‹ Daftar slidePertemuan 5: Kerangka Konseptual dan Framing Penelitian: keterkaitan RQ, teori, dan konteks bisnis
RPS minggu 5 · 2x50 menit
Kerangka Konseptual dan Framing Penelitian
Keterkaitan RQ, Teori, dan Konteks Bisnis — Proyek Riset, Magister Manajemen FEB UNDIP
Peta Pertemuan Hari Ini
Jam ke-1 (50 menit)
Dari RQ ke kerangka: logika argumentasi, bukan diagram kotak-panah
Anatomi kerangka konseptual level tesis S2 vs skripsi S1
Walkthrough: membangun kerangka dari RQ manajemen SDM
Jam ke-2 (50 menit)
Hitung dari nol: skor kesenjangan justifikasi teori (theory-fit)
Framing konteks bisnis: dari fenomena ke urgensi akademik
Latihan individual: audit kerangka konseptual draf Anda sendiri
Bagian 1
Kerangka Konseptual: Argumen, Bukan Diagram
Diskusi kelas: menurut pengalaman Anda membaca tesis atau jurnal, apa yang membedakan kerangka konseptual yang meyakinkan dari yang sekadar kotak-panah kosong?
Fungsi Kerangka Konseptual bagi Reviewer/Penguji
Reviewer membaca kerangka konseptual untuk menjawab tiga pertanyaan sekaligus, bukan sekadar melihat estetika diagram.
1. Koherensi
Apakah RQ, teori, dan variabel saling terhubung logis?
2. Justifikasi
Mengapa teori ini, bukan teori alternatif lain?
3. Testability
Bisakah kerangka ini diturunkan jadi hipotesis teruji?
Konsekuensi level S2: penguji tesis akan bertanya "mengapa bukan teori X", bukan sekadar "apa itu variabel Y" — kesiapan Anda menjawab pertanyaan justifikasi menentukan kelulusan sidang proposal.
Anatomi Kerangka: Level S1 vs Standar Tesis S2
Kerangka Level S1 (umum)
Kotak variabel X → panah → kotak variabel Y
Satu teori payung disebut sekali, tanpa elaborasi mekanisme
Variabel kontrol/moderasi ditambahkan tanpa argumen jelas
Kasus (ilustrasi berbasis pola sektor): bank digital dengan turnover developer tinggi ~28% per tahun (ilustrasi) sering salah diagnosis sebagai masalah kompensasi, padahal akar masalahnya di desain pekerjaan yang membatasi otonomi crafting karyawan.
Menempatkan Konteks Bisnis dalam Kerangka
Kerangka konseptual level S2 wajib menyebut secara eksplisit BATASAN KONTEKS — sektor, ukuran organisasi, periode waktu — karena teori manajemen jarang berlaku universal tanpa syarat.
Kesalahan Umum
Kerangka "generik" yang bisa dipakai industri apa saja
Tidak menyebut kondisi batas (boundary condition) teori
Praktik yang Dituntut
Sebutkan mengapa konteks ini (mis. UMKM, BUMN, startup) relevan menguji teori
Jelaskan kondisi yang membuat hubungan antar-konstruk mungkin berbeda dari studi Barat
Mini-Kasus Kedua: Kerangka Adopsi Teknologi pada UMKM Digital
Diversifikasi sektor: konteks bisnis berbeda (UMKM vs bank digital) menuntut mekanisme teoritis yang berbeda pula, meski sama-sama meneliti perilaku adopsi.
RQ & Konstruk
RQ: "Mengapa sebagian UMKM menunda adopsi pembayaran digital QRIS?"
Konstruk: persepsi kemudahan & kegunaan (UTAUT), kepercayaan platform, niat adopsi
Mekanisme & Batasan Konteks
UTAUT (Venkatesh et al., 2003): ekspektasi kinerja & usaha menentukan niat
Batasan konteks: UMKM non-Jawa dengan literasi digital rendah — beda dari studi UTAUT perkotaan
Bagian 2
Mengukur Kekuatan Justifikasi Teori
Diskusi kelas: bagaimana Anda meyakinkan penguji bahwa teori yang Anda pilih benar-benar paling tepat, bukan sekadar yang paling familiar bagi Anda?
Hitung dari Nol: Skor Kesenjangan Justifikasi Teori (Theory-Fit)
Empat kriteria dibobot (total 1,00) dan diskor 1 (lemah) sampai 5 (kuat) untuk menguji apakah teori acuan benar-benar cocok dengan RQ riset job crafting di atas.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Kesesuaian unit analisis (individu karyawan, sesuai level teori JD-R)
0,30 x 5
1,50
Kekuatan mekanisme kausal (job crafting → sumber daya → engagement teruji luas)
0,30 x 4
1,20
Kesesuaian konteks budaya kerja (masih terbatas riset JD-R di sektor bank digital ID)
0,20 x 3
0,60
Ketersediaan instrumen ukur tervalidasi (skala job crafting Wrzesniewski tersedia)
0,20 x 4
0,80
Total Skor Theory-Fit (skala 1-5)
4,10
1,50 + 1,20 + 0,60 + 0,80 = 4,10 — justifikasi kuat, celah utama di kesesuaian konteks budaya kerja
Framing Fenomena Bisnis Menjadi Urgensi Akademik
Fenomena Mentah (Belum Framing)
"Banyak bank digital kesulitan mempertahankan talenta IT"
Pernyataan umum, belum terhubung teori atau gap riset
Fenomena Ter-framing (Siap Jadi Latar Belakang)
Data turnover sektor + kesenjangan literatur JD-R di konteks lokal
Konsekuensi bisnis eksplisit: biaya rekrutmen & risiko keamanan sistem
Menutup dengan pertanyaan penelitian yang menjawab kesenjangan itu
Topik non-numerik: gunakan rubrik lima langkah ini untuk menilai draf kerangka konseptual Anda sendiri sebelum konsultasi dengan supervisor akademik.
