RPS minggu 10 · 2x50 menit
Swap Suku Bunga (IRS) & Swap Valuta Asing (CCS) Sekuritas Derivatif dan Pendapatan Tetap — Magister Manajemen FEB UNDIP Pertemuan kesepuluh masuk ke swap — instrumen derivatif OTC yang paling banyak dipakai korporasi Indonesia untuk hedging. Hari ini kita bedah IRS (interest rate swap) untuk konversi fixed ↔ floating, dan CCS (currency swap) untuk konversi valuta. Untuk Anda di treasury perusahaan dengan utang USD atau utang floating, swap adalah workhorse hedging sehari-hari. Empat Indikator Hari Ini Sub-CPMK 10: Mahasiswa dapat menjelaskan mekanisme swap dan penerapannya dalam manajemen risiko.
Konsep swap & ISDA Master IRS plain vanilla fixed-for-floating HDN-1: IRS net cash flow 3 periode Currency swap (CCS) CCS vs forward FX Mini-kasus korporasi swap USD → IDR Empat indikator dibagi dua sesi. Sesi pertama bangun konsep swap, ISDA Master Agreement, dan HDN-1 IRS net cash flow 3 periode. Sesi kedua masuk currency swap, bedah perbedaan CCS vs forward FX, dan mini-kasus korporasi swap utang USD ke IDR. Penekanan: swap adalah OTC custom — fleksibel tetapi perlu ISDA untuk mitigasi counterparty risk. Mengapa Swap Lebih Fleksibel dari Forward? Swap = rangkaian forward yang dibundle dalam satu kontrak. Multi-periode, custom, OTC.
Satu tanggal settle Standar di bursa / OTC Cocok untuk hedge satu kali Multi-periode (biasanya 1–10 tahun) Custom OTC dengan bank Cocok untuk hedge stream cash flow Swap adalah rangkaian forward yang dibundle dalam satu kontrak — multi-periode, custom, OTC. Untuk hedge stream cash flow berkala (mis. kupon obligasi 5 tahun, utang USD cicilan), swap lebih efisien daripada rangkaian forward terpisah. Trade-off: swap OTC butuh ISDA dan eksposur counterparty risk terhadap bank. Bagian 1
Konsep Swap
Diskusi: kalau Anda punya utang floating dan takut rate naik, instrumen apa yang dipilih?
Pertanyaan refleksi: kalau Anda punya utang floating (mis. KPR atau utang korporasi JIBOR+spread) dan takut rate naik, instrumen apa yang dipilih? Jawabannya: IRS pay-fixed receive-floating. Anda tukar eksposur floating menjadi fixed — mengunci beban bunga. Inilah use case paling umum swap di treasury korporasi Indonesia. Definisi & Karakteristik Swap Swap adalah kontrak derivatif OTC antara dua counterparty untuk menukar stream cash flow berdasarkan instrumen acuan (suku bunga, valuta, ekuitas, komoditas) pada periode tertentu.
OTC — tidak di bursa Custom tenor & notional Nol biaya dimuka (par swap) IRS (suku bunga) CCS (valuta asing) Equity swap, commodity swap Swap adalah kontrak OTC antara dua counterparty untuk menukar stream cash flow. Karakteristik: OTC (tidak di bursa), custom tenor dan notional, nol biaya dimuka untuk par swap. Jenis utama: IRS untuk suku bunga, CCS untuk valuta, equity swap, commodity swap. Hari ini fokus pada IRS dan CCS — dua jenis paling relevan untuk treasury korporasi. Swap OTC vs Bursa Derivatif Aspek Swap OTC Futures Bursa Lokasi transaksi Bilateral dgn bank Bursa berjangka (Bappebti) Customisasi Tenor/notional custom Kontrak standar Counterparty risk Bank (perlu ISDA) Kliring (default fund) Margin Markup/spread Initial + maintenance Skala pasar korporasi USD 1–100 mio Kontrak kecil untuk spekulasi
Swap OTC vs futures bursa. Swap: bilateral dengan bank, custom, counterparty risk ke bank (perlu ISDA). Futures: di bursa berjangka, kontrak standar, counterparty risk di kliring. Untuk hedge korporasi besar (USD 10–100 mio), swap OTC lebih fleksibel. Untuk spekulasi retail atau hedge kecil, futures bursa lebih likuid. ISDA Master Agreement Standar kontrak global OTC derivatif Mitigasi counterparty risk Netting agreement Credit Support Annex (CSA) Events of default & termination Tanpa ISDA, swap OTC dengan bank sangat berisiko — counterparty bisa gagal bayar. ISDA + CSA adalah prasyarat treasury korporasi sebelum deal swap.
