stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Profil Risiko dan Tujuan Finansial Klien
RPS minggu 2 · 2x50 menit

Profil Risiko & Tujuan Finansial Klien

Wealth Protection and Investment Decision — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pembelajaran Hari Ini

Sub-CPMK 2: menyusun profil risiko dan tujuan finansial klien. Tiga indikator yang harus Anda kuasai.

Indikator 1
Membedakan risk tolerance vs capacity vs requirement
Indikator 2
Mengelola kuesioner profil risiko (CFP risk survey)
Indikator 3
Menyusun tujuan finansial 3 horizon dengan SMART

Motivasi: DALBAR Behavior Gap

Studi DALBAR 23 thn (2023) menunjukkan investor ritel AS meraih return ~6%/thn, sementara S&P 500 ~10%/thn — gap 4% akibat perilaku (beli tinggi, jual rendah).

Return Investor Ritel
~6%
DALBAR 23-thn average (dihedge)
Return S&P 500 Index
~10%
DALBAR 23-thn average (dihedge)
Gap 4% per thn dalam 20 thn = 60% dari wealth akhir hilang. Bukan biaya transaksi — emosi. Indonesia pola mirip: klien beli reksadana saham saat pasar puncak, jual saat rendah.
Bagian 1 · 1/4
Tiga Komponen Profil Risiko
Diskusi kelas: seorang klien 30 thn dengan aset Rp 50 jt — apakah dia boleh berisiko tinggi?

Risk Tolerance vs Capacity vs Requirement

Tiga komponen profil risiko — sering disamakan padahal sangat berbeda. Profile final = min(Tolerance, Capacity, Requirement).

Tolerance
Sikap psikologis terhadap volatilitas — diukur via kuesioner
Capacity
Kemampuan finansial menyerap kerugian — surplus arus kas, aset likuid
Requirement
Kebutuhan return untuk capai tujuan — FV target
Contoh: klien tolerance tinggi, capacity rendah (gaji tipis) → gunakan capacity sebagai batas. Tolerance tinggi tidak membenarkan exposure melebihi kemampuan finansial.

Faktor Penentu Risk Tolerance

Tolerance adalah sikap psikologis — relatif stabil tapi bisa diedukasi. Grable (2000) menunjukkan lima prediktor kuat.

Demografi & Pengalaman
  • Umur — muda cenderung lebih toleran
  • Pengalaman investasi — pernah rugi & pulih
  • Pendidikan finansial — paham volatilitas
Kepribadian (Big Five)
  • Openness tinggi → tolerance tinggi
  • Neuroticism tinggi → tolerance rendah
  • Pengalaman kerugian masa lalu → trauma

Faktor Penentu Risk Capacity

Capacity kuantitatif — dihitung dari arus kas & neraca klien. Lebih mudah diukur dibanding tolerance.

Arus Kas & Neraca
  • Surplus arus kas > 20% penghasilan
  • Aset likuid ≥ 6 bln pengeluaran
  • Asuransi jiwa + kesehatan memadai
Horizon & Tanggungan
  • Horizon investasi > 10 thn → capacity tinggi
  • Tanggungan sedikit → capacity tinggi
  • Pendapatan stabil (pegawai vs freelancer)
Capacity rendah tidak bisa dipakai untuk membenarkan tolerance tinggi — klien bisa "jujur diri" via kuesioner, tapi tetap harus di-batas capacity.

Hitung dari Nol: Skor Kuesioner CFP

Skenario: Pak Andi mengisi 5 pertanyaan profil risiko. Hitung skornya & interpretasikan.
PertanyaanDimensiSkor Andi
Q1: Reaksi jika portofolio turun 20% dalam sebulanLoss tolerance4 (tahan)
Q2: Horizon investasi utamaTime horizon3 (5–10 thn)
Q3: Pengalaman investasi saham/obligasiKnowledge3 (moderat)
Q4: Persentase pendapatan surplusCapacity4 (>30%)
Q5: Pengetahuan produk finansialLiterasi3 (sedang)
Total17 / 25
Interpretasi
Balanced
Skor 14–18 → alokasi 50% saham / 50% obligasi (POJK 20/2018)
Bagian 2 · 2/4
Kuesioner Profil Risiko
Diskusi kelas: apakah reksadana dijual via aplikasi paylater juga wajib profil risiko?

POJK 20/2018: Wajib Profil Risiko

POJK 20/2018 Investasi Bagi Nasabah Produk Reksa Dana mewajibkan profil risiko sebelum penjualan.

Saat Buka Akun
Nasabah baru wajib mengisi kuesioner profil risiko
Update
Minimal 1 thn sekali diperbarui
Dokumentasi
Disimpan minimal 5 thn untuk audit OJK
Pelanggaran = sanksi administratif OJK (peringatan, denda, pembatasan kegiatan bisnis). Mis-selling profil-mismatch dapat dituntut di LAPS SJK.

Tiga Profil: Konservatif · Balanced · Agresif

Tiga kategori standar POJK 20/2018. Angka return dihedge — tergantung kondisi pasar.

ProfilReturn EkspektasiVolatilitasAlokasi Khas
Konservatif4–6%/thn (dihedge)Rendah80% obligasi, 20% kas
Balanced7–9%/thn (dihedge)Sedang50% saham, 50% obligasi
Agresif10–12%/thn (dihedge)Tinggi80% saham, 20% obligasi
Pemetaan return-volatilitas ini indikatif. Realisasi bisa berbeda signifikan per tahun (IHSG 2020 −5%, 2021 +10%, 2022 +4% — dihedge).

