Program Magister Manajemen · Konsentrasi Kekayaan · FEB UNDIP
Strategic Analysis for Wealth Management
Pertemuan 4 — Alokasi Aset Strategis Lanjutan: Properti, PE, Komoditas
RPS minggu 4 · 2×50 menit
Tujuan & Indikator Capaian
Sub-CPMK 4: merancang alokasi aset strategis lanjutan yang mengintegrasikan aset alternatif.
Indikator 1
4 kelas
Pemetaan 4 kelas alternatif (properti, PE, hedge, komoditas) dengan profil return-risiko-likuiditas.
Indikator 2
Premium
Memahami illiquidity premium dan JK bias (survivorship) yang overstate return PE.
Indikator 3
10–30%
Rekomendasi alokasi alternatif per segmen klien (mass-affluent vs HNW vs UHNW).
Mengapa Alternatif Penting untuk HNW
Alternatif memberi diversifikasi sejati karena korelasi rendah dengan saham/obligasi publik — kunci stabilitas portofolio saat krisis.
Illiquidity premium
~2–4%
/thn (Preqin, dihedge)
Alokasi HNW global
~25%
rata-rata alternatif (Capgemini, dihedge)
Tanpa alternatif, portofolio HNW hanya 60/40 saham-obligasi — semua turun serentak saat krisis 2008 dan 2020 karena korelasi naik ke ~0,8 di stressed market.
Bagian 1 · 1/4
Lanskap Aset Alternatif
Diskusi kelas: Apakah "alternatif" selalu berarti risiko lebih tinggi? Beri contoh sebaliknya.
Definisi Aset Alternatif (Anson)
Definisi konsensus industri menurut Anson — bukan underlying, tapi struktur investasinya.
"Aset alternatif adalah kelas aset di luar ekuitas publik, obligasi publik, dan kas — mencakup properti, private equity, hedge fund, komoditas, infrastruktur, dan aset nyata lainnya." (adaptasi Anson, *Handbook of Alternative Assets*)
PROP
Properti
Komersial, residensial, land bank — bisa direct atau via REIT/DIRE.
Emas, minyak, pertanian; tol, listrik, telekom — cash flow panjang.
Coba Sendiri: Komparasi Aset Alternatif
Bandingkan profil return-risiko-likuiditas properti, private equity, hedge fund, komoditas, dan infrastruktur untuk menemukan kombinasi yang cocok per profil klien.
Profil Return-Risiko-Likuiditas
Peta jalan alokasi alternatif — trade-off return dan likuiditas.
Kelas
Return ekspektasi
Risiko (σ)
Likuiditas
Properti komersial
~8–10%/thn
Sedang
Rendah (5–10 thn)
PE buyout
~15–20%/thn
Tinggi
Sangat rendah (7–10 thn)
Hedge fund
~8–12%/thn
Sedang-tinggi
Bulanan/kuartal
Komoditas (emas)
~5–7%/thn
Sedang
Harian (ETF)
Infrastruktur
~7–9%/thn
Rendah-sedang
Rendah
Illiquidity Premium & JK Bias
Dua konsep kritis agar Anda tidak over-alokasi ke alternatif berdasarkan data biased.
Illiquidity premium
Kompensasi ~2–4%/thn atas tidak likuid
Studi Anson, Preqin (dihedge)
Real: investor dibayar atas kesabaran
Hanya muncul jika hold to maturity
JK bias (survivorship)
Data PE hanya melaporkan fund berhasil
Fund gagal tidak dilaporkan
Return rata-rata overstate ~3–5%
Kaplan & Schoar (2005, dihedge)
HDN-1: Alokasi 60/30/10 vs 60/40
Hitung dari nol dampak menambah 10% PE ke portofolio tradisional. Expected return memakai rata-rata tertimbang linier portfolio theory, varians memakai rumus Markowitz 3-aset.
Diskusi kelas: Apakah rumah tinggal yang dikontrakan termasuk investasi properti komersial? Beda apa dengan institutional property?
Jenis Investasi Properti
Tiga jalur masuk properti dengan profil sangat berbeda.
Direct ownership
Beli ruko, gudang, apartemen
Yield 6–9%/thn + capital gain
Butuh modal besar (Rp 5 M+)
Aktif: cari tenant, maintenance
REIT / DIRE
Surat berharga properti terkurasi
Likuid di bursa (BEI)
Modal kecil (Rp 100 rb+)
Pasif: oleh manajer investasi
Land bank strategis
Tanah dekat infrastruktur baru
Capital gain 15–25%/thn (ilustrasi)
Illiquid 5–15 thn
Khusus UHNW (Rp 50 M+)
REIT Indonesia (DIRE)
DIRE = Dana Investasi Real Estat — kendaraan properti likuid untuk investor ritel.
Aspek
DIRE Indonesia
Regulasi
POJK 31/2015 (revisi terkini)
Struktur
Manajer investasi + bank kustodian
Minimum aset properti
≥80% NAV di properti penghasil pendapatan
Distribusi
≥90% laba bersih dibagikan (penny stock rule)
Contoh
DIRE Wakaf Paramitra, DIRE Pakuwon
Yield historis
~7–9%/thn (dihedge)
DIRE memberi exposure properti institutional ke investor kecil tanpa harus beli satu unit ruko — likuid, terkurasi, dan terdistribusi.
