‹ Daftar slidePertemuan 3: Perumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian (Research Questions) bidang manajemen/bisnis
RPS minggu 3 · 2x50 menit
Perumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian (Research Questions)
Pertemuan 3 — Proyek Riset
Judul yang menarik tidak menyelamatkan riset dengan masalah yang kabur. Hari ini kita menajamkan gejala manajerial menjadi problem statement dan RQ yang bisa diuji, dipertanggungjawabkan, dan bernilai bagi organisasi Anda.
Bagian 1 — Dari Gejala ke Masalah Riset
Mengapa "Masalah yang Menarik" Belum Tentu "Masalah yang Bisa Diteliti"?
Pertanyaan diskusi: pernahkah Anda melihat proyek riset internal perusahaan gagal karena masalahnya sebenarnya tidak jelas sejak awal?
Anatomi Masalah Riset: Managerial Problem vs Research Problem
Managerial problem adalah keputusan yang harus diambil; research problem adalah kesenjangan pengetahuan yang harus dijawab lebih dulu agar keputusan itu berbasis bukti (Sekaran & Bougie, 2016).
Managerial Problem
"Haruskah kita menutup 3 cabang yang merugi?"
Berorientasi tindakan & keputusan segera
Jawabannya spesifik untuk satu organisasi
Sering muncul dari laporan kinerja/KPI internal
Research Problem
"Faktor apa yang memoderasi hubungan kualitas layanan cabang dan retensi nasabah?"
Berorientasi pemahaman & generalisasi teoretis
Kontribusinya bisa melampaui satu organisasi
Harus terhubung ke gap literatur yang ada
Proyek Riset Anda wajib memuat KEDUANYA: masalah manajerial yang memotivasi (relevansi praktis) dan masalah riset yang terhubung ke teori (kontribusi akademik).
Empat Jenis Gap sebagai Sumber Masalah Riset
Riset yang kuat selalu menunjuk pada gap yang eksplisit — bukan sekadar "belum banyak diteliti", tetapi jenis kesenjangan yang jelas jenisnya (Corley & Gioia, 2011).
Empirical & Theoretical Gap
Empirical: konteks/sektor/populasi belum diuji (mis. UMKM digital Indonesia)
Theoretical: teori yang ada gagal menjelaskan fenomena baru (mis. kerja hybrid pasca-pandemi)
Methodological & Practice-Theory Gap
Methodological: metode dominan belum ditriangulasi metode lain
Practice-theory: praktik manajerial berjalan tanpa dasar teori yang diuji (mis. OKR diadopsi tanpa evaluasi dampak)
Hindari "gap palsu" — klaim "belum ada penelitian tentang X di Indonesia" tanpa penelusuran literatur sistematis. Reviewer Q1/SINTA akan langsung mempertanyakan ini.
Mini-Kasus: Bank Jago — Merumuskan Masalah di Balik Retensi Pengguna Aktif
Bank digital menghadapi tekanan churn pengguna aktif pasca-akuisisi nasabah besar-besaran — kasus untuk membedakan gejala, managerial problem, dan research problem.
Situasi (ilustrasi)
Akuisisi pengguna tinggi lewat promo, tapi monthly active user melandai
Tim produk menduga "UX aplikasi kurang menarik"
Tim marketing menduga "insentif kompetitor lebih besar"
Pertanyaan Keputusan
Apakah ini masalah desain produk, model insentif, atau kepercayaan nasabah?
Teori mana yang relevan menjelaskan retensi: trust-commitment, switching cost, atau service quality?
Data apa yang dibutuhkan sebelum manajemen berinvestasi memperbaiki UX?
Hitung dari Nol #1: Skala Masalah Manajerial (Cost of Problem)
Kasus ilustrasi "PT Ritel Nusantara" — mengukur besaran biaya turnover karyawan lini depan untuk menguji apakah masalah ini layak secara praktis untuk diteliti.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Jumlah karyawan sales lini depan
diberikan
500 orang
Turnover rate tahunan
diberikan
18%
Jumlah karyawan keluar per tahun
500 x 18%
90 orang
Biaya rata-rata penggantian per karyawan (rekrutmen+onboarding+produktivitas hilang)
Biaya turnover melampaui ambang signifikansi praktis lebih dari dua kali lipat — ini masalah manajerial yang layak diteliti, bukan sekadar keluhan operasional biasa. Kuantifikasi seperti ini wajib ada di bagian latar belakang proposal Anda untuk menunjukkan signifikansi praktis (practical significance).
Bagian 2 — Menulis Problem Statement yang Tajam
Dari Kegelisahan Manajerial ke Problem Statement yang Bisa Diuji
Pertanyaan diskusi: apa perbedaan antara problem statement yang "menjual" (persuasif) dan yang "jujur secara metodologis"?
