stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Diversifikasi Kekayaan Lintas Yurisdiksi — Investasi Domestik vs Luar Negeri bagi Klien WM
Program Magister Manajemen · Konsentrasi Kekayaan · FEB UNDIP

Strategic Analysis for Wealth Management

Pertemuan 8 — Diversifikasi Kekayaan Lintas Yurisdiksi: Investasi Domestik vs Luar Negeri bagi Klien WM

RPS minggu 8 · 2×50 menit

Tujuan & Indikator Capaian

Sub-CPMK 8: menganalisis pertimbangan strategis diversifikasi kekayaan lintas yurisdiksi.

Indikator 1
3 manfaat
Geografis, mata uang, regulasi — dengan studi home bias French-Poterba 1991.
Indikator 2
3 risiko
Valas, extreme sovereign, treaty — untuk strategi multi-mata uang.
Indikator 3
20–40%
Alokasi global untuk klien UHNW Indonesia sesuai profil & tujuan.

Mengapa Global Diversifikasi

Konsentrasi 95% di Indonesia adalah risiko sistemik besar yang sering diabaikan klien.

Home bias Indonesia
~95%
aset klien HNW di domestik (ilustrasi)
GDP Indonesia global
~2,5%
ril world GDP (dihedge)
Miskonsepsi: "investasi luar negeri tidak patriotik" (keliru, diversifikasi legal); "ekspor devisa ilegal" (keliru, BI mengizinkan via LN account); "home bias wajar karena IHSG menguntungkan" (keliru, konsentrasi risiko sistemik).
Bagian 1 · 1/4
Manfaat & Home Bias
Diskusi kelas: Berapa ideal alokasi global untuk klien UHNW Indonesia? Apakah 20%, 40%, atau 60%?

Tiga Manfaat Diversifikasi Global

Tiga manfaat fundamental yang membuat global allocation bernilai untuk UHNW.

Geografis
  • Diversifikasi risiko negara
  • Akses pasar developed (US, EU, Jepang)
  • Sektor tidak tersedia di BEI (tech besar)
  • Reduce single-country shock
Mata uang
  • Hedge rupiah depreciation
  • Aset USD, SGD, EUR stabil
  • Purchasing power parity
  • Anak sekolah luar negeri natural hedge
Regulasi
  • Proteksi legal lintas-yurisdiksi
  • Akses instrumen regulated US/EU
  • Hedge sovereign risk Indonesia
  • Family trust offshore

Home Bias (French-Poterba 1991)

Studi klasik French-Poterba 1991 menemukan investor global punya home bias kuat — termasuk Indonesia.

Negara% GDP global% aset investor domestikHome bias
US~40%~94%Tinggi
Jepang~8%~87%Tinggi
UK~3,5%~78%Tinggi
Indonesia (ilustrasi)~2,5%~95%Sangat tinggi
Penyebab home bias: familiarity, regulatory barrier, tax, currency hedging cost, information asymmetry. Indonesia paling ekstrem karena kombinasi keempat faktor.

Indonesia Home Bias: Konsentrasi BEI

BEI sangat terkonsentrasi di sektor perbankan dan komoditas — risiko idiosinkratik besar.

Komposisi BEI (ilustrasi)
  • Perbankan ~25–30%
  • Komoditas (tambang, sawit) ~20–25%
  • Consumer ~15%
  • Tech giant (Apple, MSFT) = 0%
  • Healthcare global (J&J, Pfizer) = 0%
Global benchmark
  • MSCI World tech ~20%
  • MSCI World healthcare ~12%
  • Financials ~15%
  • Diversifikasi sektor lebih luas
  • Akses ke global leaders

HDN-1: Manfaat Diversifikasi Global

Hitung dari nol dampak tambahan 30% global ke portofolio 100% domestik.

LangkahPerhitunganNilai
1. Portofolio 100% domestik (BEI)E=12%, σ=22%baseline
2. Tambah 30% global (MSCI World)E=10%, σ=15% (USD)input
3. ρ(BEI, MSCI) historis~0,4 (rendah)input
4. E(Rp) baru = 0,7×12 + 0,3×108,4 + 3,011,4%
5. σ² baru (aproksimasi)lihat Lampiran A~289
6. σ baru = √289akar17%
7. Sharpe lama vs baru (Rf 6,8%)(12−6,8)/22 vs (11,4−6,8)/170,24 → 0,27
Hasil Diversifikasi
σ 22% → 17%
return turun tipis 0,6 ppt, risiko turun 5 ppt, Sharpe naik — global diversification menang
Bagian 2 · 2/4
Risiko Lintas Yurisdiksi
Diskusi kelas: Apa risiko terbesar investasi global untuk klien Indonesia? Valas, sovereign, atau tax treaty?

Risiko Valas (Currency Risk)

Return investasi global dua komponen: return aset lokal + return valas — keduanya bisa saling menguat atau meniadakan.

RIDR = (1 + RUSD-lokal) × (1 + Rvalas) − 1
Return USD lokalReturn valas USD/IDRTotal return dalam IDR
Jika S&P 500 naik 10% tapi USD melemah 5% vs IDR, return dalam IDR hanya ~4,5%. Sebaliknya, jika S&P turun 5% tapi USD menguat 15%, return dalam IDR justru positif ~9%.

Risiko Sovereign & Ekstrem

Diversifikasi lintas negara juga menghadapi risiko sovereign ekstrem yang harus di-assess.

