Out-of-pocket pengeluaran kesehatan Indonesia ~38% total health spending (WHO Global Health Expenditure Database 2022, dihedge).
Out-of-Pocket Medis
~38%
WHO 2022 — separuh biaya sakit dibayar sendiri
Keluarga Terjerat Utang Sakit
~1 dari 5
Riskesdas 2018 (dihedge) — berbasis survei nasional
38% out-of-pocket artinya separuh biaya sakit dibayar sendiri. Inilah sumber poverty akibat sakit di Indonesia. Asuransi kesehatan = pilar anti-poverty.
Bagian 1 · 1/4
Konsep Dasar Asuransi Kesehatan
Diskusi kelas: apakah asuransi kesehatan bisa dipegang orang tua untuk anak dewasa?
Definisi & POJK 4/2019
POJK 4/2019 Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan — kerangka regulasi untuk produk indemnity & managed care.
Asuransi kesehatan: perjanjian indemnity untuk penggantian biaya medis akibat sakit atau cacat yang dialami tertanggung. Berbeda dari asuransi jiwa (manfaat tetap), asuransi kesehatan = reimbursement biaya riil hingga plafon.
Indemnity
Reimbursement biaya riil (Rp-for-rp)
Managed Care
Jaringan RS, manfaat terstruktur (BPJS)
Lump Sum CI
Pembayaran tetap saat diagnosis (critical illness)
Plafon, Deductible, Co-pay, Coinsurance
Empat komponen kontrak yang menentukan premi. Pemahaman ini kunci untuk audit polis klien.
Komponen
Definisi
Contoh
Plafon
Batas atas manfaat tahunan
Rp 500 jt/thn
Deductible
Biaya sendiri pertama sebelum cover
Rp 500 rb/episode
Co-pay
Persentase setelah deductible
10% dari tagihan
Coinsurance
Sharing antara penanggung & tertanggung
90:10 hingga plafon
Plafon Rp 100 jt tanpa deductible lebih mahal dibanding plafon Rp 100 jt dengan deductible Rp 5 jt. Deductible menurunkan moral hazard (klaim sepele).
Cashless vs Reimbursement
Cashless lebih nyaman — kartu di RS. Reimbursement sebagai fallback bila RS non-jaringan.
CI prioritas untuk earner utama karena biaya sakit kritis bisa Rp 1 m. Cash plan hanya sebagai tambahan, bukan proteksi utama.
Mini-Kasus: Polis Karyawan vs Polis Pribadi
Kasus klasik: eksekutif 40 thn mengandalkan polis karyawan plafon Rp 150 jt/thn. Apa risikonya?
Dimensi
Polis Karyawan
Polis Pribadi
Plafon
Rp 100–150 jt/thn (terbatas)
Rp 500 jt–1 m/thn (fleksibel)
Risiko PHK
Cover hilang saat PHK
Tetap berlaku selama premi dibayar
Pre-existing
Tidak ada exclusion
Waiting period 12 bln
Pensiun
Cover hilang
Tetap berlaku (lanjut usia)
Solusi: mulai polis pribadi saat sehat sebagai top-up & safety net PHK. Pre-existing diabetes di usia 45+ akan menyulitkan daftar polis pribadi.
Bagian 3 · 3/4
Asuransi Aset
Diskusi kelas: apa yang paling sering luput dalam asuransi properti rumah tinggal?
Asuransi Properti (All-Risk, Fire, Engineering)
Tiga tipe utama asuransi properti Indonesia. All-risk paling komprehensif.
Property All Risk
Cover berbagai risiko (kecuali exclusion)
Premi ~0,1–0,3% nilai bangunan/thn
Penyedia: Sinar Mas, Allianz, Aswata
Fire Insurance Dasar
Cover kebakaran, petir, ledakan
Premi ~0,05–0,1%
Limitatif, banyak exclusion
Engineering (CAR/EAR)
Contractor's All Risk untuk konstruksi
Erection All Risk untuk pabrik
Wajib untuk proyek besar
Property All Risk Sinar Mas/Allianz premi ~0,1–0,3% nilai bangunan/thn. Rider gempa +0,05%, banjir +0,05–0,15%. Untuk rumah Rp 2 m, total premi ~Rp 6,75 jt/thn.
