stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Dasar Alokasi Aset (Strategis vs Taktis)
RPS minggu 6 · 2x50 menit

Dasar Alokasi Aset

Strategis vs Taktis — Wealth Protection & Investment Decision (MM FEB UNDIP)

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 6: merancang alokasi aset dasar sesuai profil risiko klien. Tiga indikator yang harus Anda kuasai.

Indikator 1
Menjelaskan MPT (Markowitz, 1952) & efficient frontier
Indikator 2
Membedakan alokasi strategis vs taktis
Indikator 3
Merancang alokasi 3-kelas-aset sesuai profil

Motivasi: Brinson 1986 — 91,5% Variasi Return dari Alokasi

Studi ikonik Brinson, Hood & Beebower (1986) menunjukkan 91,5% variasi return quarterly pension fund ditentukan alokasi aset — bukan stock picking atau market timing.

Kontribusi Alokasi Aset
~91,5%
Brinson et al. (1986) — variasi return quarterly
Kontribusi Stock Picking + Timing
~8,5%
Sisanya — lebih kecil dari yang diasumsikan
Studi ini mengubah industri: bukan "mana saham yang bagus" tapi "berapa proporsi tiap kelas aset". Itulah inti WM.
Bagian 1 · 1/4
Konsep Modern Portfolio Theory
Diskusi kelas: bisakah portofolio dengan rata-rata return tinggi & risiko rendah sekaligus?

MPT Markowitz (1952): Risk-Return-Utility

Markowitz (1952) "Portfolio Selection" — portofolio optimal untuk tingkat return tertentu memiliki risiko minimum (mean-variance optimization).

Modern Portfolio Theory: investor rasional memilih portofolio pada efficient frontier sesuai risk tolerance. Penggabungan aset dengan korelasi < 1 menghasilkan risiko lebih rendah untuk return tertentu.
E(Rp) = Σ wi × E(Ri) ; σp2 = ΣΣ wi wj σij
MPT adalah Nobel 1990 (Markowitz). Konsep: diversifikasi gratis (only free lunch in finance).

Efficient Frontier & Capital Allocation Line

Frontier adalah himpunan portofolio optimal (return tertinggi per unit risiko). CAL menggabungkan risk-free dengan market portfolio.

σ (Risiko)E(R) ReturnEfficient FrontierRf (SUN)Capital Allocation LineTangency Portfolio (M)

Diversifikasi & Korelasi

Korelasi = kunci diversifikasi. ρ ≤ 1 → diversifikasi mengurangi risiko tanpa mengorbankan return.

ρ = +1 (Positif Perfek)
  • Dua aset bergerak sinkron
  • Tidak ada diversifikasi
  • Contoh: 2 bank BUMN
ρ = 0 (Tidak Berkorelasi)
  • Pergerakan independen
  • Diversifikasi efektif
  • Contoh: saham + emas jangka panjang
ρ < 0 (Negatif)
  • Bergerak berlawanan
  • Diversifikasi paling efektif
  • Contoh: saham defensif + obligasi
Korelasi = kunci. Aset perfekt positif (ρ=1) tidak mengurangi risiko. Aset negatif (ρ<0) paling efektif.

Hitung dari Nol: Risiko Portofolio 2-Aset

Skenario: Saham E(r)=12%, σ=20% (bobot 60%); Obligasi E(r)=7%, σ=8% (bobot 40%); ρ=0,2. Hitung return & risiko portofolio.
LangkahPerhitunganNilai
1. Expected return portofolio0,6×12% + 0,4×7%10,0%
2. Variansi (komponen saham)0,6² × 20² = 0,36 × 400144
3. Variansi (komponen obligasi)0,4² × 8² = 0,16 × 6410,24
4. Covariance term2 × 0,6 × 0,4 × 20 × 8 × 0,215,36
5. Total variansi σp2144 + 10,24 + 15,36169,60
6. σp√169,6013,02%
Kesimpulan
σp = 13,02%
vs rata-rata berbobot (0,6×20 + 0,4×8) = 15,2% → diversifikasi saves 2,2%
Bagian 2 · 2/4
Strategic vs Tactical Asset Allocation
Diskusi kelas: apakah TAA selalu mengalahkan SAA jangka panjang?

Strategic Asset Allocation (SAA)

SAA = alokasi jangka panjang sesuai profil risiko & tujuan. Rebalance periodik, tidak diubah kecuali profil atau tujuan berubah.

Profil Konservatif
  • 20% saham, 70% obligasi, 10% kas
  • Return target 4–6%/thn
  • σ rendah ~5%
Profil Balanced (Andi)
  • 60% saham, 30% obligasi, 5% emas, 5% kas
  • Return target 7–9%/thn
  • σ sedang ~13%
Profil Agresif
  • 80% saham, 15% obligasi, 5% kas
  • Return target 10–12%/thn
  • σ tinggi ~20%
SAA adalah policy portfolio — tidak diubah kecuali profil atau tujuan berubah. Rebalance periodik untuk menjaga proporsi.

Tactical Asset Allocation (TAA) & Dynamic AA

TAA: penyesuaian jangka pendek mengikuti kondisi pasar. Dynamic AA: perubahan systematic sesuai volatilitas.

Tactical Asset Allocation
  • Overweight/underweight kelas aset berdasarkan view pasar
  • Contoh: saat saham murah (krisis), overweight 70% (vs target 60%)
  • Memerlukan timing & view pasar
  • Risiko: market timing salah → underperform
Dynamic Asset Allocation
  • Perubahan systematic sesuai volatilitas
  • Contoh: target volatility fund (vol target 10%)
  • Rule-based, mengurangi bias emosi
  • Cocok untuk klien yang ingin sedikit otomasi
Untuk klien ritel, SAA + rebalance periodik sudah cukup. TAA memerlukan view pasar & timing — sulit dilakukan konsisten.

