stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Goal-Based Investing
RPS minggu 8 · 2x50 menit

Goal-Based Investing

Memetakan Investasi ke Tujuan Finansial — Wealth Protection & Investment Decision (MM FEB UNDIP)

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 8: merancang portofolio goal-based untuk klien. Tiga indikator yang harus Anda kuasai.

Indikator 1
Menjelaskan framework GBI (Brunel 2015, Nevins 2004)
Indikator 2
Memetakan tujuan klien ke sub-portofolio
Indikator 3
Menghitung kebutuhan dana pendidikan via FV

Motivasi: Brunel 2015 — Goals-Based Wealth Management

Brunel (2015) "Goals-Based Wealth Management" — portofolio dibagi ke 3-5 bucket sesuai tujuan, bukan satu frontier optimal.

Pendekatan Tradisional (MPT)
1 portofolio optimal untuk semua tujuan — satu efficient frontier
GBI (Brunel)
3–5 sub-portofolio per tujuan — frontier per bucket
GBI lebih intuitif untuk klien: "Uang sekolah anak tidak boleh di-risiko saham." Setiap tujuan punya tolerance berbeda.
Bagian 1 · 1/4
Kerangka Goals-Based Wealth Management
Diskusi kelas: apa perbedaan utama GBI vs MPT tradisional dari sisi psychology klien?

Nevins (2004): 4-Level Goals Hierarchy

Nevins (2004) "Goals-Based Investing: Integrating Traditional and Behavioral Finance" — 4 level tujuan.

Level 1: Personal (Lifestyle)
  • Dana darurat, beli rumah, liburan keluarga
  • Horizon pendek (1–5 thn)
  • Cash, RDPU, deposito
Level 2: Family (Pendidikan & Wedding)
  • Sekolah anak, kuliah S1/S2, nikah anak
  • Horizon menengah (5–20 thn)
  • Obligasi, RDPT, mix saham
Level 3: Retirement (Pensiun)
  • Dana pensiun 20–30 thn pasca-kerja
  • Horizon panjang (25+ thn)
  • Saham, RDS, SBN ritel
Level 4: Legacy (Warisan/Amal)
  • Warisan anak-cucu, donasi amal
  • Horizon sangat panjang (30+ thn)
  • Saham agresif, properti, private equity
4 level: Personal, Family, Retirement, Legacy. Masing-masing punya horizon & SAA berbeda.

Prinsip Time Horizon & Risk Capacity

Semakin panjang horizon, semakin tinggi risk capacity (mampu menahan volatilitas untuk return lebih tinggi).

Risk Capacity = f(Time Horizon, Income Stability, Wealth Base, Goal Necessity)
HorizonRisk CapacitySAA RekomendasiExpected Return
< 3 thnRendah100% kas (RDPU/deposito)4–5%
3–7 thnSedang70% obligasi, 20% saham, 10% kas6–7%
7–15 thnTinggi50% saham, 40% obligasi, 10% kas8–9%
> 15 thnSangat tinggi70%+ saham, 20% obligasi, 10% kas10–11%
Aturan: "Uang yang dibutuhkan <3 thn = jangan di-risiko saham." Untuk horizon panjang, saham historically menang.

Hitung dari Nol: Goal Mapping Pak Andi

Skenario: Pak Andi 38 thn. Identifikasi 3 tujuan utama, horizon, target rupiah saat ini, dan SAA rekomendasi sesuai risk capacity.
TujuanHorizonTarget Saat IniSAA Rekomendasi
Dana Darurat<1 thn (likuid)Rp 180 jt (6× pengeluaran)100% RDPU
Pendidikan Anak 1 (SMP-S2)10 thn (anak SD kls 4 → S2)Rp 800 jt (sekolah swasta + S2)50% saham, 40% RDPT, 10% kas
Pendidikan Anak 213 thn (SD kls 1 → S2)Rp 800 jt50% saham, 40% RDPT, 10% kas
Pensiun22 thn (60 thn)Rp 7,2 m (sudah hitung P2)70% saham, 25% RDPT, 5% kas
Warisan/Properti25+ thn (legacy)TBD (wealth surplus)60% properti, 40% saham agresif
Kesimpulan
5 Bucket
Tiap bucket SAA berbeda — dana darurat kas, pendidikan balanced, pensiun agresif saham
Bagian 2 · 2/4
Sub-Portofolio & Asset Allocation per Goal
Diskusi kelas: apakah setiap goal harus punya akun reksadana/saham terpisah secara administratif?