Risiko sovereign umum
  • Rating downgrade (S&P, Moody's)
  • Default utang sovereign
  • Capital control mendadak
  • Sanction internasional
Risiko ekstrem historis
  • Argentina 2001/2018 default berulang
  • Turki 2018 lira crash
  • Rusia 2022 sanction & asset freeze
  • Siprus 2013 bail-in deposan
Sovereign risk ekstrem jarang tapi destruktif — diversifikasi yurisdiksi (US, EU, Asia) adalah hedge utama. Hindari konsentrasi di satu yurisdiksi emerging.

Mini-Kasus: Krisis Argentina & Turki

Pelajaran dari investor yang konsentrasi di yurisdiksi emerging saat sovereign crisis.

DimensiArgentina 2018Turki 2018
PemicuDefault utang, peso crashLira crash, political tension US
Depresiasi mata uang~50% vs USD~40% vs USD
Ekuitas lokal−40% dalam USD−45% dalam USD
Capital controlYa, diberlakukanTidak, tapi terbatas
Investor konsentrasiKehilangan 60–70% kekayaan USDKehilangan 50–60% kekayaan USD
PelajaranDiversifikasi global criticalPolitical risk monitoring
Investor Argentina dan Turki yang 100% konsentrasi domestik kehilangan lebih dari setengah kekayaan USD dalam setahun — pelajaran diversifikasi global.
Bagian 3 · 3/4
Instrumen Global
Diskusi kelas: Untuk klien HNW Indonesia, mana lebih cocok: reksadana offshore, ETF global, atau direct saham US?

Tiga Jalur Akses Pasar Global

Tiga jalur yang tersedia untuk investor Indonesia mengakses pasar global.

Reksadana offshore (MI lokal)
  • Regulasi OJK, dilaporkan otomatis
  • Mulai Rp 10 jt
  • Fee 1–2%/thn
  • Contoh: Sucorinvest Equity Fund
ETF global (broker intl)
  • Murah 0,1–0,3%/thn
  • Likuid di bursa US/EU
  • Butuh akun broker intl
  • Contoh: VOO, VTI, IWDA
Direct saham global
  • Fleksibilitas penuh
  • Research mendalam required
  • Estate tax US 40% above USD 60rb
  • Untuk sophisticated UHNW

Reksadana Offshore vs ETF Global

Komparasi dua jalur utama yang paling umum dipakai investor Indonesia.

AspekReksadana offshore MI lokalETF global broker intl
RegulasiOJK IndonesiaSEC US / regulator negara asal
Pelaporan pajakOtomatis via MIManual via SPT LN
Total fee/thn~2–3% (MI + sub-advisor)~0,3–0,5% (TER broker)
MinimumRp 10 jtUSD 1 (1 share)
LikuiditasHarian (T+2)Real-time saat market open
KontrolDiscretionary MISelf-directed investor

HDN-2: Return USD vs IDR-Hedged

Hitung dari nol return investasi S&P 500 dalam USD vs IDR dengan asumsi valas.

LangkahPerhitunganNilai
1. S&P 500 return USD (1-thn)index naik+10%
2. Rupiah vs USD (1-thn, ilustrasi)IDR melemah+5% (USD menguat)
3. Return IDR unhedged = (1,10×1,05)−1compounded+15,5%
4. Hedging cost (forward 1-thn)~2%/thn−2%
5. Return IDR hedged = (1,10×1)−1 −2%valas netral+8%
6. Selisih unhedged vs hedged15,5 − 8+7,5% (unhedged menang)
Insight Currency Hedging
Unhedged menang
saat IDR melemah, unhedged menang; saat IDR menguat, hedged menang — keputusan tergantung view valas
Bagian 4 · 4/4
Strategi Alokasi & Regulasi
Diskusi kelas: Bagaimana BI mengatur ekspor devisa untuk investasi LN? Apa batasnya?

Regulasi BI Ekspor Devisa & LKPU

Kerangka regulatory Indonesia untuk investasi global — penting untuk dipahami advisor.

Untuk individu
  • LN account di bank devisa Indonesia
  • Batas ekspor devisa tertentu per thn
  • Reksadana offshore via MI lokal
  • Broker intl self-directed (syarat)
Untuk bank & lembaga
  • LKPU 2021 (terkini) placement LN bank
  • SWBI statutory reserve
  • Limit hedging & derivatif
  • Reporting reguler ke BI
Untuk advisor: selalu gunakan jalur resmi (MI lokal atau broker terdaftar) — hindari underground channel yang berisiko pidana & CRS reporting.

Ringkasan & Persiapan P9

Tiga lensa lintas-yurisdiksi yang akan jadi pegangan advisor UHNW.

Lensa 1
3 manfaat
geografis · mata uang · regulasi
Lensa 2
3 risiko
valas · sovereign ekstrem · treaty
Lensa 3
3 jalur
reksadana offshore · ETF global · direct saham
Persiapan P9 — baca tentang VaR (Value at Risk) & CVaR (Conditional VaR); siap mendalami stress testing portofolio untuk skenario krisis ekstrem.

Penutup & Tugas Mandiri

Rancang alokasi global tailored untuk klien UHNW Indonesia.

Tugas mandiri (kumpul minggu depan):
  • Pilih 1 klien UHNW profil (mis. founder Jakarta Rp 50 M investable)
  • Rancang alokasi global 20–40% — pilih instrumen & jalur akses
  • Justifikasi dengan profil & tujuan (mis. anak sekolah US)
  • Identifikasi 3 risiko utama (valas, sovereign, treaty)
  • Rekomendasi hedging strategy (unhedged, partial, atau full)
Bawa hasil ke P9 — kita akan stress test alokasi global Anda dengan skenario krisis ekstrem.