Mini-Kasus: SAA vs TAA untuk Klien Balanced

SAA 50/40/10 vs TAA risk-off saat pandemi 2020. Mana yang menang?

StrategiAksi Maret 2020Hasil 2020
SAA + rebalanceTahan, beli saham jatuhTangkap rebound +60% Apr–Des 2020
TAA risk-off (ideal)Jual saham sebelum crashHindari drawdown −20% (ideal)
TAA realistisJual saham Maret-April (telat)Kembali terlalu lambat, miss rebound
TAA terlihat bagus di belakang (hindsight), sulit di depan. Lebih aman: SAA + rebalance otomatis (belajar dari crash, jangan cut loss).
Bagian 3 · 3/4
Implementasi Alokasi Aset
Diskusi kelas: berapa frekuensi rebalance ideal?

Tiga Kelas Aset: Saham · Obligasi · Kas

Tiga kelas utama + alternatif (emas, properti). Angka return dihedge — tergantung periode historis.

Kelas AsetReturn HistorisVolatilitas (σ)Contoh Indonesia
Saham10–12%/thn (dihedge)20–30%IHSG, BBCA, BBRI
Obligasi6–8%/thn4–8%SUN 10-thn ~6,8%, SBN ritel
Kas/Deposito3–5%/thnRendahDeposito LPS-covered, RDPU
Emas (alternatif)9,7%/thn long-term IDR (dihedge)15%Antam, reksadana emas
Untuk Indonesia, IHSG long-term ~10–12% IDR (dihedge), SUN 10-thn ~6,8% (verifikasi tanggal).

Rebalancing: Kalender vs Threshold

Rebalancing memaksa "jual mahal beli murah" — disiplin kontra-siklus.

Kalender
  • Rebalance pada interval tetap (tahunan/semesteran)
  • Sederhana, mudah dijalankan
  • Risiko: drift signifikan di antara interval
Threshold
  • Rebalance saat bobot menyimpang >5% atau >10%
  • Lebih responsif terhadap drift
  • Memerlukan monitoring lebih sering
Rebalancing mendisiplinkan profit-taking. Tanpa ini, saham bisa mendominasi 70% portofolio saat bull market — risiko meningkat saat koreksi.

Hitung dari Nol: Rebalancing Threshold

Skenario: Target SAA 50/40/10 dengan total Rp 1 miliar. Setelah 1 thn, saham naik 20% jadi Rp 600 jt, obligasi flat Rp 400 jt, kas Rp 100 jt. Total Rp 1,1 miliar.
LangkahPerhitunganNilai
1. Bobot aktual600/1.100, 400/1.100, 100/1.10054,5% / 36,4% / 9,1%
2. Threshold relatif 5% (target 47,5–52,5%)saham 54,5% > 52,5%Trigger rebalance
3. Target baru (basis Rp 1,1 m)50% × 1,1 m, 40% × 1,1 m, 10% × 1,1 mRp 550 / 440 / 110 jt
4. Aksi jual sahamRp 600 jt − Rp 550 jtJual Rp 50 jt
5. Aksi beli obligasi + kasRp 40 jt obligasi + Rp 10 jt kasBeli Rp 50 jt
6. Profit-taking terkuncijual mahal (saham naik) beli murah (obligasi flat)Rp 50 jt profit saham
Kesimpulan
Rp 50 jt
Profit saham dikunci lewat rebalance — disiplin kontra-siklus bekerja
Bagian 4 · 4/4
Pitfall Alokasi Aset
Diskusi kelas: home bias — mengapa investor Indonesia lebih banyak beli saham lokal?

Pitfall: Home Bias, Recency, Over-trading

Tiga pitfall paling mahal dalam alokasi aset. Atasi dengan SAA + rebalance + buy-and-hold disiplin.

Home Bias
75% portofolio saham Indonesia — eksposur country risk tinggi. Atasi: 10–20% reksadana global.
Recency Bias
Chase performa terbaru — beli reksadana yang naik thn lalu. Atasi: pilih berbasis rekam jejak 5-thn.
Over-trading
Sering jual-beli → biaya transaksi + tax drag. Atasi: rebalance periodik, bukan harian.
Tiga pitfall paling mahal. Atasi dengan SAA + rebalance + buy-and-hold disiplin. Hindari chasing performance.

Ringkasan & Persiapan P7

MPT Markowitz
Diversifikasi gratis — frontier optimal
SAA > TAA
Untuk klien ritel, SAA + rebalance lebih reliable
Rebalance
Kalender tahunan atau threshold 5% — profit-taking

Pekan depan: instrumen konkret untuk SAA — saham, obligasi, reksadana, deposito Indonesia.

Tugas P6: rancang SAA pribadi: target alokasi % saham/obligasi/emas/kas sesuai profil risiko Anda.

Penutup & Refleksi SAA Pribadi

SAA adalah komitmen jangka panjang — bukan keputusan trading harian.

Refleksi P6:
  • Tuliskan target SAA pribadi sesuai profil risiko (konservatif/balanced/agresif).
  • Hitung alokasi aktual Anda saat ini — adakah drift signifikan (>5%)?
  • Apakah ada home bias? (terlalu dominan saham Indonesia)
  • Apakah Anda tergoda TAA / market timing? Refleksi 1 keputusan TAA yang salah.
  • Strategi: tulis Investment Policy Statement (IPS) pribadi untuk mengikat rencana.