‹ Daftar slidePertemuan 10: Strategi Bisnis Keluarga dan Kekayaan — Tata Kelola Family Business & Personal Wealth
Program Magister Manajemen · Konsentrasi Kekayaan · FEB UNDIP
Strategic Analysis for Wealth Management
Pertemuan 10 — Strategi Bisnis Keluarga dan Kekayaan: Tata Kelola Family Business & Personal Wealth
RPS minggu 10 · 2×50 menit
Tujuan & Indikator Capaian
Sub-CPMK 10: menganalisis keterkaitan strategi family business dengan WM.
Indikator 1
3 tahap
Identifikasi tahap family business founder, sibling, cousin consortium (Ward).
Indikator 2
3-Circle
Penerapan Three-Circle Model Tagiuri-Davis untuk mapping 7 peran keluarga.
Indikator 3
Governance
Merancang family charter, council, & holding structure anti-fragmentasi.
Mengapa Family Business Penting untuk WM
Family business menyumbang ~70–90% PDB Indonesia — kekayaan keluarga terkonsentrasi di sini.
Family business bertahan ke gen 2
~30%
FFI global study
UHNW RI yang kekayaannya dari FB
~60–70%
bukan dari portofolio publik
Tanpa governance & succession plan, kekayaan keluarga dapat terfragmentasi & hancur dalam 1 generasi. Contoh nyata: banyak sengketa warisan family business masuk pengadilan Indonesia.
Bagian 1 · 1/4
Lanskap Family Business
Diskusi kelas: Mengapa family business lebih sulit dikelola dari korporasi publik? Apa konsekuensinya untuk WM?
Definisi & Statistik Family Business
Definisi Family Firm Institute + tiga statistik kunci family business Indonesia.
"Family business adalah entitas bisnis di mana satu keluarga memiliki kontrol signifikan atas kepemilikan dan/atau manajemen, dengan intensi transmisi lintas generasi."
KONTRIBUSI PDB RI
~70–90%
family business menyumbang mayoritas PDB Indonesia, jauh di atas korporasi publik BEI.
UHNW RI ASAL FB
~60–70%
kekayaan UHNW Indonesia berasal dari family business founder, bukan portofolio publik likuid.
TRANSMISI SUKSES
~30%
hanya 30 persen family business bertahan ke generasi 2 — 70 persen gagal transisi.
Tiga Tahap Family Business (Ward)
Ward membedakan tiga tahap evolusi family business, masing-masing dengan tantangan unik.
Tahap
Pemilik
Dinamika Kunci
Risiko Utama
Founder-operated
1 founder dominan
Keputusan cepat, fokus growth
Successor, let-go problem
Sibling partnership
2–4 anak founder
Power-sharing antar saudara
Konflik saudara, kompetensi
Cousin consortium
5+ sepupu lintas cabang
Branch dynamics, free-rider
Fragmentasi & profesionalisasi
Implikasi WM
Per tahap berbeda
Governance & kebijakan dividen beda
Tailor advice per tahap
Setiap transisi tahap adalah titik kritis — banyak family business gagal justru saat transisi, bukan saat operasional normal.
Tantangan Transisi Generasi
Dua titik kritis transisi yang menjadi penyebab utama kegagalan family business.
Gen 1 → Gen 2
Founder sulit let go (founder's curse)
Anak mungkin tidak kompeten atau tidak tertarik
Konflik saudara memperebutkan posisi
Peran founder sebagai chairman emeritus
Gen 2 → Gen 3
Saham terfragmentasi ke 5+ sepupu
Cousin conflict lintas cabang
Kebutuhan CEO profesional non-keluarga
Free-rider problem dari anak tidak aktif
Sinarmas & Astra Indonesia berhasil transisi karena profesionalisasi dini + governance formal yang disengaja sebelum konflik muncul.
HDN-1: Fragmentasi Saham per Generasi
Hitung dari nol fragmentasi kepemilikan saham family business lintas 4 generasi.
