stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-09
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 9: Dana Darurat & Likuiditas Personal
RPS minggu 9 · 2x50 menit

Dana Darurat & Likuiditas Personal

Bucket Likuid, Months-of-Expense, Liquidity Ladder — Wealth Protection & Investment Decision (MM FEB UNDIP)

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 9: merancang dana darurat & manajemen likuiditas personal. Tiga indikator yang harus Anda kuasai.

Indikator 1
Menentukan ukuran dana darurat optimal (3–12× expense)
Indikator 2
Membangun liquidity ladder (tier-1/2/3)
Indikator 3
Menghitung Debt Service Ratio (DSR) 30% threshold

Motivasi: Krisis Likuiditas = Penyebab #1 Kebangkrutan Personal

Survei OJK 2023: ~50% rumah tangga Indonesia tidak punya dana darurat ≥ 1 bulan. Krisis (PHK, sakit, krisis 2020) langsung jual aset acak.

Tanpa Dana Darurat
~50%
Rumah tangga RI (Survei OJK 2023, estimasi)
DSR > 30% (over-indebted)
~30%
Estimasi rumah tangga dengan cicilan > 30% income
Likuiditas = oksigen keuangan. Tanpa dana darurat, krisis kecil → jual saham rugi → spiral downward.
Bagian 1 · 1/4
Konsep Dana Darurat
Diskusi kelas: kapan dana darurat "terlalu besar" — over-liquid?

Apa Itu Dana Darurat?

Dana darurat = cadangan likuid untuk pengeluaran tak terduga (PHK, sakit, kerusakan rumah/mobil, urgen keluarga).

Definisi formal: dana likuid yang cukup untuk menutupi pengeluaran hidup minimum selama periode tertentu (3–12 bulan) saat income berhenti atau pengeluaran tak terdurga muncul.
Dana Darurat = (Pengeluaran Bulanan Minimum) × (Months-of-Expense)
Bukan "tabungan bebas pakai" — Dana Darurat hanya untuk emergency riil: PHK, sakit besar, kerusakan urgent. Bukan untuk liburan atau beli gadget.

Months-of-Expense: Aturan Praktis

CFP Board merekomendasikan 3–6 bulan untuk single income, 6+ bulan untuk family/entrepreneur.

Profil KlienMonths-of-ExpenseJustifikasi
Single, stable job (PNS/BUMN)3–4 bulanIncome stabil, job security tinggi
Married, dual-income, no kids3–6 bulanDiversifikasi income (suami+istri)
Married, single-income, kids + KPR6–9 bulan1 income, banyak dependents, fixed obligation
Entrepreneur/freelancer9–12 bulanIncome volatile, risiko bisnis
Pre-retiree (5 thn < pensiun)12–24 bulanProtect akumulasi dari sequence-of-returns risk
Pak Andi: married, 1 income (istri tidak bekerja), 2 anak, KPR outstanding → 6 bulan.

Hitung dari Nol: Sizing Pak Andi

Skenario: Pengeluaran Pokok Bulanan Pak Andi: KPR Rp 9 jt, utilitas Rp 2 jt, makan Rp 8 jt, sekolah anak Rp 5 jt, transportasi Rp 3 jt, lain-lain Rp 3 jt. Total = Rp 30 jt/bln. Profil = married, single income, 2 anak, KPR outstanding.
LangkahPerhitunganNilai
1. Pengeluaran pokok bulananKPR + makan + sekolah + transport + lainRp 30.000.000
2. Months-of-Expense (sesuai profil)Married, single income, KPR6 bulan
3. Target Dana Darurat TotalRp 30 jt × 6Rp 180.000.000
4. Saat ini (existing di rekening)Rp 50 jt (tabungan + deposito)Rp 50.000.000
5. GapRp 180 jt − Rp 50 jtRp 130.000.000
6. Kontribusi bulanan (build 24 bln)Rp 130 jt / 24~Rp 5,4 jt/bln
7. Realistis dari surplus cashflow?Surplus Rp 30 jt/bln (gaji Rp 80 jt − expense Rp 50 jt)Ya, 18% dari surplus
Kesimpulan
Rp 5,4 jt/bln
Build dana darurat dalam 24 bln — terjangkau dari surplus Rp 30 jt/bln
Bagian 2 · 2/4
Liquidity Ladder: 3 Tier Kas
Diskusi kelas: mengapa tidak taruh semua dana darurat di rekening tabungan?