Asuransi Kendaraan & Liability Profesi
Comprehensive kendaraan + TPL untuk pengguna jasa. Asuransi liability profesi untuk eksekutif.
Kendaraan
Comprehensive kendaraan ~2,5–3% nilai pasar/thn
TPL (Third Party Liability) — ganti rugi pihak ketiga
Cover: tabrakan, pencurian, banjir, kebakaran
Penyedia: Asuransi Astra, Sinar Mas, Allianz
Liability Profesi
D&O (Directors & Officers) — direksi perusahaan publik
Malpractice — dokter, notaris, akuntan publik
PI (Professional Indemnity) — konsultan
Syarat regulasi untuk profesi tertentu
TPL penting untuk pengguna jasa. Asuransi D&O menjadi syarat jika Anda jadi direksi perusahaan publik — cover gugatan dari pemegang saham.
Hitung dari Nol: Premi Properti All-Risk + Rider
Skenario: Hitung premi tahunan asuransi properti untuk rumah Pak Andi nilai bangunan Rp 2 miliar (All-Risk + rider gempa + banjir).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Premi dasar All-Risk
0,2% × Rp 2 m
Rp 4.000.000
2. Rider gempa
0,075% × Rp 2 m
Rp 1.500.000
3. Rider banjir
0,1% × Rp 2 m
Rp 2.000.000
4. Total premi tahunan
4 + 1,5 + 2
Rp 7.500.000
5. Diskon loyalitas multi-year 10%
Rp 7,5 jt × 0,9
Rp 6.750.000
6. % dari nilai bangunan
Rp 6,75 jt ÷ Rp 2 m
0,34%/thn
Kesimpulan
~Rp 6,75 jt/thn
Premi 0,34% nilai bangunan — sangat murah untuk proteksi Rp 2 miliar
Bagian 4 · 4/4
Studi Kasus & Klaim
Diskusi kelas: apa batas waktu klaim standar di Indonesia?
Proses Klaim: Dokumen & Time Bar
Klaim ditolak paling sering karena bukti tidak lengkap. Edukasi proses sebelum klien butuh.
Dokumen Wajib
Polis asli
Form klaim (formal per penanggung)
Bukti medis (medis record, hasil lab)
Foto kerugian (properti)
Kuitansi & invoice RS
Alasan Penolakan Klaim
Pre-existing conditions (undisclosed)
Fraud — misrepresentation polis
Exclusion — kondisi tidak dicover
Time-barred — klaim > 12 bln
Bukti tidak lengkap
Time bar standar 12 bln sejak kejadian. Simpan salinan digital semua dokumen. Klaim ditolak paling sering karena bukti tidak lengkap.
Ringkasan & Persiapan P6
BPJS + Swasta
Kombinasi optimal: BPJS kelas 1 + swasta Rp 500 jt/orang + CI Rp 1 m
Critical Illness
Prioritas untuk earner utama — biaya kritis bisa Rp 1 m
All-Risk + Rider
Properti all-risk + rider gempa + banjir — premi 0,34% nilai bangunan
Pekan depan: bagaimana mengalokasikan aset investasi sesuai profil risiko — Modern Portfolio Theory & alokasi strategis.
Tugas P5: cek polis asuransi rumah & kesehatan Anda — apakah ada rider gempa, banjir, dan CI rider?
Penutup & Audit Polis Pribadi
Audit polis pribadi adalah latihan konkret — apakah proteksi Anda & keluarga sudah komprehensif?
Refleksi P5:
Daftar semua polis asuransi yang Anda & keluarga punya.
Cek plafon tahunan — cukup untuk worst-case single event Jakarta?
Apakah ada rider critical illness untuk earner utama?
Cek polis properti — sudah ada rider gempa & banjir?
Apakah ada polis pribadi di luar polis karyawan? (Safety net PHK)
Strategi: identifikasi 1 gap proteksi & rencana penutupan.