stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Proses Manajemen Strategis (The Strategic Management Process)
RPS minggu 1 · 2x50 menit

Proses Manajemen Strategis (The Strategic Management Process)

Strategi dan Penciptaan Nilai — Magister Manajemen FEB UNDIP

Peta Pertemuan Hari Ini

Jam ke-1 (50 menit)
  • Anatomi proses manajemen strategis: dari analisis ke aksi
  • Mengapa banyak strategi bagus gagal di eksekusi
  • Strategy-as-practice: strategi sebagai proses berkelanjutan, bukan dokumen
Jam ke-2 (50 menit)
  • Kerangka diagnostik menilai maturitas proses strategis organisasi
  • Mini-kasus: turnaround Garuda Indonesia sebagai keputusan proses
  • Menyiapkan lensa analisis untuk pertemuan 2-4 (governance, kinerja, visi-misi)
Posisi dalam alur 14 pertemuan: fondasi proses sebelum kita membahas peran dewan direksi & governance (P2), definisi kesuksesan organisasi (P3), dan perumusan visi-misi (P4).
Bagian 1
Anatomi Proses Manajemen Strategis
Diskusi kelas: di organisasi tempat Anda bekerja, apakah "proses strategis" benar-benar berjalan sebagai siklus berkelanjutan, atau hanya ritual tahunan menjelang rapat kerja?

Tiga Fase Inti Proses Manajemen Strategis

David & David (2017) dan Hitt, Ireland & Hoskisson (2020) sepakat: proses strategis bukan tiga kotak terpisah, melainkan siklus umpan balik yang saling mengoreksi.

FORMULASIanalisis eksternal & internal,pilihan strategiIMPLEMENTASIstruktur, sumber daya,alokasi anggaranEVALUASI & KONTROLukur kinerja,koreksi arahumpan balik berkelanjutan (bukan siklus tahunan tertutup)

Kegagalan strategi paling sering terjadi bukan di fase formulasi, melainkan di garis putus-putus: umpan balik dari kontrol ke formulasi ulang yang tidak pernah benar-benar terjadi.

Titik Mula: Diagnosis Sebelum Merumuskan

Fase formulasi yang matang selalu diawali diagnosis eksternal & internal yang jujur — bukan asumsi manajemen puncak tentang posisi perusahaan.

Diagnosis Eksternal (mendahului P5)
  • Struktur industri & tekanan persaingan (Five Forces)
  • Tren makro yang mengubah aturan main (PESTEL)
  • Contoh: disrupsi bank digital terhadap model bisnis bank konvensional
Diagnosis Internal (mendahului P6)
  • Sumber daya & kapabilitas yang benar-benar langka (VRIO)
  • Titik lemah rantai nilai internal
  • Contoh: jaringan cabang fisik BRI sebagai aset yang sulit ditiru bank digital murni
Kesalahan proses yang umum: organisasi melompat langsung ke formulasi strategi tanpa diagnosis yang disiplin, sehingga strategi dibangun di atas asumsi, bukan bukti.

Formulasi: Tiga Level Keputusan Strategis

Level Korporat
  • Bisnis apa yang dijalankan?
  • Portofolio: diversifikasi, divestasi, akuisisi
  • Contoh: Indofood mempertahankan portofolio CBP-Bogasari-Agribisnis
Level Bisnis
  • Bagaimana bersaing di industri ini?
  • Cost leadership vs. diferensiasi (Porter, 1985)
  • Contoh: AirAsia vs. Garuda — struktur biaya vs. layanan penuh
Level Fungsional
  • Bagaimana fungsi mendukung strategi bisnis?
  • Keselarasan pemasaran, operasi, SDM, keuangan
  • Contoh: strategi harga rendah gagal tanpa efisiensi operasi pendukung
Kegagalan paling umum di organisasi Indonesia: strategi level korporat dirumuskan matang, tapi tidak diterjemahkan konsisten ke level fungsional — sehingga eksekusi berjalan sendiri-sendiri per divisi.

Mini-Kasus: Turnaround Garuda Indonesia sebagai Keputusan Proses

Konteks (ilustrasi): Pasca restrukturisasi utang, manajemen Garuda Indonesia harus memutuskan ulang keseluruhan proses strategisnya — dari analisis rute yang merugi hingga pengendalian biaya operasional harian.
Langkah Analisis KasusPertanyaan ManajerialKeputusan Ilustratif Garuda
1. Diagnosis lingkunganRute & segmen mana yang tidak lagi viable secara struktural?Evaluasi ulang rute jarak jauh berbiaya tinggi
2. Formulasi ulangApakah bersaing di full-service atau bergeser hybrid?Fokus rute domestik & regional menguntungkan
3. Realokasi sumber dayaArmada & SDM mana yang direstrukturisasi?Pengurangan tipe pesawat, renegosiasi sewa
4. Implementasi bertahapBagaimana urutan eksekusi agar kas tidak makin tertekan?Restrukturisasi utang mendahului ekspansi rute
5. Kontrol & umpan balikIndikator apa yang dipantau agar tidak mengulang krisis?Load factor & cash burn dipantau mingguan
Kesimpulan Kasus
Proses strategis yang matang menampilkan urutan diagnosis → formulasi → realokasi → implementasi → kontrol yang eksplisit, bukan keputusan ad hoc di bawah tekanan krisis
Bagian 2
Mengapa Strategi Bagus Gagal di Eksekusi
Diskusi kelas: pernahkah Anda melihat strategi yang secara analisis sudah tepat, tetapi gagal total saat diimplementasikan? Apa akar penyebabnya menurut Anda?

