‹ Daftar slidePertemuan 8: Proposal Penelitian Lengkap (2.000 kata): sintesis RQ, literatur, metode, dan kebutuhan sumber daya
RPS minggu 8 · 2x50 menit
Proposal Penelitian Lengkap (2.000 kata): Sintesis RQ, Literatur, Metode, dan Kebutuhan Sumber Daya
Pertemuan 8 — Proyek Riset · Magister Manajemen FEB UNDIP
Bagian 1 dari 3
Anatomi Proposal 2.000 Kata: Alokasi dan Fungsi Tiap Bagian
Diskusi kelas: Jika Anda hanya punya 2.000 kata untuk meyakinkan supervisor dan komite bahwa riset Anda layak dijalankan, bagian mana yang paling boleh "dikorbankan" ruangnya, dan bagian mana yang tidak boleh sama sekali?
Peta Sesi: Dari Integrasi ke Dokumen Siap-Serah
Bagian 1
Struktur 2.000 kata & alokasi ruang
Benang merah RQ–literatur–metode
Kesalahan integrasi paling umum
Bagian 2
Kebutuhan sumber daya: waktu, dana, akses data
Justifikasi kelayakan (feasibility) proyek
Rubrik kesiapan proposal
Bagian 3
Studi kasus: proposal riset SDM sektor perbankan
Bengkel proposal (peer-review terstruktur)
Sintesis & checklist penyerahan
Alokasi Kata: 2.000 Kata Bukan Ditulis Merata
Proposal yang efektif mengalokasikan ruang berdasarkan fungsi persuasif tiap bagian, bukan membagi rata 2.000 kata ke lima bagian.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total kata proposal
batas RPS pertemuan 8
2.000 kata
2. Latar belakang & RQ
20% x 2.000
400 kata
3. Tinjauan pustaka terintegrasi
30% x 2.000
600 kata
4. Metode & desain
35% x 2.000
700 kata
5. Sumber daya & jadwal
15% x 2.000
300 kata
Cek total
400+600+700+300
= 2.000 kata (konsisten dengan batas RPS)
Template Struktur Dokumen 2.000 Kata
Gunakan urutan heading berikut sebagai kerangka penulisan — konsisten dengan alokasi kata pada slide sebelumnya.
8. Daftar Pustaka (tidak dihitung dalam 2.000 kata)
Supervisor akademik menilai koherensi urutan ini sebagai satu kesatuan argumen, bukan delapan esai terpisah yang ditempel berurutan.
Benang Merah: RQ Harus "Terlihat" di Setiap Bagian
Contoh Konkret: Menutup Gap Literatur dengan Tepat
Walkthrough dua langkah — dari kutipan teori ke kalimat penutup yang eksplisit menghubungkan ke RQ.
Langkah 1: Kutipan Teori (Belum Cukup)
"Resource-Based View (Barney, 1991) menyatakan sumber daya yang valuable, rare, inimitable, non-substitutable (VRIN) menghasilkan keunggulan kompetitif berkelanjutan."
Masalah: berhenti di teori umum, belum menyambung ke konteks penelitian ini
Langkah 2: Kalimat Penutup Gap (Lengkap)
"...Namun studi-studi RBV terdahulu jarang menguji talenta milenial sebagai sumber daya VRIN pada sektor perbankan Indonesia pasca-pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini menguji retensi talenta sebagai bentuk keunggulan kompetitif berbasis sumber daya di konteks tersebut."
Perbaikan: eksplisit menyebut gap + menyambung langsung ke RQ & konteks lokal
Tiga Kesalahan Integrasi Paling Umum
Kesalahan 1: Literatur "Menggantung"
Tinjauan pustaka mengutip banyak teori tapi tidak eksplisit menyebut gap yang RQ ini isi
Solusi: tutup setiap sub-bagian literatur dengan kalimat "oleh karena itu, penelitian ini..."
Kesalahan 2: Metode "Template Generik"
Bagian metode terasa dicomot dari template lain — variabel disebut umum, tidak spesifik konteks RQ
Solusi: sebutkan definisi operasional variabel persis seperti dijanjikan kerangka konseptual pertemuan 5
Kesalahan 3, paling fatal: RQ di halaman satu berbeda dengan RQ yang "sebenarnya dijawab" oleh metode — sering terjadi karena draf direvisi bertahap tanpa mengecek ulang konsistensi lintas-bagian.