Generasi
Pemegang Saham
% Saham per Pemegang
Konsentrasi
1. Founder
1 founder (Pak Wijaya)
100%
Maksimal — keputusan single
2. Gen 2 (4 anak)
4 pemegang saham
25% masing-masing
~4× turun
3. Gen 3 (12 cucu, 3 per anak)
12 pemegang saham
~8,3% masing-masing
~12× turun
4. Gen 4 (36 cicit, 3 per cucu)
36 pemegang saham
~2,8% masing-masing
~36× turun
Implikasi
Mayoritas keputusan sulit capai
Deadlock & sengketa potensial
Risiko operasional naik
Hasil Fragmentasi Gen 4
36 pemegang saham
~2,8% masing-masing — keputusan strategis (mis. jual perusahaan) bisa deadlock tanpa holding structure
Diskusi kelas: Apa beda anggota keluarga yang (1) di bisnis, (2) pemilik saham, (3) keduanya? Bagaimana perannya?
Three-Circle Model (Tagiuri-Davis)
Tiga lingkaran saling tumpang tindih menghasilkan 7 peran berbeda di family business.
Tiga lingkaran: FAMILY (anggota keluarga inti), OWNERSHIP (pemegang saham), MANAGEMENT (eksekutif bisnis). Tujuh segmen = 7 peran berbeda dengan hak & tanggung jawab unik.
Tujuh Peran di Family Business
Mapping 7 peran dari kombinasi 3 lingkaran — dasar untuk governance role-based.
Segmen
Lingkaran
Peran Khas
Implikasi Governance
1
Family only
Anggota keluarga tidak aktif
Family council, bukan board
2
Ownership only
Investor non-family
Hak dividen, board seat terbatas
3
Management only
Eksekutif profesional non-family
KPI & kompensasi profesional
4
Family + Ownership
Pemilik pasif (anak tidak aktif)
Dividen, bukan gaji operasional
5
Family + Management
Operator keluarga non-pemilik
Gaji, bukan dividen
6
Ownership + Management
Profesional dengan equity
Stock option, executive board
7
Family + Ownership + Management
Owner-operator keluarga
Konflik kepentingan tertinggi
Mini-Kasus: Sinarmas Grup
Sinarmas sebagai contoh family business Indonesia yang sukses transisi lintas generasi.
Dimensi
Sinarmas Grup
Pelajaran untuk WM
Founder
Eka Tjipta Widjaja (1923–2019)
Founder visioner multi-decade
Struktur
Holding dengan divisi (pulp/paper, agri, properti, finansial)
Holding structure anti-fragmentasi
Gen 2 & 3
Anak & cucu spread divisi berbeda
Branch-based allocation kurangi konflik
Profesionalisasi
CEO profesional di unit operasional
Pemisahan ownership & management
Governance
Family council + board formal
Governance formal sebelum konflik
WM personal
Diversifikasi ke luarnya Sinarmas
Personal wealth diversification wajib
Sinarmas bertahan karena empat pilar: holding structure, branch allocation, profesionalisasi, dan diversifikasi wealth personal.
Bagian 3 · 3/4
Succession & Governance
Diskusi kelas: Apa beda family charter, family council, dan family constitution? Mana paling fundamental?
Family Charter & Constitution
Family charter — dokumen fundamental yang mengatur nilai, visi, dan kebijakan keluarga.
Komponen Family Charter
Nilai & visi keluarga (core values)
Kebijakan dividen & distribusi
Aturan kepemilikan saham lintas gen
Kebijakan succession CEO & board
Mekanisme penyelesaian sengketa
Proses Pembuatan
Workshop keluarga (1–2 tahun)
Facilitator independen (advisor)
Konsensus semua anggota dewasa
Review 3–5 tahun sekali
Legally binding vs soft law
Family charter bukan dokumen statis — ia living document yang berevolusi seiring keluarga tumbuh lintas generasi.