Gap Formulasi-Implementasi: Studi Kotter (1995) & Hrebiniak (2006)

Kotter mencatat 70% inisiatif transformasi gagal mencapai tujuan; Hrebiniak menegaskan implementasi jauh lebih sulit dikelola daripada formulasi karena melibatkan lebih banyak orang & variabel tak terkendali.

Penyebab Umum Kegagalan
  • Strategi tidak diterjemahkan ke KPI operasional harian
  • Insentif manajer menengah tidak selaras dengan arah baru
  • Sumber daya (dana, talenta) tidak direalokasi sesuai prioritas baru
Praktik Perbaikan
  • Strategy map & balanced scorecard (Kaplan & Norton, 1996) sebagai jembatan
  • Cadence peninjauan kuartalan, bukan tahunan
  • Komunikasi berulang "mengapa" strategi, bukan hanya "apa"

Strategy-as-Practice: Strategi sebagai Aktivitas, Bukan Dokumen

Pandangan strategy-as-practice (Whittington, 2006; Jarzabkowski, 2005) menggeser fokus dari "apa isi strategi" ke "siapa melakukan apa, kapan, dan dengan alat apa" dalam proses strategis sehari-hari.

Pandangan Tradisional (Strategy as Content)
  • Strategi = dokumen hasil rapat kerja tahunan
  • Fokus: apa yang diputuskan
  • Pelaku: tim perencanaan strategis/konsultan
Strategy-as-Practice
  • Strategi = praktik & rutinitas yang terjadi tiap hari
  • Fokus: siapa melakukan strategizing, dengan alat/praxis apa
  • Pelaku: manajer lini tengah, bukan hanya direksi
Implikasi manajerial: sebagai manajer S2 yang kelak duduk di posisi menengah-atas, Anda adalah "strategist" harian — bukan sekadar pelaksana keputusan direksi.

Kerangka Diagnostik: Menilai Maturitas Proses Strategis Organisasi

Langkah AnalisisPertanyaan DiagnostikIndikasi Maturitas
1. Frekuensi siklusBerapa sering proses formulasi-implementasi-kontrol diulang?Kuartalan = matang; tahunan = rentan tertinggal
2. Kejelasan tautan levelApakah strategi korporat terhubung eksplisit ke KPI fungsional?Tertaut jelas via scorecard = matang
3. Keterlibatan manajer menengahApakah manajer lini ikut merumuskan, bukan hanya menjalankan?Dilibatkan sejak formulasi = matang
4. Ketegasan realokasi sumber dayaApakah anggaran benar-benar berpindah mengikuti prioritas baru?Realokasi nyata = matang; anggaran statis = rapuh
5. Penutupan umpan balikApakah hasil kontrol benar-benar mengoreksi formulasi berikutnya?Siklus tertutup = matang
Kesimpulan Kerangka
Semakin banyak indikasi "matang" terpenuhi → proses strategis menjadi kapabilitas dinamis organisasi, bukan sekadar dokumen tahunan

Peran Manajer Menengah dalam Proses Strategis

DIREKSI / KOMISARISMANAJER MENENGAHTIM LINI/OPERASIONALinterpretasi & penerjemahan dua-arah — bukan sekadar penerus perintah

Floyd & Wooldridge (1992) menyebut manajer menengah sebagai "penerjemah strategi" — mereka menyaring niat direksi menjadi tindakan operasional, sekaligus mengalirkan sinyal pasar ke atas.

Bagian 3
Menyiapkan Lensa Analisis untuk Semester Ini
Diskusi kelas: dari lima langkah kerangka diagnostik tadi, langkah mana yang paling lemah di organisasi Anda — dan siapa yang bertanggung jawab memperbaikinya?

Bagaimana Proses Strategis Terkait dengan Alur 14 Pertemuan

Fondasi (P1-P4)
  • P1: Proses manajemen strategis (hari ini)
  • P2: Kepemimpinan puncak & tata kelola korporat
  • P3: Definisi kesuksesan & kinerja organisasi
  • P4: Visi, misi, dan tujuan strategis
Analisis & Formulasi (P5-P8)
  • P5: Lingkungan eksternal (PESTEL, Five Forces)
  • P6: Lingkungan internal (VRIO, rantai nilai)
  • P7: Strategi korporat & bisnis
  • P8: Implementasi & sistem kontrol strategis
Paruh kedua semester (P9-P14) berbasis studi kasus: blue ocean, M&A/aliansi, kepemimpinan perubahan, strategi digital, hingga capstone sintesis penciptaan nilai berkelanjutan.

Latihan & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Latihan individu (dikumpulkan sebelum P2): Pilih satu organisasi tempat Anda bekerja atau organisasi yang Anda kenal baik. Terapkan Kerangka Diagnostik Maturitas Proses Strategis (5 langkah) pada organisasi tersebut, dan tulis maksimal 1 halaman: (1) skor tiap langkah dengan bukti konkret, (2) satu rekomendasi perbaikan proses yang paling mendesak.
Persiapan Pertemuan 2
  • Baca ringkas peran dewan komisaris & direksi di BUMN vs. swasta Indonesia
  • Bawa satu contoh keputusan direksi yang Anda anggap "strategis" dari pengalaman kerja
  • Siapkan pertanyaan tentang batas kewenangan CEO vs. dewan komisaris

Ringkasan Kunci Pertemuan 1

Proses, Bukan Dokumen
Formulasi → implementasi → kontrol adalah siklus umpan balik berkelanjutan
Tiga Level Selaras
Korporat, bisnis, dan fungsional harus konsisten — bukan berjalan sendiri-sendiri
Anda Adalah Strategist
Manajer menengah menerjemahkan & membentuk strategi setiap hari, bukan hanya direksi

Bawa kerangka diagnostik lima langkah ini sebagai lensa untuk setiap kasus sepanjang semester.