Eksplorasi alokasi per profil risiko secara interaktif:

Mini-Kasus: Ibu Sari & RM Bank (Mis-selling)

Kasus nyata yang sering muncul di LAPS SJK. Sari bisa menang jika ada bukti kuesioner konservatif.

DimensiIbu SariProduk yang Dijual RM
Umur & pekerjaan45 thn, pegawai
GajiRp 30 jt/bln
Skor profil risiko11/25 (Konservatif)
Reksadana dijualSaham 80% (klaim "return tinggi")
Suitable?TIDAK — pelanggaran POJK 20/2018 suitability + POJK 22/2023 mis-selling
Pelanggaran suitability + mis-selling. Bila pasar turun 30%, Sari rugi besar. Forum klaim: LAPS SJK → putusan mengikat dalam 60 hari kerja.
Bagian 3 · 3/4
Penyusunan Tujuan Finansial
Diskusi kelas: bolehkan klien punya 10 tujuan finansial sekaligus?

Tujuan Finansial 3 Horizon

Setiap horizon punya instrumen khas. Pemetaan ini menjadi dasar goals-based investing (P8).

Pendek (< 3 thn)
  • Dana darurat, liburan keluarga
  • Instrumen: deposito, kas, RDPU
  • Return target: 3–5%/thn
Menengah (3–10 thn)
  • DP rumah, mobil, pendidikan awal
  • Instrumen: SBN ritel, reksadana campuran
  • Return target: 6–9%/thn
Panjang (> 10 thn)
  • Pendidikan S1 anak, pensiun, warisan
  • Instrumen: saham, reksadana ekuitas
  • Return target: 10–12%/thn

Goal-Prioritization Grid (Urgency × Importance)

Grid Eisenhower adaptasi — membantu klien memprioritaskan tujuan agar fokus.

URGENCY TINGGIURGENCY RENDAH
IMPORTANCE TINGGIDO NOW: dana darurat, asuransi jiwa earner utamaSCHEDULE: pensiun, warisan, dana pendidikan anak balita
IMPORTANCE RENDAHDELEGATE: liburan tahunan, mobil baruDROP: hobi ekstrim, gadget tahunan
Grid ini membantu klien memprioritaskan. Tujuan high-importance + high-urgency (dana darurat) didahulukan; high-importance + low-urgency (pensiun) dialokasikan otomatis via auto-debit.

Hitung dari Nol: Tujuan Pensiun ke Target Rupiah

Skenario: Pak Andi pensiun 25 thn lagi, butuh Rp 15 jt/bln saat ini. Inflasi 4%/thn, return investasi 8% nominal.
LangkahPerhitunganNilai
1. FV pendapatan bulanan (inflasi 4%)Rp 15 jt × 1,0425Rp 39,99 jt/bln
2. Modal dibutuhkan (15 thn × 12 bln)Rp 39,99 jt × 12 × 15Rp 7.198.200.000
3. PMT bulanan 25 thn @ 8% nominalFV × r/[(1+r)n−1], r=0,00667, n=300~Rp 9,4 jt/bln (ilustrasi)
4. Alternatif lump-sum hari iniPV modal @ 2% real return, 25 thn~Rp 4,4 miliar (ilustrasi)
Kesimpulan
~Rp 9,4 jt/bln
Kontribusi bulanan selama 25 thn untuk mencapai target pensiun (asumsi 8% nominal)
Bagian 4 · 4/4
Risiko Perilaku Awal
Diskusi kelas: Loss aversion (Kahneman) — mengapa klien 2,5× lebih takut rugi dibanding senang untung sama besar?

Bias Perilaku Investor Pemula (Kahneman, 2011)

Kahneman Thinking Fast and Slow — System 1 cepat tapi bias. Investor perlu System 2 (proses) untuk meredam bias.

Loss Aversion
Rugi dirasa 2,5× lebih sakit dibanding untung (Kahneman-Tversky 1979)
Overconfidence
Menganggap skill > luck → overtrade (Barber-Odean 2001)
Anchoring
Harga awal jadi referensi irasional
Herding
Ikut-ikutan massa (FOMO bull, panic bear)
Recency
Over-weighting performa terbaru
Familiarity
Hanya beli saham yang "dikenal" (home bias)

Ringkasan & Persiapan P3

Profile = min(Tol,Cap,Req)
Jangan ambil rata-rata — batas terendah menentukan exposure aman
POJK 20/2018
Wajib kuesioner + dokumentasi 5 thn
Tujuan SMART 3 Horizon
Pendek/menengah/panjang dengan instrumen khas

Pekan depan kita masuk risiko personal — kesehatan, jiwa, aset. Baca modul CWM Risiko Personal.

Tugas mandiri P2: isi kuesioner profil risiko OJK daring di situs investasi ternama; refleksi 3 tujuan finansial pribadi (1 pendek, 1 menengah, 1 panjang).

Penutup & Refleksi Bias Diri

Latihan refleksi penting — sebelum mengidentifikasi bias klien, kenali dulu bias Anda sendiri.

Refleksi P2:
  • Sebutkan 1 keputusan investasi 6 bln terakhir yang Anda sesali — bias apa yang mungkin memengaruhi?
  • Apakah Anda lebih cemas saat rugi 10% dibanding senang saat untung 10%? Itu loss aversion.
  • Identifikasi 1 bias yang paling sering muncul dalam pola investasi Anda.
  • Strategi: tuliskan investment policy statement (IPS) pribadi untuk mengikat diri pada rencana.