Latihan Cepat: Audit Benang Merah Draf Anda
Instruksi (10 menit, mandiri): Ambil draf proposal Anda. Garisbawahi RQ di halaman pertama. Cari kalimat di tinjauan pustaka yang secara eksplisit menyebut gap yang dijawab RQ tersebut. Cari definisi operasional variabel di bagian metode yang cocok dengan konstruk RQ. Tandai jika ada yang "hilang" di salah satu bagian.
Format Catatan
RQ (kutip persis dari draf)
Kalimat gap literatur yang menjawabnya (ada/tidak ada)
Definisi operasional variabel metode (cocok/tidak cocok)
Bagian 2 dari 3
Kebutuhan Sumber Daya dan Kelayakan Eksekusi
Diskusi kelas: Jika supervisor Anda memotong tiga bulan dari linimasa yang Anda ajukan, bagian metode mana yang paling dulu perlu disederhanakan tanpa mengorbankan validitas RQ?
Ilustrasi: survei 200 karyawan bank membutuhkan insentif ~Rp30.000/responden
Akses Data
Izin resmi dari organisasi tempat data dikumpulkan (surat pengantar, NDA internal)
Risiko konflik kepentingan bila meneliti tempat kerja sendiri (declare di etika riset)
Keahlian & Peralatan
Kompetensi statistik yang dibutuhkan (SEM-PLS, panel data) vs yang dikuasai mahasiswa
Kebutuhan pelatihan tambahan atau konsultasi statistik dari supervisor
Kerangka Analisis Kelayakan Sumber Daya
Topik ini tidak menghasilkan angka tunggal — gunakan rubrik penilaian bertahap untuk menilai apakah proposal Anda layak dieksekusi dengan sumber daya yang tersedia.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Petakan linimasa metode ke kalender riil
bandingkan estimasi hari kerja vs sisa 6 pertemuan tersisa
Realistis / Tidak
2. Hitung biaya minimum eksekusi
jumlahkan lisensi + insentif + cetak instrumen
Total Rp (estimasi)
3. Verifikasi akses data tertulis
cek ada/tidaknya surat izin atau komitmen organisasi
Ada / Belum
4. Cek kesenjangan keahlian
bandingkan metode terpilih vs kompetensi statistik saat ini
Butuh Bimbingan / Mandiri
Kesimpulan rubrik: proposal dianggap LAYAK diserahkan hanya jika keempat baris di atas terjawab eksplisit dan realistis — bukan diasumsikan "akan diusahakan nanti".
Ilustrasi Anggaran Minimum Riset Survei
Estimasi biaya berjenjang untuk survei kuantitatif skala menengah — angka ilustrasi, sesuaikan dengan konteks proyek Anda.
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Insentif responden
120 responden x Rp30.000
Rp3.600.000
2. Lisensi software statistik
1 bulan akses (ilustrasi)
Rp500.000
3. Cetak & uji instrumen pilot
20 eksemplar x Rp15.000
Rp300.000
4. Total anggaran minimum
Rp3.600.000 + Rp500.000 + Rp300.000
Rp4.400.000
Total kebutuhan dana (ilustrasi)
Rp4,4 juta
untuk survei 120 responden, skala mandiri mahasiswa profesional
Konteks (ilustrasi): mahasiswa profesional bekerja sebagai HR Business Partner di sebuah bank BUKU III, mengajukan RQ tentang pengaruh flexible working arrangement terhadap retensi talenta milenial pasca-pandemi.
