDPU (Rp 60 jt sisa)
Bulan 5
Jatuh tempo deposito 3-bln
Tier-3 deposito (Rp 40 jt)
Bulan 6
Buffer terakhir + mungkin perlu jual SBR
Tier-3 SBR (Rp 20 jt) — bisa pencairan early
Bulan 7+
Jika belum dapat kerja → jual aset investasi
Saham BBCA/BBRI (Bucket 3)
Ladder memberi Pak Andi 6 bulan "breathing room" untuk cari kerja baru tanpa jual aset investasi rugi.
Bagian 3 · 3/4
Debt Service Ratio & Likuiditas Berkelanjutan
Diskusi kelas: apakah DSR 35% (sedikit di atas 30%) selalu berbahaya?
Debt Service Ratio (DSR) — Indikator Kesehatan
DSR = cicilan bulanan / income bulanan. Threshold OJK & bank ~30% (per banking prudence).
DSR > 30% = warning. Bank OJK threshold prudence. Pak Andi: KPR Rp 9 jt / gaji Rp 80 jt = 11% — sangat sehat.
Likuiditas Berkelanjutan: Cashflow Management
Dana darurat bukan set-and-forget. Perlu monitoring cashflow & top-up saat terpakai.
Aturan Top-up
Setelah pakai emergency: rebuild dalam 6–12 bln
Prioritas #1 sebelum investasi tambahan
Sumber: bonus tahunan, THR, insentif
Target: kembali ke months-of-expense ideal
Aturan Re-evaluasi
Review tahunan saat income/expense berubah
Naik anak sekolah → expense naik → dana darurat naik
Lunas KPR → dana darurat turun (no more fixed)
Dual → single income: naikkan dari 3 → 6 bulan
Pak Andi: tiap awal tahun cek DSR + months-of-expense target. Adjust kontribusi bila perlu.
Hitung dari Nol: Rebuild Setelah Krisis
Skenario: Pak Andi pakai Rp 90 jt dana darurat saat PHK 6 bulan. Sekarang dapat kerja baru (gaji sama Rp 80 jt). Target rebuild Rp 90 jt dalam 12 bln. Berapa alokasi surplus?
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Gap rebuild
Rp 180 jt − Rp 90 jt sisa
Rp 90.000.000
2. Target build time
12 bln (priority #1)
12 bln
3. Kontribusi bulanan
Rp 90 jt / 12
Rp 7.500.000/bln
4. Sumber: surplus cashflow
Gaji Rp 80 jt − expense Rp 50 jt
Rp 30 jt surplus (25%)
5. Alokasi surplus
Rp 7,5 jt dana darurat + Rp 22,5 jt investasi
Realistis
6. Sumber alternatif: THR + bonus
THR Rp 80 jt + bonus 2× gaji Rp 160 jt
Rp 240 jt/thn
7. Rebuild time realistic
Rp 7,5 jt/bln + alokasi THR/bonus 50%
~6 bln
Kesimpulan
~6 bln
Dengan THR+bonus — rebuild time dipangkas dari 12 → 6 bln
Bagian 4 · 4/4
Pitfall Manajemen Likuiditas
Diskusi kelas: kesalahan paling mahal investor ritel soal dana darurat?
Pitfall: 5 Kesalahan Likuiditas
5 kesalahan paling mahal investor ritel. Hindari semua.
#1 Risk-Bearing
Dana darurat di saham/reksadana saham — saat crash, harus jual rugi. WAJIB kas/RDPU.
#2 Misuse
Pakai dana darurat untuk liburan/gadget/renovasi. Bukan emergency!
#3 Under-size
Hanya 1–2 bln expense. PHK 6 bln → kehabisan.
#4 Over-size
12+ bln → cash drag ~6%/thn opportunity cost.
#5 Tidak Rebuild
Setelah pakai, lupa replenish → vulnerable krisis berikutnya.
Aturan emas: dana darurat = kas/RDPU, khusus emergency riil, sized sesuai profil, rebuild prioritas #1.