Langkah
Pertanyaan Audit
Nilai
1. Kejelasan RQ
Apakah setiap konstruk dalam kerangka bisa ditelusuri balik ke RQ?
Ya/Tidak
2. Mekanisme teori
Apakah setiap panah punya penjelasan teoritis eksplisit, bukan sekadar klaim?
Ya/Tidak
3. Teori alternatif
Apakah Anda bisa menjelaskan mengapa teori lain TIDAK dipilih?
Ya/Tidak
4. Batasan konteks
Apakah kondisi batas (sektor, ukuran organisasi) disebut eksplisit?
Ya/Tidak
5. Testability
Bisakah kerangka ini diturunkan langsung menjadi hipotesis terukur?
Ya/Tidak
Standar kelulusan: kerangka konseptual siap dibawa ke proposal lengkap (pertemuan 8) hanya jika kelima langkah rubrik ini terjawab "Ya" secara konsisten.
Perangkap Umum: Kerangka Terlalu Kompleks vs Terlalu Sederhana
Terlalu Kompleks
Menambah 5-6 variabel moderasi/mediasi tanpa justifikasi kuat
Kerangka sulit diuji dalam skala data tesis magister (~150-300 responden)
Terlalu Sederhana
Hanya satu panah X → Y tanpa mekanisme atau kondisi batas
Kontribusi teoritis dipertanyakan penguji — "lalu apa bedanya dengan riset terdahulu?"
Prinsip parsimoni: kerangka yang baik menambahkan SATU elemen baru yang benar-benar dijustifikasi gap literatur — bukan menumpuk variabel demi terlihat canggih, bukan pula sekadar replikasi tanpa nilai tambah.
Checklist Referensi Kunci untuk Tiap Konstruk
Setiap konstruk dalam kerangka konseptual wajib bertumpu pada minimal satu sumber definisi primer dan satu sumber pengukuran — bukan sekadar dikutip dari buku teks umum.
Sumber Definisi (Konseptual)
Artikel yang PERTAMA memperkenalkan/mengembangkan konstruk (mis. Barney 1991 untuk RBV)
Artikel review/meta-analisis terbaru yang memetakan variasi definisi
Sumber Pengukuran (Operasional)
Instrumen/skala tervalidasi yang sudah dipakai studi sejenis
Bukti validitas & reliabilitas dari konteks yang mendekati riset Anda
Latihan Individual: Audit Kerangka Konseptual Draf Anda
Instruksi tugas — kerjakan selama 15 menit, siap didiskusikan berpasangan.
Langkah Kerja
Gambar ulang kerangka konseptual draf Anda dalam bentuk diagram sederhana
Tuliskan SATU mekanisme teoritis untuk panah yang paling lemah justifikasinya
Output yang Dikumpulkan
Diagram kerangka konseptual (revisi terkini)
Hasil skor rubrik 5 langkah dengan catatan area lemah
Satu paragraf framing fenomena bisnis yang menghubungkan ke RQ
Diagram: Alur Kerangka Konseptual yang Koheren
Dari Kerangka ke Definisi Operasional Variabel
Definisi Konseptual (dari Teori)
Job crafting: inisiatif karyawan membentuk ulang tugas/relasi kerja (Wrzesniewski & Dutton, 2001)
Definisi Operasional (Siap Diukur)
Skor skala Likert 1-5 dari 21 item Job Crafting Scale, tiga dimensi: tugas, relasi, kognitif
Setiap item ditelusuri balik ke dimensi konstruk dalam kerangka
Jembatan ke pertemuan enam: definisi operasional inilah yang akan menentukan pilihan instrumen, skala pengukuran, dan uji validitas-reliabilitas pada desain metode kuantitatif minggu depan.
Menyiapkan Bab Kerangka Konseptual untuk Proposal Lengkap
Elemen Wajib dalam Naskah
Narasi argumen kerangka (bukan hanya diagram + label)
Justifikasi pemilihan teori vs alternatif yang dipertimbangkan
Pernyataan hipotesis yang selaras persis dengan diagram
Kesalahan Format yang Sering Ditemui
Diagram dan narasi teks tidak sinkron (variabel beda nama)
Hipotesis muncul di bab metode, tidak terhubung ke kerangka bab sebelumnya
Kaitan dengan Pertemuan Berikutnya
Apa yang Sudah Anda Miliki
Kerangka konseptual yang teraudit & terjustifikasi teori
Hipotesis awal yang siap diuji secara empiris
Apa yang Akan Dibangun (Pertemuan 6)
Desain metode kuantitatif diturunkan langsung dari hipotesis ini
Pemilihan instrumen ukur mengacu konstruk yang sudah didefinisikan hari ini
Pesan kunci: setiap keputusan metodologis pertemuan enam — jenis desain, instrumen, unit analisis — adalah konsekuensi LANGSUNG dari kerangka konseptual yang Anda finalisasi hari ini, bukan pilihan bebas yang berdiri sendiri.
Penutup Pertemuan 5
Kerangka Kokoh, Argumen Jelas, Siap Diuji
Diskusi penutup: dari rubrik audit hari ini, panah mana dalam kerangka konseptual Anda yang PALING lemah justifikasinya, dan apa langkah konkret memperbaikinya sebelum konsultasi berikutnya?