Family Council & Board Governance
Dua badan governance yang saling melengkapi untuk family business.
Dimensi
Family Council
Board of Directors
Fokus
Maskapai keluarga, pendidikan, event
Keputusan bisnis strategis
Anggota
Anggota keluarga dewasa
Family + komisaris independen
Frekuensi
2–4× per tahun
4–6× per tahun (quarterly+)
Output
Charter update, values, education
Strategy, capex, CEO evaluation
Best practice
Pisahkan dari operasional bisnis
≥30% komisaris independen
Risiko
Jadi forum curhat tanpa outcome
Rubber-stamp tanpa challenge
Best practice: family council dan board harus distinct — family council urus keluarga, board urus bisnis. Mixing keduanya adalah sumber konflik.
HDN-2: Holding Structure Anti-Fragmentasi
Hitung dari nol dampak holding structure vs langsung pada konsentrasi kontrol.
Struktur
Gen 4 (36 cicit)
Konsentrasi Kontrol
Deadlock Risk
1. Langsung: 36 cicit → PT Bisnis
2,8% masing-masing
Rendah
Tinggi (75% butuh 27 cicit setuju)
2. Holding: 4 anak → PT Holding
25% masing-masing di Holding
Menengah
Menengah (3 dari 4 anak agree)
3. Voting trust: 1 trustee kelola voting
Trustee votes all 36
Tinggi
Rendah (trustee decides)
4. Dual-class share: founder 10× voting
Family retention via high-vote
Sangat tinggi (founder lineage)
Sangat rendah
5. Implikasi kombinasi
Holding + voting trust + charter
Tinggi (founder lineage retains)
Sangat rendah + fleksibel
Hasil Holding Structure
Kontrol terkonsentrasi
founder lineage retains control via holding + voting trust + dual-class — fragmentasi ekonomis tapi tidak governance
Bagian 4 · 4/4
Integrasi Personal Wealth
Diskusi kelas: Apa risiko konsentrasi wealth 100% di family business? Berapa ideal diversifikasi ke luar?
Wealth Diversification Outside Family Business
Praktik global family office: diversifikasi 30–50% wealth ke luar family business.
Risiko Konsentrasi 100% FB
Bisnis cyclical / disrupsi industri
Likuiditas rendah (illiquid)
Keputusan tidak diversifikasi = founder bias
Sengketa antar-cabang menghancurkan nilai
Strategi Diversifikasi
Dividen → portofolio likuid (saham/SBN)
Secondary sale ke PE/strategic
IPO parsial untuk monetisasi
Real estate & alternatif (PE, HF)
Pertanyaan kunci: apakah keluarga bisa survive 5 tahun jika family business bangkrut besok? Jika tidak, diversifikasi segera.
Ringkasan & Persiapan P11
Empat pilar governance family business yang akan jadi toolbox advisor UHNW.
Pilar 1
3 tahap (Ward)
founder · sibling · cousin consortium
Pilar 2
3-Circle
Tagiuri-Davis · 7 peran keluarga
Pilar 3
Governance
charter · council · board · holding
Persiapan P11 — baca konsep filantropi strategis & venture philanthropy; siap mendalami charitable giving & family foundation untuk klien UHNW.
Penutup & Tugas Mandiri
Rancang family governance mini-package untuk klien family business hipotetis.
Tugas mandiri (kumpul minggu depan):
Pilih 1 family business Indonesia nyata (mis. Mayapada, Lippo, Kawan Lama)
Identifikasi tahap (Ward) & mapping peran dengan 3-Circle
Hitung fragmentasi saham jika transisi ke gen 4 (asumsi 3 anak per gen)
Rekomendasikan 1 struktur holding + family charter sketsa
Hitung % ideal diversifikasi wealth ke luar FB untuk profil ini
Bawa hasil ke P11 — kita akan integrasikan dimensi filantropi ke gambar wealth holistic.