Bucket 1: Dana Darurat & Cashflow

Bucket likuid: 3–6× pengeluaran bulanan. Tujuan = survival, bukan return.

Instrumen
  • RDPU (reksadana pasar uang)
  • Deposito on-call 1 bulan
  • Rekening tabungan (yield ~0%)
Return Target
  • 4–5% p.a. (RDPU)
  • 3,5–4,5% (deposito)
  • ≥ inflasi (preserve purchasing power)
Aturan
  • 3× untuk single income
  • 6× untuk family & KPR outstanding
  • 12× untuk entrepreneur
Pak Andi: pengeluaran Rp 30 jt/bln + KPR outstanding → 6× = Rp 180 jt. Alokasi 100% RDPU.

Bucket 2: Pendidikan Anak — Hitung FV

Pendidikan anak 1: SMP-S2 dalam 10 thn. Saat ini biaya S2 swasta ~Rp 300 jt, naik ~7%/thn (inflasi pendidikan).

FV = PV × (1 + i)n = 300 × (1,07)10
LangkahPerhitunganNilai
1. PV (S2 swasta 2025)Rp 300 jt (ilustrasi)Rp 300.000.000
2. Inflasi pendidikan (i)Historis ~7%/thn (dihedge)7% p.a.
3. Horizon (n)10 thn (anak SD kls 4 → S2)10 thn
4. Faktor (1,07)101,07101,9672
5. FV S2 sajaRp 300 jt × 1,9672Rp 590 jt
6. Tambah SMP-SMA-S1 swasta~Rp 500 jt (FV)Rp 500 jt
7. FV total pendidikan anak 1Rp 590 + Rp 500Rp 1.090 jt ≈ Rp 1,1 m
Kesimpulan
Rp 1,1 m
Dibutuhkan 10 thn — jika mulai sekarang Rp 500 jt (PV) + kontribusi Rp 50 jt/thn

Simulasi goal-based FV tabungan — ubah PV, kontribusi, return, & horizon:

Bucket 3: Pensiun — The Longest Horizon

Pensiun 22 thn (usia 60). Target Rp 7,2 m (dari P2). SAA: 70% saham, 25% obligasi, 5% kas.

Mengapa Saham Dominan?
  • Horizon 22 thn — volatilitas ter-amortisasi
  • Saham historically outperform obligasi long-term
  • Inflasi hidup 30 thn pasca-pensiun → butuh growth
  • BBCA/BBRI historical ~12-15%/thn
Glide Path menuju Pensiun
  • -10 thn: 70% saham → derating ke 60%
  • -5 thn: 60% → 50%
  • 0 thn (pensiun): 50% saham, 40% obligasi, 10% kas
  • Post-pensiun: 4% withdrawal rule
Pak Andi perlu derating saham 5 thn sebelum pensiun — lock profit, kurangi volatilitas.
Bagian 3 · 3/4
Implementasi Sub-Portofolio
Diskusi kelas: bagaimana mempertahankan disiplin saat satu bucket turun signifikan?

Investment Policy Statement (IPS) — Kontrak Diri

IPS = dokumen tertulis yang mengikat strategi investasi. CFP Board mewajibkan IPS untuk fee-only advisor.