ISDA Master Agreement adalah standar global kontrak OTC derivatif. Dokumen kerangka (master + schedule) yang mitigasi counterparty risk. Komponen kunci: netting agreement (agregasi posisi), Credit Support Annex CSA (collateral posting), events of default & termination. Tanpa ISDA, swap dengan bank sangat berisiko — counterparty bisa gagal bayar. Treasury korporasi harus deal ISDA dulu sebelum swap. HDN-1: IRS Net Cash Flow 3 Periode Notional Rp 10 miliar, pay-fixed 7%, receive-floating JIBOR. Hitung net cash flow 3 periode.
Periode JIBOR Bayar Fixed Terima Floating Net (Bayar +/Terima −) 1 6.5% 700 jt 650 jt +50 jt (bayar) 2 7.5% 700 jt 750 jt −50 jt (terima) 3 7.0% 700 jt 700 jt 0
Pola Net CF
Bergantian +/−
Swap melindungi fluktuasi: kalau rate naik, terima; kalau turun, bayar
Mari kita hitung net cash flow IRS. Notional Rp 10 miliar, pay-fixed 7% = Rp 700 jt/periode. Receive-floating JIBOR. Periode 1: JIBOR 6.5% → terima 650 jt, net bayar 50 jt. Periode 2: JIBOR 7.5% → terima 750 jt, net terima 50 jt. Periode 3: JIBOR 7% → net 0. Swap melindungi fluktuasi: kalau rate naik, swap terima; kalau turun, swap bayar — profil hedge. Bagian 2
IRS Plain Vanilla
Diskusi: mengapa swap disebut "nol biaya dimuka" padahal tetap punya nilai?
Pertanyaan refleksi: mengapa swap disebut "nol biaya dimuka" padahal tetap punya nilai? Jawabannya: par swap rate dipilih agar PV cash flow fixed = PV cash flow floating di inception. Jadi tidak ada pertukaran uang dimuka — biaya ada dalam spread implied. Swap "gratis" di awal tetapi punya nilai positif/negatif seiring pergerakan rate. Mekanisme IRS Fixed-for-Floating Korporasi A Utang floating JIBOR (ingin fixed) Bank / Counterparty B Ingin floating Pay FIXED 7% Receive FLOATING JIBOR Effective: bayar fixed 7% ke kreditur Effective: terima floating dari A IRS PLAIN VANILLA Diagram IRS plain vanilla. Korporasi A punya utang floating JIBOR, ingin fixed. Bank/Counterparty B ingin floating. Mereka deal IRS: A pay-fixed 7%, receive-floating JIBOR. Effective untuk A: utang floating + receive floating − pay fixed = bayar fixed 7% ke kreditur. Profil risiko suku bunga berubah dari floating ke fixed. Mengapa Swap "Nol Biaya Dimuka"? Fixed rate dipilih saat inception Agar PV(fixed) = PV(floating) Tidak ada pertukaran uang dimuka Berubah seiring pergerakan rate Asset bagi satu pihak, liabilitas pihak lain Mark-to-market periodik "Gratis" di awal bukan berarti tanpa nilai — nilai swap berubah positif/negatif seiring pergerakan rate pasar.