Liquidity Ladder — 3 Tier Optimasi Yield

Bagi dana darurat ke 3 tier sesuai urgensi akses & yield target. Geser parameter di widget untuk lihat yield campuran berubah.

TierTujuanWaktu AksesInstrumenYield
Tier-1 (Immediate)Emergency mendesak (1 bln pertama)<1 jamRekening tabungan + ATM0,5%
Tier-2 (Short-term)Sustained crisis (2–3 bln)T+1 (next-day)RDPU (reksadana pasar uang)4–5%
Tier-3 (Buffer)Extended crisis (4–6 bln)T+30 atau jatuh tempoDeposito 3-bln, SBR, ORI5,5–6%
Aturan: Tier-1 = 1 bulan, Tier-2 = 3 bulan, Tier-3 = 2 bulan (total 6 bulan). Yield campuran ~4,5%/thn.

Coba interaktif — geser expense, months, dan alokasi tier untuk lihat efek pada yield campuran & premium vs tabungan:

Hitung dari Nol: Liquidity Ladder Pak Andi

Skenario: Dana darurat Rp 180 jt. Bangun ladder 3 tier: Tier-1 1 bln (Rp 30 jt) rekening; Tier-2 3 bln (Rp 90 jt) RDPU; Tier-3 2 bln (Rp 60 jt) deposito 3-bln + SBR. Hitung yield campuran.
TierAlokasiYieldReturn Tahunan
Tier-1 (rekening)Rp 30 jt0,5% p.a.Rp 30 jt × 0,5% = Rp 150.000
Tier-2 (RDPU)Rp 90 jt4,5% p.a.Rp 90 jt × 4,5% = Rp 4.050.000
Tier-3 (deposito 3-bln)Rp 40 jt4,0% p.a.Rp 40 jt × 4,0% = Rp 1.600.000
Tier-3 (SBR)Rp 20 jt6,0% p.a.Rp 20 jt × 6,0% = Rp 1.200.000
TotalRp 180 jtRp 7.000.000
Yield campuranRp 7 jt / Rp 180 jt3,89%
Kesimpulan
3,89% p.a.
Vs 0,5% tabungan saja — pendapatan tambahan Rp 6,1 jt/thn tanpa kehilangan likuiditas substansial

Mini-Kasus: Krisis Likuiditas Eksekutif yang PHK

Pak Andi 38 thn di-PHK dari BUMN (2024 restrukturisasi). Gaji berhenti. Istri tidak bekerja. 2 anak SD. KPR outstanding Rp 1,8 m. Bagaimana ladder bekerja?

BulanAksi LikuiditasSumber Dana
Bulan 1Bayar KPR + makan + sekolah (Rp 30 jt)Tier-1: rekening (Rp 30 jt)
Bulan 2Lanjet emergency (Rp 30 jt)Tier-2: cairkan RDPU T+1 (Rp 30 jt dari Rp 90 jt)
Bulan 3–4Lanjut emergency + cari kerja aktifTier-2 RDPU (Rp 60 jt sisa)
Bulan 5Jatuh tempo deposito 3-blnTier-3 deposito (Rp 40 jt)
Bulan 6Buffer terakhir + mungkin perlu jual SBRTier-3 SBR (Rp 20 jt) — bisa pencairan early
Bulan 7+Jika belum dapat kerja → jual aset investasiSaham BBCA/BBRI (Bucket 3)
Ladder memberi Pak Andi 6 bulan "breathing room" untuk cari kerja baru tanpa jual aset investasi rugi.
Bagian 3 · 3/4
Debt Service Ratio & Likuiditas Berkelanjutan
Diskusi kelas: apakah DSR 35% (sedikit di atas 30%) selalu berbahaya?

Debt Service Ratio (DSR) — Indikator Kesehatan

DSR = cicilan bulanan / income bulanan. Threshold OJK & bank ~30% (per banking prudence).

DSR = (Total Cicilan Bulanan) / (Income Bulanan Net) × 100%
DSRStatusImplikasi
< 20%SehatCapacity ambil kredit tambahan
20–30%WajarStil aman, perlu dana darurat adequate
30–40%WarningSulit approval kredit baru, perlu kehati-hatian
> 40%Over-indebtedRisiko gagal bayar, restrukturisasi urgent
DSR > 30% = warning. Bank OJK threshold prudence. Pak Andi: KPR Rp 9 jt / gaji Rp 80 jt = 11% — sangat sehat.