Draf Awal (Bermasalah)
RQ menyebut "retensi talenta" tapi literatur fokus pada "kepuasan kerja umum" — konstruk tidak sejajar
Metode: survei 500 karyawan seluruh cabang nasional dalam 6 minggu — linimasa tidak realistis untuk kapasitas satu orang
Sumber daya: tidak disebutkan surat izin akses data HR internal
Draf Revisi (Layak)
Literatur direvisi eksplisit ke gap "retensi milenial pasca-fleksibilitas kerja" (Barney, 1991 RBV sebagai landasan talenta sebagai aset strategis)
Metode dipersempit: 120 karyawan di 3 kantor wilayah, linimasa 10 minggu
Sumber daya: surat komitmen internal dari atasan HR sebagai bukti akses data
Konteks (ilustrasi): mahasiswa profesional bekerja sebagai Supply Chain Analyst di perusahaan manufaktur otomotif, mengajukan RQ tentang pengaruh digitalisasi rantai pasok terhadap lead time pengadaan komponen.
Titik Lemah Kelayakan
Metode ingin membandingkan 10 perusahaan manufaktur berbeda — akses data lintas-perusahaan tidak realistis dalam waktu semester
Anggaran tidak mencantumkan biaya kunjungan lapangan ke pabrik
Revisi Kelayakan
Lingkup dipersempit: studi kasus tunggal (single case study) pada perusahaan tempat bekerja sendiri, dengan deklarasi konflik kepentingan di bagian etika
Anggaran menambahkan estimasi transportasi & waktu wawancara staf pengadaan
Bagian 3 dari 3
Bengkel Proposal: Peer-Review Terstruktur
Diskusi kelas: Sebagai reviewer proposal rekan Anda, kritik seperti apa yang paling berguna untuk diberikan — kritik konseptual besar atau kritik teknis kecil yang bisa langsung diperbaiki hari ini?
Latihan Utama: Bengkel Proposal Berpasangan
Instruksi (20 menit, berpasangan silang): Tukar draf proposal dengan rekan dari kelompok berbeda. Gunakan rubrik kesiapan (benang merah RQ-literatur-metode + empat kategori sumber daya) untuk menandai maksimal 3 titik lemah paling kritis pada draf rekan Anda. Beri satu saran perbaikan konkret untuk tiap titik lemah.
Format Umpan Balik
Titik lemah 1-3 (kutip bagian draf yang dimaksud)
Kategori masalah: benang merah RQ / kelayakan sumber daya
Saran perbaikan konkret (bukan sekadar "perlu diperjelas")
Rubrik Skor Peer-Review (1-5) untuk Bengkel Proposal
Gunakan skor ini saat menandai draf rekan Anda pada latihan sebelumnya, agar umpan balik konsisten antar-pasangan.
Skor 1-2
Benang merah RQ terputus di minimal satu bagian
Sumber daya tidak disebutkan sama sekali
Skor 3
Benang merah terlihat tapi implisit, perlu dipertegas
Sumber daya disebutkan sebagian, tidak lengkap 4 kategori
Skor 4-5
Benang merah eksplisit & konsisten dari RQ sampai metode
Keempat kategori sumber daya terjawab realistis
Target minimum sebelum penyerahan ke supervisor: skor 4 pada kedua dimensi (benang merah & sumber daya).
Checklist Kesiapan Penyerahan Proposal
Konten
RQ konsisten dari halaman satu sampai bagian metode
Setiap sub-bagian literatur ditutup kalimat gap eksplisit
Definisi operasional variabel sesuai kerangka konseptual pertemuan 5
Kelayakan
Linimasa realistis terhadap sisa pertemuan & kapasitas kerja penuh waktu
Estimasi biaya minimum sudah dihitung, bukan diasumsikan
Bukti/rencana akses data dan pertimbangan etika riset tercantum
Target akhir sesi: proposal 2.000 kata Anda dapat diserahkan ke supervisor akademik sebagai dokumen final — bukan draf yang masih memerlukan revisi struktural besar.
Ringkasan & Jembatan ke Pertemuan 9
Yang Sudah Dikuasai Hari Ini
Alokasi kata proposal berbasis fungsi persuasif, bukan pembagian rata
Audit benang merah RQ-literatur-metode sebagai alat diagnostik mandiri
Empat kategori kebutuhan sumber daya & rubrik kelayakan eksekusi
Persiapan Pertemuan 9
Finalisasi & serahkan proposal 2.000 kata ke supervisor akademik
Bawa linimasa dari proposal untuk disusun jadi rencana proyek mandiri
Refleksikan titik lemah dari sesi peer-review untuk revisi terakhir