‹ Daftar slidePertemuan 3: Mendefinisikan Kesuksesan dan Kinerja Organisasi
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Mendefinisikan Kesuksesan dan Kinerja Organisasi
Strategi dan Penciptaan Nilai — Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pertemuan Hari Ini
Jam ke-1 (50 menit)
Jebakan mengukur kesuksesan hanya dari laba & harga saham
Shareholder vs stakeholder view — Freeman (1984) vs Friedman (1970)
Triple bottom line & kinerja multidimensi (Elkington, 1997)
Jam ke-2 (50 menit)
Balanced Scorecard sebagai arsitektur kinerja (Kaplan & Norton, 1992/1996)
Mini-kasus: Garuda Indonesia, Unilever Indonesia, GoTo
Merumuskan definisi kesuksesan organisasi Anda sendiri
Bagian 1
Jebakan Ukuran Kesuksesan Tunggal
Diskusi kelas: apakah perusahaan dengan laba tertinggi tahun ini otomatis perusahaan paling "sukses"? Mengapa ya atau tidak?
Kesuksesan Semu: Kasus Garuda Indonesia
Selama bertahun-tahun laporan laba tahunan tampak "terkendali" — namun indikator lain memberi sinyal peringatan jauh lebih awal.
Fakta (ilustrasi berbasis pola industri): Rasio utang terhadap ekuitas terus memburuk, on-time performance menurun, dan keluhan pelanggan meningkat — sementara narasi publik tetap berfokus pada "load factor" dan ekspansi rute.
Indikator Tunggal yang Dipantau
Load factor & jumlah rute baru
Pertumbuhan pendapatan tahun-ke-tahun
Sinyal yang Terlewat
Struktur biaya sewa pesawat yang tidak berkelanjutan
Ketergantungan utang jangka pendek untuk operasional
Akhirnya berujung PKPU & restrukturisasi 2021-2022
Mengapa Ukuran Tunggal Menyesatkan Keputusan
Manajer yang dievaluasi dari satu metrik akan mengoptimalkan metrik itu — sering kali dengan mengorbankan yang lain (Kerr, 1975: "on the folly of rewarding A, while hoping for B").
Prinsip Kunci
1 → N
Bergeser dari satu ukuran kesuksesan (laba/harga saham) ke kerangka multidimensi yang menangkap trade-off antar-pemangku kepentingan dan antar-horizon waktu (jangka pendek vs jangka panjang).
Bagian 2
Shareholder View vs Stakeholder View
Diskusi kelas: kepada siapa sebenarnya direksi perusahaan Anda paling bertanggung jawab — pemegang saham, atau seluruh pemangku kepentingan?
Friedman (1970): Doktrin Shareholder Primacy
"The social responsibility of business is to increase its profits" — tanggung jawab sosial tunggal perusahaan adalah memaksimalkan nilai bagi pemegang saham, dalam batas hukum dan etika dasar.
Argumen Pendukung
Akuntabilitas jelas & terukur (harga saham, ROE)
Menghindari manajer "bermain hakim" atas isu sosial
Efisiensi alokasi modal lewat mekanisme pasar
Kritik terhadap Doktrin Ini
Mendorong short-termism & buyback berlebihan
Mengabaikan eksternalitas terhadap karyawan & lingkungan
Krisis 2008 & skandal lingkungan menantang validitasnya
Freeman (1984): Stakeholder Theory
Perusahaan adalah jaringan hubungan dengan banyak kelompok yang memengaruhi dan dipengaruhi olehnya — kesuksesan berarti menciptakan nilai bagi semuanya secara berkelanjutan, bukan hanya pemegang saham.
Pemangku Kepentingan Utama
Pemegang saham & investor
Karyawan, pelanggan, pemasok
Komunitas, regulator, lingkungan
Implikasi Manajerial
Trade-off antar-stakeholder harus eksplisit, bukan implisit
Kinerja diukur multi-dimensi, bukan satu angka
Basis konseptual ESG & laporan keberlanjutan modern
Siapa saja yang terpengaruh signifikan oleh keputusan ini?
Pemegang saham, karyawan, komunitas
2. Petakan kepentingan
Apa yang diinginkan tiap kelompok dari keputusan ini?
Dividen vs kenaikan upah vs kelestarian lingkungan
3. Identifikasi trade-off
Di mana kepentingan mereka berbenturan langsung?
Buyback saham vs investasi pelatihan karyawan
4. Uji horizon waktu
Mana yang mengorbankan jangka panjang demi jangka pendek?
Potong R&D demi laba kuartal ini
5. Putuskan & dokumentasikan
Prioritas mana yang dipilih direksi, dan mengapa?
Justifikasi tertulis untuk pemegang saham
Kesimpulan Kerangka
Kerangka ini tidak menghilangkan trade-off — ia membuatnya EKSPLISIT sehingga direksi bisa dipertanggungjawabkan atas pilihannya
Mini-Kasus: Unilever Indonesia dan Dilema Margin vs Keberlanjutan
Konteks (ilustrasi): Direksi menghadapi tekanan margin dari bahan baku yang naik, sementara komitmen keberlanjutan rantai pasok sawit membutuhkan investasi tambahan yang menekan laba jangka pendek.
Opsi A: Prioritas Margin Kuartal
Ganti sebagian pemasok dengan yang lebih murah
Tunda sertifikasi keberlanjutan tambahan
Risiko: reputasi & tekanan investor ESG jangka panjang
Opsi B: Prioritas Nilai Jangka Panjang
Pertahankan pemasok bersertifikasi, terima margin lebih tipis
Komunikasikan trade-off ke investor secara transparan
Investasi memperkuat lisensi operasi jangka panjang
Bagian 3
Triple Bottom Line & Kinerja Multidimensi
Diskusi kelas: jika perusahaan Anda harus melaporkan kinerja dalam tiga angka — profit, people, planet — apa yang akan berubah dari cara Anda dievaluasi hari ini?