Komponen IPS
  • Tujuan & prioritas (5 bucket)
  • SAA per bucket
  • Rebalancing rule (kalender/threshold)
  • Constraint (likuiditas, pajak, ESG)
Aturan Withdrawal
  • Bucket 1 (darurat): bebas, untuk emergency
  • Bucket 2 (pendidikan): hanya saat sekolah
  • Bucket 3 (pensiun): 4% rule (Trinity)
  • Bucket 4 (legacy): jangan sentuh (warisan)
Tanpa IPS, klien cenderung panic jual saat crash. IPS membantu tetap disiplin pada strategi yang sudah dirancang.

Hitung dari Nol: Kontribusi Bulanan untuk Tujuan

Skenario: Target dana pensiun Pak Andi Rp 7,2 m dalam 22 thn. Saat ini sudah Rp 2 m (DPLK + saham). Asumsi return 8%/thn. Berapa kontribusi bulanan yang dibutuhkan?
LangkahPerhitunganNilai
1. FV targetPensiun 60 thnRp 7.200.000.000
2. PV existing (Rp 2 m, n=22, i=8%)2.000 × (1,08)22 = 2.000 × 5,4365Rp 10.873 jt
3. Selisih yang perlu di-akumulasiRp 7.200 − Rp 10.873(−Rp 3.673 jt) — surplus!
4. ArtinyaPV existing sudah > FV targetTidak perlu kontribusi tambahan
5. Atau jika only Rp 500 jt existing500 × 5,4365Rp 2.718 jt
6. Gap = Rp 7.200 − Rp 2.718Rp 4.482 jtPerlu akumulasi dalam 22 thn
7. PMT bulanan (i=0,66%/bln, n=264 bln)PMT formula FV=0, i=0,66%, n=264~Rp 6,8 jt/bln
Kesimpulan
Rp 6,8 jt/bln
Jika existing hanya Rp 500 jt — terjangkau dari surplus cashflow Pak Andi
Bagian 4 · 4/4
Trade-off GBI & Behavioral Insights
Diskusi kelas: klien dengan banyak goals & limited resources — prioritas mana?

Trade-off GBI: Hierarki & Prioritas

Hierarki goals = Maslow-like. Survival > kebutuhan > keinginan.

BucketPrioritasSAA DefensiveSAA Aggressive
1. Dana Darurat#1 Survival (non-negotiable)100% RDPU100% RDPU
2. Pensiun#2 Mandatory (lah) — kebutuhan dasar40% saham, 50% obligasi70%+ saham
3. Pendidikan#3 Important — bisa beasiswa/KIP40% saham, 50% obligasi60% saham
4. Properti/Rumah#4 Important — butuh tekunKPR 80% + DP saveCash + saham
5. Legacy/Warisan#5 Nice to have — hanya dari surplus50% saham, 50% propertiAggressive
Dana darurat tidak boleh dikorbankan demi goals lain. Pensiun #2 (mandatory). Legacy hanya dari surplus.

Ringkasan & Persiapan P9

GBI Framework
Brunel 2015, Nevins 2004 — sub-portofolio per tujuan
5 Bucket
Darurat, pendidikan, pensiun, properti, legacy — SAA berbeda
IPS
Investment Policy Statement — kontrak tertulis

Pekan depan: dana darurat & likuiditas personal — Bucket 1 mendalam, liquidity ladder.

Tugas P8: tulis IPS pribadi dengan 5 bucket goals, SAA per bucket, dan rule rebalancing.

Penutup & Tugas IPS Pribadi

IPS adalah komitmen tertulis yang membedakan investor disiplin dari reaktif.

Tugas P8:
  • Tulis IPS pribadi: 5 bucket (darurat, pendidikan, pensiun, properti, legacy) dengan target rupiah & horizon.
  • SAA per bucket sesuai risk capacity (gunakan tabel horizon-risios).
  • Rebalancing rule (kalender tahunan atau threshold 5%).
  • Constraint: likuiditas (bulan ke-?), pajak, dan/atau preferensi ESG/syariah.
  • Refleksi: identifikasi 1 goal yang sebelumnya tidak Anda prioritaskan (mis. pensiun, legacy).