‹ Daftar slidePertemuan 3: Manajemen Risiko Personal (Jiwa, Kesehatan, Aset)
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Manajemen Risiko Personal
Jiwa, Kesehatan, Aset — Wealth Protection & Investment Decision (MM FEB UNDIP)
Peta Pembelajaran Hari Ini
Sub-CPMK 3: mengidentifikasi kebutuhan proteksi risiko personal klien. Tiga indikator yang harus Anda kuasai.
Indikator 1
Memetakan risiko personal (pure/speculative, static/dynamic)
Indikator 2
Menghitung nilai kerugian finansial maksimum
Indikator 3
Menentukan urutan prioritas proteksi (HLV)
Motivasi: Kematian Earner = Krisis Finansial
Kehilangan earner utama berarti keluarga kehilangan arus kas 5–15 thn. Tanpa asuransi, keluarga harus jual rumah atau aset produktif.
Pekerja Formal Tercatat BPJS TK
~35%
Estimasi 2024 (dihedge) — sisanya informal tanpa jaminan
Penurunan Konsumsi Keluarga
~30%
Safitri & Wibowo (2021) — dalam 2 thn setelah kematian earner
Mayoritas keluarga Indonesia tidak siap finansial untuk kehilangan earner utama. Inilah mengapa proteksi jiwa adalah pilar pertama WM — sebelum investasi.
Bagian 1 · 1/4
Klasifikasi Risiko
Diskusi kelas: risiko PHK — pure atau speculative? Static atau dynamic?
Pure vs Speculative · Static vs Dynamic
Empat kuadran klasifikasi risiko — menentukan apakah dapat diasuransikan.
Pure vs Speculative
Pure: hanya rugi (kematian, sakit, kebakaran)
Speculative: bisa untung/rugi (saham, bisnis)
Static vs Dynamic
Static: frekuensi konstan (gempa, gelombang pasang)
Dynamic: berubah dengan kondisi (PHK, kecelakaan)
Asuransi hanya cocok untuk pure risk. Speculative risk tidak diasuransikan (kecuali derivatif sebagai hedging).
Lima Metode Menangani Risiko
Pilihan tergantung severity × frequency. Asuransi adalah salah satu dari lima, bukan satu-satunya.
Avoid
Hindari aktivitas berisiko (tidak terbang pesawat)
Reduce
Mitigasi (sabuk pengaman, gaya hidup sehat)
Retain
Self-insurance via dana darurat (low severity)
Transfer
Asuransi — high severity, low frequency
Share
Koperasi/captive insurance perusahaan
High severity + low frequency → transfer (asuransi). Low severity + high frequency → retain (dana darurat).
Human Life Value (HLV) — Dasar Penilaian
HLV (S. Huebner, 1927) = present value penghasilan bersih seumur hidup yang tersisa. Pendekatan lebih saintifik dibanding "10× gaji tahunan".
HLV menganggap nyawa manusia bernilai rupiah karena menghasilkan arus kas. PV = Σ (penghasilan bersih tahun-t) ÷ (1 + r)t.
Pendekatan cepat (income multiple 10–15×) kasar tapi berguna untuk validasi. HLV lebih akurat untuk klien kompleks dengan multi-tanggungan.
Hitung dari Nol: HLV Pak Andi
Skenario: Pak Andi 38 thn, penghasilan bersih Rp 60 jt/bln, pensiun 65 thn (27 thn tersisa), diskonto 5%.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Penghasilan bersih/bln
gaji Rp 80 jt − belanja wajib Rp 20 jt
Rp 60.000.000
2. Penghasilan bersih tahunan
Rp 60 jt × 12
Rp 720.000.000
3. Tahun kerja tersisa n
65 − 38
27 thn
4. Faktor anuitas (r=5%, n=27)
(1 − 1,05−27) ÷ 0,05
14,6430
5. HLV
Rp 720 jt × 14,6430
Rp 10.542.960.000
Kesimpulan
Rp 10,5 miliar
HLV Pak Andi — jauh di atas credit life KPR Rp 1,8 m. Gap proteksi Rp 8,7 miliar harus diisi term life.
Bagian 2 · 2/4
Risiko Jiwa
Diskusi kelas: untuk keluarga DINK (dual income no kids), apakah masih perlu asuransi jiwa besar?
Sumber Risiko Jiwa (4 Variasi)
Kematian dini bukan satu-satunya. Cacat dan critical illness sering lebih mahal.
Variasi Risiko
Skenario
Implikasi Finansial
Premature death
Meninggal saat usia produktif
Hilang arus kas + beban pemakaman + utang
Disability
Cacat tetap, tidak bisa kerja
Hilang arus kas + biaya medis berkelanjutan
Critical illness
Kanker, stroke, jantung
Biaya medis Rp 500 jt–1 m + income loss
Longevity risk
Hidup lebih lama dari dana
Dana pensiun habis sebelum meninggal
Disability sering lebih mahal dari kematian — penghasilan berhenti tapi biaya hidup & medis tetap berjalan.
Needs Analysis: DINK vs Income Multiple
Dua pendekatan hitung UUP. Income Multiple cepat; Needs Analysis lebih akurat.
Income Multiple (Cepat)
10–15× penghasilan tahunan
Andi: 10 × Rp 960 jt = Rp 9,6 m (mirip HLV Rp 10,5 m)
Cocok untuk estimasi awal
Needs Analysis (Akurat)
PV penghasilan + pelunasan utang + dana pendidikan + dana pasangan
Andi: Rp 8,1 m (PV income) + Rp 1,8 m (KPR) + Rp 1,3 m (pendidikan) = Rp 11,2 m
Cocok untuk klien kompleks
Kedua metode menghasilkan rentang UUP Rp 9,6–11,2 m untuk Andi — konsisten dengan HLV Rp 10,5 m. Validasi silang 3 metode.