Par swap rate: fixed rate dipilih saat inception agar PV(fixed) = PV(floating). Karena PV sama, tidak ada pertukaran uang dimuka — "gratis di awal". Tetapi nilai swap setelah inception berubah seiring pergerakan rate: asset bagi satu pihak, liabilitas pihak lain. Treasury mark-to-market periodik untuk lacak nilai dan counterparty exposure. HDN-2: IRS Konversi Floating → Fixed Korporasi punya utang JIBOR+1% (floating). Deal IRS receive floating, pay fixed 7%. Berapa effective rate?
Langkah Komponen Rate 1. Utang asli Bayar JIBOR + 1% floating 2. IRS receive Terima JIBOR (netralisir floating) floating 3. IRS pay Bayar fixed 7% 7% 4. Spread utang asli +1% (tetap) 1% 5. Effective rate −JIBOR + JIBOR + 7% + 1% 8% FIXED
Effective Rate
8% FIXED
Utang floating + IRS = utang fixed — profil risiko berubah
Mari kita hitung effective rate korporasi yang konversi floating ke fixed. Utang asli JIBOR+1%. IRS receive floating (netralisir JIBOR), pay fixed 7%. Spread 1% tetap. Effective = 7% + 1% = 8% FIXED. Profil risiko berubah dari floating ke fixed. Inilah use case paling umum IRS di treasury korporasi Indonesia. Diskusi: kapan konversi ini worth it? Bagian 3
Currency Swap (CCS)
Diskusi: apa bedanya CCS dengan forward FX?
Pertanyaan refleksi: apa bedanya CCS dengan forward FX? Forward FX adalah kontrak satu kali settle di tanggal tertentu. CCS menukar pokok + kupon multi-periode antar dua valuta. Untuk hedge utang USD jangka panjang (mis. 5 tahun), CCS jauh lebih sesuai daripada rangkaian forward FX terpisah. Mekanisme CCS — Pertukaran Pokok + Kupon Korporasi ID Punya IDR, butuh USD Investor Asing Punya USD, butuh IDR Pokok USD + kupon USD Pokok IDR + kupon IDR Inception: tukar pokok IDR → USD Maturity: tukar balik Periode: tukar kupon USD ↔ IDR (fixed atau floating) Diagram CCS. Korporasi Indonesia punya IDR, butuh USD (mis. untuk bayar utang USD). Investor asing punya USD, butuh IDR (mis. investasi di Indonesia). Deal CCS: tukar pokok di inception, tukar kupon multi-periode (USD ↔ IDR), tukar balik pokok di maturity. Effective: kedua pihak mendapat valuta yang dibutuhkan dengan profil risiko rate yang diatur. CCS vs Forward FX Aspek Forward FX Currency Swap (CCS) Frekuensi settle 1 kali Multi-periode Pertukaran pokok Tidak (hanya rate) Ya (inception & maturity) Kupon/interest Tidak Ya (fixed/floating) Cocok untuk Hedge 1 transaksi Hedge stream cash flow multi-tahun Skala korporasi 1 transaksi besar Utang valuta asing 5–10 tahun
CCS vs forward FX. Forward: 1 kali settle, tanpa pertukaran pokok (hanya rate), tanpa kupon — cocok untuk hedge 1 transaksi besar. CCS: multi-periode, pertukaran pokok di inception dan maturity, pertukaran kupon — cocok untuk hedge stream cash flow multi-tahun seperti utang valuta asing 5–10 tahun. Mini-Kasus: Korporasi Swap Utang USD → IDR Langkah Keputusan Treasury Estimasi 1. Eksposur Utang USD 5-tahun USD 5 mio (~Rp 75 miliar) 2. View IDR berisiko depreciate Risiko kurs +50 jt/thn per 1000 pt 3. Pilihan instrumen CCS pay USD receive IDR Lock kurs ~15.000 ilustratif 4. Periode kupon USD fixed 5% ↔ IDR fixed 7% Stream 5 tahun 5. Maturity Tukar balik pokok Kurs lock, profil bunga lock
Outcome
Kurs + bunga terkunci — risiko derivatif dikeluarkan, fokus operasional
Mini-kasus korporasi swap utang USD ke IDR. Utang USD 5 tahun USD 5 mio. View IDR berisiko depreciate. Treasury deal CCS pay USD receive IDR — lock kurs ilustratif 15.000, stream kupon USD 5% ↔ IDR 7% selama 5 tahun, tukar balik pokok di maturity. Outcome: kurs dan bunga terkunci. Risiko derivatif dikeluarkan, korporasi fokus ke operasional. Angka kurs ilustratif. Bagian 4
Aplikasi Korporasi
Diskusi: kapan korporasi memilih swap vs opsi untuk hedge suku bunga?