Likuiditas Berkelanjutan: Cashflow Management

Dana darurat bukan set-and-forget. Perlu monitoring cashflow & top-up saat terpakai.

Aturan Top-up
  • Setelah pakai emergency: rebuild dalam 6–12 bln
  • Prioritas #1 sebelum investasi tambahan
  • Sumber: bonus tahunan, THR, insentif
  • Target: kembali ke months-of-expense ideal
Aturan Re-evaluasi
  • Review tahunan saat income/expense berubah
  • Naik anak sekolah → expense naik → dana darurat naik
  • Lunas KPR → dana darurat turun (no more fixed)
  • Dual → single income: naikkan dari 3 → 6 bulan
Pak Andi: tiap awal tahun cek DSR + months-of-expense target. Adjust kontribusi bila perlu.

Hitung dari Nol: Rebuild Setelah Krisis

Skenario: Pak Andi pakai Rp 90 jt dana darurat saat PHK 6 bulan. Sekarang dapat kerja baru (gaji sama Rp 80 jt). Target rebuild Rp 90 jt dalam 12 bln. Berapa alokasi surplus?
LangkahPerhitunganNilai
1. Gap rebuildRp 180 jt − Rp 90 jt sisaRp 90.000.000
2. Target build time12 bln (priority #1)12 bln
3. Kontribusi bulananRp 90 jt / 12Rp 7.500.000/bln
4. Sumber: surplus cashflowGaji Rp 80 jt − expense Rp 50 jtRp 30 jt surplus (25%)
5. Alokasi surplusRp 7,5 jt dana darurat + Rp 22,5 jt investasiRealistis
6. Sumber alternatif: THR + bonusTHR Rp 80 jt + bonus 2× gaji Rp 160 jtRp 240 jt/thn
7. Rebuild time realisticRp 7,5 jt/bln + alokasi THR/bonus 50%~6 bln
Kesimpulan
~6 bln
Dengan THR+bonus — rebuild time dipangkas dari 12 → 6 bln
Bagian 4 · 4/4
Pitfall Manajemen Likuiditas
Diskusi kelas: kesalahan paling mahal investor ritel soal dana darurat?

Pitfall: 5 Kesalahan Likuiditas

5 kesalahan paling mahal investor ritel. Hindari semua.

#1 Risk-Bearing
Dana darurat di saham/reksadana saham — saat crash, harus jual rugi. WAJIB kas/RDPU.
#2 Misuse
Pakai dana darurat untuk liburan/gadget/renovasi. Bukan emergency!
#3 Under-size
Hanya 1–2 bln expense. PHK 6 bln → kehabisan.
#4 Over-size
12+ bln → cash drag ~6%/thn opportunity cost.
#5 Tidak Rebuild
Setelah pakai, lupa replenish → vulnerable krisis berikutnya.
Aturan emas: dana darurat = kas/RDPU, khusus emergency riil, sized sesuai profil, rebuild prioritas #1.

Ringkasan & Persiapan P10

Sizing
3–12× expense sesuai profil (Pak Andi 6×)
Ladder
3 tier: rekening (T+0) → RDPU (T+1) → deposito/SBR (T+30)
DSR
<30% sehat; Pak Andi 11% sangat sehat

Pekan depan: bias perilaku investor — loss aversion, disposition effect, recency bias.

Tugas P9: hitung sizing dana darurat optimal Anda + rancang liquidity ladder 3 tier.

Penutup & Tugas Mandiri

Likuiditas adalah pondasi semua strategi WM. Tanpa dana darurat, semua strategi investasi rapuh.

Tugas P9:
  • Hitung pengeluaran pokok bulanan Anda (KPR/cicilan + makan + transport + sekolah + utilitas).
  • Identifikasi profil (single/married/entrepreneur/pre-retiree) → tentukan months-of-expense target.
  • Hitung sizing dana darurat optimal dan bandingkan dengan existing.
  • Rancang liquidity ladder 3 tier dengan alokasi rupiah konkret (rekening + RDPU + deposito/SBR).
  • Hitung yield campuran ladder Anda vs semua di rekening tabungan.
  • Identifikasi: apakah Anda pernah jatuh ke salah satu dari 5 pitfall likuiditas?