Triple Bottom Line (Elkington, 1997)
"3P": Profit, People, Planet — kinerja perusahaan dievaluasi secara simultan pada tiga dimensi, bukan hierarki di mana profit selalu menang.
Profit
ROE, margin, pertumbuhan laba
Kesehatan neraca & arus kas
People
Retensi & keterlibatan karyawan
Keselamatan kerja & keberagaman
Planet
Emisi karbon & jejak lingkungan
Pengelolaan limbah & sumber daya
Diagram: Dari Satu Ukuran ke Kinerja Multidimensi
Pergeseran ini menuntut arsitektur pengukuran baru — bukan sekadar menambah metrik, tapi menghubungkannya secara kausal. Itulah yang ditawarkan Balanced Scorecard.
Balanced Scorecard: Empat Perspektif (Kaplan & Norton, 1992/1996)
Bukan sekadar dashboard metrik — BSC adalah peta hubungan sebab-akibat (strategy map) dari kapabilitas organisasi hingga hasil finansial.
1. Finansial
ROIC, pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya
2. Pelanggan
Retensi, NPS, pangsa pasar segmen target
3. Proses Internal
Kualitas, waktu siklus, inovasi produk
4. Pembelajaran & Pertumbuhan
Kapabilitas karyawan, sistem informasi, budaya
Hitung dari Nol: Skor Kinerja Komposit Berbobot
Direksi menetapkan bobot strategis per perspektif BSC, lalu menghitung skor komposit dari capaian aktual tiap divisi (skala 0-100).
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Skor Finansial x bobot 40%
78 x 0,40
31,2
2. Skor Pelanggan x bobot 25%
85 x 0,25
21,25
3. Skor Proses Internal x bobot 20%
70 x 0,20
14,0
4. Skor Pembelajaran x bobot 15%
60 x 0,15
9,0
5. Total skor komposit
31,2 + 21,25 + 14,0 + 9,0
75,45
Interpretasi
75,45 / 100
Kuat di finansial & pelanggan, namun skor pembelajaran (60) rendah — sinyal awal risiko kinerja finansial masa depan akan tergerus jika kapabilitas SDM tidak diperbaiki
Mini-Kasus: GoTo dan Pergeseran Definisi Kesuksesan
Konteks (ilustrasi berbasis pola industri platform): Sebelum IPO, kesuksesan didefinisikan sebagai pertumbuhan GMV & jumlah pengguna aktif. Pasca-IPO, tekanan investor publik menuntut jalur menuju profitabilitas — definisi kesuksesan bergeser drastis dalam waktu singkat.
Era Pra-IPO: Kesuksesan = Skala
Bakar modal untuk akuisisi pengguna
GMV & pertumbuhan transaksi sebagai metrik utama
Era Pasca-IPO: Kesuksesan = Profitabilitas
EBITDA adjusted & disiplin biaya jadi sorotan
Merger dengan Tokopedia-TikTok mengubah lagi lanskap
Latihan Kelompok: Merumuskan Definisi Kesuksesan Organisasi Anda
Kerjakan dalam kelompok 3-4 orang, waktu 15 menit, siap presentasi singkat.
Instruksi
Pilih satu organisasi tempat salah satu anggota kelompok bekerja
Identifikasi 4-5 stakeholder utama & kepentingan mereka
Petakan minimal 1 trade-off nyata antar-stakeholder yang pernah terjadi
Rumuskan definisi kesuksesan organisasi dalam satu-dua kalimat yang mencakup dimensi finansial DAN non-finansial
Tentukan 1 metrik konkret per perspektif Balanced Scorecard untuk mengukurnya
Fokus penilaian: bukan seberapa lengkap definisinya, tapi seberapa jujur kelompok Anda mengakui trade-off yang selama ini tidak eksplisit didiskusikan di organisasi tersebut.
Sintesis: Kesuksesan sebagai Konstruksi Strategis, Bukan Angka Tunggal
Yang Sudah Kita Bangun
Ukuran tunggal (laba/harga saham) rentan dimanipulasi & menyesatkan (Garuda)
Shareholder vs stakeholder view = pilihan filosofis dengan konsekuensi nyata
Triple bottom line & BSC = arsitektur mengoperasionalkan kinerja multidimensi
Definisi kesuksesan bisa BERGESER mengikuti fase & struktur kepemilikan (GoTo)
Menuju Pertemuan Berikutnya
Definisi kesuksesan yang jelas = fondasi merumuskan visi & misi organisasi
Pertemuan 4: menyusun visi, misi, dan tujuan strategis yang koheren
Tugas Sebelum Pertemuan 4
Persiapan Individual
Tuliskan definisi kesuksesan organisasi Anda (dari latihan kelompok) dalam 150-200 kata, sertakan minimal 3 metrik lintas perspektif BSC
Cari 1 laporan tahunan atau laporan keberlanjutan perusahaan Indonesia (BEI-listed) dan identifikasi bagaimana perusahaan tersebut mendefinisikan kesuksesannya secara eksplisit maupun implisit
Bawa temuan Anda untuk didiskusikan singkat di awal pertemuan 4 sebagai jembatan menuju perumusan visi & misi
Bahan bacaan pendukung: Kaplan & Norton (1996) "The Balanced Scorecard"; Freeman (1984) "Strategic Management: A Stakeholder Approach"; laporan keberlanjutan emiten pilihan Anda.