Pertanyaan refleksi: kapan korporasi memilih swap vs opsi untuk hedge suku bunga? Swap tidak ada biaya dimuka tetapi lock rate — tidak ada upside kalu rate bergerak menguntungkan. Opsi ada premi tetapi keep upside. Treasury dengan view yakin rate naik pilih swap; treasury dengan view uncertain pilih opsi (atau kombinasi collar). Tujuan Penggunaan Swap Korporasi Konversi floating ↔ fixed Konversi valuta utang Lindungi stream cash flow View directional rate/kurs Nol biaya dimuka menarik Tetapi rugi tak terbatas (one-way) Match duration asset vs liabilitas Bank: ALM via IRS Reduce duration gap Tiga tujuan utama swap korporasi. Hedging: konversi floating ↔ fixed atau valuta utang, lindungi stream cash flow. Speculation: view directional rate/kurs, nol biaya dimuka menarik tetapi rugi tak terbatas (one-way) — berbahaya tanpa underlying. Asset-Liability Management: match duration asset vs liabilitas, terutama bank untuk reduce duration gap. Eksplorasi: Cash Flow IRS Plain Vanilla Geser rate fixed & floating per periode — amati net cash flow dan effective rate swap.
Silakan satu mahasiswa maju. Geser rate fixed ke atas dan bawah, lalu ubah rate floating periode 2 dan 3 ke skenario berbeda (mis. JIBOR naik tajam). Perhatikan bagaimana net cash flow berganti antara terima dan bayar, tetapi effective rate swap tetap mengikuti rate fixed. Inilah esensi IRS: prediktabilitas cash flow terkunci di fixed, terlepas dari fluktuasi floating. Latihan & Persiapan Pertemuan 11 Latihan individu (sebelum P11): Hitung net cash flow IRS notional USD 1 mio, fixed 5%, floating SOFR periode 4.5% / 5.5% / 6.0%.
Baca Hull bab 3 & 7 (hedging strategies) Konsep hedge ratio & basis risk Strategi cross-hedging Latihan: hitung net cash flow IRS dengan notional USD 1 mio, fixed 5%, floating SOFR periode 4.5% / 5.5% / 6.0%. Pertemuan berikutnya masuk ke strategi hedging dengan derivatif — integrasi forward, futures, opsi, swap untuk mitigasi risiko korporasi. Baca Hull bab 3 dan 7 tentang hedging strategies, hedge ratio, basis risk. Ringkasan Kunci Pertemuan 10 IRS
Fixed ↔ floating, nol biaya dimuka via par rate
CCS
Tukar pokok + kupon multi-periode antar valuta
ISDA
Prasyarat OTC swap — mitigasi counterparty risk
Swap = rangkaian forward yang dibundle — workhorse hedging treasury korporasi.
Tiga pesan kunci: IRS menukar fixed ↔ floating dengan nol biaya dimuka via par rate; CCS menukar pokok + kupon multi-periode antar valuta untuk hedge utang valuta asing jangka panjang; ISDA Master Agreement adalah prasyarat OTC swap untuk mitigasi counterparty risk. Swap adalah rangkaian forward yang dibundle — workhorse hedging treasury korporasi Indonesia. Sampai jumpa di P11 untuk strategi hedging integratif.