Anatomi Problem Statement: Konteks — Gap — Konsekuensi — Tujuan
Problem statement yang solid mengikuti alur logis empat elemen, bukan sekadar satu paragraf naratif bebas.
Empat Elemen Wajib
Konteks — fenomena/tren yang membuat topik ini relevan sekarang
Gap — apa yang belum dipahami/dibuktikan (rujuk literatur)
Konsekuensi — apa risikonya jika gap ini dibiarkan (bagi teori & praktik)
Tujuan — apa yang akan dicapai riset ini untuk menutup gap tersebut
Contoh Kerangka (disingkat)
"Adopsi kerja hybrid meningkat pesat pasca-2022 (konteks)..."
"...namun teori job demands-resources belum diuji pada konteks ini (gap)..."
Pasca-merger Gojek-Tokopedia menjadi GoTo, sebagian merchant UMKM kecil melaporkan penurunan visibilitas produk — kasus untuk melatih menulis problem statement lengkap.
Merchant UMKM kecil melaporkan penurunan impresi produk
Manajemen perlu tahu: masalah algoritma, kompetisi, atau perilaku konsumen?
Latihan Cepat (5 menit, berpasangan)
Tulis satu problem statement 3-4 kalimat memakai kerangka konteks-gap-konsekuensi-tujuan
Pastikan tidak menyisipkan solusi ("perlu perbaikan algoritma")
Sebutkan 1 teori yang relevan (mis. platform ecosystem theory)
Dari Problem Statement ke Research Questions: Empat Tipe RQ
RQ adalah operasionalisasi problem statement menjadi pertanyaan yang bisa dijawab dengan data — pilihan tipe RQ menentukan desain metode di pertemuan berikutnya.
Deskriptif & Eksploratif
Deskriptif: "Bagaimana pola adopsi X di kalangan Y?"
Eksploratif: "Faktor apa saja yang muncul dalam pengalaman Z?" (cocok kualitatif/grounded)
Relasional & Kausal
Relasional: "Apakah X berhubungan dengan Y?" (korelasional)
Kausal: "Apakah X menyebabkan perubahan pada Y, dengan/tanpa moderator Z?" (butuh desain identifikasi kuat)
Kesalahan umum: menulis RQ kausal ("apakah X mempengaruhi Y") tetapi desain risetnya hanya survei cross-sectional tanpa strategi identifikasi — reviewer akan mempertanyakan validitas klaim kausal ini.
Menyelaraskan RQ dengan Lensa Teori
RQ yang sama bisa dijawab sangat berbeda tergantung lensa teori yang dipilih — pemilihan ini menentukan variabel, hipotesis, dan kontribusi akademik Anda.
RQ
Lensa Teori A
Lensa Teori B
Mengapa perusahaan keluarga tertentu tumbuh lebih cepat?
Stewardship Theory — orientasi jangka panjang pemilik-manajer
Mengapa karyawan menolak sistem digital baru?
Technology Acceptance Model (Davis, 1989)
Organizational Change Resistance (Kotter, 1996)
Mengapa UMKM sulit naik kelas ekspor?
Resource-Based View — keterbatasan sumber daya
Institutional Theory — hambatan regulasi & legitimasi
Pilih SATU lensa utama untuk kerangka konseptual Pertemuan 5 — bukan mencampur banyak teori tanpa argumentasi mengapa lensa itu paling tepat menjawab RQ Anda.
Bagian 3 — Menguji Kualitas RQ
RQ yang "Menarik" Belum Tentu RQ yang "Layak Diteliti"
Pertanyaan diskusi: kriteria apa yang menurut Anda paling sering diabaikan mahasiswa magister saat merumuskan RQ — kelayakan data, orisinalitas, atau relevansi praktis?
Kerangka Analisis: Menguji Kualitas RQ dengan FINER
Lima kriteria sistematis (Hulley et al., diadaptasi untuk riset manajemen) untuk menguji apakah RQ draf Anda layak dilanjutkan ke proposal.
Kriteria
Pertanyaan Uji
Contoh Penerapan
F — Feasible (Layak)
Apakah data & waktu 1 semester cukup?
Cek akses data internal perusahaan Anda & jumlah responden realistis
I — Interesting (Menarik)
Apakah relevan bagi manajer & akademisi sekaligus?
Kaitkan dengan keputusan strategis nyata di organisasi Anda
N — Novel (Baru)
Apakah mengisi gap literatur/konteks yang belum diuji?
Bandingkan RQ Anda dengan 3-5 studi terdekat yang sudah ada
E — Ethical (Etis)
Apakah tidak melanggar privasi/persetujuan data?
Cek protokol consent data karyawan/nasabah (rujuk Pertemuan 7)
R — Relevant (Relevan)
Apakah berdampak pada teori dan praktik manajemen?
Uji dengan pertanyaan "so what" — mengapa manajer harus peduli?