Mini-Kasus: Land Bank Surabaya
Pak Joko, UHNW Surabaya, land bank 50 ha dekat tol baru — ilustrasi strategi alternatif UHNW.
Dimensi
Profil
Investor
Pak Joko, 58 thn, pengembang regional Surabaya
Aset
50 ha tanah komersial dekat exit Tol Trans-Jawa
Harga beli
Rp 1 jt/m² × 500.000 m² = Rp 500 M (5 thn lalu)
Harga kini
~Rp 2,5 jt/m² (ilustrasi, setelah tol operasional)
Capital gain
~25%/thn compound — tetapi illiquid
Strategi keluar
Stagger sell 5–10 ha/thn agar tidak banjir pasar
Land bank adalah illiquid premium — return tinggi tapi butuh kesabaran 5–15 thn dan exit bertahap agar tidak crash harga lokal.
Bagian 3 · 3/4
Private Equity & Komoditas
Diskusi kelas: Mengapa PE disebut punya "J-Curve"? Apa implikasinya untuk investor?
Struktur Private Equity (Fund-of-Funds)
Empat lapis struktur PE yang harus dipahami wealth advisor.
Fee struktur
2/20: management 2%/thn + carry 20%
Horizon 7–10 thn (locked)
Commitment, bukan lump-sum
Akses Indonesia
PE feeder fund lokal (Sucorsecurities)
Quilty investor (Rp 10 M+ AUM)
Sovereign wealth co-invest
Coba Sendiri: Patient Capital vs Public Equity
Bandingkan imbal hasil kumulatif patient capital (PE/properti illiquid 10 tahun) vs public equity yang lebih likuid — lihat illiquidity premium yang terbentuk dari komitmen jangka panjang.
Komoditas: Emas, Minyak, Pertanian
Tiga sub-kelas komoditas dengan profil dan cara akses sangat berbeda di Indonesia.
Emas (safe haven)
Antam, Pegadaian tabungan emas
Return ~5–7%/thn (dihedge)
Korelasi negatif ke USD & saham
Alokasi klasik: 5–10% portofolio
Minyak & pertanian
ETF komoditas (likuid, terdiferensiasi)
Sangat volatile (geopolitik)
Hedging inflasi, bukan income
Untuk HNW sophisticated saja
Emas adalah hedge inflasi dan krisis paling likuid — Pegadaian memungkinkan klien mulai dari Rp 10 ribu via tabungan emas digital.
HDN-2: IRR PE 5-Thn (J-Curve)
Hitung dari nol IRR investasi PE yang mengikuti pola J-Curve. IRR adalah $r$ yang membuat $\text{NPV}=0$, yaitu $\sum_{t} \dfrac{CF_t}{(1+r)^t} = 0$.
Diskusi kelas: Berapa alokasi alternatif ideal untuk klien mass-affluent vs HNW vs UHNW? Justifikasi.
Rekomendasi Alokasi per Segmen
Panduan alokasi alternatif berdasarkan segmen klien dan horizon investasi.
Mass-affluent
Alternatif: 0–5%
REIT/DIRE kecil via bursa
Tabungan emas Pegadaian
Hindari PE (illiquid)
HNW
Alternatif: 10–20%
PE feeder fund (Rp 1–5 M)
Properti direct (ruko)
Emas 5–10%
UHNW
Alternatif: 20–40%
PE direct + co-invest
Land bank strategis
Hedge fund + infrastruktur
Kunci: alokasi alternatif sebanding dengan horizon & tolerance illiquid — bukan sekadar net worth.
Coba Sendiri: Peta Faktor Premium Aset
Uraikan return setiap kelas aset (tradisional maupun alternatif) menjadi premi faktor — pasar, ukuran, nilai, momentum, dan illiquidity — untuk memahami sumber return sesungguhnya.
Ringkasan & Persiapan P5
Tiga lensa alternatif yang memperluas efficient frontier keluar dari saham-obligasi.
Lensa 1
4 kelas
properti · PE · hedge · komoditas
Lensa 2
Premium + JK
illiquidity premium vs survivorship bias
Lensa 3
Tailored
alokasi per segmen & horizon
Persiapan P5 — baca Sharpe (1966) "Mutual Fund Performance"; siap mengukur risk-adjusted return dengan Sharpe/Treynor/Jensen ratio.
Penutup & Tugas Mandiri
Rancang alokasi alternatif tailored untuk klien profil berbeda.
Tugas mandiri (kumpul minggu depan):
Rancang alokasi untuk 3 profil klien: mass-affluent Rp 2 M / HNW Rp 20 M / UHNW Rp 200 M
Untuk setiap profil: tentukan % ke saham, obligasi, properti, PE, komoditas
Justifikasi alokasi berdasarkan horizon & tolerance illiquid
Identifikasi 1 risiko utama setiap profil (mis. likuiditas, survivorship, etc.)
Bawa hasil ke P5 — kita akan evaluasi risk-adjusted return dari alokasi yang Anda rancang.
📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.