Mini-Kasus: Keluarga Single-Income Tanpa Asuransi
Kasus klasik yang sering muncul di praktik. Identifikasi gap & solusi.
Dimensi
Detail
Profil
Suami 40 thn penghasilan Rp 50 jt/bln, istri 35 thn, 2 anak (5 & 8 thn)
Aset & Utang
KPR Rp 1,5 m, tabungan Rp 300 jt, tanpa asuransi jiwa
Skenario
Suami meninggal mendadak
Kebutuhan minimum
KPR Rp 1,5 m + dana anak Rp 1 m + konsumsi istri 10 thn Rp 3 m = Rp 5,5 m
Gap proteksi
Rp 5,5 m − Rp 0,3 m (tabungan) = Rp 5,2 miliar
Solusi: term life UUP Rp 5,5 m untuk usia 40 thn, premi ~Rp 12–15 jt/thn (rate ~0,25%) — sangat terjangkau dibanding risiko keluarga kehilangan arus kas 20+ thn.
Bagian 3 · 3/4
Risiko Kesehatan
Diskusi kelas: apakah BPJS Kesehatan kelas 1 cukup untuk keluarga HNW?
Biaya Sakit Kritis Indonesia 2025
Estimasi biaya pengobatan sakit kritis di rumah sakit swasta Jakarta (dihedge — bervariasi antar RS).
Kanker
Rp 500 jt–1 m
Kemoterapi + targeted therapy + operasi
Jantung Koroner
Rp 300–800 jt
Bypass + ICU + rehab
Stroke
Rp 200–600 jt
ICU + rehab jangka panjang
Biaya tadi bisa menyedot habis dana pendidikan anak. Inilah mengapa critical illness rider wajib dipertimbangkan untuk earner utama.
BPJS Kesehatan vs Asuransi Swasta
Kombinasi optimal — bukan salah satu. BPJS sebagai dasar, swasta sebagai top-up.
Dimensi
BPJS Kesehatan
Asuransi Swasta
Kelas
Kelas 1/2/3 (plafon)
VIP/VVIP (plafon Rp 100 jt–1 m)
Antrean
Ada (rawat inap elektif)
Lebih cepat (network luas)
Obat
Formularium terbatas
Lebih luas (targeted therapy)
Premi
5% penghasilan (karyawan)
Rp 5–15 jt/thn per orang
Pre-existing
Tidak ada exclusion
Ada exclusion (waiting period)
Kombinasi optimal: BPJS kelas 1 (dasar) + swasta top-up Rp 500 jt/orang + critical illness rider Rp 1 m untuk earner utama.
Hitung dari Nol: Dana Darurat Medis
Skenario: Hitung dana darurat medis minimum untuk skenario stroke single event di Jakarta.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tarif inpatient VIP Jakarta
~Rp 5 jt/hari (dihedge)
Rp 5.000.000/hari
2. LOS rata-rata stroke
7 hari
Rp 35.000.000
3. ICU worst-case
3 hari × Rp 10 jt
Rp 30.000.000
4. Rehabilitasi 6 bln
Rp 5 jt/bln × 6
Rp 30.000.000
5. Total single event
35 + 30 + 30
Rp 95.000.000
6. Buffer 2× (recurrence/komplikasi)
Rp 95 jt × 2
Rp 190.000.000
Kesimpulan
≥ Rp 190 jt
Dana darurat medis — di luar polis asuransi, tambahkan ke dana darurat umum
Bagian 4 · 4/4
Risiko Aset
Diskusi kelas: rumah mewah butuh asuransi properti — apa yang paling sering luput?
Risiko Properti & Kendaraan
Asuransi non-jiwa sering dianggap "tidak perlu" padahal premi kecil dibanding nilai aset.
Properti
All-Risk (Property All Risk Sinar Mas/Allianz)
Premi ~0,1–0,3% nilai bangunan/thn
Rider: gempa +0,05–0,1%, banjir +0,05–0,15%
Engineering (CAR/EAR) untuk konstruksi
Kendaraan & Liability
Comprehensive kendaraan ~2,5–3% nilai pasar/thn
TPL (Third Party Liability)
D&O (Directors & Officers) untuk eksekutif
Malpractice untuk profesi dokter/notaris
Asuransi properti all-risk + rider gempa/banjur ~Rp 6,75 jt/thn untuk bangunan Rp 2 m — premi 0,34%, sangat murah untuk proteksi Rp 2 m.
Ringkasan & Persiapan P4
Klasifikasi
Pure risk → asuransi; speculative → diversifikasi
HLV Prioritas
HLV Pak Andi Rp 10,5 m → gap proteksi Rp 8,7 m
BPJS + Swasta
Kombinasi optimal, bukan salah satu
Pekan depan: bagaimana mengisi gap proteksi Rp 8,7 m tadi — pilih term life, whole life, atau unit link?
Tugas P3: hitung HLV pribadi/keluarga menggunakan formula anuitas. Identifikasi gap proteksi.
Penutup & Refleksi Proteksi Diri
Audit proteksi diri adalah langkah paling konkret WM — apakah keluarga Anda siap jika terjadi skenario terburuk?
Refleksi P3:
Hitung HLV Anda (lihat lampiran P3 materi master).
Daftar asuransi yang Anda punya saat ini — berapa UUP/plafon total?
Gap proteksi = HLV − UUP existing. Berapa nominal gap-nya?
Strategi: pilih instrumen proteksi untuk menutup gap (akan dibahas P4-P5).
Cek juga: apakah properti Anda sudah ada rider gempa & banjir?