Aturan Kelulusan
5/5 Lolos
RQ layak dibawa ke proposal hanya jika semua lima kriteria terjawab memadai — satu kriteria gagal total (mis. data tidak bisa diakses) berarti RQ perlu direvisi sebelum dilanjutkan.
Menstrukturkan RQ: Kerangka PICOC untuk Kelayakan Praktis
PICOC membantu memastikan RQ Anda cukup spesifik untuk dioperasionalkan — bukan sekadar tajam secara konseptual, tapi juga jelas ruang lingkupnya.
PICOC awalnya dari riset kesehatan berbasis bukti — di manajemen, "Comparison" sering opsional; empat elemen lain (P-I-O-C) wajib ada di setiap RQ Anda.
Hierarki RQ: Dari RQ Utama ke Sub-RQ yang Bisa Dioperasionalkan
RQ utama yang luas perlu dipecah menjadi 2-4 sub-RQ yang masing-masing bisa langsung dipetakan ke satu bagian analisis data.
RQ Utama (Contoh)
"Bagaimana kapabilitas dinamis memengaruhi kinerja ekspor UMKM manufaktur di Jawa Tengah?"
Sub-RQ Operasional
Sub-RQ1: Dimensi kapabilitas dinamis mana yang paling menonjol pada UMKM ekspor?
Sub-RQ2: Bagaimana hubungan kapabilitas dinamis dengan kinerja ekspor?
Sub-RQ3: Apakah akses pembiayaan memoderasi hubungan tersebut?
Setiap sub-RQ idealnya menjadi cikal-bakal satu hipotesis (riset kuantitatif) atau satu tema analisis (riset kualitatif) yang dibahas di Pertemuan 5-6.
RQ vs Hipotesis vs Proposisi: Kapan Memakai yang Mana?
Ketiganya sering tertukar dalam draf mahasiswa — padahal masing-masing punya fungsi dan konteks metodologis yang berbeda.
Research Question
Pertanyaan terbuka, netral
Dipakai di semua desain (kuantitatif, kualitatif, mixed)
Tidak menyatakan arah hubungan
Hipotesis
Pernyataan teruji, punya arah (H1: X berhubungan positif dengan Y)
Khas riset kuantitatif deduktif
Diturunkan dari kerangka konseptual (Pertemuan 5)
Proposisi
Pernyataan teoretis belum tentu terukur numerik
Khas riset kualitatif/studi kasus (Eisenhardt, 1989)
Diuji lewat pola tema, bukan uji statistik
Checklist Akhir: Kesalahan Umum RQ Sebelum Dikunci
Periksa draf RQ Anda terhadap daftar ini sebelum sesi latihan kelompok dimulai.
Checklist Self-Review
RQ masih berbentuk topik ("strategi pemasaran UMKM"), bukan pertanyaan yang bisa dijawab?
RQ memuat lebih dari satu pertanyaan tersembunyi dalam satu kalimat ("double-barreled")?
Kata kerja RQ (mis. "pengaruh") tidak konsisten dengan desain metode yang direncanakan?
RQ belum menyebut population, outcome, dan context secara eksplisit (PICOC)?
RQ belum ditautkan ke satu gap literatur spesifik yang bisa disitasi?
Latihan Kelompok Hari Ini: Instruksi & Deliverable
Terapkan seluruh kerangka hari ini pada draf topik masing-masing anggota kelompok, saling menguji secara kritis.
Instruksi Tugas (kerjakan berpasangan/kelompok kecil, 25 menit)
Tukar draf problem statement & RQ Anda dengan rekan; uji dengan kerangka FINER & PICOC
Tandai kriteria mana yang belum lolos, dan diskusikan cara memperbaikinya
Pecah RQ utama rekan Anda menjadi 2-3 sub-RQ yang lebih operasional
Tentukan: apakah RQ ini lebih cocok dijawab sebagai hipotesis (kuantitatif) atau proposisi (kualitatif)?
Setiap peserta merevisi RQ final berdasarkan masukan rekan sebelum akhir sesi
Penutup: Sintesis Pertemuan 3
Masalah riset yang baik menjembatani kegelisahan manajerial nyata dengan gap teoretis yang bisa diuji — RQ adalah kontrak Anda dengan pembimbing tentang apa yang akan dijawab, dan dengan cara apa.
Yang Dibawa Pulang
Pisahkan managerial problem dari research problem, tapi hubungkan keduanya
Kuantifikasi skala masalah untuk menunjukkan signifikansi praktis
Uji RQ dengan FINER & PICOC sebelum dianggap final
Pastikan kata kerja RQ konsisten dengan desain metode yang direncanakan
Menuju Pertemuan 4
Tinjauan pustaka terintegrasi — menyusun peta literatur dari gap yang sudah ditemukan
Bawa RQ & sub-RQ hasil revisi hari ini — akan jadi kerangka pencarian literatur
Mulai kompilasi 10-15 sumber kunci sebelum sesi berikutnya